
Happy reading π
"Kalau begitu, Biar saya Antar Nona Pulang ke rumah ! " Ucap Pria kaca mata
"Tidak usah tuan,Saya bisa pulang sendiri !" Jawab Allysha
"Ayolah Nona ! Tidak perlu sungkan,Ini hanya sebagai permintaan maaf saya !" Jawab pria itu Memaksa.
Melihat pria itu memohon,Ia pun menerima ajakan pria itu untuk mengantar nya pulang.
" Ya sudah Tuan saya mau !" Ucap Allysha seraya menganggukan kepala nya.
"Ayo Naik lah !" Ujar Pria itu membuka kan pintu mobil nya.
Allysha pun segera masuk ke dalam,Pria itu juga segera masuk.
Allysha terlihat kesusahan memasang sabuk pengaman,Dan Itu membuat Pria itu membantu memasang sabuk pengaman.
"Sini biar aku bantu ! " Ucap nya sambil mendekat memasang sabuk pengaman.
Deg...
Deg...
Detak jantung pria itu berdetak kencang saat wajah nya dekat dengan wajah Allysha.
"Maaf tuan,Saya bisa sendiri !" Ucap Allysha membuyar kan Lamunan pria itu.
"Ekhem..Maaf ! " Pria itu ber- dehem.
Pria itu pun segera menancap pedal gas,mengemudi kan mobil nya dengan Kecepatan sedang.
"Nona,Rumah mu di mana?! " Tanya pria Itu.
"Sudah dekat tuan,tinggal lurus saja lalu belok ke kanan ada gang sempit,Rumah ku Ada di dalam gang itu tuan !" Jawab nya.
Pria itu hanya mengangguk tanda mengerti.
Lalu segera menambah kecepatan agar cepat sampai.
Sesampai nya di gang sempit tersebut, Allysha Meminta untuk di turun kan.
__ADS_1
"Tuan, Berhenti ! Sampai sini saja,Terima kasih atas tumpangan nya !" Ucap Allysha sambil bergegas turun dari mobil dan segera pergi.
"Nona tunggu ! " Teriak Pria itu melihat Allysha pergi.
"Arghh...Aku lupa mengajak nya berkenalan ! Padahal aku belum tau nama nya !" Gumam nya sambil memukul stir.
"Lain kali aku akan datang ke rumah nya! Untuk saat ini aku masih punya banyak pekerjaan yang harus di selesaikan !" Batin nya lagi kembali mengemudi kan mobil nya dan berlalu pergi.
*********
"A-apa ??!!!! Jadi Kelvin yang meng hamil mu ?! " Teriak Mama Elsa terkejut.
"Iya Ma,Kelvin lah yang meng hamili ku !" Jawab Rani.
Papa Rani seakan mendengar teriakan Istri nya,Jemari nya bergerak dan itu di lihat oleh BI Inah yang sedang menunggu majikan nya tersadar.
"Jari tuan bergerak ! Alhamdulillah semoga Tuan segera sadar !" Gumam Bi Inah.
BI inah segera memberi tahu dokter Roy terlebih dahulu,Lalu memberi tahu Mama Elsa kalau Jari suami nya bergerak.
" Nyonya ! Jari tuan bergerak !" Ucap Bi Inah dengan nada gembira.
" Benar kah Bi ?! " Ucap Rani dan Mama Elsa serentak.
"Alhamdulillah, Semoga Papa segera Siuman!" Mama Elsa bersyukur
" Aamiin !" Timpal Rani mengamin kan doa Mama Elsa.
" Ran,Mama mau lihat Papa dulu yah ! Kamu di sini saja Istirahat !" Ucap Mama Elsa
" Ma Rani juga mau ikut lihat Papa ! Gara gara Rani,Papa jadi sakit ! Rani Mau minta Maaf Ma !" Pinta Rani
"Emang Kamu udah enggak apa apa ?!" Tanya Mama Elsa khawatir.
" Iya Ma ! Aku enggak apa apa ko !" Jawab Rani.
"Ya sudah Ayo kita lihat Papa !" Ucap Mama Elsa sambil menuntun Rani.
Setelah sampai,Mama Elsa,Bi Inah dan Rani duduk di kursi tunggu menunggu dokter Roy selesai memeriksa Marwan.
Pintu pun terbuka, Terlihat dokter Roy pun keluar. Mama Elsa,Bi Inah dan Rani segera berdiri menghampiri Dokter Roy.
__ADS_1
"Dok,bagai mana keadaan Suami saya ?!" Tanya Mama Elsa.
"Iya dok,Bagai mana keadaan Papa?!"Sambung Rani.
"Kondisi Tuan Marwan Sudah Membaik, sekarang Dia sudah Siuman. Sebaik nya Tuan Marwan Jangan Banyak Pikiran Nyonya ! Istirahat yang cukup dan setiap Minggu nya harus check up." Jelas dokter Roy
"Oh gitu ya dok,terus kapan suami saya bisa pulang ? Tanya Mama Elsa
"Mungkin besok bisa pulang ! Tapi ingat kesehatan Tuan Harus di jaga! " Ucap Dokter Roy.
"Baik dok ! Terima kasih " ucap Mama Elsa tersenyum lega mendengar suami nya boleh pulang.
*********
Beberapa hari ini, Allysha belum bersemangat menjalani hari-hari nya tanpa Alfin,Hati nya seperti hutan Gundul tak ada pepohonan yang menyejuk kan,Hati nya Gersang tak ada setetes air pun yang menetes.
Di tinggal kan Alfin untuk selama lama nya, Membuat Allysha Sangat kesepian bahkan sekarang Allysha tidak pernah tersenyum kecuali pada orang tua nya walau itu hanya senyum paksaan.
Allysha pun tak banyak bicara,Ia sekarang lebih banyak diam.
Di kampus nya Pun, Allysha tidak punya Teman.Ia lebih suka menyendiri,Dan hanya Fokus pada pelajaran yang di ajarkan dosen!
Setiap hari nya, kegiatan Allysha hanya belajar dan belajar,Hidup yang Ia jalani terasa hambar tanpa Adanya Alfin.
"Alfin ! Aku merindukan mu !" Gumam Allysha sambil mengusap air mata nya.
Sehabis pulang kuliah, Allysha pergi ke makam Alfin untuk mengobati rasa rindu nya.
Setiba nya di area pemakaman, Allysha beranjak ke makam Alfin yang ada di sebelah makam Mama Sherlin.
Allysha duduk sambil mengusap batu nisan Bertulis kan nama Alfin seraya menangis pilu.
"Fin,Aku merindukan mu !" Ucap Alfin.
Bersambung..π
Hai Readers tercinta π
Jangan lupa like, komen, vote, dan beri hadiah πΉπΉπΉπΉπΉπΉ
Kalau ada salah salah kata Silah kan beri saran di kolom komentar π
__ADS_1
Terima kasih ππ