
Setalah kejadian itu pertemuan pertama antara Rima dan Zam, Rima akhirnya bertekad untuk mengejar dan mendapatkan hati si penerimaan berkasnya siapa lagi kalau bukan Zam.
Acara penerimaan peserta didik baru terus dilanjutkan Tibalah Nama Riska Andira Fadillah. Berkasnya lagi lagi ditangani oleh zam. Ketika memeriksa berkas Riska, zam bingung dengan domisili dari Riska
Oh iya Riska adalah calon siswi yang baru saja pindah dari Sulawesi Selatan dikarenakan orang tuanya dipindah tugaskan di daerah Begawan solo dan SMAN yang dekat dari rumah komplek dia tinggal adalah SMAN 5 Dharmawangsa.
Lanjut Dengan permasalahan Berkas lokasi domisili tersebut yang tidak sesuai dengan Tempat tinggal sekarang dengan lokasi yang tertera di kartu keluarga milik Riska, Akhirnya Zam Bertanya ke Riska.
"Dek Riska ke sini dengan siapa? Tanya Zam
Riska menjawab dengan ibu saya kak, ujar Riska
Zam : Apakah dek Riska boleh panggil ibunya untuk menghadap
Riska : Boleh kak".
__ADS_1
Akhirnya Riska keluar dari ruang penerimaan untuk memanggil ibunya sesuai dengan permintaan dari Zam. Beberapa menit kemudian Riska dan ibunya sudah ada di depan meja dimana Zam duduk.
"Permisi Nak, ucap Ibu dari Riska,
Iya bu silahkan duduk, ujar Zam".
"Oh iya bu....ini berkas di domisili ibu tidak sesuai dengan kartu keluarga ibu jadi mohon maaf Bu, Dek Riska tidak bisa mendaftar kecuali kartu keluarga ibu sesuai dengan Domisili ibu di wilayah Begawan solo ini, penjelasan Zam kepada ibu Dewi, ibu dari Riska.
"Jadi apa yang seharusnya saya lakukan nak ? tanya ibu Dewi".
"Begini bu apakah ibu mempunyai kartu keluarga yang sesuai dengan domisili sekarang ibu ? Tanya Zam".
Hidup ku kini tiada arti bagaikan burung di dalam sangkarnya ku ingin bebas dari derita derita mama tolonglah diriku, Nada panggilan benda pipih dari ibu Rima.
"ibu rima : sebentar yahh nak zam ibu angkat telfon dulu.
__ADS_1
iya bu silahkan jawab, zam".
setelah mengangkat telfon ibu Dewi ingin meminta izin kepada zam dan Riska untuk pulang duluan karena ada urusan penting
"Nak Zam, ibu titip Riska yahh soalnya ibu mau pulang duluan ada urusan penting, ujar ibu Dewi
Zam : iya bu, silakan".
Dalam hati Riska ibu kenapa sih pakai acara penting segala, mana lagi pakai acara nitip segala emang aku ini barang apa di titip Hahaha, tapi yahh sudah lah kemungkinan ada hal penting yang ibu harus selesaikan.
Akhirnya ibu meninggalkan Riska dan semua mata orang dalam ruangan itu tertuju pada Riska dan zam.
keduanya bingung kenapa semua mata terjun pada mereka berdua. Namun hal ini tidak terlalu dipikirkan oleh zam dan tetap melanjutkan pekerjaannya. setelah semuanya selesai ketua panitia ibu dina, menyuruh Riska untuk meninggalkan Nomor kontaknya dan dicatat oleh zam atas perintah dari ketua panitia
Sedari tadi ibu Dina selalu panitia menyimak percakapan antara ibu Dewi, Riska dan zam sehingga mengambil inisiatif untuk meninggalkan nomor kontaknya jika nantinya ada kendala mengenai berkas Riska.
__ADS_1
Disini Zam sangat cuek mengenai nomor kontrak yang Riska tinggalkan dan langsung menyerahkan kepada ibu Dewi.
Nantikan episode berikutnya akan semakin seruh