Taming The Fierce Wife

Taming The Fierce Wife
Menjadi asisten nya.


__ADS_3

Waktu terus bergulir setiap detik Frans terus menerus memangil dan menyuruh karlin hinga membuat karlin sangat kewalahan.


"ini belum seberapa tetapi kau sudah kewalahan, apa ini yang dimaksud dengan berusaha" ucap frans dengan tatapan dingin


"lelaki sialan ini apa dia sengaja tiba-tiba begitu gigih menyuruhku melamar di kantor ini agar dia bisa menyuruhku sepuasnya, Huh tapi aku tidak boleh menyerah, dia benar ini belum seberapa aku akan menang dalam perangkap mu" suara hati karlin dengan ekspresi kesal


"oh pak maafkan aku, aku sama sekali tidak kewalahan justru dirimulah yang memberikan tugas terlalu sedikit untuk ku sehinga aku jadi malas" ucap karlin dengan penuh percaya diri.


"Aku suka dengan tekad mu itu, oke jadi sekarang bekerjalah dengan giat masih banyak tugas untuk mu. padahal aku ingin menawarkan mu untuk beristirahat tatapi karena melihat mu sangat kuat dan percaya diri jadi yah sudahlah" ucap frans dengan senyuman ledekan.


"ihh(mengertakan gigi), lelaki sialan ini benar-benar menguji ku rasanya emosi ku ini ingin meledak, tapi tidak kali ini aku harus benar-benar profesional" suara hati karlin dengan penuh amarah

__ADS_1


...****************...


Waktu demi waktu, suruhan demi suruhan membuat karlin sangat lemas dan lemah walau ia berusaha sekuat tenaga untuk tetap kuat, tetapi mau bagaimana pun ia adalah seorang manusia yang mempunyai titik kelemahan dimana ia sudah tidak sanggup.


dengan rasa lelah yang telah menyusuri tubuh karlin pun akhirnya tertidur di meja kerjanya.


"karlin, karlin, bisakah kau bawakan aku segelas air" ucap frans yang telah memangil karlin berulang-ulang kali.


karena tidak ada jawaban dan respon sedikit pun dari karlin, frans pun khawatir dan pergi memeriksa.


Dengan sengaja frans menunggu hinga larut malam agar semua kariyawan pergi sehingga ia bisa mengendong karlin pulang. "huh ternyata kamu berat juga tidak heran karena cara makan mu yang brutal itu" ucap frans sembari mengendong karlin dan memasukannya di dalam mobil.

__ADS_1


Frans pun bersiap mengantarkan karlin ke rumah karlin, tetapi frans sama sekali tidak mengetahui alamat rumah nya. saat itu rasanya frans ingin membangunkan karlin yang waktu itu tertidur pulas dibahunya untuk menanyakan alamat rumahnya, tetapi karena rasa empati dan ketidak enakan, tanpa berpikir panjang frans langsung menyuruh supir mengatarkan mereka pulang ke kediaman frans.


"Antarkan langsung tepat dirumahku" ucap frans


"Baik pak" .


...----------------...


sesampanya di rumah, frans pun mengendong karlin masuk ke kamar miliknya untuk mengistirahatkan karlin. Tak disangka karlin yang tak sadar memeluk erat frans dengan sekuat tenaga, "he,hei lepaskan" ucap frans dengan memasang mimik wajah kebingungan.


"Frans ma-makasih aku sangat bahagia bisa diterima bekerja ditempat mu" ucap karlin dengan nada lembut dan tak sadar.

__ADS_1


"huh dasar kalo begini rasanya tak tahan, tetapi aku harus tetap kuat agar hal buruk tidak terjadi nantinya. lihat daja besok aku akan meledeknya" ucap frans dengan senyuman tipis.


keesokan harinya karlinpun tersadar dan membuka matanya perlahan dan kebinggungan.


__ADS_2