Taming The Fierce Wife

Taming The Fierce Wife
mencurahkan isi hati


__ADS_3

"Owh aku, Jadi waktu dulu aku anak yang palinggg.. mendapatkan kasih sayang orang tuaku karena aku anak sulung, tetapi saat ayah merintis usaha baru ia malah melupakan ibuku usaha nya semakin sukses dan membuahkan hasil dan Saat itu ia bertemu iblis penggoda (mengertakan Gigi) yang saat ini menjadi ibu tiri ku, aku sangat kesal hinga aku ingin membunuh nya, karena iblis itulah ayahku sering bertengkar dengan ibuku, ibuku sudah tidak tahan akhirnya ibuku memilih bercerai dan meninggalkan ayahku, aku sangat sedihh saat itu, karena saat itu aku masi duduk di bangku smp aku sungguh membutuhkan ibuku, tetapi aku juga kasihan dengan ibuku akhirnya aku memilih untuk melepaskannya dan ia menyuruhku mengikuti bela diri agar aku menjadi wanita yang kuat" Curahan hati karlin dengan perasaan yang tercampur adukk


"Sungguh parah sekali yah hidup mu tetapi kenapa kau tidak bekerja" tanya frans Dengan rasa simpati


"Yah itulah yang membuatku kesal dan datang ke bar itu, aku dipecat dari pekerjaann paruh waktu ku karena aku menghancurkan barang-barang disana, aku menghancurkannya karena aku sungguh merasa kesal dan ayahku bertaruh denganku jika aku tidak memberikan uang bulanan kali ini maka aku akan diusir" ucap karlin dengan penuh emosi


"hump ternyata masalah mu rumit yah tetapi kau anak yang kuat" ucap Frans


"yah mau Bagaimana lagi itu semua karena ibuku" ucap karlin


"tetapi mengapa kau tidak mencoba melamar pekerjaan di sebuah perusahaan?" tanys Frans


"apakah kau gila? mana mungkin ada perusahaan yang mau menerimaku" ucap karlin dengan raut wajah kecewa


"tetapi setidaknya kau mencoba, kita perlu jatuh banggun untuk menjadi seseorang yang sukses" ucap frans


saat itu rasanya pintu hati karlin terketuk, "yah mungkin kau benar tetapi aku masih takut jika ditolak tapi tidak ada salahnya jika aku ingin berusaha" ucap karlin


"yah semoga berhasil" ucap frans


"yahh aku ingin sekali bekerja diperkantoran agar suatu saat nanti aku bisa menjemput ibuku dan tinggal bersamanya" ucap karlin dengan raut wajah yang tampak lelah


"tapi kenapa kau tidak melanjutkan studimu, agar kau bisa lebih banyak pengalaman" tanya frans dengan rasa simpati


"yah sebenarnya aku ingin sekali melanjutkan studi ku tetapi aku sama sekali tidak mempunyai biaya yang cukup untuk kuliah, rasanya ingin sekali aku mengapresiasikan kesuksesan ku pada orang-orang diluar sana terutama kepada ibuku" curahan karlin dengan air mata yang tak tertahankan


"kenapa kau tidak meminta ayahmu untuk membiayai studimu saja?" tanya frans


"ayahku tidak ingin aku melanjutkan studi ku, semua itu karena ibu tiri ku yang terus menerus menghasut ayahku, padahal adik tiriku saja bisa berkuliah di tempat yang bagus berkat ayah ku tetapi untuk anak kandungnya sendiri dia tidak ingin" curahan hati karlin


Frans hanya bisa menatap raut wajah karlin yang begitu kecewa, hati frans serasa tergerak untuk membantu karlin.


"kau tidak boleh menyerah kau harus berusaha membuktikan pada dunia bahwa kau bisa, dulu aku juga seperti mu ayahku menghianati ibuku dan pergi jauh meninggalkan ku, ibuku hanya terus berusaha dan berusaha agar aku dapat melanjutkan studi ku, dan akhirnyaa..." curahan frans yang terpotong

__ADS_1


"akhirnya?" penasaran karlin


"yah begitulah, jadi kau tidak boleh berusaha" ucap frans


"yah kau Ada benarnya, trimakasih" ucap karlin dengan tersenyum manis


Frans Yang melihat senyuman karlin akhirnya hanya bisa melonggo hingga tidak bisa mengalihkan pandangan.


"dia, dia sungguh manis(terbengong), ah sudahlah mungkin karena mabuk" suara hati frans


tanpa Disadari karlinpun telah menghabiskan semua makanan ituu.


"hah(shok) kau, kau benar-benar menghabiskan makanan ini?" ucap frans dengan rasa tak percaya


"kan sudah ku bilang, jangan meremehkan wanita yang sedang marah dan sedihh" ucap karlin dengan penuh percaya diri


*terbengong*


"hei jangan melamun dan bayarkan semua ini" ucap karlin


karlin yang takut langsung memengang tangan frans, ia kawatir jika frans menipu dan tidak membayar semua makanan ini.


"jangan pergi" ucap karlin dengan tatapan curiga


"jangan khawatir aku akan membayar semua ini aku hanya ingin ke toilet sebentar" ucap frans


"tidak kau berbohong! kalo begitu aku akan mengikuti mu" ucap karlin dengan tatapan curiga


"apakah kau gila, aku hanya ingin ke toilet sebentar apa kata orang nanti jika kau bersamaku ke toilet" ucap frans dengan resah


"tidak peduli, aku akan mengawasi mu" ucap karli dengan penuh keyakinan


"tidak ku bilang tidak yah tidak" ucap frans yang mulai merasa kesal

__ADS_1


"rasanya air kencingku sudah ingin keluar aku tidak punya waktu untuk menahannya lagi" suara hati frans


frans yang tidak tahan pun langsung berlari pergi ke toilet.


karlin pun mengikutinya dari belakang dan menunggu frans diluar toilet.


Kencing pun selesai saat hendak membuka pintu. (Kagett)


"kau, apa yang kau lakukan disini?" ucap frans dengan heran


"menunggu mu agar kau tidak lari" ucap karlin dengan raut wajah acuh tak acuh


"owh ya ampun apakah kau sudah gila sungguh memalukan apa yang orang-orang katakan jika melihat seorang menunggu disini?" ucap frans dengan Geram


"kan sudah ku bialang aku tidak peduli, ayo bayar makanan itu" ucap karlin


"dasar keras kepala, semua cewe sama saja" ucap frans dengan kesal


"hei apa kaj bilang? justru semua cowo yang sama aja" bantahan karlin


"hah yang benar saja jika kau berpikir begitu maka kaulah yang salah" ucap frans dengan gigih sambil berjalan kembali


"aku tidak salah memang semua itu benar semua laki-laki itu sama, tetapi jika wanita jelas berbeda, dan jika kau juga berpikir seperti itu juga maka kaulah yang salah" ucap karlin dengan penuh keyakinan


"huh terserah kamu saja!, Pelayann.. ini bayaran nya" ucap frans dengan raut wajah kesal sembari berjalam keluar


"huh baguslah kalo kamu bertanggung jawab, sebenarnya apa pekerjaan mu sehingga kau bisa membeli makanan sebanyak itu, apakah kau seorang pencuri, atau seorang koruptor?" ucap karlin dengan mengikuti frans


"jelaslah aku kan pria yang bertanggung jawab, itu bukan urusan mu mengerti!" ucap frans degan bermuka jutek dan berjalan pergii


"hei tunggu aku kau mau kemana urusan kita belum selesai"ucap karlin


"aku mau pulang! memangnya kau tidak mau pulang?" tanya frans

__ADS_1


"yasudah pulanglah sana, dan jika kita bertemu nanti butalah seakan kau tak pernah melihatku, aku tidak ingin mengenali mu lagi bay" ucap karlin dengan kesal


"yasudah kalo begituh" acuh tak acuh frans (mengingat sejenak)


__ADS_2