
Duarrrrr... Seonggok batu yg besar hancur lebur terkena ajian 'wesiyowesi' bertubi tubi Ki lawuk berteriak "wesiyowesi!" Dan seketika itu kilatan meluncur deras ke tubuh Joko abang,namun dengan gesit joko abang,selalu berhasil menghindar, sesekali joko abang melancarkan serangan yg langsung mengarah ke tubuh ki lawuk,namun ki lawuk terlalu kuat sehingga tiap pukulan dan tendangan selalu berhasil ditepis,bahkan ajian panulandep milik joko abang,pun dengan mudah di tepis hanya dengan sekali klebatan tangan ki lawuk,Menyadari dirinya bukanlah tandingan ki lawuk,joko abang,segera melarikan diri dengan mengandalkan kelincahan gerakannya.
Setelah berhasil kabur dari sergapan ki lawuk,joko abang,bergegas menemui gurunya dan menceritakan apa yg sudah dialaminya, gurunya hanya mengangguk angguk seraya berkata " hmmmm ki lawuk ya " sambil memegang jenggot putih nya.
"joko abang,mungkin sekarang adalah waktu yg tepat untuk aku mewariskan ajian 'topo angin' warisan eyang guru mu" dengan segera sang guru beranjak dari tempat duduknya dan memberikan sebuah kitab kuno yg sangat lusuh "ini kamu ambil kitab ini,dan pergilah ke lembah ndero pelajarilah ajian topo angin,setelah kau berhasil menguasainya, kamu harus ingat bahwa ilmu silat dan ajian yang kau kuasai adalah untuk membela kebenaran, tidak perduli seberat apapun kamu harus mengutamakan kebajikan di dunia persilatan, hmmm apa kamu sudah mengerti joko abang?"
"Murid mengerti guru" jawab joko sembari menerima kitab yg diberikan gurunya.
Setelah joko abang,menerima kitab ajian 'topo angin' segera dia menuju lembah ndero, dan sesampainya dilembah ndero yg tenang namun mengandung aura mistis yg kuat, joko abang,pun segera membuka kitab dan mempelajarinya, dikitab itu tertulis jika orang biasa yg mempelajarinya membutuhkan setidaknya 20thn,namun bagi orang yg memeiliki tenaga dalam yg kuat dibutuhkan waktu 5thn, dan jika yg mempelajari adalah orang yg memiliki dasar ilmu ajian panulandep,ia hanya perlu menghafal gerakan dan memusatkan energi, karena dasar ilmu dan pemusatan energi ajian topo angin selaras dengan ajian panulandep.
Joko abang begitu gembira karena dia tidak membutuhkan waktu yg terlalu lama untuk menguasai ajian topo angin, dengan semangat joko abang menghafal gerakan demi gerakan, dan benar saja semua mengalir begitu saja seolah olah dia pernah mempelajari kitab itu sebelumnya.
Sementara itu disebuah desa terdengar suara gamelan dan gelak tawa yg sangat ramai, para penari berlenggak lenggok, terlihat banyak para laki laki berjoget dengan sebuah kendil tuak ditangannya " hahahahaha sekarang kita berpesta kita maboooook sampai pagi karena lusa kita akan merampok desa kalibeber, dan kita bakar desa itu biar ki sangrep lebih menderita di alam baka sana hahahahahah"
Duarrr..!!! Hiat... Hiat.. sesekali terdengar suara percikan air crek.. crek crek..... Suara seseorang berlari diatas air dengan cepatnya " ajian topo angin, hiaaaattttt!!!! " Terdengarlah suara menggelegar dikesunyian lembah ndero, ternyata joko abang telah menguasai ajian 'topo angin'.
Setelah yakin dengan apa yang dia capai joko abang segera keluar lembah untuk mencari ki lawuk dan sesampainya di desa kalibeber, setali tiga uang ternyata ki lawuk tengah merampok desa itu, banyak orang berlarian kesana kemari sebagian lagi para penjaga desa dan murid murid perguruan silat di kalibeber sedang melawan anak buah kilawuk, namun terlihat sekali bahwa mereka bukanlah tandingan kilawuk dan anak buahnya.
__ADS_1
"Woiiiiiii ki lawok hahahhahah masih ingat saya " teriak joko abang dan seketika pertempuran berhenti, karena joko abang tidak hanya berteriak namun dia berteriak menggunakan ajian 'macanluwe' sehingga suaranya terdengar sangat memekakkan telinga.
" hahaahahhah bocah tengik, kau rupanya mau mati disini ya, kau liat bocah tengik tepat disinilah aku hunuskan pedang ke perut bapakmu",
" Tak usah kau ceritakan ki lawuk, aku melihat sendiri peristiwa itu, sekaranglah saatnya aku membalas kebiadaban mu itu, akan kucabut satu persatu bulu hidung dan kumismu itu, hahahahah" joko abang mengolok olok kilawuk yg memang berwajah sangar dan jelek " sini kau klo berani ku gambar mukamu yg jelek itu biar mirip babi "
"Jancooooookkkkkk mati kauuuu bocah tengik!" teriak kilawuk sembari lari dan menyerang joko abang,dengan gesit joko abang menghindar namun kali ini terlihat berbeda tubuh joko abang terlihat begitu ringan dan cara menghindarnya pun hanya dengan merebahkan tubuhnya kebelakang dan berputar bertumpu pada satu kakinya yg terlihat indah berputar seperti gasing ,hiya.... Hiya... Terdengar suara teriakan kilawuk menyerang dengan penuh gegap gempita, sesekali tubuhnya tersungkur kedepan karena tendangan dari joko abang kearah pantanya, kilawukpun terlihat begitu marah lalu di keluarkanlah ajian andalannya sambil berteriak dengan lantang "Grhaaaaaaaa wesiyooooowesiiiiii!!!!"
Sekelebet cahaya keluar dari telapak tangan nya,namun berbeda dari pertempuran yg lalu joko abang,sama sekali tidak menghindari ajian wesiyowesi dari kilawuk, dia hanya menahannya sambil tersenyum, kemudian dengan satu hentakan, kilawuk jatuh terpental berguling guling dengan darah yg memenuhi mulutnya.
Belum sempat kilawuk berdiri joko abang,sudah bergerak dengan cepat dan secara tiba tiba sudah berada tepat didepan wajah kilawuk, beserta tangan yg memelintir kumis kilawuk "hahahahha itu sajakah kemampuanmu kilawuk,sekarang kau katakan pada saya siapakah yg menyuruhmu membunuh kedua orang tuaku, kalau tidak, aku akan mulai mencabut satu persatu bulu hidung dan kumismu ini "kilawuk tidak bisa berbuat apa apa karena selain kumis yg dipelintir, ternyata kaki joko abang juga menginjak tepat di biji ******** kilawuk,anak buah kilawuk yang sebelumnya terlihat ganaspun satu persatu kabur meninggalkan kilawuk sendirian.
Joko abang,yg sebelumnya ingin membunuh kilawuk mengurungkan niatnya dia hanya membuang seluruh ilmu tenaga dalam kilawuk, dan melemahkan otot otot persendian kilawuk, sehingga kilawuk nampak sangat tidak bertenaga.
"Wahai kilawuk aku sudah memusnahkan seluruh ilmu silatmu sekarang aku akan memberikan kesempatan padamu untuk menjalani hidup dengan lurus, silahkan kau pergi,sebelum aku berbah pikiran". dengan langkah gontai dan kedua tangan yg memegang dada kilawuk pergi meninggalkan desa kalibeber "horeeeee,terima kasih kisanak,terima kasih "
Terdengar riuh teriakan dari warga desa kalibeber yg merasa sangat berterima kasih pada joko abang, joko abang hanya tersenyum dan melambaikan tangan.
__ADS_1
Dalam benaknya terus bertanya siapakah sesungguhnya pendekar yang bergelar 'Setan timur' itu,kenapa kilawuk begitu takut terhadapnya, bagaimanapun aku harus menemukannya biar jelas semua kenapa mereka begitu tega membantai seorang petani biasa seperti orang tuaku.
Tak lama setelah itu kepala desa kalibeber datang menghampiri joko abang, seraya mengucapkan terima kasih, karena berkat bantuan joko abang,desa kalibeber bisa selamat dari perampokan dan penindasan gerombolan kilawuk.
"Terima kasih nak, kalau boleh tahu siapakah nak mas ini"
"Namaku joko abang ki,kebetulan tadi sedang lewat,oh iya ki saya mau menanyakan perihal pembantaian ki sangrep, dan keluarga petani disini 10thn yang lalu"
"Oh itu, pembantaian itu dilakukan oleh kilawuk, sebenarnya ki sangrep bukanlah targetnya namun entah mengapa ki sangrep benar benar tidak mau mengatakan siapakah sesungguhnya nama petani tersebut"
"Memangnya siapa nama petani itu ki" jawab joko abang
"Petani itu bernama Markeso,namun terdengar kalau kilawuk berteriak teriak mencari seseorang yg bernama raden Rangga waseso, itu saja yg saya tahu nakmas joko"
"Oh begitu ya ki kalau begitu terima kasih banyak atas informasinya, maaf saya tidak bisa berlama lama saya harus melanjutkan perjalanan, monggo kulo pamit" jawab joko abang.
"Baiklah nak mas saya tidak akan memaksa nakmas untuk tinggal, sekali lagi saya mengatasnamakan rakyat desa kalibeber mengucapkan banyak banyak terima kasih"
__ADS_1
Joko abang,berbalik badan kemudian meninggalkan desa kalibeber.
Bersambung....