
11.Persiapan Lamaran
Happy reading π
Beberapa Minggu kemudian....
Hubungan Allysha dan Alfin semakin lengket saja seperti Lem Tidak bisa di pisah kan.
Allysha dan Alfin di nyatakan Lulus dan Mendapat kan nilai tertinggi di sekolah nya.
Sedang kan Rani, Mendapat Nilai yang sangat jelek.Sehingga Mama Dan Papa nya sangat marah dengan Rani yang mendapat nilai hancur seperti itu.
Allysha Yang mendapat Beasiswa Di salah satu Perguruan tinggi Negeri Terbaik Di kota.
Ia Mengambil Jurusan di Fakultas Kedokteran.Dari kecil,Memang Ia bercita cita ingin menjadi Seorang Dokter ketika menjadi dewasa.
Nilai Rani yang jelek, Membuat nya tidak bisa masuk perguruan tinggi Terbaik,Jadi Ia harus Kuliah Di perguruan Swasta mengambil jurusan Modeling Karena memang Ia sangat suka dan ingin menjadi seorang Model terkenal.
"Kamu mau jadi apa hah?! Dapet Nilai jelek gini ! Malu malu in keluarga aja !!! Pasti ini gara gara kamu yang kerjaan nya hanya Main, Shopping, Sama berpoya poya sehingga lupa untuk belajar ! "Ucap Papa nya dengan rahang mengeras.
"Anak ini harus di beri pelajaran supaya Rajin belajar !" Timpal sang Mama.
"Papa kasih kamu Hukuman ! Papa potong Uang bulanan kamu ! Dan mana Kunci mobil? Sini ! Kamu tidak boleh memakai mobil." Gertak nya.
"Dan satu lagi ! Mulai sekarang,Kamu harus pulang Jam 07.00 Sore,Jika melewati Jam yang Papa tentukan,Papa akan tambah hukuman untuk kamu !"Ucap nya lagi.
" Pa ! Apa ini enggak terlalu berlebihan? Papa kejam sama anak sendiri ! Aku benci Papa ! " Teriak nya Berlari ke kamar dan membanting Pintu dengan keras .
Brakkk..
"Anak itu memang tidak tau sopan santun ! Orang tua lagi bicara langsung pergi.Dasar Anak kurang Ajar !" Ucap Sang Papa sambil memaki.
"Sudah lah Pah ! Kita memang sudah keterlaluan sama Rani,Kita yang salah tidak bisa mendidik nya dengan benar. ! Mama sadar,Selama ini kita tidak pernah memperhatikan nya,Kita selalu sibuk dengan pekerjaan kita masing masing.Mama menyesal,Mama sudah gagal mendidik Anak !"Ucap nya Menyesal dengan air mata berlinang.
Hikss...hiks..
Mendengar perkataan istri nya,Ia pun berpikir bahwa memang benar,Ia dan istrinya tidak pernah memperhatikan Rani,Dan selalu sibuk.Bahkan Dari kecil Rani di urus Oleh Bi Inah.
"Mama memang benar,Kita yang salah ! Kita sudah gagal mendidik nya sehingga Rani jadi Anak yang susah diatur dan tidak mau nurut." Ucap nya.
"Iya Pa ! Mungkin karena kurang nya kasih sayang dan perhatian dari kita,Rani jadi seperti itu." Ucap sang mama.
Rani menangis sesenggukan,Ia merasa bahwa orang tuanya sangat keterlaluan saat ini..
__ADS_1
Harus nya Ia yang marah pada orang tua nya karena tidak pernah memberi kasih sayang yang cukup untuk nya ! Ia ingin sekali seperti Allysha walaupun Dari keluarga kurang mampu Tapi Allysha tidak pernah Haus akan kasih sayang.
Sedangkan Ia,Memang tak pernah kehabisan Uang,Tapi di balik itu semua Rani ingin sekali bisa merasakan kasih sayang dari orang tua nya.
"Hikss...hiks.. Mereka sudah keterlaluan ! Aku benci mereka !"Ucap nya sambil memeluk bantal guling.
Rani mengurung diri di dalam kamar, Sudah 3 Hari ini Ia tidak keluar kamar dan Mogok makan selama 3 hari semenjak Papa nya menghukum nya.
"Non ! Buka dong pintu nya...Ini Bibi,Non makan ya,Sudah 3 Hari loh Non Rani Tidak makan..! Bibi takut Non sakit,Non Rani makan yuk ! Bibi Udah masakin makanan kesukaan Non!"
Ucap nya sambil membawa Nampan berisi makanan dan segelas susu
Tak ada sahutan dari kamar tersebut,Sunyi sepi.Membuat Bi Inah Cemas takut terjadi Apa apa dengan Rani yang Ia anggap sebagai anaknya sendiri.
Bi Inah segera bergegas memanggil Majikan nya.
"Pak ! Bu ! Non Rani sama sekali tidak Menyahut, Padahal biasanya dia Akan menyahut walau sekedar kata " Hem".Saya khawatir kalau Non Rani jatuh Sakit,Kan sudah Tiga hari ini Non Rani Belum Makan apa pun" Terang nya.
******
Alfin sudah berjanji Pada Ayah nya Allysha, Bahwa Ia akan datang melamar Allysha setelah Lulus Sekolah.
Dan Sekarang Alfin sedang Meminta kepada Sang Papa untuk melamar Allysha untuk nya.
"Mau ngomong soal apa? Kuliah ? Ngomong Ajh" Ucap Adnan papa nya Alfin.
"Jadi gini, Sebenar nya Alfin ingin Papa melamar kan Allysha untuk Alfin !" Ucap nya terbata bata.Sebenarnya Alfin takut Papa nya tidak akan setuju dengan keputusan nya,Tapi mau bagaimana lagi? Ia sudah berjanji Akan melamar Allysha.Jika Ia ingkar, Mungkin Ia tidak bisa lagi berhubungan dengan Allysha.
"Apa ?? Kamu mau melamar anak Tukang bangunan itu? Apa kamu sadar mengatakan itu? Lagi pula kamu masih terlalu muda untuk menikah ! " Tanya nya menahan Emosi
"Iya Pa ! Aku ingin Melamar Allysha karena aku sudah janji sama Ayah nya Allysha Pa ! Papa tolong jangan merendahkan orang lain, Dihadapan Allah Derajat kita itu sama Pa ! Iya Aku memang masih muda,Aku hanya ingin mengikat Allysha Pa ! Dan Akan menikah Pas Aku dan Allysha Lulus Wisuda. Pa Aku mohon,tolong Lamar Allysha untuk ku ! Papa mau kan? " Ucap Alfin dengan nada memohon sambil bersimpuh di kaki Papa nya.
"Baik lah kalau keputusan mu itu sudah mantap,Papa Akan melamar kan Allysha untuk Mu ! Tapi,Kamu harus menuruti satu permintaan Papa ! " Ucap nya
"Terima kasih Pa ! Itu soal gampang Pa ! Aku akan menuruti nya!" Ucap nya sambil tersenyum bahagia.
Alfin segera memberi tahu Allysha bahwa Ayah nya Menyetujui hubungan kedua nya dan Ia Akan datang bersama Ayah nya Minggu depan untuk melamar nya.Alfin menyuruh Allysha untuk bersiap siap menyambut kedatangan mereka dan akan mengadakan Acara Lamaran sederhana.
Allysha yang mendengar Itu Sangat bahagia,Karena sang pujaan Hati akan segera melamar nya dalam waktu dekat ini.Ia pun segera memberi tahu kedua orang tua nya bahwa Alfin Akan datang bersama Ayah dan kerabat nya untuk melamar nya.
Juga memberi tahu orang tua nya agar bersiap siap menyambut kedatangan mereka.
Satu persatu Persiapan untuk Lamaran sudah hampir Siap semua nya.Alfin sangat bahagia karena Papa nya menyetujui Ia melamar Allysha.
__ADS_1
Tak lupa Alfin Hanya mengundang Kerabat terdekat nya saja karena memang Acara Lamaran nya Sederhana, Allysha yang meminta Itu.
Waktu berjalan begitu cepat, Hingga semua persiapan pun Sudah selesai.
"Akhh.. Akhir nya selesai juga ! " Ucap Alfin menghembuskan nafas kasar.
Lalu merebah kan tubuh nya ke kasur,Karena terlalu Cape Alfin pun terlelap.
*********
Satu,Dua,Tiga...
Brakkk...
Papa Rani mendobrak pintu kamar Rani,Dan Akhirnya berhasil di buka.
Di bawah Ranjang, Terlihat Rani sudah tergeletak di lantai dengan keadaan yang begitu memprihatinkan.
"Astaghfirullah !!" Ucap nya Serentak.
"Nak,Bangun !! Jangan tinggalin Mama dan Papa ! Mama minta maaf karena tidak pernah memperhatikan kamu !" Ucapnya menangis tersedu sedu sambil memangku Kepala Rani.
"Ayo Ma ! Kita harus cepat bawa Rani Kerumah sakit! " Ucap Sang Papa Sambil Menggendong Rani menuju mobil nya.
Setelah semua nya sudah masuk mobil,Papa Rani segera melesat kencang menuju rumah sakit.
Setiba nya,Papa Segera menggendong Rani masuk kedalam,Di ikuti Oleh Mama Rani,dan Bi Inah.
Suster yang melihat Ada Pasien yang butuh pertolongan, Langsung mendorong Brankar dan menyuruh Ayah Nya Rani meletakkan Tubuh Rani.
Rani Segera Dibawa ke ruangan ICU, Sementara Orang tua nya tidak bisa ikut masuk,di minta untuk menunggu di luar.
"Dok, Tolong selamat kan putri kami ! Tolong Lakukan yang terbaik !"Pinta nya pada Dokter.
"Iya pak! Bu ! saya akan lakukan yang terbaik.Berdoalah agar putri Anda baik baik saja" Ucap Dokter.
Bersambung...π
Hai Readers tercinta π
Jangan lupa like,komen, vote dan beri hadiah πΉπΉπΉπΉπΉ
Terima kasih β€οΈβ€οΈβ€οΈ
__ADS_1