
Hari ini adalah hari persiapan keberangkatan Aulia kepesantren yang telah ditentukan oleh orang tuanya, aulia yang sudah bisa menerima kenyataan bahwa ia akan dimasukkan kepesantren pun bersiap-siap menyiapkan barang-barang yang akan ia bawa dengan riang gembira. Setelah beberapa hari lost kontak dengan Andra suasana hati Aulia kini menjadi sangat gembira seperti sudah tak ada lagi kesedihan dihatinya. "Bunda, ayah Aulia mau dimasukkan pesantren mana sih?". Tanya Aulia penasaran dengan pesantren mana yang akan ia jadikan untuk menuntut ilmu. "Ada deh, nanti juga tau". Jawab bunda Aulia yang masih enggan menyebutkan nama pesantren untuknya. "Aag, bunda ga asik". Saut Aulia dengan raut wajah cemberut. "sabar syg nanti kmu juga tau, pokonya tempatnya nyaman cocok buat kamu deh". Jelas sang bunda. "Iya deh iya". Jawab Aulia
"Yaudah ayo ikut bunda kita belanja peralatan dan kebutuhan kamu nanti dipesantren". Ucap bunda mengajak Aulia untuk berbelanja kebutuhannya dipesantren nanti. "Iya Bun". Jawab singkat Aulia. "Bun, Aulia ayah mau ambil uang dulu ya di ATM, kalian belanja aja dulu nanti uangnya ayah transfer". Ucap pak Hasan ayah aulia. "Iya yah, kalo gitu bunda sama Aulia pamit pergi dulu ya,, assalamualaikum". Pamit bunda dan Aulia.
Perjalanan menuju toko...
Ditengah perjalanan menuju toko tiba-tiba Aulia meminta sopirnya untuk memberhentikan mobilnya. "Pak! Berhenti!. Teriak Aulia menyuruh sopirnya untuk segera menghentikan mobilnya. Aulia melihat sosok pria yang mirip seperti Andra sedang bercanda ria bersama seorang wanita, setelah Aulia mengamati nya lagi ia menyadari bahwa itu memang benar-benar Andra. Seketika hati Aulia dipenuhi rasa cemburu melihat Andra tengah bersama wanita lain, ia ingin sekali menghampiri mereka. "Ini gak bisa dibiarin!". Batin Aulia dalam hati, sembari ingin keluar dari mobil. "Kamu mau kemana". Tanya bunda sembari memegang erat tangan aulia, Aulia yang mendapati tangannya dipegang erat oleh sang bunda ia pun menoleh kearah ibunya itu, bunda Aulia tau niat sang putri yang ingin menghampiri Andra, seketika mata bunda menatap tajam dirinya dan sedikit menggelengkan kepalanya. "Biarkan". Lirih bunda aulia, Aulia yang agak sedikit ketakutan akan tatapan dari ibunya pun mengurungkan niatnya. "Iya Bun". Menganggukkan kepala. "Pak jalan". Perintah bunda Aulia kepada sopir, mobil pun mulai berjalan meninggalkan lokasi dimana Aulia melihat Andra dengan wanita lain.
Sampai ditoko...
Aulia yang masih merasa agak kesal dan sedih pun hanya melamun disepanjang jalan toko "katanya kamu akan menungguku tapi kenapa setelah beberapa hari kita lost kontak kamu malah bercanda ria dengan wanita lain, kita memang sudah putus tetapi janjimu untuk selalu setia kepadaku?, Apakah hanya omong kosong". Batin Aulia dalam hati.
"Sayang kita mampir ditoko pakaian syar'i ya". Ajak sang bunda.
...Aulia yang masih saja melamun hingga tak mendengarkan ibunya sedang berbicara kepadanya...
__ADS_1
"Disini sayang, kamu bisa pilih macam2 pakaian syar'i". Ucap bunda sembari menunjuk pakaian2 syar'i ditoko tersebut.
... Masih dalam lamunannya, Aulia sama sekali tak mendengar ibunya sedang berbicara. Bahkan isi kepalanya sekarang dipenuhi oleh Andra dan sosok wanita yg ia lihat tadi ...
Tak mendapat jawaban dari sang putri, ibunda Aulia pun merasa agak bingung "mengapa Aulia diam saja". Pikirnya
Kemudian Bu Mirna (ibunda Aulia), menoleh kearah Aulia ia mendapati Aulia yang sedang melamun, tanpa basa-basi bunda menyenggol lengan Aulia. "Kamu kenapa?". Tanya Bu Mirna
Seketika Aulia terbuyarkan dari lamunannya. "I-iya Bun ada apa?". Tanya Aulia ling lung..
"Kamu ini kenapa?!, Kok melamun daritadi sampe2 bundanya nggak didengerin pas ngomong." Ucap Bu Mirna. "Hehe, maaf ya Bun tadi Aulia kepikiran pesantren iya". Jawab Aulia tidak yakin. "Kepikiran pesantren apa Andra?". Tanya Bu Mirna. "Ehhh......" Mendengar pertanyaan dari sang bunda pun sontak membuat Aulia sedikit malu. "Bunda tau persis kamu itu kayak apa, jadi jangan bohong". Saut Bu Mirna. "Iya Bun Aulia ngaku, Aulia kepikiran Andra sama wanita tadi." Jawab Aulia mengakui isi pikirannya..
....
"Bun, ayok belanja"... Ajak Aulia
__ADS_1
....
"Bunda, ishhhhh ayoooo". Ajak Aulia
"Iya, tapi lepasin dulu dong pelukannya sayang". Saut Bu Mirna. "Ehhh...heheh maaf Bun". ucap Aulia tersenyum lepas. "Hmm, ayolah, gadkeunnn". ucap bu Mirna. "Ayok bun". Jawab Aulia merangkul tangan sang bunda.
SKIP...
Sampai dirumah..
"Bun, Aulia mau siapin semua yaa". Ucap Aulia. "Iya sayang, besok kita kesekolah kamu ya buat urus surat2 perpindahan". Jawab Bu Mirna. "Iya Bun, Aulia ke atas dulu ya". Pamit Aulia. "Iyaa, sayang!". Jawab Bu Mirna
Keesokkan harinya..
Pagi hari ini adalah hari perpindahan Aulia, Bu Mirna dan Aulia mendatangi sekolah untuk mengurus surat-surat untuk perpindahan Aulia. Ibu Mirna/bunda Aulia pun dengan sabar menunggu panggilan kepala sekolah, tak selang beberapa menit staf disana menyuruh Bu Mirna untuk masuk keruangan kepala sekolah.
__ADS_1
"Permisi Bu, silahkan masuk". Panggil staf. "Iya mbak". Jawab Bu Mirna. "Aulia kamu disini dulu yaa, kl misal kamu masih kangen sekolah ini blh kok keliling2 sebentar. Nanti klo bunda udah selesai bunda telpon". Ucap Bu Mirna Kepada Aulia. "Iya Bun". Saut Aulia bahagia, Aulia pun mulai mengelilingi sekolahnya itu ia juga tak lupa mampir didepan kelas Andra ia berharap bisa melihat wajah Andra untuk terakhir kalinya, meski sedikit sakit hatinya ketika mengingat Andra dengan wanita kemarin, Aulia masih sangat berharap bisa bertemu dengan Andra sebelum ia masuk kepesantren, Ia tak bisa membohongi perasaannya yang masih sangat mencintai Andra ia juga berfikir positif jika wanita kemarin mungkin temannya Andra. "Ndra, kamu dimana sih? Kok nggak keliatan aku mau lihat kamu sebelum aku berangkat". Guman Aulia, tiba-tiba Andra pun muncul dibelakangnya sambil menepuk pelan pundak Aulia. "Lia?." Panggil Andra
Seketika membuat Aulia terkejut hingga sedikit berteriak. "Aaaag, Andra". ucap Aulia. "Ngapain kamu disini? Kamu ga make seragam?". Tanya Andra sedikit heran mengapa Aulia tak memakai seragam sekolah hari ini. "Eeee... Aku nemenin bunda ndra buat ketemu kepala sekolah". Jawab Aulia. "Ohhh, ngapain?". Tanya Andra. "Ngurus surat2 pindahan". Jelas Aulia. Mendengar jawaban Aulia membuat Andra merasa sedih karena sebentar lagi ia dan Aulia benar-benar tidak akan bisa bertemu lagi untuk waktu yang agak cukup lama, namun ia mencoba biasa saja dihadapan Aulia padahal hatinya seperti sedikit teriris. "Ohhh, kpn kamu pindahnya?". Tanya Andra kepada Aulia. "Besok". Jawab Aulia singkat, sembari menahan rasa sedihnya karena ia akan benar-benar meninggalkan Andra untuk waktu yang agak lama. "Semangat ya mondoknya, semoga Istiqomah.." ucap Andra memberi semangat kepada Aulia. Aulia pun bahagia mendapat ucapan semangat dari Andra,, ini memang momen yg benar-benar ia tunggu. "Ndra". Panggil Aulia. "kenapa Lia?" Tanya Andra. "Aku mau nanya tapi kamu jangan marah yaa". Ucap Aulia memberanikan diri untuk bertanya tentang sosok wanita yg bersama dengan Andra kemarin. "Oke.." jawab Andra. "Kemarin aku lihat kamu sama wanita lain, itu siapa ya?. Tanya Aulia. Pertanyaan Aulia sedikit membuat Andra membeku sejenak. "Wanita siapa ya?. Tanya Andra. "Kok kamu malah nanya aku!.." saut Aulia agak sedikit kesal. "Emm..oh i-itu sepupu aku YAAA..." Jawab Andra "oh.." mendengar jawaban Andra membuat hati Aulia sedikit lega dan ia pun kembali percaya akan kesetiaan Andra pada dirinya. "Iya, kmu jangan ovt yaa aku akan setia sampai kamu pulang. Ucap Andra seperti memastikan ia mendapatkan lagi kepercayaan Aulia. "Iyaa, aku percaya kok sama kamu.." jawab Aulia tersenyum tipis sembari menatap wajah Andra yang kelihatan sangat tulus padanya. Tak selang beberapa menit ibu Aulia memanggil dirinya. "Sayang! Aulia kamu dimana nak.." teriak bu Mirna memanggil-mamggil Aulia, Aulia yang mendengar teriakkan sang bunda pun bergegas menyautnya. "Iyaa Bun, Aulia disini.." saut Aulia. Setelah mendengar sautan putrinya ia pun menoleh kearah Aulia alangkah kesalnya Bu Mirna melihat Aulia dan Andra berduaan ditaman depan kelas Andra. Bu Mirna pun segera menghampiri keduanya. "Pulang, kita udah selesai disini!.." bentak Bu Mirna. "Iya Bun, ndraa duluan ya." jawab Aulia sembari berpamitan dengan Andra. ..... Bu Mirna pun mulai mengikuti langkah Aulia meninggalkan Andra.