
Aku selalu berpikir kehidupan ku begitu sial , terlahir dari sebuah keluarga serba kekurangan , selalu menjadi bahan lelucon orang orang sekitar ku , menjadikan ku pribadi yang Posesif ,
terkadang keluhan berteriak di anganku , " Knpa takdir begitu kejam menempatkan ku"
Namun kini aku sadar deritaku dulu hanya sebagian kecil dari egoku ,
Menatap langit seorang pemuda merenung dengan penuh sesal terlihat di mata nya yang tajam ,,
Pemuda tersebut menunduk dan duduk di sebuah batu di sebelahnya ..
" Orang tuaku pernah berkata ' sesulit apa pun ke adaan yang kita hadapi , tetaplah bersyukur nak , karena di luaran sana masih banyak yang lebih membutuhkan dari keluarganya' dulu aku selalu kesal dan kesal kala orang tuaku berkata seperti itu , sekarang aku paham akan perkataan mereka , " ucapnya dalam hati sembari mengingat kembali ucapan orang tuanya ..
Ia pun berdiri dan tersenyum kecil " baiklah tidak ada gunanya menyesal sekarang , mari lanjutkan perjalanan " ucapnya sembari melangkah pergi dengan langkah ringan ..
Ia berjalan di jalan setapak di tengah hutan , sembari melihat ke kiri dan kanan berharap akan menemukan seseorang ..
" huh ,, hutan ini begitu lebat ,sudah sebulan aku berada di sini dan belum menemukan jalan keluar , sebenarnya di mana ini ,, ?? " sebuah keluhan kebingungan berdengung di pikirannya ..
Ia mari kembali ke satu bulan sebelumnya -
-
-
-
Di sebuah rumah sederhana terlihat seorang Pemuda berumur sekitar 20 thnan sedang berbicara dengan seorang wanita tua berumur 50 an .
__ADS_1
" Bagai mana bisa kamu berpikir begitu Yu'er , dia kakak mu , mana ini tega melihatnya begitu saja . " ucap wanita itu sembari berlinang air mata ..
" Kaka , Kaka , Kaka , selalu saja dia yang ada di pikiran ibu , dia orang sialan itu, begitu karena perbuatannya sendiri , Knpa harus selalu kita yang menanggung akibat dari perbuatannya , tidakkah sudah cukup memalukan " teriak pemuda bernama Wei Yu tersebut ..
Ya saat ini emosinya sudah mencapai puncak , oleh akibat yang di sebabkan oleh kakaknya yang selalu membuat onar , namun apa yang membuat ia kesal ialah orang tuanya yang selalu membelanya sebagai buruk apa pun kelakuannya ...
" plak... " sebuah tamparan melayang ke pipi Wei Yu " cukup jaga ucapan mu Wei Yu dia kakak mu , mau seburuk apa pun sifatnya dia kakak mu , " ucap ibu Wei yu sembari menatap Wei yu penuh sesal ..
Wei yu yang terkejut akan tamparan ibunya pun mulai lepas kendali dan meninggikan suaranya ,, " Ya Terserah , Mulai sekarang aku Wei Yu Takan peduli lagi , " ucapnya sembari melangkah keluar meninggalkan halaman rumah tersebut ..
***
**
**
*
banyak pikiran melintas di kepalanya yang membuat itu terasa sakit ,,
tanpa sadar ia pun tertidur lelap Hinga malam menjelang ..
**
Saat ia terbangun ia di kagetkan dengan pemandangan malam yang indah ..
melihat ke kiri dan ke kanan ..
__ADS_1
ia bernafas lega , masih di batu yang sama , lingkungan yang sama , pikirnya ..
dengan acuh tak acuh ia pun melangkah untuk pergi ..
***
**
*
Kembali ke sebulan telah berlalu ,
Wei yu terus berjalan di jalan yang mungkin Adah jalan keluar dari hutan ini.
" Sial sebenarnya tempat apa ini .. " Kesalnya berteriak ..
Hingga sebuah teriakan terdengar mendengung di telinganya ..
" kyyyyaaaa ... "
sontak ia pun terkejut dan juga gembira , berlari .. ia pun berlari mengikuti jejak teriakan tersebut ..
Setelah sampai di sumber suara , bukan kegembiraan yang tergambar di wajahnya melainkan ketakutan dan wajah penuh sesal yang ia tampilkan ..
" astaga ,, apa apaan mahluk itu " ucapnya dalam hati sembari menahan nafas takut mahluk itu menyadari keberadaannya ..
namun apa yang membuat Wei yu selanjutnya semakin terkejut adalah bahwa makhluk tersebut menyadarinya dan bahkan berbicara padanya " Bocah manusia kecil , " ucapnya menggelegar bak suara petir mendengung di telinga Wei yu yang sontak membuatnya hampir pingsan karena saking terkejutnya .
__ADS_1