
Di apartement Caca dan Emma
"Caca aku harus pakai baju yang mana ini?" kata Emma sembari menunjukkan beberapa dress miliknya
"bagaimana kalo warna peach ini sangat cocok" kata Caca
"oh iya kalo aku yang mana ya? bingung nihh. padahal yang ada pasangan kamu tapi aku kok jadi ikut bingung ya" kata Caca sembari melihat-likat koleksi dress miliknya
"ehh yang marron ini bagus deh coba dulu" kata Emma
"enggak terlalu terbuka ya?" tanya Caca
"enggak itu cuma diatas lutut dan tidak berlengan kata Emma meyakinka Caca
"ok kalo gitu aku pakai ini" kata Caca
____________________________________________
Siang harinya
Tring tring
"hallo ay"
"aku dan Affa sudah di depan pintu apartement ini"
"sebentar ya masih pakai sepatu"
panggilan pun terputus
"Caca udah apa belum? Yandra sama Affa sudah nunggu di depan pintu" kata Emma
"iya udah nih" kata Caca
"wow kamu canting banget Ca. simple tapi elegant" kata Emma yang terkesima melihat penampilan Caca
"ihh Emma aku kan jadi malu kalo dipuji kayak gini" kata Caca dengan tawanya
"kalo gini caranya Affa pasti melongo lihatnya" kata Emma menggoda Caca
"iihh Emma" rengek Caca
Pintu apartement terbuka dannn
Affa menganga melihat penampilan Caca dari ujung rambut samapi ujung kaki sangat "sempurna" gumam Affa lirih
Yandra yang melihat Affa menganga seperti itu langsung menyikut Emma
Emma pun membuyarkan Affa yang gak mingkem mulutnya sangking terkesimanya melihat penampilang Caca yang simple tapi elegant itu
"ehemm udah kali ya pandangin Caca nya gak gitu amat" kata Emma
"iya nih sampe mata mau copot" kata Yandra sembari diiringi gelak tawa dari sepasang kekasih itu
"ehh a-apa?" kara Affa kaget dan malu karena ketahuan menganga saat melihat Caca
"ada yang salah ya dari penampilan aku? terlalu terbuka ya?" tanya Caca yang sedari tadi bingung kenapa Affa melihat dirinya seperti orang yang terkejut
"e-enggak, kamu cantik kok" kata Affa tanpa sadar
"ehemm kalo gini kapan nih kita berangkatnya?" kata Emma
"oh iya ayo" kata Affa yang langsung menggandeng tangan Caca secara refleks
Caca yang digandeng pun hanya mengikuti kemana arah Affa yang menggandengnya
Emma dan Yandra hanya bisa saling melempar senyum saat melihat kelakuan Affa dan merasa senang karna Affa bisa membuat Caca tersenyum kembali seperti dulu sebelum adanya kejadian itu
"alhamdulillah ya. semoga saja Affa laki-laki yang bisa jaga Caca dengan baik ya" kata Emma pada kekasihnya
"aamiin semoga saja mereka berjodoh" kata Yandra
Diparkiran apartement
__ADS_1
"Affa pelan-pelan jalannya" rengek Caca saat sudah sampai di parkiran
"oh iya maaf aku terlalu bersemangat" kata Affa sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal
"kita bawa 1 mobil apa 2 mobil?" tanya Caca
"bawa 2 aja. gak enak lah kalo kita ganggu mereka yang sedang pacaran" kata Affa
"iya juga ya" kata Caca
"kalian ini main ninggalin aja. yang punya pacar aja santai jalannya kalian yang jadi obat nyamuknya malah yang paling semangat" kata Yandra
"iya nih kalian. yang PDKT ngalahin yang pacaran" goda Emma dibarengi gelak tawa sepasang kakasih itu
Caca pun langsung blushing saat digoda oleh dua sejoli itu
"udah ah kalian ini godai kami para jomlo aja. sana naik mobil kalian kami mau berdua" kata Affa sewot terhadap sepasang kakasih itu yang tak lain sepupunya sendiri
"jagain Caca yang bener loh ya. jangan ngebut. awas kalo sampe Caca kenapa-kenapa" kata Emma pada Affa
"tenang aja kalo itu, bye" kata Affa sembari membukakan pintu dan menyuruh Caca untuk masuk kedalam mobilnya
Caca hanya diam saja diperlakukan dengan manis oleh Affa. Caca merasa nyaman dan aman saat berada di dekat Affa
Didalam mobil, Affa melirik Caca dan langsung mendekatkan diri ke Caca. Caca yang melihat langsung mundur karna wajah mereka terlalu dekat dan membuat jantung Caca seperti habis lari maraton.
"gak usah ditahan nafasnya Ca nanti gak bisa nafas beneran loh" goda Affa sembari memasangkan sabuk pengaman tapi tidak beralih tempat setelah sabuk itu terpasang sehingga membuat Caca salah tingkah berada didekat Affa dengan jarak yang sangat dekat
Caca pun masih terdiam dan akhirnya Affa mencubit dengan gemas hidung Caca lalu duduk dibagian kemudi
"iihh Affa resek, sakit nih hidung aku" kata Caca sembari memanyunkan bibirnya dan tangannya mengusap hidungnya yang memerah akibat ulah jahil Affa
"jangan di manyunin gitu dong bibirnya jadi gemes kan lihatnya" kata Affa sembari mengacak pucuk kepala Caca
"iihh Affa kan jadi berantakan rambut aku" kata Caca yang nambah memanyunkan bibirnya sembari membenahi rambutnya yang sedikit berantakan
"iya maaf Caca sini aku bantu ngerapihin" kata Affa
"gak usah ngabek lah. oh iya nanti kita ketinggalan loh. maaf ya" kata Affa membujuk Caca
Cup
Satu kecupan mendarat di pipi Caca dan membuat orang yang menerimannya diam seribu bahasa
Affa yang melakukan itu pun tidak merasa bersalah. Affa malah menjalankan mobilnya mengejar Yandra dan Emma yang sudah dulu jalan ke tempat tujuan mereka
Sesampainya di parkiran mall Caca masih diam mematung sampai akhirnya
Cup
Satu kecupan mendarat lagi dipipinya yang membuat dia tersadar
"iihhh Affa mesum, pipi aku jadi gak suci lagi nih" rengek Caca
"habisnya dicium sekali kamu diem aja" kata Affa sembari melepaskan sabuk pengaman Caca
"Affa nyebelin pokoknya harus tanggung jawab" kata Caca sembari tangannya bersedekap diatas dada
"iya aku akan tanggung jawab. aku nikahin sekarang gimana?" goda Affa
"iihh kok nikah sih? udah ah pokoknya Affa nyebelin" kesal Caca
"maaf gak akan gitu lagi" kata Affa
"janji?" tanya Caca
"kalo janji aku gak bisa. kalo tau-tau aku lupa terus khilaf" kata Affa dengan entengnya
"iihhh" sembari Caca memukul lengan Affa
"udah ayo turun mereka kelamaan nanti nungguin kita debat di dalam mobil" kata Affa
"oh iya" Caca yang baru ingat tujuan mereka datang ke mall ini
__ADS_1
"lama banget sih kalian. hayo habis ngapain?" kata Emma dan langsung membuat pipi Caca blushing
"tadi kejebak lampu merah terus" bohong Affa yang malu kalo ketahuan khilaf dengan Caca bisa-bisa diketawain mereka berdua
"yaudah kalo gitu kita nonton apa makan dulu nih?" tanya Yandra
"jadwal bioskopnya jam segini ada gak?" tanya Caca
"ada ini aku udah cari" kata Emma sembari melihatkan judul film yang bergendre horor semua
"kok horor semua sih?" tanya Caca yang aslinya takut dengan film horor dan suka nonton tapi matanya ditutup
"adanya ini dijam lain pun adanya ini" jelas Emma
"yaudah kita nonton dulu aja. biasanya habis nonton kan laper baru kita makan" kata Yandra
Akhirnya mereka berempat pun mengantri membeli tiket dan popcron untuk teman menonton
Setelah selesai mengantri akhirnya mereka pun masuk kedalam bioskop. Formasi duduknya yaitu Yandra, Emma, Caca baru Affa
Lampu didalam bioskop pun dimatikan dan langsung memulai film yang akan mereka tonton
Baru saja mulai trailer dari film tersebut tapi Caca tanpa sadar sudah memeluk lengan Affa dengan erat sembari menyembunyikan wajahnya di lengan Affa
Affa yang melihat tingkah Caca hanya tersenyum melihatnya
"Kamu takut ya Ca?" goda Affa
"Enggak" jawab Caca yang gengsi
"terus kenapa peluk lengan aku kalo gak takut?" goda Affa lagi
Caca yang sadar langsung melepaskan pelukannya
"kalo mau peluk juga gak papa Ca" goda Affa sembari menahan tawannya
Caca pun langsung blushing sialnya lampu sudah mati sehingga Affa tidak bisa melihat wajah blushing milik Caca yang sangat menggemaskan itu
Baru beberapa menit film berjalan banyak penonton yang berteriak saat melihat adegan yang lumayan menakutkan tak terkecuali Caca yang langsung memeluk dengan erat tangan Affa seperti tidak mau lepas lagi sedangkan pasangan yang satunya lagi tetap ayem menikmati film horor tersebut
"kalo kamu takut peluk aja, gak usah gengsi gitu" bisik Affa di telinga Caca
"Affa takut" rengek Caca
"udah gak usah dilihat kalo takut" kata Affa sembari mengelus kepala Caca
"tapi aku penasaran" kata Caca
"gak usah dipaksa Caca sayang" kata Affa
Deg
jantung Caca berdetak 3 kali lipast saat Affa memanggilnya sayang
"Caca" panggil Affa
"ehh iya Affa" gugup Caca
"kalo takut udah pejamin aja matannya" kata Affa sembari mengelus kepala Caca agar lebih tenang
Caca hanya bisa menurut kata Affa. Karena memang dia takut tapi rasa penasarannya lah yang membuat dia mau nonton film ini
Sekali-kali Caca menoleh ke layar bioskop lalu kembali memejamkan matanya dan menyederkan kepalannya dilengan Affa
Setelah di bioskop mereka akan makan dimana ya guys?
Kepoin terus cerita ini ya guys jang bosen-bosen walau ceritannya agak ngebosenin hehe
Terimakasih para readers yang masih setia membaca cerita ini
Maaf jika banyak typo dan kurang nyambung bahasanya
Jangan lupa vote, like dan komen ya. Berikan kritik serta saran terhadap cerita ku iniππ
__ADS_1