
(Arken POV)
Aku menyela waktu istirahat Papa saat bersantai di kursi pijat elektrik,untuk meminta saran Papa mengenai hal yang harus ku lakukan sebagai seorang Dirut sebelum on the way ke kantor.Walaupun Papa tidak berpengalaman menjadi Dirut tapi saran nya sangatlah penting.
"Ikuti kata hati mu,Ken.Intuisi mu harus kuat dan legowo.Jujur dalam bertindak dan adil dalam bersikap.Kepercayaan adalah amanah dan jagalah amanah itu".Itu kata pengantar dari Papa untuk ku sebelum memulai segalanya yang dapat ku cerna dan ku pahami.
Aku bertolak dari rumah ke kantor dengan hati ragu,bisa menjadi pemimpin yang seperti dikatakan Papa.Tapi aku akan berusaha walaupun realisasinya tidak mudah.
Hari pertama kerja ku disambut baik jajaran eksekutif dan staff Bank Piramida.Aku senang dengan sambutan sederhana yang ku anggap meriah ini saat Staff wanita memberiku sebuket besar bunga Angelica yang memiliki filosofi 'inspirasi' seolah aku akan menjadi inspirasi semua staff.Ya,semoga saja aku bisa menginspirasi semua staff.
"Perkenalkan nama ku Arken Pradipta Ardiwinata.Tapi panggil saja aku Arken.Kuharap kita bisa bekerja sama dengan baik dan,terima kasih".Aku tidak segan menyapa dan tidak sungkan menyalami semua staff yang hadir.
Acara ramah tamah selesai,Semua jajaran staff berlalu ke desk masing-masing.Aku pun menuju office ku sebagai Dirut Bank Piramida dilantai atas.Plakat dari titanium berlapis emas bertuliskan nama ku sudah menghiasi desk ku.Kabinet yang dipenuhi dokumen penting berdiri dibelakang desk ku.
Tapi ada sesuatu yang terlupa.Laptopku tertinggal didalam mobil.Aku pun kembali turun dan ke Parking Lot untuk mengambilnya.Sekembali nya dari mobil ke Tower,tepat di lobby Aku melihat nona yang oleng ke belakang dan nyaris menimpaku jika tidak ku tahan.Menopang punggung nona ini malah membuat tangan ku kebas.
Aku mengejutkannya dengan teguranku hingga nona menoleh ke arahku.Jelas bisa ku lihat wajah nya yang mempesona.Tapi lris nya yang pekat,terlihat seperti menyimpan suatu amarah yang terpendam ketika nona menatapku.Aneh!.Tapi itu hanya intuisi ku saja.Mungkin saja nona syok campur malu atau apalah itu aku tidak tau.
Nona terlihat seperti Staff disini dari seragam corak batiknya yang dipakai,dan sepertinya nona datang terlambat karna aku tidak melihatnya saat briefing kilat tadi.
Tapi,ulahnya yang lucu tadi membuatku nyaris tertawa.Nona berjalan ke desk nya tanpa alas kaki.Kurasa nona tidak ingin kejadian tadi terulang kembali.Apapun itu,tapi nona cukup menghibur ku akan kelucuan nya.
Aku terlalu memikirkan nona itu sampai lupa akan niatku.Aku masuk Elevator kapsul dan naik ke lantai 5,yang mana terdapat office ku.
Sementara dilantai 1,Lobby sejurus desk Teller dan CS yang berurusan langsung dengan Nasabah,2,3,4 terdapat kantor Staff Back Officer,Kepala cu,Kepala divisi,BackAuditor,Account officer,funder officer,BO,Branch manager,Eksekutif staff,Direksi dan masih banyak lagi.Setiap lantainya menunjukkan tingkatan jabatan staff.
"Buatkan aku struktur organisasi disini dan cantumkan nama nya sesuai jabatannya".Sesampainya di office aku meminta data nama seluruh staff dan jabatannya agar bisa mengingat nama nya pada sekertaris ku,Caca,yang langsung berdiri saat aku datang.
"Baik Pak.Akan ku buatkan".Caca menyahut tapi tak lupa tetap tersenyum,dan itu yang ku suka dari Caca.
Laptop ku aktifkan dan memeriksa sebentar email yang masuk sambil menunggu Caca membuat tugas yang ku berikan.Lalu ku baca file yang Pak Aslam tinggalkan dimeja agar bisa ku pahami dan ku pelajari.
Yahhh,kerja ku disini tidak jauh dengan belajar di kampus yang melibatkan laptop,kertas dan pena.Seakan aku back to the campus.Tapi aku menikmati momen ini yang baru ku rasakan.Duduk di kursi Dirut rasanya membangkitkan adrenalin ku.
Impian ku sejak sekolah memang berkerja di perbankan,tapi aku tidak pernah berambisi menjadi Dirut.Namun siapa sangka jika sekarang aku duduk dikursi ini.
Mood ku selalu saja berubah Aku tiba-tiba ingin membuka folder yang menyimpan foto-foto Kara,dan foto itu mau ku Delete tapi baru saja ku mau menekan ok,suara ketukan pintu menahan ku.
Struktur organasi di Bank ini pasti sudah Caca print dan akan diserahkan pada ku.
"Silahkan masuk!".
"Permisi Pak".Caca muncul dan memberikan print an yang sudah dibuatnya padaku."Ini yang terbaru Pak,dan nama Bapak tercantum juga".
"Bagus".Tuk kali pertama aku melihat struktur organisasi di Bank ini.Seperti inilah susunannya.Nyaris sama dengan organisasi lain.
"Baiklah,kamu boleh pergi".Volume ku yang penuh tekanan seakan mengintimidasi Caca hingga Caca terlihat segan dan langsung membungkuk lalu undur diri dari office ku.
"Astaga,aku sudah keterlaluan".Sepertinya Aku sudah menakuti Caca,dan aku menyesal akan itu.Aku janji tidak akan mengulangi.
"Huhhh,ok lupakan.Mari lihat siapa saja nama staff disini".Ku simak dengan teliti nama yang kulihat di struktur back staff officer.
__ADS_1
Tapi tidak ada yang ku kenali.Giliran melihat nama salah satu staff frontliner yang sangat ku kenal,kelopak ku terbuka lebar.Kertas ditangan ku pun aku lemparkan.
"Tidak mungkin.Ini tidak mungkin.Dia tidak mungkin bekerja disini.Aku tidak melihatnya saat briefing tadi pagi.Caca pasti salah edit.Aku tidak percaya".Aku begitu frustasi memikirkan nama itu hingga rambutku yang sudah rapi,ku acak-acak kembali.
Untuk membuktikan hal itu aku harus melihatnya sendiri,tapi itu tidak mungkin.Jika Dia tau aku disini,mungkin Dia syok.Oh,tidak.Aku kehilangan akal karna hal ini.
Aku menenangkan diri dengan melihat terik matahari yang menembus kaca.Tarikan nafasku mulai ku atur dan berpikir.
"Baiklah.Tenang Ken.Ini bukan masalah besar.Ayo berpikirlah".
Semua ini cukup menguji kecerdasan otak ku.Tapi duduk saja tidak akan ada gunanya.Aku pun mulai beranjak dari office ku dan turun ke lantai bawah melalui tangga darurat.Jika menggunakan Elevator akan memudahkan Aily melihat ku.
Barisan panjang Nasabah yang menunggu panggilan CS cukup membantu membuyarkan perhatian Aily,hingga Aku leluasa mengawasi Aily di desk 2 frontliner dimana Aily bekerja sebagai CS.
Tapi yang ku herankan bukan Aily yang kulihat di desk itu,dan penglihatan ku tidak mungkin salah.Aku yakin itu bukan Aily,melainkan nona yang nyaris jatuh tadi.
Kulihat kearah Teller tapi Staff Teller pun tidak ada yang mirip Aily."Lalu dimana dia?".
Fokus netra ku mencari wanita berseragam staff CS berwajahkan Aily tapi sama,tidak ada yang serupa Aily.
Mengapa Aily tidak ada di meja nya?,sedangkan tidak ada desk lain dan tidak bisa digantikan staff lain.
"Tunggu!".Ketika OB melintas didepanku,aku terpikirkan untuk bertanya padanya.
"Ya Pak?.Apa yang bisa saya bantu?".
"Ke mana Staff CS Aily?.Kulihat di desk CS 2 itu bukan dia?".
Ahhh,yang benar saja.Nona itu bukan Aily yang ku kenal.OB ini sudah buat aku bingung saja.
"Kamu yakin?".Aku ingin memastikan jika OB ini tidak salah lihat.
"Saya sudah bekerja satu tahun disini Pak.Jadi saya sangat mengenal semua staff".OB berbaju orange ini tidak hanya mengejutkan ku tapi juga membuat keningku mengkerut dan pupilku membesar.
Pantas saja nona itu sangat aneh waktu melihatku.Tapi aku heran,kenapa Aily seolah tidak mengenalku?.Benarkah jika itu Aily?.
-*-*-*-
(Aily POV)
Pertemuan ku dengan Dia begitu menganggu pikiran ku sampai-sampai aku melamunkan Dia sambil mengingat kembali hari itu.Ahhh,kenapa Dia harus kembali?,dan tidak tinggal di London.
"Ly,harus nya kamu datang lebih pagi.Kamu pasti nyesal tidak ikut briefing pagi tadi.Hey,Aily!".Tepukan Citra di bahu ku mengejutkan ku yang asyik melamun.
"Apa sih?".Aku pun jadi kesal sampai melototi Citra.
"Siapa yang kamu lamunkan?.Mas Rei mu?".Citra membuat ku sadar.
Tidak seharusnya aku memikirkan pria lain disaat aku akan menjadi calon istri mas Rei.
"Tentu saja".Dusta ku tidak mau Citra curiga.
__ADS_1
"Aily,Pak Dirut mau memeriksa pembukuan lama hasil cacatan kamu?.Pergi lah ke kantor nya sekarang!".Pak lwan staff Auditor datang mengagetkan ku yang sedang asyik menopang dagu.
"Harus sekarang ya Pak?.Ini masih jam istirahat kan?!.Tunggu sepuluh menit lagi ya.Aku masih mau disini".Dengan manjanya aku merengek pada Pak lwan.
Tapi mungkin aku salah sampai Citra mencubit lengan ku."Dasar Aily.Atasan tidak boleh dimasukan ke daftar tunggu,tau?".
"Baiklah".Sebenarnya aku malas tapi akhirnya pergi juga dan bergegas ke desk ku mengambil buku yang diminta Pak Dirut baru yang di gunjingan para staff wanita di kantin saat makan siang.
Kembali ku langkahkan kaki ku ke kantor Dirut yang belum pernah ku lihat itu.Ku naiki Elevator sambil membawa buku besar.
"Masuk saja Aily!,kamu sudah ditunggu Pak Dirut"Sesampainya di kantor Dirut mbak Caca mempersilahkan aku langsung masuk ke ruang Dirut.
Aku pun masuk setelah mengetuk pintu dan menatap Pak Dirut baru yang berdiri memunggungi ku sedang menikmati teriknya cahaya matahari yang menembus kaca jendela hingga siluet tubuhnya terlihat estetik.
"Selamat siang Pak.Apa benar bapak memanggil ku?".Pak Dirut pun perlahan berbalik saat aku menyapa nya hingga rupa nya terlihat dengan jelas.
"Aaahhh..."Debaran yang aneh menggelayuti jantungku tatkala melihat wajahnya.
Aku tersentak mundur dan buku yang ku genggam terlepas begitu saja.
"Apa kamu mengenal ku,nona Silvira Aily?".
Sementara aku sulit mengatur irama jantung ku,Dia yang tidak ingin ku jumpai lagi berjalan kearah ku dengan senyum mengerikan terukir diwajahnya yang semakin menawan.
Semakin Dia mendekat,dada ku terasa sulit bernafas.Jarak wajah ku dengannya yang begitu dekat,sampai dapat ku rasakan hembusan nafasnya saat menyapu wajahku.
"Benarkah kamu Aily yang ku kenal?".Acuhnya Dia membelai pipi ku sampai mata ku terpejam untuk sesaat merasakan sentuhan tangan nya yang mendirikan roma ku.
Sungguh,sikap nya ini membuatku tergugu,sampai Aku tidak bisa berkata-kata.Aku pun tak mengerti,kenapa harus Dia yang menjadi Direktur utama di tempat ku bekerja disaat aku nyaris melupakannya?.Aku merasa telah dipermainkan oleh Takdir.
"Apa kamu terkejut melihat ku disini?,sampai bibirmu terkunci dan menutup mata?".Kata-kata nya yang ambigu mendorong ku untuk membuka mata.
Bola mata ku dengan miliknya pun bertemu dan saling mengunci.
"Maaf,Pak.Aku tidak mengenal bapak.Nama orang yang bapak maksud mungkin sama dengan ku,tapi aku bukan orang yang bapak kira".Sengaja aku berbohong dan kuharap Dia percaya.
Dia menyeringai dengan sinisnya seolah tau isi kepala ku.Tatapannya nya pun begitu mengiris hati ku."Kamu tidak bisa mengelabui ku Aily.Mata mu!,mata mu berkata sebaliknya".
"Kamu memang benar!.Aku Aily yang hati nya pernah kamu campakkan".Mau tak mau kuakui dan terpaksa ku ingatkan Dia akan penolakannya dulu.
Percuma menyembunyikan jati diriku jika aku dan Dia dibawah atap yang sama.Lambat laun identitas ku sebenarnya akan terbongkar dengan sendirinya,tanpa harus Dia selidiki.
Kupikir Dia akan marah tapi malah merengkuh ku sampai aku sulit melepaskan diri."Aku suka perubahan mu,Aily.Kamu sangat berbeda".
Mendapat pelecehan darinya,keberanianku muncul." Arken!.Lepaskan".Aku memukuli dada nya,tapi Dia masih tidak mau melepas ku.
"Aku minta kamu bersikap sopan saat di kantor".Tatapan ku yang tajamlah yang telah berhasil membuat Dia melepas ku,kesempatan itu ku gunakan untuk pergi darinya dengan tergesa.
Mengingat kejadian barusan rasanya pikiran ku masih sulit mencerna.Sukar ku percaya,Dia begitu agresifnya memeluk ku sementara dulu sikapnya begitu dinginnya pada ku.
What wrong with him?.Dia tidak seperti pria yang ku kenal dulu.
__ADS_1
_-!-_