
"Eheii" pangilan mendadak dari karlin
"Apa lagi" ucap frans dengan tegas
"Ma-makasi, aku sunguh berutang padamu" ucap karlin dengan canggung
"Benarkah kau berutang padaku? Jika benar maka datang lah ke kantor itu" ucap frans sembari berlari dengan terburu-buru
"Cowo aneh, mengapa dia begitu gigih membantuku untuk melamar dikantor ini?" Penasarn karlin
***
Frans pun telah kembali ke rumahnya sendiri, sambil berbaring tiba-tiba ia mengingat karlin.
"Rasanya sangat nyaman saat mencurahkan isi hatiku kepadanya, dia salah satu pendengar terbaik menurutku" suara hati frans
Di satu sisi Karlin yang sudah pulang ia merasakan hal yang dirasakan oleh frans.
"Cowo itu aku sangat nyaman ketika bercerita dengan nya dia salah satu orang yang pernah ku curahkan isi hatiku ini, dia sungguh baik, rasanya seperti ingin bertemu dengannya lagi" suara hati karlin sembari mengingat kejadian tadi
"Owhh yah ampun karlin seharusnya kau ingat bahwa semua lelaki itu sama, mungkin itu hanya sebuah kebetulan" ucap karlin
'Disatu sisi'
"Huh seharusnya aku lebih berpikir jernih, karena semua cewe di itu sama saja, mungkin dia hanya ingin memerasku, tetapi aku akan mengetesnya nanti, semoga dia datang untuk melamar besok" ucap frans sembari membayangkan kejadian tadi
*Keesokan harinya*
Frans pun bangun dari tidurnya dan bersiap pergi ke kantor, tiba-tiba sebuah pangilan berdering di ponselnya, ternyata itu adalah salah satu kariyawan yang sudah ngos-ngosan untuk berbicara.
"Pak, pak, pak tolong datanglah ada seorang wanita gila yang ingin menerobos masuk menemui mu sepertinya dia ingin melamar pekerjaan, tetapi belum kami ijinkan saat ini dia sedang marah - marah dan protes ngak jelas, ia bahkan ingin menghancurkan perabotan-perabotan disini jika tidak bertemu dengan bos langsung" ucap kariyawan yang telah kewalahan menahan amarah dari seorang wanita yang ingin melamar pekerjaan
"Siapa?(berpikir sejenak), owh sudah aku sudah tau jangan mengusirnya aku akan kesana segera" jawab frans dengan senyuman tipis dan memetikan telepon
"Hump anjing liar itu mengamuk lagi, tetapi baguslah jika dia datang untuk melamar pelerjaan"suara hati frans dengan raut wajah kesenangan
***
Sesampainya dikantor frans pun langsung menuju ke pintu utama dan melihat karlin yang sedang mengamuk.
__ADS_1
"Sudah menunggu lama?" Ucap frans dengan senyuman tipis
*Shokk*
"Ka-kau apa yang kau lakukan disini?, Dan mengapa penampilanmu rapih sekali?" Tanya karlin dengan mimik wajah kebinggungan
"Owhh aku lupa. Aku bos disini kau mencariku kan?" Ucap frans dengan raut wajah kesenangan
Karlin pun memperhatikan wajah frans dengan teliti, seketika shokk
"Ka-kau fransis yardley pemain bola terkenal dan juga pengusaha?" Ucap karlin dengan raut wajah kebinggungan
"iyah itu aku, senang bertemu kembali dengan mu, padahal kau tidak ingin bertemu dengan ku lagi tetapi kau malah mencariku aneh kan?" Ledekan frans
"Aduh bagaimana ini sialan itu semalam berbeda dengan hari ini aku bahkan tidak mengenalnya semalam, aduhh bodoh seharusnya aku menjaga tingkah laku ku, kalo sudah begini apakah aku teruskan saja sikap ku ya, owh ya ampun ini sungguh jebakan aku harus bersikap sopan seolah tidak pernah melihatnya" suara hati karlin dengan raut wajah kebinggungan.
"Sudahlah jangan terlalu canggung biasa saja aku suka sikap mu kemarin" ucap frans dengan ledekan
*Bersikap sopan*
"Kemarin? Maaf pak seperti nya kau sedang mabuk kita baru bertemu kali ini bukan" ucap karlin dengan tersenyum manis
"Hahh sepertinya kau salah, ini kali kedua kita bertemu kan, apakah kau lupa karena mabuk?" Ucap frans dengan ledekan
*Menyerah*
"Yah sepertinya begitu(muka lesu), aku datang kesini untuk melamar pekerjaan apakah aku bisa diterima"ucap karlin dengan raut wajah lemas
"Oke anjing liar kalo begitu ayo masuklah dan berbicara di dalam" ucap frans dengan tersenyum tipiss
"Aku bukan binatang, jangan memangilku dengan sebutan anjing liar, nama ku karlin"ucap karlin dengan amarah
"tidak mulai sekarang kau adalah anjing liarku cup,cup,cup" ledekan Frans
"okeh baiklah ini demi pekerjaan(pasrah)" ucap karlin dengan lesu
"okeh jadilah penurut kali ini yah anjing liar, ayo masuk"ucap frans dengan raut wajah ledekan
"wah ternyata secepat itu menenagkan wanita gila itu" gosip para kariyawan
__ADS_1
Mereka pun masuk kedalam kantor, Alangkah terkejutnya para kariyawan yang berada di dalam saat itu.
"wahhh(mata bersinar), sungguh cantik" ucap para kariyawan pria.
"ayo masuk lewat sini" petunjuk frans
"okeh" jawab karlin
*sesampainya di ruangan kerja*
"okeh jadi apa kemampuan mu?",
"aku lulusan SMK, aku dulu mengambil jurusan teknologi komputer hanya itu kemampuanku tidak lebih" ucap Karlin
"owh baguslah setidaknya kamu punya sedikit kemampuan, mana surat lamaran mu?" ucap frans
"inih" ucap karlin sembari memberikan surat lamaran nya.
dengan teliti frans pun memeriksa surat lamaran itu, "ternyata nilai SMK nya tinggi sekali" suara hati frans sembari memeriksa surat lamaran itu.
"okeh kau diterima sebagai asisten ku mulai sekarang bekerja lah dengan giat" ucap frans dengan tatapan dingin
*Shok*
"A-aku?, jadi asisten?" tanya karlin dengab raut wajah tak percaya
"iyah selamat anjing liar belerjalah dengan giat dan jangan melampiaskan amarah mu pada parabotan-perabotan disini" ucap frans
"heh, yang benar saja aku di angkat sebagai asisten? apakah kau sakit atau kau sedang mabuk?" ucap karlin dengan kebinggungan
"tidak aku baik-baik saja harusnya kau senaglah" ucap frans dengan senyuman tipis
"tidak ini tidak mungkin, mana bisa aku hanya lulusan SMK" tanha karlin dengan gugup dan binggung
"sssttt jangan banyak bicara, mulai saat ini kaj harus menuruti semua perintahku, atau kau tidak mau menjadi asiste?" ucap frans dengan tatapan dingin
"ti-tidak aku sama sekali tidak menolak dengan senang hati aku akan menerimanya, dan aku akan selalu menuruti setiap " ucap karlin dengan tersenyum ceria
"hump mulai saat ini aku akan menyusahkan dirimu sama seperti tindakan mu kepadaku" suara hati frans dengan senyuman tipis
__ADS_1
"hump walau seperti ini aku akan Mengikuti alur cara bermain mu Fransis Yardley aku tau semua laki-laki itu sama saja mereka akan mengambil keuntungan dari kaum perempuan sesuai dengan keinginan mereka, tetapi maaf saja aku sangat berbeda, dulu kau adalah pemain bola Favoritku tetapi sekarang tidak lagi" balasan senyuman yang diberikan karlin
"oke baiklah kalo kau mengerti, sekarang kau boleh bekerja sesuai perintahku" ucap frans dengan senyuma ledekan.