
Caca mawat Affa dengan penuh kelembutan.
Caca yang kelelahan merawat Affa tertidur disamping Affa.
1 jam kemudian
Affa mulai terbangun dari tidurnya dan merasa ada yang memeluknya. Ditolehnya ternyata ada Caca yang tertidur ngan pulasnya sembari memeluk dirinya. Affa hanya bisa tersenyum ketika melihat Caca yang tidur menempel pada dirinya seperti anak kucing.
30 menit kemudian
Caca terbangun dari tidurnya. Melihat Affa berbaring sembari tersenyum dan menatapnya. Caca kaget melihat posisi tidurnya yang memeluk Affa.
"Maaf" ucap Caca salah tingkah
"Iya tidak apa-apa. Terimakasih ya sudah mau merawat aku." kata Affa
"Emm. Sama-sama Affa." jawab Caca
Lalu Caca beranjak dari tempat tidur tapi diurungkan ketika Affa menarik pergelangan tanganya dan brukk.
Caca menabrak dada bidang Affa dengan Affa yang berada dibawah Caca. Affa langsung merengkuh Caca dengan penuh kasih sayang dan mencari kehangatan. Caca yang berada diatas Affa merasa kurang nyaman tapi ketika merasakan Affa memeluknya dengan lembut seolah melemparkan kehangatan dan Caca pun membalas dengan nyaman pelukan Affa.
Affa membalik posisi mereka sehingga Caca berada dibawah Affa. Caca yang melihat itu pun merasa gugup tak karuan. Fikirannya pun sudah melayang kemana-mana. Affa memandangi bola mata Caca yang sangat memikat itu. Lalu Affa mencium puncak kepala Caca dengan penuh sayang dan beranjak duduk ditepi kasur.
Caca yang masih merasa deg degan hanya diam terpaku tanpa merubah posisinya.
"Caca.. Caca.. Heii" panggil Affa yang melihat Caca hanya diam saja tanpa mengubah posisinya.
"Ehmm iya Affa" jawab Caca gugup.
"Kamu gak papa? Maaf kalo aku terlalu lancang." kata Affa dengan penuh sesal.
"Emm gak papa kok Affa" jawab Caca dengan gugup lalu memeluk Affa dari belakang.
"Affa biarkan seperti ini sebentar. Aku selalu merasa nyaman dan aman saat berada didekatmu apa lagi saat kamu merengkuh tubuhku. Aku merasa sangat tenang dan damai." kata Caca sembari mengeratkan pelukannya.
"Iya Caca. Peluklah aku sepuasmu dan aku akan membalas pelukan itu. Jika itu membuatmu merasa nyaman." kata Affa sembari membalikan badannya dan membalas pelukan dari Caca.
Setelah beberapa menit. Caca akhirnya melepaskan pelukan itu.
__ADS_1
"Terimakasih ya Affa. Kamu sudah mau berteman sama aku." kata Caca
"Sama-sama Caca sayang." kata Affa sembari mencium puncak kepala Caca
"Jangan bertingkah manis seperti ini padaku Affa. Nanti aku jadi baper." kata Caca dengan tertawa renyahnya.
"Kalau kamu baper aku akan tanggung jawab kok Ca." kata Affa dengan serius
"Ihh Affa bercandanya" kata Caca yang mengura Affa hanya bercanda.
"Aku serius Ca. Mungkin kita baru kenal. Kamu belum mengenal pribadi ku seperti apa dan aku pun sama belum mengenal pribadi mu lebih dalam seperti apa. Tapi saat pertama kali aku melihatmu. Rasa ingin melindungi dan rasa nyaman itu muncul. Aku bukan pria romantis seperti kebanyakan pria diluar sana Ca yang bisa merangkai kata-kata menjadi indah untuk mengungkapkan perasaannya kepada seorang wanita yang dia sukai. Caca, aku sayang sama kamu. Maukah kamu membuka hatimu untuk aku?" ungkap Affa sembari menggenggam tangan Caca
Caca diam memaku ketika mendengar ungkapan isi hati Affa. Caca hanya diam tanpa berkata-kata. Caca masih syok dengan pernyataan ini. Caca tidak menyangka. Caca merasa bimbang. Hatinya terasa belum pulih akan rasa sakit hatinya dulu. Apa dengan cara menerima Affa hatinya akan sembuh kembali? Caca bingung dalam hal ini.
"Caca kalau kamu belum bisa jawab sekarang enggak apa-apa. Aku tau kamu belum bisa melupakan masa lalu kamu. Tapi aku berharap aku bisa mengobati rasa sakit dihati mu. Apa pun keputusannya dan kapan pun kamu akan menjawabnya. Aku terima." kata Affa dengan senyum tulusnya.
Hati Caca terenyuh mendengar ungkapan Affa. Caca yang mendengar ungkapan itu langsung menghambur kepelukan Affa.
"Maaf" satu kata yang lolos dari Caca.
"Gak papa. Jangan terlalu difikirkan. Aku hanya mengungkapkan apa yang mengganjal dihati aku selama ini." kata Affa
"Tenangkan dirimu. Jangan terlalu difikirkan. Anggap saja aku tidak pernah berbicara seperti itu." kata Affa menenangkan. Merengkuh dan mengusap punggung Caca.
"Affa... Ku izinkan kamu untuk mengobati luka lama dihatiku ini. Jangan kecewakan aku Affa." kata Caca sembari mengeratkan pelukannya
"Terimakasih Caca. Aku akan berusaha untuk mengobati luka yang ada di hati kamu." kata Affa sembari mengelus kepala Caca dan mencium puncak kepala Caca dengan penuh cinta.
Cuaca diluar masih tetap tidak bersahabat mengharuskan mereka untuk tetap menginap di hotel itu.
"Caca kamu mau makan ke restorant hotel apa makan di kamar?" tanya Affa. Tapi tidak ada jawaban dari Caca. Ternyata Caca tertidur didalam pelukan Affa. Affa memposisikan dengan nyaman Caca diatas kasur. Lalu Affa beranjak untuk menghubungi resepsionis untuk memesan makanan supaya diantar ke kamar mereka.
Setelah memesan makanan lalu Affa membaringkan tubuhnya disamping tubuh Caca. Direngkuhnya tubuh Caca lalu dikecupnya kening Caca.
"Aku akan berusaha untuk mengobati hatimu Ca. Aku berusaha akan selalu memberikan rasa nyaman dan aman kepada mu Ca. Aku sayang kamu sejak pertemuan pertama aku sama kamu." kata Affa sembari melihat wajah Caca yang tertidur pulas.
1 jam kemudian
Caca terbangun dari tidurnya. Caca menoleh kekanan dan kekiri tapi tidak menemukan Affa didalam kamar hotel itu. Caca pun bangkit dari tidurnya dan melihat dimeja sudah berjejer makanan yang pasti dipesan oleh Affa. Tiba-tiba pintu kamar mandi terbuka. Muncul lah Affa yang sedang mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil.
__ADS_1
"Ehh sudah bangun" kata Affa sembari menghampiri Caca yang duduk di sofa.
"Mau mandi dulu apa makan?" tanya Affa.
"Aku laper Affa" kata Caca manja.
"Ya udah ayo makan dulu habis itu mandi terus istirahat. Mau pulang cuacanya juga bulum membaik." kata Affa
"Suapin" manja Caca.
"Kok manja banget sih." kata Affa sembari menarik hidung Caca dengan gemas.
"Ihh Affa sakit." kata Caca manja.
"Sini-sini aku suapin" kata Affa sembari menyodorkan sendok yang berisi makanan.
"Gimana? Enak gak? Aku bingung mau pesan apa. Mau nanya kamunya tidur." kata Affa
"Enak kok rasanya. Gak papa. Aku orangnya gak terlalu pemilih kok." kata Caca
"Hak lagi. Tapi kamunya juga makan." pinta Caca manja.
"Iya sayang. Aku juga makan kok" kata Affa.
Caca yang dipanggil "sayang" oleh Affa membuat pipinya memerag seperti tomat.
Setelah semua makanan yang dipesan habis dengan acara suap suapan ala mereka. Caca beranjak mandi dan Affa berusaha mengabari Yandra dan Emma. Kalu mereka belum bisa pulang karena cuaca sedang tidak bersahabat.
20 menit kemudian
Caca keluar dari dalam kamar mandi lalu melihat Affa sudah tertidur di kasur. Caca pun mendekati dan ikut berbaring disampi Affa dengan memeluk perut Affa.
"Aku berharap kamu bisa menyembuhkan luka lama yang aku alami Affa. Aku selalu merasa aman dan nyaman saat berada didekat kamu. Aku sayang kamu Affa." kata Caca dengan mempererat dekapannya dan menelusupkan sajahnya ke dada bidang Affa untuk mencari kehangatan.
Affa yang belum tertidur pun hanya memejamkan mata dan tersenyun bahagia mendengar ucapan dan tingkah Caca itu.
Maaf guys baru semepet up 🙏 Maklum kebanyakan tugas kuliah ya guys 😥
Jangan bosan untuk menunggu cerita ini up ya guys. Jangan lupa untuk like dan komen ya guys.
__ADS_1
Terimakasih🙏😉🤗