Terjebak Cinta Pria Yang Ku Benci

Terjebak Cinta Pria Yang Ku Benci
Cinta bersembunyi dibalik tirai benci.


__ADS_3

Hai,jumpa lagi.Aku akan menemani kakak membaca sampai selesai.Jika sudah selesa,tinggalin jejak ya...Terima kasih... I luv U readers


-\*-\*-\*-


Tapi masih ada satu masalah yang belum bisa ku pecahkan mengenai pekerjaan Bapak.Aku tidak tau Bapak bekerja dimana,bekerja apa dan pada siapa karna Bapak tidak mau cerita.Aku ingin mencari tau,tapi Bapak melarang ku.Bapak hanya bilang,'jika pekerjaan nya halal dan ringan,tapi digaji besar'.


Jenis pekerjaan apa yang seperti itu?.Pekerjaan ku saja menguras pikiran ku dan energi ku walaupun gaji nya cukup lumayan.


Ya,sebagai Customer Service di Bank gajiku cukup lumayan bisa mengurangi beban lbu dan Bapak.Ini semua berkat pengorbanan Bapak aku bisa bekerja di Bank bermodalkan ijazah Sarjana yang biayanya tidak sedikit sampai Bapak menjual angkot yang menjadi sumber utama mata pencaharian Bapak,demi biaya kuliah ku itu,dan Bapak pun sampai bekerja pada orang lain,yang aku tidak pernah tau siapa majikan Bapak.


Mengingat pengorbanan Bapak itu aku jadi merasa bersalah sudah menyusahkan orang tua dari aku kecil sampai sekarang.Oh Tuhan!.Rasanya aku seperti punya hutang yang tidak akan bisa ku bayar lunas.Dan tiga tahun berlalu,tapi penyesalan ku masih tetap ada.Seakan ini hukuman dari Tuhan atas perbuatan ku yang pernah aku lakukan.


Tapi aku sedikit lega,tidak lama lagi Aku akan menikah,dengan begitu akan mengurangi beban orang tua dan lepas juga tanggung jawab Bapak pada ku.


Aku masih ingat ketika dulu baru lulus kuliah.Aku ingin mengubah fisik ku yang tidak enak dilihat dulu sebelum melamar pekerjaan karna aku tidak percaya diri.


Aku sampai mengikuti program diet,sedot lemak,rajin ber olahraga,perawatan tubuh dan mengatur pola makan,demi mendapatkan fisik yang menarik,postur tubuh yang ideal agar mudah mendapat pekerjaan.


Karna di era sekarang penampilan fisik dan skill prioritas utama yang bisa membuat cepat diterima kerja.


Untuk mewujudkan itu,akan butuh waktu lama,harus melewati proses yang panjang dan berjuang keras karna semua tidak bisa didapatkan dengan instan.Tapi perjuangan ku tidak sia-sia karna dalam waktu kurang lebih 3 bulan tubuh gempal ku menyusut hingga lebih dari 25 kg.Semula 77,sekarang 51,dan Aku bangga kini memiliki tubuh tidak se gempal dulu.Bahkan kulitku yang eksotik lebih terang dan tidak segelap dulu,karna Aku rajin perawatan disalon.


Itu sampai menguras isi dompetku.


Tapi Vanny,mahasiswi satu-satu nya yang mau berteman denganku pada masa kuliah dulu mau membantu ku.Kenapa?,karna Vanny bergelimang harta,sekarang saja Vanny punya usaha butik dan menjadi Perancang Busana.Sedangkan aku hanya CS di Bank.


Sayang seribu sayang,Vanny itu adik sepupu dari pria yang abaikan perasaan ku sewaktu-waktu,Aku pun bisa bertemu dengan pria itu.Tapi nafas ku sedikit longgar,karna pria itu pergi menimba ilmu di lnggris.Aku pun senang bisa menata kembali hati ku yang pernah porak-poranda.


Tapi jika pria itu kembali maka akan kacau jadinya.Mungkin tirai yang menyembunyikan cinta ku akan tersibak kembali,sehingga cinta yang tersembunyi dibalik tirai itu,bisa keluar kapan saja.


-*-*-*-


Mutia menatapi sosok yang baru saja keluar dari mobil,di kejauhan dan tangannya merentang begitu sosok itu berjalan kearahnya yang tak lain putra nya,Arken."Ken sayaaang".


Arken berlari ke pelukan Mama nya yang berdiri diteras.Rupanya sudah menunggui nya pulang sejak tadi."Aku pulang Ma".


"Oh,putra kesayangan Mama".Sangat lama sekali Mutia memeluk Arken seolah tak ingin lagi berpisah dengan anak semata wayangnya yang begitu la sayangi.


Mutia menatapi wajah putra nya memastikan jika benar putra nya telah kembali."Benarkah ini putra ku,Ken?.Aku tidak sedang bermimpi kan?".


Seolah masih tak percaya juga jika yang ada dihadapannya ini putra nya sendiri.

__ADS_1


"Benar! ini putra ku,Ken!.Ini putra ku".Kening dan pipi Arken dikecup nya bertubi-tubi penuh hasrat merindu.


Iris Mutia yang memancarkan cahaya berbinar,menatapi netra putra nya yang legam.


"Mama merindukan mu,nak".Karna terlalu begitu merindu,Mutia sampai meraba wajah putra nya yang kian tampan dan tinggi."Kamu telah kembali,nak.Selamat datang sayang!".


Arken hanya mengukir seulas senyum melihat Mama nya bahagia akan kepulangannya dari London." Ayo! kita masuk Ma.Aku lelah".


"Baiklah.Ayo! sayang.Bersihkan dirimu dulu lalu istirahat sejenak kemudian makan.Mama sudah siapkan makanan kesukaan mu".Mutia menggaet lengan Arken yang terlihat lelah dan menemani Arken sampai masuk kamar.


"Mama tunggu di meja makan ya!".Mutia kembali ke dapur,membiarkan Arken melepas lelah nya sejenak dan meresfresh kembali tenaga nya.


Arken mencium aroma tubuhnya yang bau keringat.Ia butuh mandi dan meresfresh ulang tenaga nya kembali.Arken mengambil bathrobe di dalam kontainer susun berisikan khusus perlengkapan mandinya.Arken menanggalkan pakaiannya lalu memakai jubah mandi nya.


Arken mandi,dan turun kembali ke lantai bawah saat sudah siap.Terus berjalan menuju dinning room,dan mengambil tempat duduk disamping Mutia yang sudah menunggu di meja makan.Bersama Mutia,Arken menyantap makanan.


"Mana Papa,Ma?".Arken tak melihat Papa nya yang sangat dekat dengannya sejak la datang.


Terlahir sebagai anak tunggal tentunya Arken tak memiliki saudara dan sangat kesepian saat ada dirumah.Tetapi rasa kesepian itu Arken kikis dengan mengisi waktunya bermain Bulu Tangkis,Golf dan Catur bersama Papa nya,saat senggang.


"Papa menemui rekan sesama Donatur,untuk menggalang dana perbaikan rumah yayasan".Mutia memaparkan apa yang ingin Arken tau dan kembali menyuapkan makanan ke mulutnya.


Yayasan anak yatim tempat Papa Arken mendonasikan uangnya,mengalami kebocoran hebat dan hampir rubuh akibat bagian atapnya jebol hingga saat hujan,air pun menyergap masuk dan merusak atap.Seisi kamar pun luluh lantak


"Papa sangat menyukai anak-anak,Ken.Karna itu Papa tidak tega jika anak asuh nya sedih melihat kamar mereka yang sudah tidak layak di tempati lagi".Mutia yang pernah mengunjungi yayasan itu,menghela nafas panjang saat mengingat kondisi bangunan yayasan itu hingga anak-anak panti pun diungsikan untuk sementara waktu ke tempat yang lebih aman.


"Aku mengerti Ma".Arken yang tak pernah kekurangan apapun membuang kasar nafasnya mendengar cerita Mama nya.


Bumi yang dipijak nya memang sama dengan anak-anak malang itu,tetapi takdirnya berbeda.Namun Arken tak bisa menyalahkan ketidak adilan dan ketidak setaraan yang dirangkai Sang Khalik.


"Oya sayang.Kapan kamu mau mulai bekerja?".Mutia tak sabar ingin melihat Arken segera menduduki kursi Direktur Utama yang sudah disiapkan Papa Arken.


Pasalnya,Arken harus mengambil alih tugas dan wewenang Dirut sebelumnya yang baru saja pensiun.Jika tidak,pasti akan bermasalah dan banyak hal yang akan terbengkalai.


"Setelah urusan ku selesai dengan Kara".Arken kembali teringat akan pertengkaran nya dengan Kara di seluler lantaran teman nya pernah menangkap basah Kara jalan bersama pria lain.


"Urusan apa?".Mutia begitu penasaran dengan yang terjadi di antara Arken dan Kara,wanita yang sudah Arken pacari selama 5 tahun.


"Hanya salah paham biasa,Ma".Arken tak bisa mengungkapkan masalahnya yang bisa membuat Mama nya bersedih nantinya.


"Ooh,baiklah.Mama mengerti".Mutia kembali makan tanpa berani mengorek lebih dalam masalah Arken dengan Kara yang bisa la pahami jika membina Long Distance Relationship akan menemui banyak kesulitan.

__ADS_1


-*-*-*-


(Aily POV).


"Assalamu Alaikum.Bapak pulang".Bapak pulang tak pernah dengan tangan kosong,pastimembawa makanan.


"Waalaikum salam".Aku pun menyambut Bapak yang membawa sekantong makanan,dan mencium tangan Bapak.


Ku menjamu Bapak dengan secangkir teh hangat,sebagai minuman pendamping dari makanan yang Bapak bawa dan sudah ku siapkan di piring.


"Bapak capek ya?".Kulihat Bapak terlihat kelelahan setelah bekerja dari pagi sampai malam.


Aku masih tidak mengerti sampai sekarang,perusahaan apa dan dimana yang mempekerjakan pegawai nya sampai malam?.


Aku duduk disamping Bapak sambil memijat lengan Bapak."Pak!.Kerjaan Bapak pasti ekstrem ya?,sampai Bapak merahasiakan itu dari aku dan ibu?.Apa mungkin Bapak seorang Mafia?,atau kurir narkoba?".Aku menggoda Bapak agar Bapak mau terbuka soal pekerjaan nya yang misterius.


Bapak tersenyum dicecar lagi pertanyaan yang pernah ku tanyakan."Bapak mu ini tidak punya tampang seperti yang kamu bilang.Bapak cuma ingin kamu tidak banyak pikiran,dan itu Bapak lakukan demi kebaikan mu juga,Lily".


Alibi Bapak hanya itu-itu saja sampai jengah aku mendengarnya.Terkadang rasa penasaran menggelayuti hati,tapi yang ku herankan,aku tidak berani menyelidiki jenis pekerjaan Bapak.Dimana Bapak bekerja,menjadi apa dan bekerja pada siapa.


Ibu pun sama penasaran dan takutnya dengan ku,tapi lbu percaya Bapak.Ibu yakin,Bapak tidak akan berbuat yang aneh-aneh dan tidak akan berani macam-macam.Tapi masih ada yang tidak aku mengerti,jika itu Bapak lakukan demi kebaikan ku sendiri.Aneh kan?.


"Apa sih yang kalian ributkan?".Ibu mengambil tempat duduk di samping Bapak dan memijat lengan bagian kiri Bapak.


Bapak hanya duduk santai,saking menikmati pelayanan yang Ibu dan Aku berikan.


"Bapak tidak mau terbuka,Bu.Bapak terus berkelit soal pekerjaan nya sekarang.Ibu juga pasti jadi curiga kan?".Aku sedikit menyindir Bapak dengan begitu kuharap Bapak akan bicara.


Tapi Bapak tidak merespon ku dan malah cengar-cengir saja saat aku sindir.


"Sudahlah,jangan paksa Bapak mu ini kalau tidak mau bicara.Kasihan Bapak,baru pulang kerja.".


Aku memutar malas bola mata ku saat lbu malah membela Bapak.Bukannya membantu ku atau mendukung ku.


"Tapi Bu,dulu Bapak selalu terbuka.Kenapa tiga tahun belakangan ini?,Bapak sangat tertutup.Seperti menyimpan rahasia saja kan Bu?".Bertahun-tahun Bapak bungkam,Aku pun menjadi kesal.


"Iya juga,ya".Ibu baru sadar dengan perubahan Bapak yang sangat signifikan.


"Bapak akan bilang suatu saat nanti,Ly.Tapi tidak sekarang,ok?!".Akhirnya Bapak mau bicara tapi bukan itu yang ingin ku dengar dari mulut Bapak.


Aku tidak habis pikir,Bapak masih saja menutup mulutnya,seolah ada sesuatu yang Bapak sembunyikan dari ku dan lbu.Entah apa rahasia yang disembunyikan Bapak itu yang dikaitkan dengan ku.

__ADS_1


_-!-_


__ADS_2