Tahta Naga

Tahta Naga
Pertandingan hari pertama


__ADS_3

"sudah ndak apa tuan, ambil saja disini sudah tidak ada penginapan lagi" sahut pelayan itu sambil senyam senyum gak jelas


"Emm.. gimana ini wulan kamu mau nggak"


"Ya udah terpaksa tapi ingat! kamu harus tidur di ruang depan dan kamu harus berjanji untuk tidak berbuat macam macam"


"Hahahah ya nggak lah lagian siapa mau sama kamu"


"Apa kamu bilang, maksudmu aku jelek!!". Wulandari terlihat sedikit kesal dengan ucapan joko abang


"Ehh.. sudah sudah bukan gitu maksudku, ayo sebaiknya kita masuk, dan lekas istirahat besok pasti akan ada lebih banyak hal penting yang harus kita hadapi".


Keduanya bergegas masuk kedalam kamar, tanpa sepatah katapun wulandari bergegas menuju tempat tidur lalu menutup selambu tempat tidurnya, sementara itu joko abang merebahkan badannya dikursi panjang ruang tamu kamar tersebut, pikirannya melayang memikirkan perguruan silat sekar putih, terutama wanita yang bernama "arundaya" gadis itu terlihat sangat tidak asing baginya, namun joko tak mengingat apapun tetang gadis itu, namun wajahnya sungguh tidak asing baginya,  dan lambat laun matanya pun terpejam, diiringi suara dengkurannya yang menandakan joko tertidur dengan pulas.


Sementara itu wulandari pun sama dia mengingat ingat wajah arundaya , wanita itu begitu cantik dan anggun, wajahnya serasa tidak asing, pikirannya melayang mengingat ingat memori masa kecilnya, bersama dengan sahabat sepermainannya.


"Kukuruyuuuuuuuukkkk..." Terdengar suara ayam jantan menyambut sinar mentari yang mulai menyingsing di ufuk timur, hembusan mesra udara pagi menyertai seiring embun yang mulai menetes terkena hangatnya sinar surya yang merambat pelan.


Terlihat joko abang sudah membersihkan diri dan bersiap menyambut hangatnya kue serabi dan segelas kopi yang dia pesan pagi buta tadi, joko duduk di kursi depan sementara wulandari pun terlihat bugar walau baru terbangun dari tidur lelapnya.


Keduanya terlibat dalam pembicaraan serius sambil menikmati segelas kopi hitam, semetara diluar sudah terdengar riuh suara dari murid murid sekar putih yang memepersiapkan makan pagi bersama, ya kebanyakan dari beberapa perguruan silat selalu melakukan hal hal semacam itu.

__ADS_1


"Wulan mari kita pesan makan sekalian kita melihat situasi diluar"


"Yuk" jawab wulan singkat


Terlihat nyai dasimah keluar dari pintu paviliun di belakangnya menyusul Bawita disebelah kanan dan  Arundaya disebelah kiri, nampaknya kedua murid itu adalah murid kesayangan nyai Dasimah. Lantas mereka duduk bertiga, dan segera menyantap makanan yang sudah dihidangkan, setelah mereka selesai lantas bergegas menuju tempat pertandingan diadakan yaitu di perguruan macan kumbang.


Setelah perguruan sekar putih beranjak pergi, joko abang dan wulandari pun bergegas pergi menyusul dibelakang mereka, sesampai ditempat pertandingan nyai dasimah menunjukkan undangan untuk mengikuti pertandingan dan segera mereka mengambil tempat disalah satu sudut yang sudah disediakan panitia acara, ditempat itu sudah nampak begitu banyak pendekar dari berbagai perguruan silat, mulai dari aliran putih hingga perguruan hitam yang sering membuat onar, ya demi memperebutkan Tahta Naga setiap orang akan rela babak belur untuk mendapatkannya tak jarang sampai ada yang menghembuskan nafas terakhir di arena tersebut.


Joko abang dan wulandari telah sampai di gerbang perguruan macan kumbang, mereka segera nyelonong  masuk ke tempat acara namun..


"Hey kalian mau kemana"


"Kami Mau lihat pertandingan" jawab joko abang


"Emm... Ketinggalan"


"Kalau kalian ndak membawanya kalian tidak diperbolehkan masuk"


Joko abang perlahan mundur sambil menggaruk garuk kepala memikirkan cara bagaimana masuk, ketika joko masih dalam kebingungan terdengar suara wulan memanggilnya


"Ssst.... Ssssttt... Sini, joko sini"

__ADS_1


Wulandari memanggilnya secara perlahan, dan kemudian joko sambil melirik petugas yang tidak begitu memperhatikan mereka, joko segera menyusul wulandari, nampaknya wulandari telah merencanakan sebuah cara untuk masuk keacara tersebut.


"Gini joko kmu lihat mess para murid itu kita lompati pagar itu lalu kita ambil pakaian mereka dan kita menyamar menjadi murid perguruan macan kumbang"


"Baik biar saya saja yang melompat" joko segera melompati pagar dengan mudah. Setelah mengambil pakaian dari para murid macan kumbang joko dan wulandari bergegas menyelinap masuk kedalam tempat pertandingan akan di gelar, dan setelah menemukan tempat yang sepi, mereka melepas pakaian itu dan bergegas berbaur dengan para pendekar yang lainnya


'Duueeengg....' terdengar keras bunyi gong yang ditabuh menandakan bahwa acara akan segera dimulai, para pendekar segera berkumpul, mereka berbaris dibelakan para guru dan tetua perguruan masing masing, ada sekitar 30an perguruan silat dan kebanyakan dari mereka membawa banyak sekali murid, termasuk perguruan sekar putih.


"Baiklah para pendekar sekalian perkenalkan saya adalah suwito murid tertua diperguruan macan kumbang, maafkan jika kami tidak bisa menjadi tuan rumah yang baik", suwito mulai membacakan peraturan pertandingan


"perebutan tahta naga kali ini akan diselenggarakan dengan sistem gugur, satu lawan satu, dan setiap perguruan akan memiliki dua kali kesempatan dangan maksimal diwakili dua orang petarung, jika petarung pertama lolos kebabak kedua namun gagal dibabak tersebut maka boleh digantikan oleh petarung kedua, begitu seterusnya dan dianggap kalah apabila kedua petarung telah kalah".


Pertandingan pun segera dimulai mempertemukan antara macan kumbang melawan golok setan, secara mengejutkan macan kumbang diwakili oleh seorang cebol yang nampak lucu saat naik keatas arena, seketika suasana menjadi riuh banyak diantara para murid menertawakan apa yang mereka lihat, petarung dari perguruan golok setan pun menganggap remeh orang cebol itu


"Hahahahha apa tidak ada murid yang lebih layak untuk melawan kami" sicebol yang bernama 'Koceb' hanya tersenyum kecut mendengar ucapan tersebut


Keduanya bergegas memasang kuda kuda tanda mereka sudah siap melakukan pertandingan 'duuenggg...' koceb dengan cekatan langsung  berinisiatif menyerang, tidak seperti orang cebol yang lainnya serangan koceb terlihat sangat mengerikan kepalanya yang plontos terlihat sangat keras ketika menghantam dada lawannya, ditambah cengkraman jari jarinya sangat kuat, hingga membuat petarung dari perguruan golok setan terlihat sangat kewalahan, dan akhirnya kombinasi serangan kepala dan cakar dari koceb mampu mengalahkan pendekar dari golok setan, tepuk tangan riuh menyambut kemenangan koceb yang sangat luar biasa.


"Baik pertandingan dimenangkan oleh pendekar koceb dari macan kumbang, selanjutnya silahkan naik kearena sesuai dengan urutan tempat, berarti dari perguruan sekar putih"


Kemudian bawita segera naik ke arena disusul kemudian pendekar dari perguruan 'purnama tilem'.

__ADS_1


Dueng... Bawita memasang kuda kuda dengan tangan yang membuka dengan posisi mirip dengan bunga teratai yang mengembang, sementara lawannya adalah seorang laki laki berbadan kerempeng mengenakan topeng aneh, yang tanpa basa basi langsung menyerang bawita, serangannya begitu tiba tiba dia bergerak sangat lincah melompat dan terbang kesana kemari, selalu menyerang dari udara, mirip dengan kelelawar yang bergelantungan, namun bawita bukanlah pendekar kemarin sore dengan pengalamannya bawita mampu mengatasi serangan tersebut dengan tenang, dan berhasil menguasai keadaan, dengan sigap bawita menangkap kedua kaki orang itu kemudian menariknya dan dengan satu tendangan yang mengarah ke uluhati laki laki tersebut jatuh kelantai, darah segar mengalir dari mulutnya. Dan akhirnya tak mampu melanjutkan pertandingan lagi...


Bersambung...


__ADS_2