Takdir Cinta Terlarang

Takdir Cinta Terlarang
bertemu camer part2


__ADS_3

jam menunjukan pukul 7 malam , Steve pergi kerumah Fiona untuk menjemput Fiona dan memperkenalkan nya pada sang papa,


hubungan Steve dengan ayah nya semakin membaik, Steve yang sudah menurunkan ego nya dan sang ayah yang tidak mengambil hati setiap ucapan anak nya membuat kedua nya seiring waktu lebih dekat lagi ,


walaupun ayah Steve tidak menyayangi ibunya Steve tapi Steve adalah putra sulung nya yang akan meneruskan perusahaan nya nanti , bagaimana pun Steve adalah anak nya dia juga sangat menyayangi Steve,


sesampainya Steve di rumah Fiona ,dia langsung di sambut hangat oleh mama nya Fiona ,,


"nak ,masuk lah " mama Fiona meminta Steve masuk


Steve masuk kedalam dan mengobrol bersama mama Fiona sambil menunggu Fiona ,,


"maaf ya nak,anak gadis kalo dandan pasti lama" ceplos mama Fiona


"iya Tante gak papa" jawab Steve dengan tersenyum cool


Fiona keluar dengan gaun biru yang tampak indah di tubuh Fiona dengan sedikit riasan tipis di wajah nya ,rambut yang terurai hanya di hiasi jepit rambut kupu-kupu membuat Fiona tampak elegan,


mata Steve seakan terhipnotis oleh kecantikan natural yang di miliki Fiona,hanya di rias sedikit saja Fiona sangat cantik bagaimana nanti saat Fiona memakai baju pengantin apa mungkin dia akan sanggup untuk menatap wajah Fiona ,,


"nakk,,,nak Steve,,," panggil mama Fiona hingga dua kali memanggil Steve


"eh iya Tante" Steve yang terkejut malah bertanya kenapa


"nak Steve sebaik nya jangan pergi terlalu malam" ucap mama Fiona


"baik Tante" jawab Steve langsung bangkit dari duduk nya ,Fiona dan Steve berpamitan dan langsung pergi


sesampainya di rumah Steve, Steve memarkirkan mobilnya,


"ayok fi,," ajak Steve membuka pintu mobil nya


"Steve,ini pertama kali nya aku bertemu orang tua dari pria yang pernah dekat dengan ku" ucap Fiona dengan ke gugupan yang terpancar di wajah nya


"tidak apa fi ,semua nya akan baik-baik saja " Steve memegang tangan Fiona untuk menenangkan nya


Fiona membuang nafas nya yang terasa berat secara perlahan


sampai di teras depan rumah Steve entah kenapa jantung nya terasa akan copot ,nafas nya terhenti


"oh ya tuhan tolong aku" elen bergumam di dalam hati


Steve menggandeng tangan Fiona ,sang ayah sudah menunggu mereka di meja makan

__ADS_1


"pa" panggil Steve


papa Steve tersenyum melihat gadis yang di bawa putra nya ,


"malam om " sapa Fiona pada papa Steve


"kemari lah ,bukan kah kalian lapar " ucap papa Steve


Steve menarik kursi untuk Fiona setelah itu dia pun ikut duduk di samping Fiona ,


mereka akhirnya makan dengan nyaman ,setelah makan papa Steve mengajak mereka bersantai terlebih dahulu


"siapa nama mu nak " tanya papa Steve pada fiona


"Fiona om" jawab Fiona


"nama yang cantik, bagaimana kabar keluarga mu nak " tanya papa Steve


"ibu saya baik om" jawab Fiona


"bagaimana dengan ayah mu nak" tanya papa Steve


"papa saya tidak ada om sejak saya kecil " jawab Fiona dengan wajah agak muram karena mengingat sang ayah yang tidak pernah dia lihat wajah nya bahkan sampai sekarang pun dia masih bertanya-tanya dimana ayah nya ,bukan nya dia tidak ingin bertanya pada sang ibu ,dia hanya tidak ingin melihat ibu nya sedih saat dia menanyakan Sanga ayah , terakhir kali dia bertanya ,ibu nya hanya diam


"maaf kan om nak ,om tidak tahu" papa Steve meminta maaf karena merasa tidak enak hati


mereka bertiga mengobrol sampai tertawa,entah apa yang mereka bicarakan tapi mereka merasa seperti keluarga dan tidak memiliki rasa canggung sedikit pun ,


"nak Fiona ,mulai saat ini jangan panggil om ,panggil saya dengan sebutan papa ya" ucap papa Steve mendekat ke arah fiona sambil mengelus pundak Fiona yang sudah seperti putri nya sendiri


"i,,iiya,,,,pa" jawab Fiona sedikit agak gugup


"nak papa akan mengirim Steve untuk mengurus perusahaan di negara XXX " ucap papa Steve


Fiona menatap ke arah Steve seolah-olah meminta penjelasan,


"iya fi,aku akan pergi ke negara XXX untuk beberapa bulan ,aku sengaja tidak memberitahu mu ,karena aku ingin kamu mendengar sendiri dari papa " jelas Steve


Fiona mengangguk paham ,ada sedikit rasa sedih di hati nya ,karena setiap hari yang dia jalani pasti Steve selalu ada


"dan papa boleh meminta tolong pada mu " tanya papa Steve pada Fiona


Fiona yang awalnya bingung akhirnya dia pun mengangguk kan kepala nya ,

__ADS_1


"iya pa " jawab Fiona


"papa minta saat kalian berada di sana ,jaga diri baik-baik dan jika Steve nakal beritahu papa" ucap papa Steve dengan sedikit bergurau


"hah,maksud papa Fiona ikut " tanya Fiona dengan nada terkejut


"iya nak ,apa Steve belum mengatakan nya "tanya papa Steve


Steve hanya menyengir kuda saat mendapat tatapan dari Fiona ,


"yasudah papa mau istirahat dulu,kalian lanjutkan mengobrol nya" ucap papa Steve langsung bangkit dan pergi ke kamar


"sayang "panggil Steve mendekat ke arah Fiona


Fiona diam tak menjawab dia menggeser tubuh nya saat Steve mendekat ke arah nya


"hey ada apa ,kenapa kamu menjauh " tanya Steve terus mendekat ke arah Fiona dan merangkul tubuh Fiona


"Steve lepas ,aku ingin pulang ,aku mengantuk " jawab Fiona dengan wajah kesal


"tidak ,jawab dulu pertanyaan ku ada apa hm" tanya Steve mempererat pelukan nya dan mengikis jarak di antara mereka ,mungkin jarak wajah mereka hanya tinggal beberapa inci lagi 🤣🤣


"aku tidak ada apa-apa,aku hanya mengantuk Steve " jawab Fiona dengan terus memberontak


"fi ,aku mohon jangan marah ,apa yang salah " tanya Steve dengan wajah memelas dia tidak tega sebenarnya melihat Fiona seperti ini tapi jika dia lepaskan pelukan itu Fiona akan pergi dan dia tidak ingin bertengkar


"fi,sayang plis katakan sesuatu jangan terus diam " Steve memohon pada Fiona dengan wajah yang benar-benar menggemaskan tapi Fiona tidak terpengaruh dengan hal itu ,


"ya ampun ,wajah kamu imut banget sih Steve, lama-lama aku bisa luluh ni ,tapi tetap aku ingin kamu yang terus memohon " gimam Fiona dengan hati licik nya


"fi ,plis lah " Steve memohon dengan wajah yang mulai sendu


"oh siapa pun tolong aku , bagaimana aku bisa mempertahankan ke ratuan ku jika dia terus memasang wajah menyedihkan seperti itu,tapi aku harus tetap bersikap mahal" lain di hati lain di mulut itu lah Fiona


"jika kau selalu mengambil keputusan sendiri aku akan meninggalkan mu Steve" ancam Fiona


oh tidak Steve kamu jangan terpengaruh, oke dengan ancaman ku ,aku tidak akan ikhlas jika harus melihat mu bersama wanita lain" Fiona merasa prustasi dengan dirinya sendiri,karena dia pun sangat mencintai Steve


"baiklah mulai sekarang aku tidak akan memutuskan nya sendiri,tapi kau akan tetap ikut kan" tanya Steve


"iya karena sudah terlanjur " jawab Fiona seolah-olah pasrah


"ya ikut lah ,kapan lagi ada tiket liburan gratis " Fiona kegirangan dalam hati nya

__ADS_1


bukan karena Fiona matre tapi dia juga memang ingin selalu bersama dengan Steve


karena sudah larut Steve mengantar Fiona pulang saat sampai di rumah Fiona , Steve langsung pulang karena Fiona pun sudah mengantuk,,,,


__ADS_2