
Pikiran yang di penuhi amarah membuat tekanan di hati Wei yu kian menjadi kala ia mulai melakukan tarian tombak di langit ..
" Tombak Amarah "
gumamnya yang membuat tombak di tangannya kini mulai berkobar dengan energi merah di sekelilingnya ..
Membuat orang orang keluarga dong bergidik ..
" ini ... " dengan tajam dan penuh kejut dong fan Cui mulai melangkah dan siap untuk menahan serangan tersebut ..
" kekuatan apa ?? " tetua ketiga yang baru saja beradu serangan saat ini ia berkeringat dingin kala menyaksikan kekuatan sejati pihak lain ..
" bagai mana mungkin , hanya dalam 3 setengah tahun ia telah berada di tahap para raja " ucap tetua pertama kala menyadari tahap kultivasi Wei yu ..
yang tepat kini telah berada di tahap raja tahap 1 .
Semua tetua dan dong fan Cui menatap dengan hati yang sakit kala menyaksikan pemuda di atas mereka ...
namun saat Wei yu hendak melemparkan serangannya kilatan melesat melewati mereka dan se orang wanita lompat kepelukan pemuda di atas langit yang siap melakukan serangan ..
" itu ,, nona pertama "
__ADS_1
" fuxue'er "
tetua dan dong fan Cui bergumam ..
namun hati kecil mereka merasa lega dan mereka menghela nafas lega akan kemunculannya..
Di atas langit Wei yu yang kini telah merendahkan amarahnya menatap Fuxue dengan penuh kerinduan dan ke duanya terhanyut dalam pelukan .
" Sayang ... " ucap Fuxue yang kini terisak , ia menangis bahagia kala orang yang tengah mengamuk di kediamannya ialah suami yang ia rindukan ..
Begitu pun dengan Wei yu yang mulai terisak kala melihat kondisi fuxue yang saat ini tampak terlihat begitu pucat dan kurus , dan ia dapat membayangkan hari hari seperti apa yang di lalui istrinya di kediaman keluarga dong ..
" Maaf kan aku yang dulu tidak berguna , maaf kan aku yang dulu tak dapat melindungi keluarga kita , maaf kan aku , aku maaf kan aku ,, " ucap Wei yu yang saat ini hatinya sakit menyadari kondisi fuxue saat ini sangat lemah ..
" eeeemmm , tidak sayang bagiku kau adalah suami yang sangat baik dan dapat di andalkan , justru akulah yang telah pergi dan mengecewakan mu , maaf kan aku " balas fuxue yang kini menatap lembut Wei yu membuat hati Wei yu kini berdebar.
" tidak akulah yang salah , aku dulu lemah " ucap Wei yu dengan wajah malu karena jujur ia lemah dengan pujian dari istrinya. .
" itu bagi orang lain, tapi bagiku mau dulu atau pun sekarang kau adalah yang terhebat , justru akulah yang tidak jujur sedari awal padamu" balas fuxue yang membuat entah mengapa hati Wei yu berdebar makin kencang ..
" mungkin epek lama berpisah " batinya ..
__ADS_1
Melihat pasangan suami istri yang saling menyalahkan membuat Riko yang melingkar di pundak Wei yu bergidik dengan jijik kala mendengar keduanya ..
" Ayolah bisakah kalian bahas hal yang penting setelah sekian lama terpisah " ucapnya yang membuat ke duanya tersadar dan menatap kosong ke arah Riko yang membuat Riko tergagap ..
" ah , anu , itu .. maaf aku akan diam " ucapnya yang kini berkeringat dingin ...
" Rakun sialan ini " batin Wei yu. .
" Binatang Cerdas , sejak kapan " batin fuxue ..
dengan perasaan canggung keduanya perlahan mendarat ke tanah memindai sekitar keliling yang kini tampak berantakan , membuat Wei yu menggaruk kepalanya dan menatap tajam ke arah kumpulan ke luarga dong membuat para tetua bahkan dong fan Cui bergidik saat keringat dingin keluar dari tubuh mereka...
" Hahahaha" sebuah tawa terdengar nyaring kala suasana canggung di depan keluarga dong .. " adik ipar tak kusangka kau begitu penuh dominasi , aku semakin yakin bahwa dulu orang orang itu buta " ucap seorang pria parubaya yang kini melangkah perlahan sambil mengelus janggutnya dan memindai Wei yu , membuat Wei yu kini waspada .
" tenanglah , dia kakak ku , dia yang selalu mendukungku kala itu " ucap fuxue yang melihat Wei yu mewaspadai kalanya dong Fu gui .
dengan cepat Wei yu merubah sikap nya dengan membungkuk ia berkata " ah ,, maaf ,, salam Kakak ipar , dan terima kasih untuk perawatan mu akan istriku " ucap Wei yu dengan tulus membuat dong Fu gui semakin dan semakin keras tertawa , entah kenapa ia kini merasa senang...
Melihat ketiganya kini bercakap membuat dong fan Cui dan para tetua menghela penuh sesal yang terpampang dari wajah mereka ..
" Apa artinya untuk menyesal sekarang , nasi telah menjadi bubur , aku telah di benci , bahkan oleh putriku , dan apakah aku masih pantas untuk minta pengampunan atas dosaku pada menantuku " batin dong fan Cui yang dengan menatap dengan lemas ..
__ADS_1