
"eiiitt, mau lari kemana kau"
"Ampun nyi mas ampuuun, tolonglah jelas jelas tadi anak panah saya yang mengenai kelinci itu, aku tidak mencuri buruanmu"
"Eiii masih berani kamu berbohong sama saya, sekarang sebagai hukuman karena kau telah berani mencuri hewan buruanku dan juga berbohong padaku, kamu harus membayar 3gelo perak kepada saya, kalau kau tak mau membayar aku akan membunuhmu disini, biar mayatmu jadi santapan anjing hutan! Ayo bayar sini"
Dengan centilnya gadis itu menggertak pemuda desa itu, namun sebenarnya gadis itu hanyalah bermain main saja dengan pemuda itu,
"Hahahah lihat wajahmu yang pucat pasi itu, tenang tenang saya cuma bercanda mana mungkin aku membunuh dan merampok pemuda desa macam kau, sudah sana pergi sebelum kutendang wajahmu yang burik itu"
Pemuda itu bergegas pergi, sambil berlari tanpa menoleh sedikitpun kebelakang.
"Hmmmm wajah memanglah cantik tapiii... beraninya menindas orang lemah! " Sahut joko abang yang memang dari tadi sudah memperhatikan kelakuan gadis centil itu
"Heh siapa kau berani beraninya berkata seperti itu kepadaku"
"Hahahhah perkenalkan namaku joko abang" sahut joko abang dengan konyolnya"
"Huakakakkak si..si..siapa namamu barusan joko abang?? Wkwkwkwk geli sekali aku mendengar namamu" jawab gadis itu seraya menertawkan nama joko abang
"Iya kenapa aneh ya - kadang aku juga meras aneh sih" jawab joko abang sambil menggaruk kepalanya dan wajah nyengir "ah sudahlah namaku memang aneh tidak usah dibahas memang siapa namamu"
"Namaku wulandari" jawab wulandari dengan ketusnya.
Swing.. swing..swing tiba tiba terdengar suara anak
panah, dan tepat sebelum anak panah itu mengenai wulandari, joko abang segera mendorong tubuh wulandari dengan pura pura terjatuh, dan 3 anak panah itu menancap dibatang pohon besar yang berada tepat dibelakang wulandari, joko abang segera bersembunyi dibalik pepohonan, dan wulandari yang tadi sempat didorong oleh joko abang, tak sengaja terjatuh dan terantuk batu besar yang berada tak jauh darinya.
Tak lama kemudian terdengar suara derap langkah beberapa orang bersenjata pedang dan panah menghampiri wulandari yang belum sadarkan diri, sementara itu joko abang, terus mengendap endap seraya mengamati segerombolan orang tersebut.
"Heh kamu cepat ikat kedua tangan gadis itu"
"Baik ketua"
"Ikat yang kuat jangan sampai lepas gadis ini benar benar merepotkan"
"Siap ketua" jawab dua orang yang segera mengambil seutas tali dan kemudian mengikat kedua tangan wulandari.
Wulandari yang tubuhnya terguncang oleh kedua orang itu, secara perlahan membuka mata, wajahnya nyengir karena menahan rasa sakit dikepalanya, dia belum sadar jika kedua tangannya telah terikat dengan kuat.
__ADS_1
"Akhirnya kena juga kau gadis iblis, kali ini aku tak akan bisa kau tipu lagi" ucap ketua gerombolan itu.
Wulandari yang mulai sadar dengan posisinya, mulai meronta dan berusaha melepaskan diri, dari cengkraman kedua orang itu, namun dengan sigap beberapa dari mereka mengacungkan pedang tepat dileher wulandari, dengan spontan wulandaripun menghentikan aksinya.
"Sudahlah kau nurut saja tidak usah banyak berontak bisa bisa kutebas juga batang lehermu", Kata salah seorang dari mereka.
Melihat keadaan yang semakin genting joko abang akhirnya mengambil tindakan, dia menutup wajahnya dengan kain lalu dengan satu gerakan yang cepat, joko abang berhasil melumpuhkan empat orang yang menodongkan senjata kewulandari. Mereka semua terjatuh dan terjerembab, ketanah.
"Siapa kau berani beraninya menghalangi tugas kami"
"hehehehe.. tak usahlah kalian tahu siapa aku, hmmm... Heh Apa kalian tidak malu mengeroyok seorang gadis" jawab joko abang
"Hai kisanak tak perlu kau ikut campur urusan kami, asal kamu tahu saja gadis yang kau bela itu bukan gadis sembarangan, dia adalah musuh dari banyak perguruan silat di kadipaten kebondalem ini, dia banyak membuat kerusuhan dikadipaten ini dan dia sangat meresahkan".
"Hahahahhahahahahah" tiba tiba wulandari tertawa dengan nada yang meledek para gerombolan itu,
"jangankan meresahkan kalian, aku malah berusaha untuk menumpas kalian sampai ke akar akarnya, biar rakyat kadipaten ini tidak perlu lagi meresakan penindasan dari kalian" dengan nada penuh amarah wulandari meneruskan kata katanya.
Joko abang hanya terdiam, mendengar dan memperhatikan percakapan antara wulandari dan para gerombolan itu, kemudian dengan cepat joko abang sekali lagi menyerang mereka, namun kali ini joko abang hanya melompat sembari menggandeng wulandari, para gerombolan itu untuk kedua kalinya tersungkur ketanah.
"Bangsaatt! Cepet kejar mereka" teriak ketua gerombolan itu.
"Huh.. akhirnya aku bisa beristirahat, hei gadis tengil sebenarnya siapa kamu dan mengapa mereka hendak menangkapmu" kata joko abang.
"heh jangan mentang mentang kau baru saja menolongku terus kau bisa panggil aku seenak perutmu sendiri ya, tadikan sudah kukatakan bahwa namaku 'wulandari' dan kenapa mereka mau menangkapku itu karena saya selalu menentang mereka, saya tidak suka penindasan yang dilakukan bupati dan sekutunya, sebagai pendekar mereka seharusnya bisa membela kaum yang lemah, tapi mereka malah bersekongkol dengan bupati laknat itu.
"Iya iya santai santai tidak usah ngegas gitu ngomongnya, baiklah kalau begitu mulai sekarang aku akan memanggilmu wulandari, sebaiknya kita duduk istirahat sebentar disini kemudian kita lanjutkan kekota mencari penginapan dan rumah makan perutku sudah lapar sekali, lagian saya sudah tiga hari nggak mandi" ujar joko abang seraya menciumi ketiaknya.
"Pantesan dari tadi aku kira bau bangkai apaan, ternyata kamu belum mandi tiga hari" saut wulandari mimik wajah meledek joko abang, merekapun beristirahat sejenak dan kemudian bergegas menuju kota.
Sesampainya dikota mereka segera masuk ke sebuah rumah makan yang juga menyediakan penginapan, mereka sengaja mengambil tempat duduk agak kedalam.
"Silahkan duduk tuan muda, nyonya silahkan silahkan" ucap pelayan restoran itu
"Eh pelayan saya mau pesan dua porsi makanan ya sekalian tolong siapkan dua kamar tidur buat kami" ucap joko abang.
" Baik tuan muda"
Merekapun melahap makanan yang dihidangkan dan sesekali mereka bercerita tentang kehidupan masing masing, yang ternyata mereka memiliki tujuan yang sama yaitu mencari seseorang yang bergelar setan timur.
__ADS_1
Keesokan harinya joko abang keluar dari kamar penginapan dan langsung menuju rumah makan yang berada tepat dihalaman kamar penginapan mereka joko abang segera memesan makanan, dan tak lama kemudian wulandari muncul dari balik pintu, sembari mengibaskan rambutnya yang panjang, nampak jelas sesosok wanita cantik nan anggun, sesaat joko abang tertegun melihat kecantikan wulandari namun kekaguman itu berhenti tatkala joko abang mengingat ingat watak keras dari wulandari.
"Woi pelayan cepat kau ambilkan aku makanan" ucap wulandari sembari menyaut paha ayam yang dipesan oleh joko abang.
"Eh kamu itu seenaknya aja nyaut makanan orang pantas saja kau gak laku nikah kalau sifatmu begini" joko abang menggerutu
"Enak saja kau bilang aku nggak laku nikah, aku itu bukan nggak laku memang belum ada saja laki laki yang pantas aku nikahi" elak wulandari, dibarengi dengan cibiran mulut joko abang yang meledeknya.
Sesaat kemudian datanglah beberapa orang yang nampaknya dari sebuah perguruan silat yang cukup terkenal, di kadipaten bondalem mereka adalah perguruan silat Elang sakti, beserta beberapa pendekar dari perguruan Macan kumbang.
"Woi pelayan cepat kau sajikan kami makanan yang enak serta jangan lupa bawakan kami arak yang paling enak kemari"
"Baik tuan" jawab pelayan dengan cekatan.
Mereka mengambil meja yang tak terlalu jauh dari tempat duduk joko abang dan wulandari sehingga mereka berdua bisa dengan jelas mendengar isi percakapan para pendekar itu.
" Besok kita akan menghadapi hari besar saudaraku sekalian, kita harus menyiapkan segala hal dengan baik, jangan sampai kita mengecewakan para pendekar yang datang jauh jauh dari pelosok negeri ini" ucap seseorang dari perguruan macan kumbang
"Ya benar..." Jawab dari beberapa orang secara bersamaan
"Kita harus menjadi tuan rumah yang baik bagi para pendekar pendekar itu" timpal dari salah seorang dari perguruan elang sakti.
"Maaf para pendekar semua kalau boleh saya bertanya?" Tiba tiba joko abang menyela pembicaraan mereka
" Iya anak muda apa yang hendak kau tanyakan"
"Memangnya para pendekar pendekar itu berkumpul, apakah ada satu hal yang teramat penting" joko abang melanjutkan pertanyaannya
"Oh.. perihal para pendekar dari seluruh pelosok kadipaten bertemu adalah untuk memperebutkan 'tahta naga' memangnya kalian berdua dari perguruan mana kok tidak mengetahui perihal ini"
"E.. e... Emmm kami bukanlah pendekar seperti kalian kami hanyalah pengembara yang kebetulan lewat di kadipaten ini" jawab joko abang.
Lain hal dengan joko abang yang sangat penasaran dengan hal ini, wulandari malah terkesan tidak memperdulikan dengan hal tersebut, wulandari terus memakan hidangan yang ada dihadapannya.
"Baiklah para pendekar semua saya dan istri saya mohon pamit terima kasih," joko abang bergegas berdiri sembari menarik lengan wulandari, wulandari yang terkejut dengan ucapan joko abang tertegun, dan kemudian terkaget karena lengannya ditarik oleh joko abang.
"Baiklah anak muda hati hati dijalan" jawab salah satu dari mereka.
Bersambung....
__ADS_1