
Hufftt akhirnya bisa istirahat.. guman Aulia sembari menguap. "Eitss, karena tadi kamu udah ikut kajian berarti kamu udh siap dong jalanin kegiatan dipesantren ini?". Singgung Nadya kepada aulia. "Kan kata pak kyai kegiatan buat aku tuh dimulai besok.." gerutu Aulia. "Tapi kan tadi kamu udah ikut salah satu kegiatan pesantren ini.." singgung Nadya kembali kepada aulia. "Fine! Sekarang kegiatan kita apa?." Tanya Aulia sedikit kesal, lantaran ia tak bisa beristirahat saat ini. "Nggak berat kok anak bunda, cuma masak2 sama bersiin kamar mandi.." ujar Nadya sedikit meledek Aulia. Karena tak ingin merasa kalah Aulia pun menyetujui kegiatan tersebut. "Nah pinter, ini pel sama sikatnya..". Ucap nadya memberikan pel dan sikat kepada aulia. "Emang harus ya bersiin kamar mandi?." Batin Aulia dalam hati.
Melihat wajah masam Aulia membuat Nadya, Kila dan zurrah sedikit menahan tawa, sebenarnya kegiatan itu diperuntukkan bagi setiap anggota rumah singgah secara bergilir. "nah.. mumpung ada anak baru jadi dia aja yang bersihin.." bisik zurrah kepada Nadya dan Kila. "Hmm kk zur, kalo gitu kita kedapur yuk ini kan giliran kita bikin makan malam.." bisik Nadya. "ayo..ayo." ajak zurrah dan Kila. Mereka ber-3 pun segera menuju dapur untuk menyiapkan hidangan makan malam. Disisi lain Aulia terlihat masih sedikit kesal, ia selalu saja mengeluh akan pekerjaannya. "Ihh, nyebelin banget sih! Mana ga ada yang bantuin lagi, sebel! Sebel! Sebel!.."gerutu Aulia sembari menyikat toilet yg lumayan agak kotor. Setelah Aulia selesai menyikat toilet, ia segera menyikat bak mandi tak lupa ia juga menguras airnya, Dann yaa.. Aulia mulai menggerutu lagi. "Kapan selesainya sih!, Bunda Aulia pengen pulang, Aulia ga tahan Bun jemput akuuu!!" eluh Aulia, tanpa ia sadari eluhan tersebut didengar oleh Faruq yang tak sengaja lewat. "Baru segitu aja udah ngeluh.." ucap Faruq gamblang. Aulia yang mendengar itupun segera membalikkan tubuhnya, ia dengan ekspresi kesal menatap Faruq. "Cuma segitu? Ini capek lah. Gus!.." ucap Aulia kesal. "Saya harus bersihin ini semua tanpa ada yang bantuin!, Lagian masa anak baru seperti saya langsung disuruh bersihin kamar mandi sih." Oceh aulia. Faruq yang mendengar ocehan Aulia pun hanya bisa tersenyum tipis, kemudian tanpa sepatah katapun Faruq meninggalkan tempat itu. "Cih,, Gus! Aulia belum selesai ngomong!, Main pergi aja!" Guman Aulia kesal melihat Faruq pergi. "Udahlah aku lanjut aja.." ucap Aulia melanjutkan pekerjaannya.
Skip..
2 jam kemudian..
"Hufftt, akhirnya selesai juga duh! Pegall.." gerutu Aulia kecapean sembari membereskan alat-alat.
"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.." sapa lembut seorang wanita bercadar kepada aulia. Aulia yang mendengar sapaan itupun berbalik badan dan menatap wanita bercadar tersebut, yang tak lain adalah Ning Afifah. "Wa- waalaikumussalam, knpa ya?.." sapa balik Aulia.
"Kamar mandinya sudah bersih?, Saya mau pake soalnya.." izin wanita itu kepada aulia.
"Udah, silahkan.." ucap Aulia mengizinkan wanita tersebut memakai kamar mandi yang baru saja ia bersihkan. "Syukron.." ucapan terimakasih Afifah. "Ya!.." jawab Aulia, merasa tugasnya telah selesai Aulia pun segera meninggalkan tempat itu (kamar mandi). Ditengah perjalanan menuju tempat tinggal Aulia, ia tak sengaja bertemu kembali dengan Faruq. Seketika membuat hati Aulia merasa sedikit kesal, karena mengingat kejadian tadi saat ia belum selesai berbicara Faruq tiba-tiba pergi tanpa sepatah katapun.
Saat berpas-pasan dengan Faruq, Aulia tiba-tiba berkata. "Kamu lagi kamu lagi, Gus! Gus tau ga sih ini tuh kawasan santriwati! Kenapa bisa-bisanya Gus mondar-mandir disini?.." ucap Aulia kesal. Melihat Aulia yang sedang menyinggung nya, dengan sabar Faruq menjawab "Tadi saya sedang ngajar."
Mendengar jawaban Faruq membuat hati Aulia sedikit tak enak hati, ia berinisiatif untuk meminta maaf. "Gitu ya Gus, maaf ya saya ga tau kalo Gus juga guru disini.." ucap permintaan maaf Aulia kepada Faruq. Mendengar permintaan maaf Aulia membuat Faruq menghela nafas kemudian pergi tanpa sepatah katapun. "Gus! Maafin saya..". "Gus Faruq! Tolong maafkan saya."..
teriak Aulia meminta maaf sembari mengejar Faruq. Faruq yang terus mendengar permintaan maaf Aulia pun menghentikan langkahnya, kemudian ia membalikkan badannya dan berkata "Saya sudah maafin kamu, tolong! Jangan terus-terusan meminta maaf." Ucap Faruq memohon kepada aulia agar tak terus-terusan meminta maaf kepadanya. Aulia juga memberhentikan langkahnya setelah mendapat maaf dari Faruq.
"Daripada mengejar saya, mending kamu mandi kan tadi habis bersihin toilet kan?." ucap Gus Faruq meledek Aulia. Aulia yang merasa
Agak tersinggung pun segera menciumi gamisnya. "Iya ya bau.." batin Aulia dalam hati. "Syarat sah sholat adalah suci dari najis.." ucap Faruq, kemudian ia pergi meninggalkan Aulia yang masih menciumi gamisnya. Aulia yang mendapati dirinya memang bau pun ingin segera mandi, ia bergegas lari pergi menuju tempat tinggalnya untuk mengambil beberapa pakaian.
Dengan nafas terengah-engah akhirnya Aulia sampai ditempat persinggahannya, ia segera masuk dan mengambil peralatan mandi serta beberapa pakaian. "Kamu kenapa Lia?.." tanya Nadya. "Aku mau mandi nad.." jelas Aulia. "Ouhh, kalo gitu bareng yuk. Aku juga mau mandi soalnya.." ajak Nadya. "Okey, eh tapi disini tempat mandinya dipisah kan?.." tanya Aulia. "Satu kamar tapi dikasih batasan korden, jd tenang deh. Biasanya bisa diisi tiga orang sekaligus." Jelas Nadya. "Oh okey, ayo nanti keburu magrib." Ajak Aulia kepada Nadya untuk segera bergegas menuju kamar mandi. "Iya.." jawab Nadya.
Dijalan menuju kamar mandi, Aulia yang masih kepo tentang pesantrennya itupun mulai bertanya-tanya kepada Nadya. "Nad, jumlah santri seluruh disini berapa sih?.." tanya Aulia penasaran. "sekarang tinggal dikit, soalnya sudah pada lulus.." jawab Nadya. "Oh. Yh sekarang berapa?.." tanya Aulia. "687 total keseluruhannya.." jawab nadya. "Kegiatan kita apa aja sih?.." tanya Aulia.
"Bangun pagi sholat tahajud kl mampu, sholat subuh habis itu mujahada, kajian kitab, latihan kotbah, hafalan, hidup sederhana dll.." jelas Nadya. "Ouhh, oke-oke kalo pelajaran nya?.." tanya Aulia. Tak terasa kini mereka sudah sampai dikamar mandi.
"Udah sampe nih, mumpung sepi masuk yuk.." ajak Nadya. "Ayok.." jawab Aulia mengikuti Nadya masuk kedalam kamar mandi.
SkIp..
SkiP..
Ditempat persinggahan..
__ADS_1
"Ayok sholat kk zur, Kila, Lia.." ajak Nadya. "Nanti deh." Saut Aulia. "Udah Iqamah tuh!." Ucap nadya. "Iya-iya.." jawab Aulia sedikit murung. "Udah ayo!." Seru zurrah. Mereka ber-4 pun bergegas menuju masjid.
Wudhu..
Sholat..
Setelah shalat magrib, Aulia yang merasa badannya terlalu cape pun segera tidur dipangkuan Nadya. Nadya yang terkejut melihatnya ingin sekali membangunkan Aulia, namun saat hendak ingin membangunkannya wajah Aulia yg terlihat sangat letih membuat Nadya tak tega membangunkannya. "Nad, ayo pulang." Bisik Kila mengajak Nadya pulang.
Nadya yang kasian dengan Aulia pun segera menolak ajakan Kila, ia tak mau membuat Aulia terbangun. "Kamu aja sama kk zur, nanti aku nyusul sama Lia setelah sholat isya." Bisik Nadya. Kila yang mendengar itupun segera mengurungkan niatnya untuk pulang, ia ingin tetap dimasjid menemani Nadya yg sedang menjaga tidur Aulia. "Nggak jadi deh, aku disini aja nemenin kamu nad." Bisik Kila. "Syukron syakila." Ucap terimakasih Nadya kepada Kila. Kila pun tersenyum sembari menganggukkan kepalanya. Zurrah yang melihat pemandangan pertemanan itupun segera bergabung dan mendekat kepada sahabat-sahabatnya itu. Tak lupa ia juga memesan makanan untuk Nadya, Lia, dan Kila.
"Aku gabung ya.." bisik zurrah. "Silahkan kk zur.." ucap nadya mengizinkan zurrah bergabung.
Mereka pun saling bersantai menemani Aulia tidur.
Beberapa menit kemudian Aulia terbangun dari tidurnya, karena ia dibangunkan untuk segera memakan makanannya. Kebetulan yang mengantarkan makanan adalah Ning Afifah, Ning Afifah melihat betapa tulusnya persahabatan mereka.
"Ning fifah ga ikut makan?.." ajak zurrah.
"Nggak usah zurrah, ana makan dirumah saja. Ana kesini hanya untuk mengantarkan makanan saja.." jelas Afifah menolak ajakan zurrah dengan sopan. "Benar-benar istri idaman.." ucap Faruq memuji Afifah. "Aihh, Faruq." Tegur Afifah.
Aulia yang mendengar Faruq memuji Afifah pun membuat hatinya memanas serta emosi kekesalan sepertinya akan meluap-luap.
"Memang benar kan Ning." Ucap Faruq menggoda Afifah. "Ana mohon Gus, Gus Faruq tau sendiri kan?.." ucap Afifah.
"Iya, mari-mari.." jawab Afifah dan Faruq bersamaan.
"Gus, tadi apaan coba?.." tanya Afifah. "Hehe, ana cuma bercanda Ning." Jawab Faruq. "Hati-hati nanti kena marah sama Gus Yusuf kamu." Ucap Afifah. "Gus Yusuf sama saya kan sodara gpp diamah.." ucap Faruq tanpa rasa bersalah karena telah menggoda Afifah.
"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh." Sapa seorang pria.
"Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh, calon zauji.." sapa balik Afifah.
"Apa yang kamu lakukan disini?, Anti dicariin Abah.." tanya pria itu kepada Afifah. Pria tersebut adalah Gus Yusuf Aliman calon suami Afifah serta sodara dari Faruq.
"Astagfirullah!, Ana lupa Syukron telah mengingatkan, ana pamit dulu ya assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh." ucap Afifah panik dan bergegas pulang.
"Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh.." saut Yusuf
Melihat ada kesempatan kabur, dengan pelan Faruq melangkahkan kakinya keluar dari masjid. Yusuf yang mengetahui hal itu (bahwa Faruq akan melarikan diri) pun segera menghentikannya. "Ente kadang kadang ente.." ledek Yusuf sembari menahan tangan Faruq. "Eh Abang, janji deh ga godain Ning Afifah lagi.." ucap Faruq memejamkan mata. "Oh tadi kamu godain Afifah!!.." teriak Yusuf sembari melotot matanya kearah Faruq.
__ADS_1
"Iya, maaf atuh.." ucap Faruq meminta maaf.
"Padahal ane narik tangan antum tadi buat tanya-tanya santri baru, ehh antum malah mengakui perbuatan antum.." ucap Yusuf sembari menggeleng-gelengkan kepalanya. "Hehe, ane izin ya.." ucap Faruq meminta izin kepada Yusuf. "Izin kemana?.." tanya Yusuf curiga.
"I-izinnn,, ka-kaburrr..." Ucap Faruq melarikan diri. "Ehhhh, sholat isya dulu!.." tegur Yusuf.
Mendengar teguran dari Yusuf membuat Faruq kembali lagi ke dalam masjid. "Astagfirullah, ane lupa.." ucap Faruq nyengir.
"Hmm, sudah wudhu sana abis itu adzan. Dannn yaaa jangan GODAIN Afifah lagi!!! Antum paham.." ucap Yusuf memperingatkan agar Faruq agar tak mengganggu calon istrinya lagi. Walau mereka sodara tetap saja Yusuf cemburu berat jika melihat Afifah dan Faruq bersama, bahkan saat kajian ia harus bisa menahan cemburunya itu. Karena Yusuf sadar bahwa ia akan sulit satu kajian dengan Afifah walaupun dipesantren sekalipun, sebab ia selalu mengisi kajian/tausiyah diluar pesantren. Maka dari itu Yusuf meminta agar Faruq menjaga Afifah bukan malah mengganggu dan menggodanya.
"Ane wudhu dulu bang.." ucap Faruq.
"Yee.." jawab Yusuf singkat.
Skip..
Adzan..
"Ehh udah adzan tuh, ayo sholat kil, kk zur Lia.."ajak Nadya. "Eh kamu kenapa Lia kok tadi ga pamit sama Gus Faruq dan Ning Afifah?.." tanya Kila. "Gpp, ayo sholat udah selesai juga kan makannya.?" Jawab Aulia mengalihkan pembicaraan. "Iya, ayo.." saut zurrah. "Ayo deh.." saut Nadya.
Mereka ber-4 pun pergi menuju masjid..
Sebenarnya Aulia masih kesal akan kejadian tadi, namun dirinya bisa apa? Kekasih Faruq bukan, calon istri bukan, bahkan sahabat saja bukan, mengapa Aulia sangat cemburu ketika melihat Faruq bercanda dengan Afifah, contohnya seperti tadi. "Hati aku kenapa sih! Kok cemburu sama Gus Faruq dan Ning Afifah. Ingat auliaa ada orang diluar pesantren yang lagi nungguin kamu.." batin Aulia dalam hati, kini ia harus mengingat janjinya dengan Andra agar bisa teralihkan dari rasa cemburu Faruq dan Afifah.
"Aku ga bakal suka sama Gus Faruq, ga akan!!.." batin Aulia dalam hati, tanpa Aulia sadari ia telah memukul-mukul pohon dekat masjid dengan ekspresi wajah kesalnya.
"Lia knapa?. Tanya Nadya
"Ga tau. Saut zurrah
"Lia kenapa kamu.." tanya Kila menepuk pundak Aulia.
Aulia pun tersadar bahwa ia sedang memukul-mukul pohon kelapa didepan masjid, tanpa ia sadari perilakunya tersebut dilihat oleh Gus Faruq.
"Hah.. gpp ayo masuk."
Melihat Gus Faruq seketika membuat Aulia merasa malu akan kelakuannya tadi.
"Duhh dilihat ga ya sama Gus Faruq pas mukul-mukul pohon tadi.." pikirnya.
__ADS_1
"Eh ayo Lia." Ajak Nadya menarik tangan Aulia.
SkiP..