Takdir Hidup Wanita Buruk Rupa

Takdir Hidup Wanita Buruk Rupa
chapter 6


__ADS_3

Dengan keajaiban Allah , akhirnya Dira ia terbangun dari komanya. "aku dimana ini "ucap Dira yang tak ingat apa apa, Dira ia terkena amesia karena benturan keras di kepalanya. Beberapa saat kemudian pak kyai pun datang bersama kedua putranya. "ma sya Allah ,, Alhamdulillah kamu sudah sadar nak"ucap sang kyai bersyukur. "bapak ini siapa?"tanya Dira "perkenalkan nama bapak kyai Ahmad bapak tadi pagi tidak sengaja menabrak mu sampai kamu koma,maaf kan bapak ya, dan perkenalkan ini adalah bintang dan Habibie kedua putra bapak"ucap sang kyai. "jadi saya ini kecelakaan ya?" "iya nak,, ngomong ngomong nama kamu siapa?" "duh ,,saya benar benar tidak ingat apa apa,kepala saya pusing "ucap Dira


tak lama kemudian...sang dokter pun datang dan segera memberi tau ke pak kyai dan kedua putranya bahwa Dira ini dia terkena amesia.dan Dira ia hilang ingatan. "duh bagaimana ini"ucap pak kyai Bingung. "gimana kalau kita,,,bawa dia ke pesantren kita aja bi"ucap Habibie mengajukan usul. "iya tuh ,,aku setuju , Sebelum ketemu keluarga nya,kita biarkan saja dia tinggal di pesantren kita untuk sementara waktu "ucap bintang "yaudah,,Abi ikut usul kalian aja"ucap pak kyai


keesokan harinya....... Dira pun ia di bawa ke pesantren oleh mereka. Dira ia di Tuntun oleh Gus bintang(anak bungsu sang kyai). "ini tempat apa?"tanya Dira(kebingungan) "ini adalah pesantren Kami"jawab bintang sembari tersenyum. "kau ini siapa?"tanya Dira "aku adalah bintang,anak bungsu pak kyai " "oh,,terus nama aku siapa?,,aku gak tau nama diri aku sendiri "ucap Dira "hmm,, bagaimana kalau aku manggil kamu mustika aja"ucap gus bintang "wah nama yang bagus,,aku setuju"


Gus bintang pun ia mengantarkan Dira ke asrama santri Wati. "assalamualaikum "ucap gus bintang "wa'alaikumsallam "ucap salah seorang ustadzah bernama ustazah Maria. "Bu,,saya titip mustika ya,,dia santri Wati baru di pesantren kita"ucap gus bintang "iya nak" "kalau gitu bintang pamit dulu ya Bu ustadz,, assalamualaikum " "wa'alaikumsallam "


.

__ADS_1


"ayok na ibu antar kamu,ke dalam asrama"ajak Bu Maria. mustika alias Dira ia pun mengangguk. dan mereka berdua pun masuk ke dalam asrama santri Wati. "wah dia siapa Bu?"tanya seorang santri Wati bernama Yani "kenalin ini mustika ,santri baru di pesantren kita,,semoga kalian bisa berteman baik ya,,oh ya nak mustika kalau ada apa apa bilang aja ke ibu ya ,,Bu ustadz pamit dulu ya , assalamualaikum"ucap ustadzah Maria. "wa'alaikumsallam "ucap Dira dan Yani


setelah Bu ustadzah pergi....


sikap Yani jadi berubah ke Dira. saat dira senyumin dia,Yani hanya cemberut dan tidak membalas senyuman nya,seperti nya Yani dia tidak suka akan kehadiran Dira.


"hay,,nama kamu Yani ya"sapa Dira ke Yani "dih apaan si,,jangan sok kenal ya Lo"ucap Yani dengan songong sambil memutar kedua bola matanya. lalu Yani pun ia pergi meninggalkan Dira. Dira ia sangat sedih atas perlakuan Yani ke dirinya. "sepertinya Yani dia tidak suka aku ada di sini"gumam Dira dalam hati.


"assalamualaikum ukh"ucap Nurul dan Zia dengan sopan dan ramah "wa'alaikumsallam"jawab Dira sembari tersenyum ke mereka berdua. "anti,,santri Wati baru ya?"tanya Nurul "Iyah"jawab Dira "nama anti siapa?"tanya Nurul lagi "nama saya mustika"jawab Dira "oh ,, kenalin nama ana Nurul dan ini temen ana namanya Zia" "senang bertemu dengan kalian"ucap Dira sambil tersenyum ke mereka. "kami juga sangat senang bertemu dengan mu ya ukhty"ucap Zia sembari tersenyum balik. Nurul dan Zia pun mereka berdua mengantarkan mustika alias Dira ke kamarnya. dan Dira pun ia beristirahat sebentar di kamar barunya.

__ADS_1


beberapa lama saat kemudian....


tibak tibak ustazah Maria datang ke kamar dira dengan membawa sekeranjang buah buahan. "assalamualaikum"ucap sang ustadzah "wa'alaikumsallam Bu ustadzah"jawab Dira sembari bersalaman kepada sang ustadzah. "ini Mus,,ada titipan dari Gus bintang buat kamu"ucap sang ustadzah sembari tersenyum. "ini buat aku?" "iya buat kamu" "yaudah aku terima ya ustadzah,,makasih banyak"ucap Dira sembari tersenyum ramah "iya sama sama,,oh iya tadi Gus bintang titip pesan buat kamu"ucap sang ustadzah "pesan apa wahai ustadzah?"tanya Dira "katanya kamu jaga kesehatan jangan kecapean " "oh itu mah udah tentu atuh ustadzah" "yaudah kalau gitu,,Bu ustadzah pamit dulu ya,, assalamualaikum " "wa'alaikumsallam "


Bu ustadzah pun meninggalkan kamarnya Dira.


"ma sya Allah,,Gus bintang baik banget ya"gumam Dira sembari senyum senyum sendiri.


tak lama kemudian.... Nurul dan Zia datang secara tibak tibak. "assalamualaikum mustika"ucap mereka "eh,, wa'alaikumsallam,,silahkan masuk ya ukhty"ucap Dira menyambut mereka berdua dengan ramah. "kami gak ganggu kamu kan Mus?"tanya mereka merasa gak enak. "enggak ko,,santai aja"jawab dira "eh ngomong-ngomong itu keranjang buah kamu dapet dari siapa?"tanya Nurul(kepo) "emm,,dari anu" "anu siapa?" "dari Gus bintang"jawab Dira Nurul dan Zia mereka berdua terkejut. "hah seriusan?"ucap Mereka sembari melongo dan menatap satu sama lain .seakan akan tak percaya. "iya serius,,aku gak boong,,emangnya kenapa ko kaget gitu?"tanya Dira heran "kamu tau gak,,Gus bintang itu orangnya dingin banget dan songong,dia gak pernah nyapa salah seorang santriwati pun"ucap Zia "benarkah begitu?" "iya,,senyum ke para santri wati aja gak pernah,,pokonya dia itu orangnya dingin banget kayak es di kutub selatan tau"ucap Zia "tapi aneh banget,,ko ke kamu dia baik banget ya"ujar Nurul heran. "aku juga gak tau"ucap Dira yang sama sama heran. "mungkin dia naksir kali sama kamu Mus"ucap Zia sembari senyum-senyum "masa sih dia naksir ke aku,,itu gak mungkin" "Lah kenapa gak mungkin?,,bisa aja kan?" "hmm,,aku gak tau"ucap Dira salting

__ADS_1


....


"ngomong ngomong kalian mau gak buah nya?"ujar Dira nawarin Mereka. "mau dong"jawab Nurul dan Zia "kamu mau buah apa?"tanya Dira ke mereka "aku mau buah pisang sama anggur nya dong"ucap Zia. "kalau aku mau apel sama mangga"ujar Nurul "yaudah ni buat kalian"ucap Dira sembari menyodorkan buah ke mereka sesuai yang mereka minta. "makasih banyak ya Mus,, kamu baik banget"ucap mereka "iya sama sama"jawab Dira (mustika) sembari tersenyum.


__ADS_2