Takdir Cinta Nona A

Takdir Cinta Nona A
Part 1. rencana masuk pesantren


__ADS_3

"coba dengerin bunda nak!, Bunda ingin yang terbaik buat kamu." Teriak sosok wanita yang sedang mengejar seorang gadis disebuah pinggiran jalan. Teriakkan itu seketika menghentikan langkah kaki gadis itu, kemudian gadis itupun berbalik badan dan menatap sosok wanita yang ada didepannya. "Yang terbaik buat aku?. Tanya gadis tersebut sembari menatap wanita didepannya, ia adalah Aulia Sakinah. "Iya nak, masuk pesantren adalah salah satu cara untuk mengubah sifat dan sikap kamu menjadi lebih baik lagi". Jawab wanita itu dengan lembut, ia adalah Adelia Mirna ibunda Aulia. "Tapi Bun, kenapa mendadak begini? Aulia ga siap". Jawab Aulia agak sedih hingga meneteskan air mata. Mendengar jawaban dari sang putri sontak membuat ibu Aulia terdiam sejenak, kemudian ia menghampiri putrinya itu dan memeluknya. "Bunda ingin kamu jadi lebih baik lagi nak". Ucap lembut ibu Aulia sembari mengusap air matanya, setelah mendapat pelukan dari sang ibunda kini Aulia agak sedikit tenang. "aku Gk mau pisah Bun sama Andra". Ucap Aulia yg masih berada dipelukan sang bunda. "Kamu putusin dia ya!, Bunda rada ga suka sama andra". Ucap ibu Aulia. "T-tapi Bun,, aku syng banget sama dia". Jawab Aulia yg semakin sedih. "Kamu pasti bisa!, Bunda yakin". Melepaskan Aulia dari pelukannya dan menatap tajam wajah putrinya itu sembari meyakinkan bahwa ia bisa memutuskan Andra.


"Iya Bun, besok aku putusin Andra". Jawab Aulia sedih. "Hmm,, bagus bunda yakin kamu bisa, kalo gitu pulang yu nak". Ajak ibunda Aulia, Aulia yang masih merasa sedih karena akan putus dengan Andra sekaligus berpisah dengannya pun hanya bisa mengangguk tanpa berkata sepatah katapun.


Malam hari (pov chat Aulia dan Andra)...


"" Andra "" (Aulia)


"" Iya sayangku, kenapa ayy?? "" (Andra)


"" Besok kamu sibuk ga? "" (Aulia)


"" Nggak ayy, kenapa emang? "" (Andra)


"" Aku mau ketemu sama kamu untuk terakhir kalinya "" (Aulia)


"" Terakhir kalinya?, Hah maksud kamu apa!? "" (Andra)


"" Aku ga bisa jelasin sekarang, besok ya "" (Aulia)


"" panggilan suara masuk ""


Melihat Andra yang menelepon dirinya, Aulia seketika mematikan teleponnya. Kemudian ia berbaring ditempat tidurnya dan mulai menangis lagi. "Andra, maafin aku. Aku minta maaf ndra, maaffin aku". Guman Aulia sembari menangis terisak-isak, kemudian ia mengambil hpnya dan membuka galeri foto, ia melihat fotonya dengan Andra yg membuat Aulia semakin sedih hati. "Aku sebenarnya gamau pisah sama kamu ndra, tapi ini perintah bunda aku". Guman Aulia sambil mengusap hpnya yg ada foto Andra dan dirinya. Beberapa menit kemudian...


Karena tidak ingin berlarut-larut dalam kesedihan, Aulia berinisiatif membuka tok tik untuk membuatnya sedikit terhibur, namun saat men-scrool tok tik bukanlah hiburan yang Aulia dapat namun ia menemukan video ceramah ustadz/ustadzah ternama yang saat itu tengah membahas larangan berpacaran dan berhijrah, Aulia yg masih agak sedih pun mencoba untuk mendengarkan ceramah tersebut. Tanpa sadar kini air mata Aulia mengalir membasahi pipinya, ternyata pacaran itu diharam dalam agama Islam. "Ya, Allah...". Guman Aulia pelan dan membiarkan air matanya mengalir dipipinya, beberapa menit ia pun termenung dan mencerna ceramah2 yang telah ia dengar td, lima menit kemudian Aulia pun merasa ngantuk ia segera menutup matanya pelan-pelan hingga terlelap dalam tidurnya.


Keesokkan harinya...


"Sayang, sarapan!. Teriak ibu Aulia memanggilnya. Aulia yang mendengar panggilan dari sang bunda pun keluar dari kamarnya dan perlahan-lahan menuruni tangga. "Iya Bun." Lirih Aulia.


"Kamu kenapa?, Kok kyk gak bersemangat gitu." Tanya ibu Aulia. Mendengar pertanyaan itu dari sang bunda seketika membuat Aulia kembali bersedih, kemudian Aulia menghampiri ibunya itu dan memeluknya dengan erat. "Kamu kenapa sih Aulia?. Tanya bunda membalas pelukan Aulia. "Ma-maafin Aulia ya bunn..." Lirih Aulia. "Maksudnya?. Tanya sang bunda yang masih heran mengapa tiba-tiba putrinya bersedih. "Aulia!, Sayang. Kamu kenapa ada masalah?, Kl ada curhat aja nak." Lirih ibunda Aulia sembari mengusap rambutnya. "Tadi malam, aku ga sengaja denger ceramah. Pas itu sedang membahas larangan berpacaran." Ucap pelan Aulia


"Iya, terus?." Tanya sang bunda. "Katanya kalo anaknya berpacaran, nanti orang tuannya bakal disiksa dineraka. Maafin aku bundaa.." ucap Aulia mencium tangan sang bunda. "Iya, sayang.." jawab sang bunda sembari memeluk Aulia. "Jadi, aku bakal mutusin Andra dan masuk pesantren sesuai dengan keinginan bunda. Aku juga ingin memperbaiki diri". Mendengar ucapan itu dari mulut Aulia seketika membuat Mirna tersenyum bahagia, ia juga bersyukur kepada Allah karena telah membolak-balikkan hati putrinya itu. "Makasih sayang, udah ya jangan sedih lagi bunda nggak mau lihat kamu sedih terus hanya karena Andra." Ucap sang bunda menenangkan Aulia. "Iya Bun, makasih ya selalu ada buat Aulia." Jawab Aulia sambil mengusap air matanya. "Bunda akan selalu ada buat Aulia."


"Makasih bunda." Jawab Aulia. "Yaudah yuk makan nak, bunda udah siapin makanan kesukaan kamu. Ayam kecap, telor balado dan ikan asin!, Kamu suka?." Ucap bunda Aulia


"Aaa,, bundaa ini semua makanan kesukaan aku." Jawab Aulia dengan gembira. "Iya dong, soalnya tadi malam bunda liat kamu tidur sambil nangis, iya?. Tanya bunda. "Hehe, iya Bun." jawab Aulia. "Sekarang Aulia gak boleh sedih lagi yaa, bunda cuma ingin yang terbaik buat Aulia." Ucap bunda. "Iya Bun, Aulia janji ga akan nangis lagi gara-gara cowok." Jawab Aulia. "Yaudah, dimakan dong sarapannya." Perintah bunda kepada Aulia untuk segera memakan sarapannya. "Iyaa bunnn.." jawab Aulia.


Berapa menit kemudian, Aulia pun selesai sarapan ia kemudian pamit kepada sang bunda untuk berangkat sekolah. "Bundaa, aku pamit dulu ya.." teriak Aulia memanggil sang bunda. "Bentar-bentar, Aulia sini dulu!.


"Kenapa Bun?. Tanya Aulia sembari melihat sang bunda membawa bungkusan agak besar. "Kamu pake ini ya!." Perintah sang bunda sembari memberikan bungkusan tersebut kepada Aulia. "Apa ini Bun?. Tanya Aulia heran. "Buka!.


"Hijab?, Seragam panjang?.. tanya Aulia setelah membuka bungkusan tersebut. "Iya, kamu pake ya." Perintah sang bunda kepada Aulia untuk mengenakan seragam panjang dan hijab. "T- tapi Bun." Jawab Aulia yang sedikit syok akan perintah dari sang bunda. "Kamu bentar lagi masuk pesantren, jadi mulai sekarang dibiasakan memakai pakaian panjang dan hijab!." Ucap bunda. "Iya udah deh Bun, aku ganti dulu ya.." jawab Aulia

__ADS_1


Berganti pakaian....


"Bunda." Lirih Aulia memanggil sang bunda sembari memperlihatkan penampilan barunya. Seketika membuat sang bunda terkejut sekaligus bahagia melihat penampilan baru putrinya yang mengenakan hijab, Aulia terlihat sangat cantik nan anggun. "Masya Allah, Aulia kamu cantik sekali nak." Ucap bunda. "Beneran Bun?." Tanya Aulia setelah mendengar pujian dari sang bunda. "Bener sayang, kamu jadi cantik dan anggun sekali."


"Makasih bun, tapi aku ga keliatan aneh kan?. Tanya Aulia


"Enggak, sayang udh yaa.. bunda anterin ke sekolah." Jawab bunda sembari bersiap mengantarkan sang putri kesekolahnya.


"Iya Bun." Jawaban dari sang bunda membuat Aulia sedikit percaya diri mengenakan hijab.


Perjalanan sekolah....


Sampai kesekolah....


"Bunda langsung aja ya nak, kamu harus semangat jangan dengerin kata orang tentang penampilan baru kamu. Bunda sayang Aulia." Ucap bunda memberikan semangat kepada Aulia. "Iya Bun, in sha Allah". Jawab Aulia. "Masya Allah, udah ya bunda pergi dulu. Assalamualaikum." Pamit sang bunda. "Iya Bun, waalaikumussalam." Menjawab salam dari sang bunda.


Aulia pun memberanikan diri untuk masuk kekelas nya dengan penampilan barunya, disepanjang ia berjalan selalu ada saja yang mengosipinya tentang penampilan barunya terutama para cewek-cewek disana..


"Itu siapa?. Tanya cewek satu ketemannya


"Aulia??, Kok berhijab gitu sih...


"Dih,, sok suci banget pake hijab sekarang..


"Dih, jadi ukhty haha..hahah..hahah


"Bagusan ggak pake hijab yaa...


"Itu Aulia pacarnya Andra? Kok tumben berhijab...


"Diputusin Andra tuh, makanya berhijab haha..hahah..hhaa..


"Sok suci!!!


"Ukhty hahahah....


Aulia berusaha menahan cercaan dan hinaan dari para siswi disana, ia harus berusaha agar tetap tegar walau hatinya hancur dan sakit mendapat banyak hinaan dari para siswi hanya karena penampilan barunya. Aulia pun sedikit mempercepat langkahnya, karena ia ingin berhenti mendengar cercaan mereka. Kini Aulia sudah berada didepan pintu kelasnya, alangkah terkejutnya ia melihat Andra ada disana yang terlihat sedang menunggunya. Andra setelah melihat Aulia dengan penampilan barunya pun tiba-tiba berdiri serta menatap tajam ke arah Aulia, dan perlahan-lahan menghampirinya. Aulia yang melihat tatapan dari Andra pun hanya bisa menundukkan kepalanya ke lantai. "Aulia?". panggil Andra mendekati dirinya. Aulia yang merasa agak ketakutan pun berusaha menghindari Andra, ia pun melangkah menuju ke tempat duduknya tanpa menjawab pertanyaan Andra. "Sayang!?". Panggil Andra sekali lagi. "Kita putuss!!." Ujar Aulia kepada Andra sembari membelakanginya. "Kenapa?, Aku ada salah kok tiba-tiba kamu mutusin aku?" Tanya Andra heran akan ucapan putus dari Aulia. "Nggak!". Jawab Aulia. ".lah terus kenapa putus?. Tanya Andra


"Aku mau ke pesantren!." Jawab Aulia


"Pesantren?, Ohh jadi semalem kamu chat aku yang katanya ketemu untuk terakhir kalinya, itu karna kamu mau kepesantren?." Tanya Andra. "Iya." Jawab singkat Aulia.


"Kamu tau gak saat kamu chat itu, akutuh panik banget ayy maksudnya apa coba ketemu untuk terakhir kalinya Aku coba hubungi kamu tapi g bisa2, aku takut kehilangan kamu ayy!!. Ucap Andra agak emosi bercampur sedih. "Lupain aku." Ucap aulia

__ADS_1


"Lupain kamu?, Aku Gk bisa ayy!."


"Aku ga peduli, pokonya aku mau kita putus! Detik ini juga!!." Teriak Aulia menggema di seluruh ruang kelas, hingga membuat para siswa/siswi disana terkejut mendengar teriak Aulia tersebut. "Ohh, okey kalo itu mau kamu, makasih ya buat 2 tahunnya." Ucap Andra sembari melangkahkan kaki untuk pergi, Aulia yang mendengar itupun tak berbalik dari posisinya ia justru melanjutkan langkahnya menuju tempat duduknya, "maaf ndraa.." batin Aulia dalam hati.


Waktu pelajaran....


"Jadi anak-anak Minggu ini kita akan belajar tentang kimia hijau dan...


Aulia yang masih merasa agak sedikit sedih membuatnya tidak fokus dalam pelajaran apapun, hingga ia harus menerima teguran dari guru pengajar mapel. "Aulia!, Coba jelaskan tentang kimia hijau dan pembangunan." Teriak seorang guru kepada Aulia, hingga membuat Aulia menjadi tersadar dalam lamunannya. "I-iya Bu." Jawab Aulia sedikit Tremor. "Ki-kimia hijau adalah........ " Karena tidak memperhatikan pelajaran yang telah disampaikan membuat Aulia tidak bisa menjawab pertanyaan dari sang guru. "Apa Aulia!!. Teriak bu guru


"Maaf Bu saya nggak tau." Jawab Aulia sedikit ketakutan.


"Kamu nggak dengerin ibu ya?. Tanya Bu guru kepada Aulia dengan nada tinggi. "Sekali lagi saya minta maaf Bu." Saut Aulia meminta maaf kepada ibu guru. "Lain kali mata telinga dipakai! Ngerti gak?, Btw kamu sekarang make hijab?. Tanya Bu guru.


"Iya Bu sekali lagi saya minta maaf, iya Bu sy make hijab sekarang."


"Oh, bagus2 pertahankan jilbab mu!".


...."Kita lanjutkan ya pelajarannya "....


Waktu istirahat....


"Ngapain kamu disini?. Tanya Aulia melihat Andra didepan pintu kelasnya. "Aku nggak mau putus sama kamu Lia." Ucap Andra. Mendengar ucapan Andra, tiba-tiba membuat Aulia merasa kesal kemudian ia pun menghampiri Andra. "keputusan aku udah bulat ya!. Teriak Aulia didepan Andra. "Tapi Lia..". Lirih Andra. "tapi apa?!, Ini keputusan aku udh bener2 bulat ndraa." Tegas Aulia. "Tapi aku Gk bisa hidup tanpa kamu Lia." Ucap Andra memelas. Aulia yg merasa agak iba melihat wajah Andra yang sepertinya memang tulus mencintainya pun memberikan pilihan kepada Andra. "Aku ada 2 pilihan yg pertama, putus denganku dan kamu bebas mencari wanita lain atau bersabar menungguku?. Ucap Aulia memberikan pilihan kepada Andra. Pilihan yang Aulia sampaikan tentu membuat Andra dilema, ia hanya dapat memilih satu pilihan. Hal mengejutkan pun terjadi ternyata Andra memilih pilihan ke... "Bersabar menunggumu, tapi kamu harus janji bahwa penantian ku tak akan sia-sia". Jawab Andra memilih pilihan yang ke-dua. Jawaban Andra membuat hati Aulia merasa bahagia, kemudian Aulia memberi pertanyaan lagi kepada Andra. "ku pastikan penantianmu tak akan sia-sia, tapi apa kamu bisa menjamin kesetiaamu padaku tak akan pernah goyah?. Tanya Aulia.


Mendengar pertanyaan dari Aulia seketika membuat badan Andra menjadi panas dingin, ia merasa pertanyaan Aulia sangatlah sulit. Bagaimana mungkin seorang pria bisa bahagia tanpa kekasihnya.. fikiran-fikiran seperti itu terus muncul dalam kepalanya, ia tak bisa menjawab pertanyaan tersebut.


"Ndraa?. Panggil Aulia


.....


"Andra?, Apa jawaban mu?. Tanya Aulia lagi.


"Ku pastikan kesetiaan ku hanya untukmu, aku berjanji setelah kamu keluar dari pesantren kita akan sama-sama lagi." Jawab Andra spontan. Hati Aulia sedikit lega mendengar jawaban Andra.


"Aku percaya, tapi kamu harus ingat jika sampai kesetiaan ku kau mainkan maka aku pastikan diriku tidak akan pernah menjadi milikmu untuk selamanya." Ucap Aulia


"Dan yaa, sekarang kita resmi putus. Aku memperbaiki diri dipesantren dan kuharap kau juga bisa memperbaiki diri disini." Ucap Aulia


"Aku akan berusaha lebih baik lagi Lia." Jawab Andra . "Aku yakin kamu pasti bisa." Ucap Aulia


"Iya, mulai sekarang gua sama Aulia resmi putus!. Teriak Andra menggema diseluruh ruangan kelas. "Kalo gitu aku balik kekelas ya. Pamit Andra


"Iyaaa. Jawab Aulia.

__ADS_1


__ADS_2