Terjebak Cinta Pria Yang Ku Benci

Terjebak Cinta Pria Yang Ku Benci
3.Momen tak disangka.


__ADS_3

(Arken POV)


Mungkin orang lain mengira,pria seperti ku tidak akan pernah bersedih,mudah mendapatkan wanita dan bahagia. Tidak sulit mendapatkan kekasih yang cantik dan setia.Itu memang benar.Awalnya aku bahagia memiliki kekasih yang cantik dan setia.


Lima tahun lalu,Gritania Kara begitu mencuri perhatian ku sampai-sampai aku jatuh cinta.Aku mencoba mendekati Kara yang digilai mahasiswa dikampus.Aku memberanikan diri meminta nomor kontak Kara yang bisa ku hubungi.Aku bahagia Kara sudi memberi ku nomor kontaknya.


Tidak lama Aku dan Kara saling menyapa di udara.Esoknya Aku mengajak Kara bertemu di Rooftop selesai menyimak materi yang diberikan Dosen,dan Kara mengiyakan.Aku lebih dulu sampai di Rooftop.


Aku ingin menyatakan perasaan ku pada Kara.Mungkin ini terlalu cepat tapi aku sudah menyukai Kara sejak lama.Aku pun kembali berlatih,cara untuk menyatakan perasaan ku,dan mengucapkan kalimat yang sudah aku rangkai,yang akan ku katakan pada Kara nanti.


Kuharap aku tidak gugup saat mengatakannya,dan Kara mau menerima ku.Karna aku begitu menyukai dan sangat mencintai Kara.


Tak lama dari kejauhan aku mendengar samar suara langkah seseorang yang berjalan kearahku dari belakang.Aku yakin Kara yang datang.Hatiku dilanda gugup dan gemetar.Ritme jantung ku pun melewati batas normal.


Tapi semuanya berantakan.Kupikir Kara yang datang ternyata Aily,si bayi beruang.Rencana yang ku susun dengan matang terancam gagal total,dan Kata yang sudah ku rangkai sedemikian indahnya menjadi buih.Debaran ini pun menguap menjadi gumpalan kekesalan.


To the poin dengan berani nya Aily bilang,'Aku menyukai mu,Arken'.Itu benar-benar mengejutkan ku sampai membuat darah ku mendidih seketika.Ugh!,rasanya ingin sekali melempar Aily dari Rooftop.


Itu memang yang ingin ku dengar,tapi bukan dari Aily,melainkan dari Kara.


Wahhh,benar-benar menyebalkan.Momen saat itu tidak tepat untuk Aily,karna aku tidak pernah mengharapkan kehadirannya,karna yang ku nantikan adalah Kara.


Aku menelisik bagian tubuh Aily yang tidak menarik sama sekali.Dari ujung rambut hingga kaki,Aily tak ubahnya seperti bayi beruang yang menyedihkan,bukan menggemaskan.Tapi persis seperti yang sering teman-teman gunjingkan.Dan itu memang benar, aku baru menyadari nya sekarang.


Gadis bulat seperti Aily beraninya menyukai ku.Astaga,kurasa sistem jaringan di otaknya error.Aku tidak mungkin menerima Aily.Of course big no!.Teman-teman akan menatap ku dengan sarkastik jika aku menerima Aily.


Aily seperti nya salah paham dengan kebaikan ku padanya.Aku membantu nya,menolongnya dan membela nya tidak lebih dari kasihan.Di mata ku Aily bak seperti gadis yang terasingkan dan pantas ku beri simpati.


Sebagai putra dari seorang yang sering berkontribusi di kampus mensponsori kebutuhan mahasiswa saat lokakarya,Aku tentu harus bersimpati.Apalagi aku ditunjuk menjadi assisten Dosen di kelas ku untuk memberikan materi ketika Dosen ada halangan.


Aku segera angkat kaki dari hadapan Aily saat itu karna muak melihatnya.Ditangga aku berpapasan dengan Kara dan membawa nya ke tempat yang jauh dari Aily.Kondominium menjadi saksi atas pernyataan cinta ku pada Kara,dan Kara tentu saja menerima ku.


Tiga tahun ku lalui dengan bahagia bersama Kara.Saat ku ungkapkan rencana kepergian ku ke London mengejar S2,aku mendapat dukungan penuh dari Kara.Dua tahun berlalu tidak bertemu dan berkomunikasi jarak jauh,hubungan ku dan Kara baik-baik saja dan tidak ada masalah.

__ADS_1


Kara tetap setia menanti ku.Tapi,belakangan aku mendapat email aneh dari akun yang tidak ku kenal dan misterius,jika Kara berselingkuh dan mengkhianati ku dengan pria lain.Astaga,sangat mengesalkan.


Tapi aku tidak bisa percaya begitu saja,mungkin si pemilik akun misterius itu iri melihat kebahagiaan ku bersama Kara.Tapi akan tetap ku pertanyakan kebenarannya dan ku selidiki.Andaikata itu benar, aku harus bertindak.


Hari ini waktu yang tepat untuk mempertanyakan pada Kara.Aku menemui Kara di apartemennya dan menekan nomor sandi yang sudah aku tau.Pintu pun secara otomatis terbuka.Mantap aku melangkah memasuki bilik Kara,tapi sayup ku dengar ******* seorang wanita yang ku kenal itu suara Kara.


Tangan ku mengepal saat dengan brutalnya seorang pria menggerus mahkota wanita yang ku cinta.Ku pikir akun itu hoax dan hanya fake.But that i'ts fact.Aku melihat nya sendiri dan aku percaya si akun misterius itu jujur.


Aku berhasil membongkar aib Kara yang tidak pernah ku duga.Kupikir Kara setia dan sangat mencintai ku.Bohong,ternyata Kara bohong.Kara sudah melukai hati ku dengan janji manisnya yang berjanji akan setia menanti sampai aku kembali ke lndonesia.


Kini aku sadar,Kara tidak sebaik yang kupikir.Ini sangat menyaktikan dan memuakkan.Aku telah dibodohi Kara yang sangat ku cinta selama 5 tahun.Akan ku balas pengkhianatan Kara dan pria itu mulai detik ini.


Aku berlalu membiarkan Kara dan pria itu saling memuaskan hasratnya.Akan ku ingat selalu wajah pria itu di memori ku ini,hingga hari pembalasan tiba.


-*-*-*-


(Aily POV)


Ya Tuhan.Mengapa Aku bisa bangun kesiangan sampai terlambat ke Tower Piramida Bank.Ini semua karna mas Rei membuat ku nyaris begadang semalaman dengan kata-kata gombalnya di udara.


Huuuhhh...Perasaan ku jadi tidak enak saat itu karna pada akhirnya aku yang terjaga semalam harus menina bobokan mas Rei dengan cerita lucu.Terbukti hari ini aku bangun saat matahari merayap naik.


Aku sudah siap dengan seragam ku dan pergi dengan stiletto masih ditangan bukan di kaki.Saat Taksi melintas aku menyetop nya dan masuk.Lagi-lagi aku berulah konyol lagi dengan berias didalam Taksi hingga mencuri perhatian Pak sopir.


Ahhh,sudahlah.Biarkan saja lebih baik aku mematut diri."Pak,ke Tower Piramida ya.Tolong dipercepat".Aku memberikan ongkos taksi yang sesuai dengan argo sebelum aku tiba di Tower.


"Iya mbak".Pak sopir mengikuti rute yang sesuai dig*ogle map.


Aku gelisah belum sampai juga,sementara hari ini Dirut baru pengganti Pak Aslam akan datang. Jajaran eksekutif dan staff pasti saat ini sudah berbaris menyambut Dirut baru.Akulah pasti yang tertinggal dan tidak hadir disana.


Aku masih takut melakukan kesalahan.Sebab aku masih ingat perjuangan ku saat melamar pekerjaan.Sebelum diterima aku harus di trainee dulu.


Aku mengikuti program pengembangan staff yang tahapan seleksinya sangatlah panjang dan menggunakan sistem gugur.Setelah dinyatakan lulus trainee,aku masih harus melewati tahapan pendidikan dan job training di kantor cabang selama berbulan-bulan sampai 1 tahun.

__ADS_1


"Stop Pak".Kaki ku yang polos menyentuh batu granit dan berlari sambil memakai sepatu kedalam lobby Tower yang sudah kosong.


"Aaah..."


Kupikir tidak akan ada masalah tapi yang terjadi,Aku tergelincir dan hak sepatu ku patah.Paling memalukan saat aku terhuyung kebelakang dan membentur dada seseorang.


Astaga,ini benar-benar hari tersial ku! .


"Hati-hati nona".Jika saja orang ini tidak menangkap ku,mungkin aku tidak akan bisa bekerja selama berhari-hari.


Bisa saja aku tersungkur dengan hingga rok ketat ku tersingkap,dan fenoma langka pun terlhat Staff keamanan dan office boy.Beruntung Nasabah belum terlihat wara-wiri di Teller.Tapi suara pria ini sepertinya sangat familiar.


" A'a'a...".Dia telah kembali.Pria yang sangat ingin ku hindari telah kembali hingga debaran tak menentu ini membuat ku kelu dan sulit menyebut nama nya.


Entah takdir macam apa yang Tuhan rencanakan untuk ku.Aku tak mengerti.Sudah begitu lama ku buang jauh koleksi novel horor ku dan ku ganti dengan novel romansa,tapi kini novel horor itu kembali padaku.


"Nona,bisakah kamu berdiri?.Tangan ku kebas".Tidak mungkin,Dia yang menopang ku tidak mengenali ku.Apa itu mungkin?.


Oh ya.Aku bukan Silvira Aily yang dulu lagi.Aku punya wajah baru dan seperti baru dilahirkan ke dunia.Aku tertolong oleh perubahan ku.Aily dulu dan sekarang sangatlah berbeda.


"Maaf!,mas".Aku pura-pura tidak mengenalnya dan bersikap biasa saja.Menyingkirkan rasa terkejutnya dari tatapan pria yang nyaris membuatku pingsan.


Sepatu yang masih ku pakai,kelepaskan dan ku tenteng.Acuh tak acuh aku menjauhi pria arogan itu,sambil sesekali menengok ke arah pria yang masih saja menatap ku keheranan.


Selesai absen Aku mulai bekerja dan mengotak-atik keyboard komputer di meja ku sebagai frontliner.Disampingku Citra menyorot ku dengan tajam.Seakan terheran akan sikap ku yang absurd saat ku patahkan hak stiletto ku.


"Kamu kenapa?,Aily?.Ada apa dengan sepatu mu?".Sepertinya Citra tidak melihat kejadian yang memalukan ku,malah tertarik pada sepatu ku yang tanpa penyangga dan berubah jadi flatshoes.


Pelataran lobby yang luas dan jarak yang cukup jauh dari desk ini pun menjadi kendala Citra tidak bisa melihat dengan jelas.


"Aku cuma bosan dan mau coba sesuatu yang baru".Jawaban ku ini tidak memuaskan Citra hingga terdengar helaannya yang panjang.


Ya,biarlah Citra kesal.Tapi yang ku khawatirkan Dia masih berkeliaran disini.Aku yang masih terkejut tidak berani menoleh ke arah front,jadi tidak tau jika Dia ada disini atau tidak.Mungkin Dia mau menarik saldo di Teller atau di anjungan.Asalkan saja Dia tidak mendekati desk ku.

__ADS_1


_-! -_


Sampai disini saja dulu ya...Pegal nih.Ayo goyang jempolnya dan tekan logo jempolnya...Terima kasih


__ADS_2