
Haii Nama aku Muhammad Zam Zam Arum Dinata. Zam, yah Zam adalah nama panggilan dalam kehidupan sehari-hari di desa. Zam lahir di desa terpencil yang jauh dari hiruk pikuk keramaian desa itu bernama Desa Semangat baru , yahh itulah sebutan desa yang menyuguhkan pamandang yang sangat indah dan sangat menakjubkan bagi siapa saja yang memandanginya. Ayah Zam bernama Jumadir yang berprofesi sebagai petani yang dikenal masyarakat setempat suka membantu dan menolong sesama. Ibu Zam bernama Sari Duma yang merupakan cucu dari seorang pahlawan Daerah Bapak Duma yang gugur dalam memperjuangkan daerah tanah kelahiran kami. Zam adalah anak terakhir dari tiga bersaudara yang memiliki dua saudara perempuan yang bernama Winda Andini dan Wulan Lestari. Zam adalah anak yang pandai selama menempuh pendidikan dari Sekolah Dasar Sampai sekolah Menengah Atas selalu menjadi juara kelas. Pada saat zam duduk di bangku sekolah menengah atas dia menjabat sebagai ketua OSIS dan menjadi idaman para wanita selain itu juga dia perna menjadi perwakilan daerah untuk mengikuti Olimpiade di tingkat provinsi dengan Mata pelajaran Geografi. Inilah yang menjadi poin tambah bagi zam sehingga banyak di incar para wanita di sekolahnya. Tetapi Zam merupakan cowok yang dingin, cuek, pemalu bahkan dekat dengan wanita dia bisa saja keringat dingin. Namun di balik sifatnya itu Zam sangat perduli dengan lingkungan sekitar tanpa memandang siapa orang tersebut. Hal inilah yang menjadikan kaum hawa berlomba-lomba untuk mencari perhatian Zam dan berharap ingin menjadi pacarnya. Zam dinilai sebagai cowok sempurna dan idaman. Zam juga anak yang sangat religius dalam menjalankan kepercayaan yang dia yakin, sebagai seorang muslim dia senantiasa taat dalam beribadah dan menjalankan tuntunan agama dengan baik. Waktu terus berlalu tibalah saatnya tahun ajaran baru dan disinilah kisah Zam bermula.
Nantikan episode selanjutnya