
"Huh buat Apa Aku berterima kasih aku tau cowok Seperti mu Pasti sengaja Agar Mendapatkan Keuntungan" ucap karlin dengan tegas
"Heii kuberi tau yah aku telah membantu mu jadi jangan Seenaknya Menilai orang Lain padahal sudah jelas Kau Hampir Diperkosa, Coba saja Aku Tinggalkan Mungkin kau Sudah Tak bernyawa" ucap Frans Dengan Kesal
"Owh Baiklah Makasih(terpaksa), itu saja kan aku Mau Pergi aku tidak punya uang untuk berterima kasih kepada mu" ucap Karlin
"Heh itu saja Baiklah, eh Kalo Begitu aku Saja Yang Menawarkan, Ayo makan bersama" ucap Frans
"Hehh sudah Aku Katakan Aku tidak punya Uang" ucap Karlin
"Humm dasar cewe rese(suara hati Frans), Nga Perlu aku Yang Menaktir mu" ucap Frans
"Baiklah Tidak Akan Aku Tolak" ucap Karlin dengan raut wajah Tak Pedulii
"Hix dasar wanita ini aku baru pertama Kali Bertemu Dengan Wanita Seperti Dia, biasanya Wanita-wanita yang aku kenal selalu menjaga kelakuan buruk nya di depanku tetapi diaa sunguh mengerikan" suara Hati Frans
Mereka pun pergi ke retoran mahal, Alangkah Terkejutnya Karlin pergi ke Restoran itu.
"Em ini tidak mungkin kan?? Sudah ku katakan aku tidak mempunyai uang sebaiknya aku pulang Saja Restoran ini adalah restoran mahal bagaimana jika Kita Tidak Dapat membayar nya" ucap Karlin Dengan Khawatir
*Menahan tawa*
"Ayolah jangan kampungan seperti itu, sudah ku katakan aku yang membayarnya apakah masih kurang jelas?" Ucap frans dengan Tatapan Dinggin
"I-iyah baiklah kalo begitu aku akan masuk bersumpahla Kau Yang Akan Membayarnya" ucap Karlin Dengan Penuh Khekawatiran dan Gemetar
"Huh ayo(menarik Tangan Karlin)"
Mereka pun Masuk Dan Ingin memesan Makanan tetapi Karlin Hanya Terdiam Seperti orang Bodoh.
"Pesan lah Makanan mu" ucap Frans dengan Tegas
"Ehm sebaiknya Aku Minum air putih saja" ucap Karlin dengab khawatir
__ADS_1
"Wanita ini apakah dia Sunguh tidak Mengenal ku?? aneh Sekali(suara hati Frans), Hisxx jangan Membuatku Malu Disini dan segera pesan Makanan mu!, Kan Sudah Ku katakan Akan Aku bayar, pesanlah sesuka mu" ucap Frans Dengan kesal
"Emm tapii..." Keraguan Karlin
Frans Mengerutkan Kening Dengan Tatapan Dingin.
"Baiklah Kalo Kau Memaksaa, aku tipe Yang Tidak Suka Menolakk dengan Senang hati aku akan Menerima Tawaran mu(tersenyum riang), aku inggin pesan 30 porsi makanam disini" ucap karlin tanpa Keraguan
*Shok, kaget, heran*
"(Menelan ludah), sebenarnya Tidak Apa-apa jika Dia Pesan Mau Sebanyak Apapun, tapi ini bukan tentang Pesanan Tapi tentang rasa malu ku ini(pusing)" suara hati Frans dengan Menahan Malu
"Ehh hei kau Kenapa apakah Yang ku pesan Kurang Banyak??" Ucap Karlin
"Eh tidak-tidak Sudah Cukup" ucap Frans Dengan Rasa Panik
"Owh Baiklah apakah Kau Sanggup Bayar??" Ucap Karlin dengan Khawatirr
"Hixx wanita ini benar-benar mengujiku, apakah Aku Harus Menunjukan Diriku yang Sebenarnya??, Hah sudahlah lebih baik tidak (suara hati Frans) Jangan Banyak Tanya Dan Makanlah" ucap Frans Dengan Kesal
"Dasarr apakah Dia Mau Memerasku??, Sebenarnya Dia seorang pria atau wanita sungguh tak karuan, aku tidak akan melepaskan nya akan ku buat dia membayarnya nanti" Suata Hati frans
30 porsi makanan dengan Farian Yang Berbeda-beda Akhirnya Datang.
"Owh yah Ampun banyak Sekali, Aku Yang baru melihatnya Saja Sudah Merasa Kenyang" suara Hati Frans dengan Menahan Rasa Malu nya.
Terlihat Rasa Kegembiraan Dari Raut Wajah Karlin "hei apakah Kau Akan Menghabiskan Semua makanan ini?" Tanya Frans
"Heh Apakah Kau Meragukan ku aku Tipe Orang yang Tidak inggin menyia-nyiakan makanan, Aku Sedang Kesal, Jika Seorang wanita Sedang Marah, kesal,dan sedih makan Yang bisa Mengobati itu adalah Makanan" ucap Karlin dengan penuh keyakinan
"Owh yah Ampun memalukan Sekali" ucap Frans Dengan Raut Wajah Lemas
"Ehem kalo boleh Bertanya Siapa nama mu?" Tanya Frans
__ADS_1
"Oh iya kita Belum berkenalan Aku Sampai Lupa" ucap karlin sambil memberi salaman tangan
"Nama ku karlin agasta, aku hanya Lulusan SMK, saat ini aku pengangguran" ucap karlin tanpa Rasa Malu
"Owh ya Ampun ringan Sekali dia Berbicara seperti itu ( suara hati frans), em panggil saja Aku Frans"
"Owh apakah Nama Mu hanya Sesingkat itu Aku Mau Tau Nama Panjang mu" Tanya Karlin dengan Rasa Penasaran
"His wanita ini menyebalkan sekalii, tetapi saat ini aku tidak boleh meberitau nama panjangku takut nya ia malah mengenalku" suara Hati Frans
"Hehh kok malah diam, aku bertanya apa Nama panjang mu" Tanya Karlin dengan Penasaran
"Bukan urusan mu, sudah ku katakan panggil saja aku Frans" Jawab frans dengan tatapan dingin
Karlin pun hanya terheran dan Acuh tak acuh dengan Jawaban yang diberikan frans. Dengan energi dan stamina yang Kuat ia langsung melanjutkan untuk melahap semua makanan dengan Brutall.
"Nih cewe bikin malu aja semua orang pada ngeliatin kita gara-gara cara makannya, tetapi di saat seperti ini ia terlihat lebih berkarisma, badan nya Bagus, mulus dan..(sadar), owh ya ampun mengapa aku punya pikiran seperti ituu bodoh" suara hati frans sambil menatap karlin
"Menjinikan apakah kau tidak malu makan seperti itu dihadapan semua orang?" Ucap frans dengan kesal dan menahan malu
"Aku sama sekali tidak peduli bukan mereka yang membayar nya untuk ku mereka bahkan tidak menambah sepeserpun untuk membelikan ku makanan jadi buat apa aku harus Peduli Dengan ucapan Mereka, aku bukan orang Kaya, hidupku pas-passan jadi jika kita mebuang-buang makanan kan sayang sekali" ucap karlin dengan raut Wajah Tak peduli
"Hum ternyata kau sesederhana,(suata Hati Frans Sambil menuangkan minuman bir pada karlin), baiklah kalo begitu mari kita menceritakan masalah kita" ucap frans
Baikk tuangan demi tuangan Kepala terasa tergoyang dan mulai menceritakan masalah hidup masing-masing
"Hei jadi Coba Ceritakan masalah mu" ucap karlin
*Mulai bercerita*
"Okeh jadi alasan aku datang ke bar karena aku kepikiran dengan masa depan ku, dari kecil aku tidak pernah mendapatkan kasih sayang seorang ayah, ibuku yang berjuang untuk pendidikan ku, aku sangat menyayangngi ibuku, ibuku hanya selalu memintaku untuk menikah agar ia bisa mempunyaj seorang menantu tetapi aku sama sekali tidak bisa mengabulkan nya, aku belum menemukan yang benar-benar pas dengan ku, makanya aku stres dan pikiran sehingga aku datang ke bar itu" ucap frans Dengan Raut Wajah Kecewa
"Sungguh rumit yah masalahmu" ucap karlin dengan penuh simpati
__ADS_1
"Iyah begitulah hidup, jadi bagaimana dengan mu ceritakanlah masalahmu" ucap Frans Dengan Penasaran