Takdir Cinta Nona A

Takdir Cinta Nona A
part 4 taman bunga mawar


__ADS_3

Perjalanan..


Setelah lima jam perjalanan akhirnya Aulia pun sampai dipesantren yang telah dipilih oleh orang tuanya, ia pun segera keluar dari mobilnya dan melihat-lihat pesantren itu terlihat sangat indah dari bagian luar gerbang terlihat sangat banyak bunga-bunga bermekaran dengan indah serta pepohonan yang begitu asri terlihat sangat sejuk ketika mata memandang, hati Aulia tiba-tiba merasa bahagia ia sepertinya akan nyaman tinggal dipesantren itu.


"Sayang ayo masuk, kita ketemuan dulu sama kyai Alif Ibrahim.." panggil bu Mirna mengajak Aulia untuk masuk kedalam pesantren dan menemui kyai Alif Ibrahim (pemilik pesantren Al-Mukarramah). "Iya Bun.." saut Aulia yang masih terpesona akan pemandangan dari luar pesantren itu. Aulia dan Bu Mirna pun mulai berjalan masuk ke lingkungan pesantren.


"Kita udah sampe, kamu tunggu diluar ya.." ucap bu Mirna menyuruh Aulia untuk menunggunya diluar rumah pak kyai. Aulia segera meng-iya kan permintaan sang bunda.


Saat sedang menunggu bu Mirna, tiba-tiba mata Aulia terpesona melihat bunga mawar yang sedang bermekaran ditaman dekat kolam ikan, ia pun segera menghampiri bunga-bunga mawar tersebut berharap bisa memetik satu untuk dirinya.


"Wahhh, cantik banget bunga mawarnya.." ucap Aulia terpesona melihat bunga mawar tersebut. Saat hendak memetiknya tiba-tiba Aulia dikagetkan oleh seorang pria, ia adalah Muhammad Husein al-Faruq atau dikenal dengan sebutan Gus Faruq. "Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, apa yang sedang anti lakukan disini?.." sapanya kepada aulia. Sontak membuat Aulia sedikit terkejut ia berpikir apakah ia akan dimarahi hanya karena ingin memetik bunga mawar disini, Aulia pun berbalik dan membalas salam sosok pria tak dikenalnya itu. "Waalaikumussalam, tolong jangan marahi saya, saya cuma ingin memetik satu bunga mawar saja.." saut Aulia sembari memejamkan mata serta menundukkan kepalanya, dan sedikit ketakutan. Faruq yang melihat tingkah lucu Aulia hanya bisa tersenyum tipis. "Saya tidak akan memarahi kamu, saya cuma tanya apa yang anti lakukan disini?.." tanya Faruq kepada aulia. "Maaf anti itu siapa? Nama saya Aulia bukan anti.." Jawab Aulia. "Maksudnya saya, apa yang kamu lakukan disini?.." jelas Faruq menahan tawa setelah mendengar jawaban Aulia. "Ohh, niatnya tadi saya mau memetik satu bunga mawar itu, tapi kalo tidak diperbolehkan tidak apa-apa.." jawab Aulia akan keinginannya memetik bunga mawar tersebut. "Ouh, kamu boleh kok memetik bunga mawar disini.." jawab Faruq mengizinkan Aulia. Mendengar izin dari Faruq seketika membuat Aulia tersenyum, akhirnya ia bisa memetik bunga mawar yang indah itu. "Tapi, jangan langsung pakai tangan.." ucap Faruq mengehentikan. "Kenapa?.." tanya Aulia heran. "Kamu tidak melihat duri kah Pada bunga mawar tersebut?, jangan hanya karena kamu melihat keindahan bunganya saja sampai-sampai lupa jika ada duri yang sangat tajam ditangkainya yang bersiap melukai tanganmu, jika tidak hati-hati.." ucap Faruq memperingatkan Aulia akan duri tajam dari tangkai mawar. "Hehe, iya ya.." jawab Aulia sedih, sebab ia tak akan pernah bisa memiliki bunga mawar tersebut. Faruq yang melihat wajah sedih Aulia pun berinisiatif untuk memetikkan bunga mawar itu. "Ini bunga mawar buat kamu.." memberikan bunga mawar tersebut kepada aulia. Aulia yang melihat itu pun merasa bahagia, akhirnya ia bisa memiliki bunga mawar yang sangat indah itu, karena terlalu bahagia mendapat bunga mawar seketika membuat Aulia refleks ingin menyentuh tangan Faruq, saat Aulia hendak menyentuh tangan Faruq untuk niatan berterima kasih. Namun Faruq yang menyadari bahwa Aulia akan menyentuh tangannya pun memundurkan kakinya sebanyak tiga langkah. "Kok ngejauh?.." tanya Aulia sedikit kesal. "Saya tidak mau bersentuhan dengan kamu, aseef.." jawab Faruq sembari menggenggam kedua tangannya. "Cuma mau salaman doang, untuk berterimakasih aja.." jelas Aulia. "Tetap saja!.." jawab Faruq agak meninggikan suaranya. "Ck .. sombong amat sih.." guman Aulia. "Apa saya sombong?.. kalo saya sombong saya nggak bantuin kamu tadi!.." ucap Faruq. "Lagian cuma mau salaman aja menghindar.." jawab Aulia membuang muka. "Saya hanya menjaga diri saya dari wanita yg bukan mahram." Jelas Faruq mengapa ia tak mau bersalaman dengan Aulia. "Mahram itu apa?.." tanya Aulia, ia tak mengetahui apa arti mahram. "Nanti kamu juga tau, kalo gitu saya permisi dulu. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh." Faruq pun berbalik dan melangkah menuju suatu tempat dipesantren itu. Aulia hanya bisa tertunduk malu akan perilakunya tadi, ia segera kembali kerumah pak kyai tak lupa ia juga membawa mawar yang telah dipetik oleh Faruq.


Aulia mulai berjalan meninggalkan taman itu.


Aulia yang masih merasa bersalah akan sikapnya tadi pun hanya bisa merenung sambil menatap bunga mawar Deg,, .. "Aulia.." panggil bu Mirna sembari menepuk pundak Aulia. "Eh bunda, udah selesai?.." tanya Aulia tanpa ekspresi. "Udah, kamu kenapa kok mukanya sedih gitu?.." tanya bu Mirna heran mengapa Aulia tiba-tiba saja sedih. "Gpp kok Bun, jadi nanti aku tinggal dimana?.." tanya Aulia mengalihkan perhatian sang bunda. "Oh yaa, kamu ikut pak kyai aja nanti ditunjukkan tempatnya.." jelas bu Mirna. "Oh oke.." jawab singkat Aulia. " Mari saya antarkan ketempat persinggahan Aulia.." ucap pak kyai. "Iya pak, bunda aku duluan yaa sampai ketemu lagi, bunda jangan lupa jengukin Aulia setiap beberapa bulan sekali.." pesan Aulia kepada bu Mirna, agar ia setiap beberapa bulan sekali dijenguk oleh sang bunda. "Iya sayang.." jawab bu Mirna memeluk Aulia serta menahan tangisnya. "Assalamualaikum Bun.." salam Aulia yang mulai berjalan mengikuti pak kyai. "Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh, Aulia.." jawab bu Mirna sembari meneteskan air mata, sungguh ia tak bisa lagi menahannya.


Disetiap langkah Aulia menuju tempat persinggahannya ia selalu meneteskan air mata, ia terus mengingat ayah dan bundanya yang kini jauh darinya. Beberapa menit kemudian akhirnya Aulia sampai ditempat persinggahan nya. "Ini neng tempatnya selamat beristirahat ya, kegiatan untuk santri baru dimulai besok, jadi besok jam 03:00 dini hari neng harus sudah bangun untuk sholat tahajud, kemudian dilanjut sholat subuh dan ngaji sebentar sampai jam 06:00, bagi yang sedang haid diperuntukkan untuk membuat sarapan dan berbelanja dipasar.." jelas pak kyai. "Iya pak, saya faham jadi Untuk hari ini saya tidak berkegiatan dulu ya?.." tanya Aulia. "Betul, tapi harus tetap menjalankan shalat 5 waktu." Jawab pak kyai. "Baik pak, terimakasih banyak.." ucap Aulia berterimakasih kepada pak kyai. "Kalau begitu saya ijin pergi neng, assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh." pamit pak kyai


"Waalaikumussalam.."jawab Aulia.


Aulia segera membuka pintu, ia berniat untuk beristirahat sebentar. Saat pintu sudah terbuka alangkah terkejutnya Aulia, ia dikejutkan oleh 3 wanita seumuran dengan nya. "Baaaa, assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh!.. seru mereka mengagetkan Aulia dibalik pintu. "Aaa! Waalaikumussalam.." jawab Aulia terkejut. "Hai, kenalin aku Nadya almayra panggil aja Nadya umur aku 17, salam ukhuwah.." sapa salah satu gadis dari mereka. "Salam kenal, nama aku Aulia Sakinah panggil aja Aulia umurku 17.." jawab Aulia memperkenalkan diri. "Hai, nama aku syakila Nazir panggil aja Kila umurku 17 tahun, salam ukhuwah.." sapa gadis lain memperkenalkan dirinya kepada aulia. "Aulia, 17 tahun.." jawab Aulia menjabat tangan. "Hai, kenalin nama aku Zurrah Maisarah umur 19 tahun, salam ukhuwah.." sapa gadis terakhir memperkenalkan diri. "Aulia, 17 tahun..

__ADS_1


Aulia yang baru saja sampai kemudian mendapat kejutan seperti itu membuatnya sedikit malu serta bahagia, ia kira bakal dicuekin jika masuk pesantren, ternyata semua pemikirannya salah justru ia kini merasa bahagia. "semoga kita bisa jadi teman baik ya Aulia.." ucap nadya bahagia. "Pasti, makasih yaa buat semuanya.." jawab Aulia sedikit malu-malu. "Sekarang kita ber-4 akan satu tempat disini, tapi ttp tempat tidur pisah kok." Ucap Kila. "Aah, iyaa." Jawab Aulia. "Ayo, aku tunjukkin tempat tidur kamu jangan lupa kopernya juga dibawa masuk.." ucap nadya. "Ah, iyaa." Jawab Aulia sembari membawa masuk kopernya. "Mari Aulia.." ucap Kila. Mereka pun menunjukkan tempat tidur Aulia. "Nah tempat tidur kamu disini ya, disamping Kila.." ucap nadya menunjukkan tempat tidur Aulia. "Wah, makasih." Ucap terimakasih Aulia kepada ketiga teman barunya. "Sama-sama kalo begitu kamu istirahat dulu ya, kami bertiga ingin pergi dulu." Ucap nadya menyuruh Aulia untuk beristirahat. "Kalian mau kemana?.." tanya Aulia penasaran. "Kami mau dengar kajian yang dibawakan oleh Ning Afifah dan


Gus Faruq." Jelas Nadya. "Ohh, aku boleh ikut?.." tanya Aulia.


Mereka pun saling memandang satu sama lain


"Boleh kok." Jawab Nadya. "Wah makasih ya.." saut Aulia bahagia. "Kamu harus pake cadar kalo ke kajian, bisa?." Ucap zurrah menyuruh Aulia memakai cadar/niqob. "Tapi aku ga punya, emang kenapa sih harus pake cadar?.."tanya Aulia. "Karena disana banyak lelaki ajnabi." saut Kila. "Ajnabi?.." tanya Aulia heran, apa yang dimaksud lelaki ajnabi.


"Lelaki ajnabi itu lelaki yang bukan mahram kita." jelas Kila. "Ouh, tapi aku ga punya niqob gimana?."


"Aku pinjamin ya." Saut Nadya. "Iya makasih." Jawab Aulia berterimakasih. "Disini tuh ada kawasan khusus santriwan dan santriwati, mereka bisa bertemu satu sama lain jika ada acara-acara tertentu, seperti kajian, perayaan, hari-hari besar umat islam, dll. Makanya lelaki jarang terlihat di kawasan ini." Ucap Kila menjelaskan kawasan khusus santriwan dan santriwati. "Ouhh, jadi gimana?.." tanya Aulia. "Apanya?.." saut Kila. "Kalo hafalan, sholat ga jadi satu?. Tanya Aulia. "Ada sesi masing-masing, disini juga ada 2 masjid jadi tenang deh.." jelas Kila. "Klo misal kita ketemu lelaki dijalan gimana? Pas ga pake niqob." Tanya Aulia penasaran. "Gpp kan cuma pas2an ga kelamaan memandang.." jelas Kila.


"Ini Lia, kamu pake ya.." ucap nadya sembari memberikan niqob kepada aulia. "Wah makasih, ini gimana makenya." Tanya Aulia, ia tidak mengerti cara memakai niqob karena memang sebelumnya ia sama sekali tidak pernah memakainya. "Aku bantuin ya.." ucap nadya membantu memakaikan niqob. Niqob kini sudah sudah terpasang rapi diwajah Aulia. "Ternyata simpel ya makenya.." ucap Aulia tersenyum. "Iya, ayo ke kajian.." ajak Nadya. Mereka ber-4 pun bergegas menuju acara kajian.


"Bukan.." jawab Nadya. "Ouhh, oke thanks infonya.." jawab Aulia. "Iyaa, ayo masuk acaranya mau mulai." Ajak Nadya. "Iya.." jawab Aulia, mereka pun masuk kedalam ruangan kajian.


Beberapa menit kemudian Gus Faruq dan Ning Afifah memulai kajiannya. Kajian kali ini membahas tentang "cara berpenampilan yang baik menurut Islam". Saat hendak memulai salam tiba-tiba Gus Faruq menatap Aulia sembari memperhatikannya, Aulia yang menyadari itupun segera membuang muka.


Kemudian Faruq melanjutkan lagi acara pembukaannya.


SKiP...

__ADS_1


skIp..


Saat ditengah acara tanpa sadar Aulia diam-diam memperhatikan Gus Faruq, ia merasa hatinya berdebar-debar saat melihat/berpas-pasan dengan Faruq. Namun sepertinya Faruq sangat menjaga dirinya, itu yang membuat Aulia tersadar "tidak mungkin seorang Gus Faruq menyukai wanita sepertiku".. pikirnya


"Dia itu cocoknya sama Ning Afifah.." batin Aulia sadar diri.


...


Acara sudah hampir selesai, kini hanya tinggal acara penutupan. "Alhamdulillah, kajian hari ini berakhir disini kami selaku moderator dan narasumber meminta maaf jika ada salah kata/ucapan yang membuat antum sekalian merasa tersinggung, kami memohon maaf sebesar-besarnya... ... .... ...." ucap Gus Faruq menutup kajian.


"Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.."


"Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh.." seru para hadirin.


"Akhirnya udah selesai, bisa buka niqob nih.."seru Aulia, tiba-tiba tangannya dihentikan oleh Nadya. "Jangan!, Nanti saja ditempat kita Lia.." perintah Nadya. "Oke-oke maaf.." ucap Aulia meminta maaf. "Iya, lain kali jangan gitu.." saut Kila. "Kalian masih disini?.." sapa Faruq. "Eh iyaa Gus, lagi nunggu KK zurrah.." jawab Nadya. "Ouhh, ane duluan ya.." pamit Faruq. "Ck.."


"Kenapa Lia?.." tanya Nadya. "Gpp, dia emang gitu ya kesemua santriwati disini?.." tanya Aulia. "Iyalah, dinginn hahaha.." jawab Nadya sedikit tertawa.


"Ouhh, ayo balik.." ajak zurrah


"Eh kk zurrah, ayo.." saut Kila

__ADS_1


Mereka ber-4 pun pergi meninggalkan tempat kajian dan menuju tempat persinggahannya.


__ADS_2