Takdir Cinta Terlarang

Takdir Cinta Terlarang
awal pertemuan


__ADS_3

Steve yang sedang mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi,bukan tanpa sebab dia mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi,itu semua terjadi sebelum dia pergi dari rumah dia sempat bertengkar dengan ayah nya,


rumah Osbert,,,


"Steve apa kau tidak sarapan dulu " ucap sang ayah saat melihat Steve akan pergi tanpa sarapan dahulu


"tidak ,aku bisa sarapan di luar " ucap Steve singkat


"tidak sebaiknya kita sarapan bersama " ucap sang ayah membujuk putra nya


"aku tidak mau , sarapan bersama orang jahat" ucap Steve tanpa memikirkan perasaan orang yang ada di depan nya


"apa maksud mu ,dengan jahat " ucap sang ayah mulai tidak bisa sabar menghadapi anak nya sendiri


"kalau bukan karena ayah ,mama pasti masih ada disini" ucap Steve yang sudah tersulut emosi


"jadi maksud mu ,mama mu meninggal karena ayah " tanya ayah Steve dengan nada mulai kesal dengan tuduhan yang selalu di ucapkan anak nya sendiri,


"ya,benar , kalau saja saat itu ayah pulang ,mama pasti tidak akan menderita Sampai sakit parah dan akhirnya sekarang mama sudah tidak ada ,apa papa puas ,,,, " ucap Steve dengan nada tinggi


mengingat kepergian ibunya membuat dirinya selalu tidak bisa mengontrol emosi nya,


ayah Steve hanya bisa diam tanpa melawan lagi , karena sebagian ucapan anak nya adalah benar ada nya,dia memang tidak ada saat istri nya tidak ada ,tapi dia punya alasan untuk itu,,


Steve mulai pergi menggunakan mobil nya ,tapi saat Steve sedang membawa mobil dengan kecepatan tinggi karena masih merasa kesal tentang kejadian di rumah tadi ,membuat tidak fokus menyetir ,,


"awas,,,,,"ucap Steve langsung membanting stir hingga menabrak pohon walaupun tidak parah tapi itu cukup membuat kening nya berdarah


"ahhhhh,,," teriak gadis itu saat mobil itu hampir menabrak nya ,,


gadis itu mendekat ke arah Steve dan betapa terkejutnya dia saat melihat kening Steve yang berdarah ,,


"kau berdarah " ucap gadis itu sambil memegang kening Steve,,


"aw,,,sakit b* doh " ucap Steve kesal bagaimana dia bisa bertemu gadis tidak waras seperti ini


"diam dan jangan memberontak ,jika tidak darah nya akan terus mengalir" ucap gadis itu mulai membersihkan darah itu dengan sapu tangan nya ,,,


Steve diam tidak berbicara atau berteriak,dia merasa sangat lelah jika terus berdebat


hingga pada akhirnya gadis itu selesai membersihkan darah yang ada di kening Steve,


"awas,",ucap Steve langsung mengibas kan tangan gadis itu dan langsung pergi ,


"dasar tidak tau terima kasih,,, kurang ajar " teriak gadis itu merasa kesal dengan pria yang baru saja dia tolong


,,,

__ADS_1


tepat saat di depan kampus Steve memarkirkan mobil ny ,tapi sebelum dia keluar di dekat kaki nya ada sapu tangan ,,


"sapu tangan siapa ini" ucap Steve merasa heran ,dia mencoba mengingat-ingat pemilik dari sapu tangan ini ,,


tak lama kemudian dia ingat sapu tangan ini adalah milik gadis tadi ,,,,


dengan sengaja dia mengikat sapu tangan itu di kepala nya ,agar dia bisa ingat hari ini ada gadis yang menggangu hari nya


"ada apa dengan kening mu , Steve " tanya sahabat nya Steve


"tidak apa,ini hanya kecelakaan kecil" jawab Stev singkat


"tapi ,kenapa diperban menggunakan sapu tangan" tanya sahabat nya Steve lagi


"apa kau bisa bermain dengan sapu tangan itu" tanay sahabat nya yang lain


"apa kau meragukan ku hm,,,". tanya Steve seolah -oleh memastikan ucapan sahabatnya itu


"aku tidak meragukan mu" bela teman Steve


"kau lihat saja nanti, bagaimana aku bisa memenangkan pertandingan ini" ucap Steve percaya diri dan langsung pergi


"tapi kepala mu bagaimana Steve " ucap sahabat nya lagi


"sudah lupakan saja,lagian aku tidak akan pingsan " ucap Steve


Steve yang hari ini akan bertanding basket langsung saja mengganti pakaian dan pergi ke arah lapangan,di sana sudah banyak sekali orang dari kampus mana pun untuk menonton pertandingan nya ,


"Fiona,," teriak Loretta sahabat dari Fiona,,,,


Fiona pun mendekat ke arah sahabat nya dan mereka menonton bersama ,,,


"oh,, tenyata namanya Fiona ,,," ucap Steve dalam hati


pandangan Steve hanya tertuju pada Fiona , walaupun ada wanita yang selalu ada untuk disitu juga ,tetap saja Fiona lah yang dia lihat ,


selesai berlatih basket dan menyelesaikan beberapa pertandingan dia memutuskan untuk beristirahat,,,


Loretta mengajak Fiona bertemu kakak nya yang ikut juga bertanding di basket tadi ,


"kakak' ini adalah teman baik ku" ucap Loretta mengenalkan Fiona pada kakak nya


"halo" ucap kakak Loretta memberi salam


"halo juga " jawab Fiona dengan senyum di wajah nya


tepat saat mereka sedang mengobrol,dengan jahilnya Steve melempar bola basket itu ke arah Fiona

__ADS_1


"hey,,," teriak elen terkejut kakinya di lempar basket secara tiba-tiba


semua orang yang melihat kejadian itu bingung,


terutama teman nya Steve yang berada di lapangan itu,


"kau mengenal nya Fiona" tanya Loretta sahabat Fiona


"ya ,,,dia orang yang hampir menabrak ku tadi" ucap Fiona


Loretta mengangguk paham ,,,,


"kembalikan bola itu " ucap Steve memasang wajah kesal nya pada Fiona


"tidak mau " jawab Fiona


"apa masalahmu,cepat kembalikan " ucap Steve geram


"aku tidak akan mengembalikan nya , karena kau sengaja " jawab Fiona dengan wajah kesal nya


"sekolah di tempat yang sama, sungguh tidak bisa di percaya,sangat menyebalkan"ucap Steve memandang wajah Fiona dengan sinis nya


"aku juga tidak mau percaya,aku sekolah di tempat yang sama dengan orang seperti mu" jawab Fiona dengan nada kesal


"apa yang salah dengan orang seperti ku " tanya Steve tegas


"karena orang seperti mu tidak punya aturan" jawab Fiona tegas


"diam ,dan jangan banyak bicara ,cepat kembalikan bola itu" ucap Steve yang sudah benar-benar merasa kesal


"tidak mau" jawab Fiona menantang Steve


"kalau begitu ambil saja" ucap Steve langsung berlalu pergi


tepat baru beberapa langkah tiba-tiba bola itu di lempar tepat mengenai punggung nya,


Steve langsung membalikkan lagi badan nya ke arah Fiona , jujur saja Steve sudah benar-benar sangat geram saat ini,


"kau ambil saja bola mu,aku tidak mau lagi" ucap Fiona tak bersalah


"aku pergi dahulu,sampai nanti" ucap Fiona memberi salam pada semua dan langsung pergi


semua orang yang melihat keberanian Fiona sampai ternganga


entah kenapa Steve yang melihat keberanian Fiona bukan nya marah malah tersenyum di dalam hatinya ,


teman - teman nya yang berada di situ sampai tak habis pikir dengan keberanian Fiona,,,

__ADS_1


bahkan gadis yang menyukai Steve pun tidak suka melihat tingkah Fiona yang menurut nya sangat kurang ajar,,


untuk para pembaca ku ,aku mohon dukungan nya ya ,biar author semangat


__ADS_2