Takdir Cinta Terlarang

Takdir Cinta Terlarang
akhir cerita Steve


__ADS_3

seorang anak laki-laki berusia kalau tidak salah sekitar 18/19 tahun berlari di lorong rumah sakit dia berlari sambil menangis tersedu-sedu,,,,


sampai nya dia di sebuah ruangan kaki terasa mati rasa saat itu tapi dia terus memaksakan dirinya untuk masuk karena ada hidup nya di sana,,,


"ma,,,mama" panggil Steve saat berada di samping wanita yang di penuhi dengan alat medis di tubuh nya ,,


"nak sebaiknya biarkan mama mu istirahat dulu " ucap bibi yang sudah setia mengabdi pada keluarga nya


Steve akhirnya keluar bersama semuanya ,,


"maaf dimana suami dari ibu di dalam" tanya seorang dokter


"tunggu dok, saya akan mengabari papa dulu " ucap Steve mulai menelpon papa nya


panggilan pertama tidak ada jawaban tapi Steve tidak menyerah dia terus mencoba sampai papa nya mau mengangkat telpon nya ,


"pa,,,,," ucap Steve saat sang papa sudah mengangkat telpon nya


"iya kenapa " jawab seorang wanita


"maaf nyonya siapa,dimana papa ku" tanya Steve pada seorang wanita di sebrang sana


"bapak pemilik hp ini tadi pergi terburu-buru dan ponsel nya tertinggal di sini" ucap wanita itu


"baiklah,tolong beritahu pada nya ,putra nya menelpon tadi "ucap Steve dan langsung mematikan telpon nya ,


Steve mondar-mandir di depan pintu ruangan mama nya ,dia bingung apa yang harus dia katakan pada mama nya


"maaf apa sudah bisa di hubungi " tanya suster


"belum bisa sus,apa tidak bisa menunggu saja sus sampai papa saya datang" ucap Steve


"baiklah sebaiknya kamu pergi saja ke ruangan dokter, karena dokter yang merawat ibu ku sudah menunggu " ucap suster itu


Steve langsung pergi ke tempat di mana dokter yang merawat mama nya berada ,tepat saat sampai di ruangan dokter Steve langsung masuk ,


"silahkan duduk" ucap dokter itu


Steve pun langsung duduk , perasaan nya sungguh campur aduk ,,,


"seharusnya saya membicarakan ini kepada papa mu ,tapi beliau sedang tidak bisa datang,benar yang suster saya katakan " tanya sang dokter


"iya pak " jawab Steve


"Di sini bapak hanya minta ,kamu sebagai anak laki-laki agar selalu tegar menerima kenyataan apapun" ucap sang dokter


"maksud dokter kenyataan apa dok" tanya Steve merasa bingung dengan yang dokter katakan


"penyakit kanker yang mama mu alami sudah tidak bisa di obati tapi kita sebagai manusia harus tetap berdoa agar ada jalan walaupun hanya sedikit" jelas dokter itu


bagai di sambar petir,detak jantung nya saat ini seperti sudah berhenti , bagaimana tidak seseorang yang selalu terlihat tegar di hadapan nya ternyata menyimpan rasa sakit yang luar biasa'


Steve diam tak bisa berkata-kata lidah nya terasa kelu ,tubuh nya tiba-tiba membeku tak bisa di gerakan mata nya tak ingin berkedip dia berharap ini hanya mimpi dia berharap ini hanya cerita buruk saja dalam sebuah novel ,


tidak mungkin kan dia akan kehilangan satu-satunya wanita yang selalu ada di samping nya ,

__ADS_1


"dan mungkin waktunya tidak banyak lagi,jadi saya minta kamu tetap kuat dengan apapun yang terjadi hari ini esok atau nanti " ucap dokter itu


Setelah mendengar penjelasan dari dokter Steve langsung berdiri dan berjalan keluar dengan lunglai ,,


Steve berjalan seperti orang mabuk, tubuhnya terasa berat pandangan entah tertuju kemana ,


tepat sampai di depan pintu ruangan mama nya di rawat Steve masuk ,,,


Steve mendekat ke arah mama,dia memegang tangan yang terasa dingin itu ,,


"ma,,,, Steve mohon bangun ma,,,, Steve gak bisa kalau sampai terjadi sesuatu sama mama" ucap Steve sambil menangis di dekat mama nya


"ma,,,, Steve janji kalau nanti mama sadar Steve bakal papa pulang ,tapi Steve mohon ma ,mama harus sembuh ,mama ketawa kaya dulu , Steve rindu mama yang dulu ,yang selalu tersenyum dan marah saat Steve berbuat salah ," Steve berucap dalan harapan yang tipis


siapa yang tidak sedih saat tau orang yang membawa nya ke dunia ini sekarang sedang terbaring lemah di hadapan nya ,ibu adalah segala nya tanpa seorang ibu anak tidak akan pernah tau apa itu kasih sayang ,,


cinta pertama anak laki-laki adalah ibu nya bidadari tercantik di dunia bagi seorang anak laki-laki adalah ibu nya ,


tidak terbayang akan jadi seperti apa jika seorang anak kehilangan ibu nya saat dia masih membutuhkan cinta wanita itu karena di dunia tidak akan ada yang melebihi cinta ibunya ,


seorang pacar akan mengkhianati nya , sahabat akan pergi dari nya , istri bukan lah anggota keluarga nya seseorang yang berperan sebagai istri hanya wanita yang tidak di kenal yang dia pilih untuk menemani nya saat dia dewasa hingga dia tua nanti ,


berbeda dengan seorang ibu dari dia belum ada di dunia seorang ibu selalu setia menunggu kehadiran nya , selalu siap mempertaruhkan nyawa nya untuk nya ,selalu ada saat dia terluka ,ibu adalah tempat istirahat ternyaman saat kita lelah menghadapi dunia yang amat memusingkan ,,,


saat Steve sedang berbicara dengan mama nya walaupun dia tau mama nya entah mendengar nya atau tidak dia tetap berbicara seolah-olah mama nya mendengar semua ucapan nya ,


"suara alat medis yang terpasang di mama tiba-tiba berbunyi ,, Steve yang melihat itu langsung berlari keluar dan memanggil dokter ,,


saat dokter sudah datang dan langsung memeriksa mama nya ,suara tadi berhenti ,,,,


"maaf , pasien tidak bisa di selamat kan"ucap dokter itu dan langsung meninggalkan mereka berdua saja ,,


Steve merasa pendengaran nya bermasalah dia merasa tuli saat ini ,bahkan jantung nya pun ikut bermasalah dia merasa jantung nya sudah tidak berdetak lagi,


"ma,,,,," ucap Steve bibir nya bergetar entah seperti ada listrik yang tiba-tiba menyengat nya sampai bibir nya bergetar hebat


"ma,,,,bangun ma,,,,aku gak bisa hidup sendiri ma , siapa yang akan membangun kan ku di pagi hari ma ,siapa juga yang akan memarahi ku saat aku salah ma,mama,,,,,, huhu😭😭😭" Steve terus menangis dunia nya seakan berhenti di saat itu juga


"MAMA,,,,,,HUHU 😭,BANGUN MAAA,,,,,,," STEVE berteriak sangat kencang dengan Suara tangisan yang sudah mulai tak terdengar lagi ,,


2 minggu kemudian,,,,,,,,


Ting nong,,,," suara bel rumah berbunyi


"pak ,,,"ucap bibi saat dia melihat siapa yang datang


"ada apa ini bi" tanya Shane papa nya Steve


"ibu pak,,,"ucap bibi itu dengan mata yang tak kuat menahan air mata


"dimana Steve " tanya Shane


"Steve di kamar pak" jawab bibi itu dengan suara serak


Shane langsung pergi mencari Steve dia masuk ke kamar Steve tapi yang dia lihat bukan seperti kamar ,ruangan yang gelap bahkan sangat gelap banyak pecahan kaca minuman di sana , Steve yang baru berusia 18/19 tahun sudah seperti orang gila yang kehilangan arah ,,

__ADS_1


"Steve,,," panggil pak Shane


pak Shane terus mencari Steve dia menghidupkan lampu dan betapa terkejutnya dia saat melihat putra duduk termenung di pojok dinding


"Steve" ucap pak Shane mendekat ke arah Steve,pak Shane merasa bingung saat melihat Steve seperti itu ,mata sembab ,rambut berantakan ,kamar yang seperti kapal pecah,,,


"nak ada apa " tanya papa Steve sambil memegang pundak Steve


Steve tak memberikan respon apapun jangan kan menjawab dia bahkan tidak melihat ke arah papa nya ,,


yang ada di pikiran nya hanya mama nya ,mama nya yang selalu ada untuk nya ,mama nya yang selalu mencintai nya tanpa di minta atau di paksa dengan sukarela mama nya selalu siap mengorbankan hidupnya untuk anak nya ,,


"ma,,, Steve kangen ma,,,," Steve menangis dalam diam


"Steve,,,,, Steve,,,,," ucap sang papa


Steve melihat ke arah papa nya yang terus mengganggu nya ,bukan tatap mengharapkan kasih sayang melainkan tatapan kebencian bahkan lebih dari kata benci ,,,


"ada apa nak,dan dimana mama mu" tanya papa Steve


"HAHAHAHA" Steve tertawa sangat keras,entah tawa apa yang dia perlihatkan


papa Steve yang melihat Steve malah tertawa semakin di buat bingung ,,


papa Steve keluar dari kamar dan mencari keberadaan mama nya Steve


"Sovia ,Sovia " teriak pak shane


"BI dimana ibu" tanya pak Shane pada salah satu orang yang bekerja dengan nya


"ibu sudah tidak ada pak" ucap bibi itu dengan mata yang mulai berair


Shane merasa ini mungkin hanya lelucon saja ,tidak mungkin kan Sovia istri nya meninggal tanpa sepengetahuan nya ,dan kenapa tidak ada yang memberi tahu nya , sebesar apapun dia membenci Sovia tetap dia pun punya rasa sayang itu untuk mama nya Steve itu ,


pak Shane langsung pergi ke kamar Steve,


"Steve kenapa kau tidak memberi tau papa" ucap pak Shane tepat di hadapan anak nya ,hati nya juga merasa sakit bagaimana pun Sovia yang merawat nya selama ini


"hahahah,pak Shane yang terhormat apa kau bahagia sekarang,wanita yang selalu mengganggu mu sekarang sudah tidak ada" ucap Steve dengan tersenyum miring ,


"mama sudah pergi sekarang,KAU BAHAGIA BUKAN" teriak Steve di hadapan papa nya dengan mata yang penuh emosi


"apa maksud mu Steve,siapa yang akan bahagia jika istri nya pergi " pak Shane menjawab dengan emosi juga


"MAMA PERGI KARENA KAU PAK SHANE SAYA MEMBENCI MU " ucap Steve dengan emosi yang menggebu-gebu Steve langsung pergi dari sana


pak Shane diam tak bisa berkata apapun lagi,waktu berlalu begitu cepat,pak shane dan Steve sampai saat ini pun tidak pernah aku pertengkaran hebat di antara mereka itu adalah awal dari kebencian anak pada papa nya,


selesai,,,,,,


Steve dan Fiona pun pulang tak terasa waktu berjalan begitu cepat cerita yang menguras waktu itu akhirnya selesai juga karena merasa lelah mereka berdua pulang kerumah masing-masing untuk beristirahat,,,,


-


-

__ADS_1


__ADS_2