Tabib Kekacauan

Tabib Kekacauan
Takdir


__ADS_3

Aku selalu berpikir kehidupan ku begitu sial , terlahir dari sebuah keluarga serba kekurangan , selalu menjadi bahan lelucon orang orang sekitar ku , menjadikan ku pribadi yang Posesif ,


terkadang keluhan berteriak di anganku , " Knpa takdir begitu kejam menempatkan ku"


Namun kini aku sadar deritaku dulu hanya sebagian kecil dari egoku ,


Menatap langit seorang pemuda merenung dengan penuh sesal terlihat di mata nya yang tajam ,,


Pemuda tersebut menunduk dan duduk di sebuah batu di sebelahnya ..


" Orang tuaku pernah berkata ' sesulit apa pun ke adaan yang kita hadapi , tetaplah bersyukur nak , karena di luaran sana masih banyak yang lebih membutuhkan dari keluarganya' dulu aku selalu kesal dan kesal kala orang tuaku berkata seperti itu , sekarang aku paham akan perkataan mereka , " ucapnya dalam hati sembari mengingat kembali ucapan orang tuanya ..


Ia pun berdiri dan tersenyum kecil " baiklah tidak ada gunanya menyesal sekarang , mari lanjutkan perjalanan " ucapnya sembari melangkah pergi dengan langkah ringan ..


Ia berjalan di jalan setapak di tengah hutan , sembari melihat ke kiri dan kanan berharap akan menemukan seseorang ..


" huh ,, hutan ini begitu lebat ,sudah sebulan aku berada di sini dan belum menemukan jalan keluar , sebenarnya di mana ini ,, ?? " sebuah keluhan kebingungan berdengung di pikirannya ..


Ia mari kembali ke satu bulan sebelumnya -


-


-


-


Di sebuah rumah sederhana terlihat seorang Pemuda berumur sekitar 20 thnan sedang berbicara dengan seorang wanita tua berumur 50 an .

__ADS_1


" Bagai mana bisa kamu berpikir begitu Yu'er , dia kakak mu , mana ini tega melihatnya begitu saja . " ucap wanita itu sembari berlinang air mata ..


" Kaka , Kaka , Kaka , selalu saja dia yang ada di pikiran ibu , dia orang sialan itu, begitu karena perbuatannya sendiri , Knpa harus selalu kita yang menanggung akibat dari perbuatannya , tidakkah sudah cukup memalukan " teriak pemuda bernama Wei Yu tersebut ..


Ya saat ini emosinya sudah mencapai puncak , oleh akibat yang di sebabkan oleh kakaknya yang selalu membuat onar , namun apa yang membuat ia kesal ialah orang tuanya yang selalu membelanya sebagai buruk apa pun kelakuannya ...


" plak... " sebuah tamparan melayang ke pipi Wei Yu " cukup jaga ucapan mu Wei Yu dia kakak mu , mau seburuk apa pun sifatnya dia kakak mu , " ucap ibu Wei yu sembari menatap Wei yu penuh sesal ..


Wei yu yang terkejut akan tamparan ibunya pun mulai lepas kendali dan meninggikan suaranya ,, " Ya Terserah , Mulai sekarang aku Wei Yu Takan peduli lagi , " ucapnya sembari melangkah keluar meninggalkan halaman rumah tersebut ..


***


**


**


*


banyak pikiran melintas di kepalanya yang membuat itu terasa sakit ,,


tanpa sadar ia pun tertidur lelap Hinga malam menjelang ..


**


Saat ia terbangun ia di kagetkan dengan pemandangan malam yang indah ..


melihat ke kiri dan ke kanan ..

__ADS_1


ia bernafas lega , masih di batu yang sama , lingkungan yang sama , pikirnya ..


dengan acuh tak acuh ia pun melangkah untuk pergi ..


***


**


*


Kembali ke sebulan telah berlalu ,


Wei yu terus berjalan di jalan yang mungkin Adah jalan keluar dari hutan ini.


" Sial sebenarnya tempat apa ini .. " Kesalnya berteriak ..


Hingga sebuah teriakan terdengar mendengung di telinganya ..


" kyyyyaaaa ... "


sontak ia pun terkejut dan juga gembira , berlari .. ia pun berlari mengikuti jejak teriakan tersebut ..


Setelah sampai di sumber suara , bukan kegembiraan yang tergambar di wajahnya melainkan ketakutan dan wajah penuh sesal yang ia tampilkan ..


" astaga ,, apa apaan mahluk itu " ucapnya dalam hati sembari menahan nafas takut mahluk itu menyadari keberadaannya ..


namun apa yang membuat Wei yu selanjutnya semakin terkejut adalah bahwa makhluk tersebut menyadarinya dan bahkan berbicara padanya " Bocah manusia kecil , " ucapnya menggelegar bak suara petir mendengung di telinga Wei yu yang sontak membuatnya hampir pingsan karena saking terkejutnya .

__ADS_1


__ADS_2