
Hari ini tepatnya adalah hari selasa, yahh hari ini adalah hari pertama dimana siswa siswi baru mengalami masa Orientasi Sekolah yang sering juga disebut dengan masa pengenalan lingkungan sekolah.
Semua pengurus OSIS ikut serta dalam masa pengenalan Lingkungan sekolah yang merupakan tangan kanan dari pihak sekolah.
Zam sudah sedari tadi pukul 06.30 sudah ada di sekolah dikarenakan dia harus sebagai contoh dan panutan dari peserta didik baru agar apabila sudah resmi menjadi siswa-siswi di SMAN 5 Dharmawangsa mereka tidak akan datang terlambat ke sekolah.
Begitu dengan Riska dia juga datang lebih awal ke sekolah dengan memakai atribut kelengkapan yang harus di pakai selama masa orientasi sekolah, sengaja Riska datang lebih awal karena dia takut kena marah dari Anggota OSIS atau kakak pendamping Gugusnya. Yahh kakak pendamping gugus Riska bernama kak Aulia putri Iskandar yang memiliki paras cantik.
Seluruh peserta didik baru semuanya di arahkan ke lapangan upacara untuk mengadakan Apel pagi sekaligus Acara pembukaan masa Orientasi Sekolah oleh kepala sekolah.
"Apel pagi akan segera dimulai surat khas dari MC "
MC : pemimpin Apel dipersilahkan memasuki lapangan "
yang jadi pemimpin Apel adalah ketua OSIS siapa lagi kalau bukan zam.
" MC : penghormatan kepada pemimpin Apel, dipimpin oleh pemimpin barisan paling kanan.
"kepada pemimpin apel hormat grak, tegap grak suara khas dari pemimpin regu paling kanan"
"MC : pembina apel dipersilakan memasuki lapangan, barisan disiapkan". kepala sekolah sebagai pembina apel memasuki lapangan barisan disiapkan oleh Zam.
"MC : Amanat......".
Pada amanat kali ini Kepala sekolah mengucapkan selamat datang kepada calon peserta didik baru sekaligus membuka masa orientasi Sekolah dan berharap kepada seluruh peserta didik baru agar mematuhi aturan yang berlaku selama masa orientasi Sekolah.
Setelah selesai melakukan apel seluruh peserta didik baru diberikan waktu istirahat selama 5 menit di dalam ruangan gugus didampingi oleh kakak pendamping gugus mereka masing-masing.
Setelah istirahat 5 menit Agenda acara selanjutnya adalah masa pengenalan kakak pendamping gugus, dilanjutkan dengan perkenalkan diri dari masing-masing peserta didik baru dengan menyebutkan Nama lengkap, Tempat tinggal, asal sekolah, dan juga hobi mereka.
Riska berada di gugus 2 Yang didampingi kakak pendamping Aulia putri Iskandar sedangkan Rima berada di Gugus 1 yang didampingi oleh kakak Ika Natassa.
Setelah agenda perkenalkan antara kakak pendamping gugus dan peserta didik baru selesai, saatnya Zam berkeliling ke setiap gugus untuk memperkenalkan diri kepada para peserta didik baru.
Zam awalnya masuk di gugus Rima memperkenalkan diri, selama zam memperkenalkan diri Rima tidak pernah mengalihkan pandangan dari zam.
Setelah dari gugus Rima selanjutnya sama beralih ke gugus Riska. ketika zam masuk dan memperkenalkan diri di gugus dua dia melihat Riska berada duduk di bangku paling depan, namun Zam cuek dan langsung memperkenalkan dirinya, zam beralih ke gugus lain untuk memperkenalkan diri hingga sampai ke gugus terakhir yaitu gugus 7.
__ADS_1
Setelah perkenalkan Ketua OSIS agenda selanjutnya adalah materi pendidikan dan karakter yang akan dibawakan oleh bapak Irwan Syah Rukmini yang berada di gugus 2 tempat dimana Riska berada, dan yang parahnya lagi adalah zam bertugas menjadi pendamping pak irwan selamat membawa materi di gugus Riska.
Bel pun berbunyi menandakan waktunya memasuki waktu ISOMA ( Istirahat Shalat dan makan). bahasa lohh tong dalam amat haha.
Riska bergegas mengambil mukena kemudian menuju ke mushola sekolah bersama dengan Nuryanti teman duduk Riska mereka saling kenal satu sama lain karena mereka sebangku.
Di mushola Riska bertemu dengan zam dan mereka tidak sengaja bertatapan satu sama lain yang membuat Riska tersipu malu, berbeda dengan Zam yang terkesan cuek, dan langsung mengalihkan pandangan dari Riska.
Di sisi lain, Rima mencari keberadaan Zam untuk mencari perhatiannya namun Rima tak kunjung menemukan zam. "yahh mana bisa Rima temukan Zam sedang si ketua OSIS cuek itu ada di mushola", dasar Rima si tukang cari perhatian.
sehabis sholat Zam bergegas menuju kantin untuk mengisi perutnya yang sedari tadi meminta untuk di isi, cacing pun sudah bergoyang dan menari menandakan bahwa Zam lapar.
sampainya di kantin sekolah Zam memesan satu porsi nasi kuning lengkap.
"Zam : Tante Gina pesan satu porsi nasi kuning yahh yang seperti biasa". Tante Gina ini adalah keluarga dari ibu Zam jadi sudah tau selera Zam gimana.
"Tante Gina : Iya Zam, tunggu sebentar yahh. soalnya kantin tante lagi ramai nih".
Zam mengerti dengan keadaan tante Gina yang sedikit kewalahan melayani pembelinya dikarenakan pelanggan kantinnya ramai selain itu juga menu-menu yang disajikan semuanya enak dan suasana kantin bersih sehingga menjadi daya tarik pelanggan, harganya pun terbilang murah. Akhirnya zam membantu tante Gina untuk melayani pelanggan tante Gina walaupun Zam sendiri sangat lapar namun dia kasihan kepada tante Gina.
setelah selesai membantu tante Gina, Zam makan di dekat meja depan pintu masuk kantin yang berhadapan dengan meja tempat Rima makan.
Rima : "permisi kak Zam apakah saya boleh duduk di sini"? tanya Rima kepada Zam.
"Zam : duduk aja lagian ini juga kantin tempat umum jadi siapa pun boleh duduk di sini". Jawab Zam tanpa memperdulikan siapa yang sedang sedang mengajak dia ngbrol dan tetap fokus menyantap makanannya.
Rima yang seketika langsung duduk dan mencari perhatian zam.
"Oh iya kalau boleh tau kak zam tinggal di mana? ", tanya Rima.
Namun zam meninggalkan Rima tanpa menjawab pertanyaannya dan bergegas menuju pemilik kantin untuk membayar makanan yang ia makan tadi barusan. Tante Gina sudah selalu berkali memberitahu kepada zam, agar zam tak perlu untuk membayarnya, Namun zam tetap selalu membayar makanan yang ia makan walaupun tante Gina selalu melarangnya. Hal ini yang membuat tante Gina sangat sayang pada zam dan menganggap zam seperti anak kandungnya sendiri.
satu jam telah berlalu waktu istirahat telah usai dan seluruh peserta didik baru menuju ke gugus masing-masing untuk melaksanakan agenda selanjutnya.
Agenda selanjutnya adalah materi kepemimpinan yang akan dibawakan oleh ibu Fitriati Shamin yang merupakan guru yang paling disiplin, menakutkan namun apabila kita mengenalnya dia adalah guru yang sangat penyayang bagaikan orang tua sendiri di rumah yang kapanpun kita boleh untuk curhat kepadanya apabila sedang ada masalah.
pukul 16.00 bel pun berbunyi dan materi yang dibawakan oleh ibu Fitriati juga sudah selesai dan juga sudah keluar dari ruang kelas Rima.
__ADS_1
sebelum pulang Seluruh pendamping gugus termasuk gugus Rima dan Riska diberikan arahan bahwa di hari kedua masa orientasi Sekolah sampai hari terakhir seluruh peserta didik baru harus mendapatkan semua tanda tangan dari pengurus OSIS yang berjumlah 19 orang, dan jika tidak akan mendapatkan hukuman di hari terakhir masa orientasi Sekolah nanti.
seluruh peserta didik baru dipersilahkan pulang ke rumah masing-masing.
Zam selalu pulang paling akhir di sekolah dikarenakan harus menyelesaikan berkas rekapan setiap harinya. ketika zam hendak pulang dan keadaan Sekolah sudah kosong Di depan gerbang Sekolah ada seseorang yang sedang gelisah menunggu. zam menghampiri dan ternyata Riska.
Zam : "Dek Riska kenapa belum pulang yah? " tanya Zam.
Riska : " oh ini kak saya lagi nunggu ayah saya jemput, katanya sudah berangkat dari tadi tapi belum juga sampai ".
Zam :" oh.. kalau begitu aku temani nunggu yahh soalnya ini masih di depan Sekolah dam masih tanggung jawab saya", ucap Zam.
Riska : " tidak usah kak, jawab Riska ".
Zam : " that's okay, lagian rumah aku dekat dari sini kok".
Lima belas menit kemudian ayah Riska akhirnya tiba. Ayah Riska bernama pak Rudi.
Ayah Riska : "maafkan ayah yah nak, karena terlambat ******, soalnya pas lagi di jalan menuju ke sini tadi ban mobil milik Ayah bocor, dan harus ke bengkel dulu".
Riska : " iya ayah tapi lain kali konfirmasi ke Riska, agar Riska pulang naik ojek atau taksi, oh iya pah kenalin ini kak zam ketua OSIS di sekolah ini,
Ayah Riska : " halo nak zam kenalin saya Ayah dari Riska, Panggil saja om dengan sebutan Om rudi"
Zam : "halo om saya zam".
Ayah Riska : " terimakasih kepada Zam karena telah menemani Riska menunggu, ohh iya nak zam rumahnya di mana pulang sama om saja naik mobil om, tawaran ayah Riska".
Zam : "Tidak usah om rumah saya dekat dari sini kok, jawab zam".
Ayah Riska : " kalau begitu om duluan yahh sekali lagi om terimakasih ".
zam : " iya om sama-sama ".
setelah itu Riska dan Ayah masuk ke dalam mobil dan berlalu dari pandangan Zam, Zam juga pulang menuju ke rumahnya dan mempercepat langkahnya karena ia merasa sangat lelah hari ini.
Di dalam mobil ayah Riska memuji kebaikan dan akhlak mulia dari Zam, yang tidak mau meninggal perempuan sendirian. Riska yang mendengar pujian dari ayahnya senyum-senyum atas apa yang ayahnya katakan mengenai perihal Zam.
__ADS_1
...Mohon dukungannya yahh, semoga karyaku dapat menghibur kalian terimakasih 🙏...