
Happy Reading Readers... ☺
(Arken POV)
Aku menyadari sesuatu jika Aily begitu membenci ku.Bisa kulihat dari tatapannya sekarang yang menyorot ku begitu tajam.Seolah mengingat sikapku dulu dan siang tadi di kantor.Aku pun menyesal telah melukai hati Aily.Tapi niat ku untuk meminta maaf jika bertemu nanti,akan terealisasi.
"Aily.Bisa kita bicara sebentar?".Aku gelisah melihat Aily tidak bereaksi dan masih terus menatapku sejak lima menit lalu berpapasan di Parking Lot ketika akan pulang.
"Aily.Kamu mendengar ku?".Ku bertanya sekali lagi tapi kulihat Aily malah menangis bukannya bicara.
Berkali-kali ku menghela nafas melihat air mata Aily yang berlinang.Membuat sesal ku mendalam saja.
"Aily.Apa aku begitu melukai mu?.Sampai kamu membenci ku?".Sudah lama berlalu tapi Aily masih membendung rasa yang membuatnya membenci ku.
Aily masih tak menggubris ku.Bahkan tatapannya semakin terasa menghujam jantungku.
"Aku yang pergi atau kamu yang pergi?".
Ku nantikan sebuah jawaban,tapi yang kudengar malah pertanyaan yang begitu menohok dan ambigu.
Aku hanya menelan ludahku tanpa bisa berkata-kata lagi.Kini aku yang diam karna ku tau maksudnya.
"Kamu diam,artinya aku yang harus pergi".Acuh tak acuh Aily akan pergi jika tidak ku cekal lengannya.Karna Aku tidak membiarkan Aily pergi begitu saja.
"Apa penolakan ku dulu begitu melukai mu Aily?".Kulihat Aily terhenyak lalu menepis tangan ku.
"Besok ku titipkan surat resign ku pada mbak Caca".Aily mau pergi lagi-lagi ku mencekalnya hingga mata kami pun kembali bertemu.
"Ku dengar kamu akan menikah.Tapi kenapa kamu masih menyimpan rasa benci untuk ku?.Begitu dalamnya kah kamu mencintai ku?,sampai kamu begitu membenci ku?".Ku cari sebuah jawaban di matanya.Disitu terlihat ada cinta yang bersembunyi dibalik kebenciannya pada ku.
Dengan diamnya Aily ku yakini jika dugaan ku benar.
"Jawab! Aily.Apa yang kamu rasakan?".Sikap Aily yang aneh terus membuatku penasaran.
"Hinaan mu yang menyakiti ku,Arken Pradipta.Perasaan ku pada mu sudah lama pudar,dan kini tinggallah benci".Semakin Aily berkelit,dugaan ku semakin kuat.
Aku yakin,kebenciannya Aily hanya alibi untuk menutupi cinta nya yang tersembunyi.Terlihat dari kesyahduan tatapannya.Entah aku benar atau tidak?.Tapi aku masih tidak percaya.
"Bohong.Aku tau kamu bohong.Tatapan mu tidak bisa mengelabui ku.Aku cinta pertama mu yang tidak bisa kamu lupakan.Benar kan? Aily?".Ironisnya masih tidak percaya dengan a
"Hentikan! omong kosong mu,Arken".Aily menghentak tangan ku yang mencengkeramnya." Aku tidak suka dijadikan lelucon mu".
"Katakan! Aily.Katakan kalau kamu masih mencintai ku?!".Dengan tegas nya aku bertanya.
__ADS_1
Aily tidak mau bicara dan malah memalingkan muka,tapi kembali menatapku."Aku,... aku...".
"Keeen!!!".
Astaga,kedatangan Kara mengacaukan semuanya disaat nyaris Aily akan bicara.
"Ken,sayang.Kenapa tidak bilang kalau sudah pulang?".Kara memelukku didepan Aily sampai kekonyolan nya ini membuat Aily pergi.
Ku seret paksa Kara memasuki mobilku dan membawa nya pergi.Aku akan menuntut balas pengkhianatannya pada ku.
-*-*-*-
Arken terus menyeret Kara sampai memasuki Apartemen Kara lalu mendorong Kara hingga Kara terduduk di sofa dengan kasarnya.Pengkhianatan Kara bersama pria lain tina-tiba terbayang dipelupuk matanya.
Begitu histeris nya Kara dengan perlakuan Arken padanya sampai la tercengang.Sebelumnya Arken tak pernah sekasar ini,selalu memperlakukannya baik dan memanjakannya.
Kara menjadi tak mengerti akan perubahan sikap Arken yang berubah 360 derajat berubah.Kara pun bingung,apa kesalahannya sampai Arken semarah ini.
Niatnya tadi mendatangi Arken ke kantornya untuk memberi Arken kejutan malah perlakuan buruk.Semua itu mengganggu pikiran Kara.
"Ken.Apa ini?.Kenapa kamu menjadi sekasar ini?. Apa salahku?.Jangan begini Ken.Ayo kita bicarakan baik-baik".Kara ketakutan dan duduk dipojokan melihat Arken terlihat beringas.
Sementara Arken berdiri dengan tangan berkacak pinggang pada Kara dengan sorot mata sudah tidak ada aura cinta lagi,yang tersisa hanya kebencian yang meluap-luap.
"Tutup! mulut mu dan dengarkan! aku.Kamu,jangan! pernah muncul lagi dihadapan ku,Kara.Mengerti?!".
"Ken.Aku masih tidak mengerti.Apa yang membuatmu begini?".Kara mendekati Arken yang sibuk mengatur tarikan nafasnya yang memburu.
Kar memangkas jarak,sontak Arken memasang jarak.Arken tak ingin sejengkal pun didekat Kara."ltu tidak penting.Kamu akan terkejut kalau ku katakan alasan nya.Yang jelas,aku tidak bisa melanjutkan hubungan kita".
Rona kebingungan terpancar diwajah Kara begitu Arken memutuskannya nya sepihak dan tanpa alasan yang jelas.
"Tidak! Ken.Kamu tidak bisa mencampakkan ku begini.Pulanglah,kamu pasti lelah.Kita bicarakan lagi nanti".
Kara memasuki kamarnya dan mengunci diri.Membiarkan Arken sendirian dalam keadaan marah diruang tamu apartemennya.Kara tak mau pertengkaran nya dengan Arken berlanjut sementara la juga bingung apa pemicu kemarahan Arken sampai mau memutuskannya.
Arken pun pergi dalam keadaan masih dikuasai amarah.Ingin mengatakan alasan sebenarnya kenapa la memutuskan Kara tapi urung ketika Kara terlihat syok,dan lagipula la tidak memiliki bukti yang bisa dijadikannya Alibi.
-*-*-*-
Ponselnya terus berdering tapi Reifan tak juga menjawabnya malah menatapi nama penelponnya. Reifan ragu menerima panggilan disaat Aily ada bersamanya.
"Apalagi maunya?".Gumam Reifan takut Aily mendengarnya.
__ADS_1
Perhatian Aily jadi teralihkan ketika mencoba kebaya pengantinnya yang sudah rampung dibuat,hasil desain Vanny karna suara deringan ponsel Reifan begitu mengganggunya.
"Mas,siapa yang menelpon mu?.Kenapa tidak dijawab?".Aily keheranan melihat Reifan terkesiap ditanya olehnya.
"Sayang,aku menerima telpon dulu ya.Kamu disini saja ya?!".Bergegas Reifan ke toilet untuk menjawab panggilan karna tak mungkin menjawabnya di depan Aily dan Vanny.
"Ada apa?.Aku sedang bersama Lily.".Nada Reifan sedikit kesal menyapa si penelponnya yang terus mengganggu nya itu belakangan ini.
"Baiklah.Aku kabari jika aku sudah mengantar Aily pulang".Reifan menutup duluan panggilannya dan berkali-kali membuang nafas kasar.
Reifan tak kembali masuk ke butik malah termenung di toilet dan membasuh wajahnya.
"Apa yang harus kulakukan padanya?".Reifan bingung memikirkan wanita yang dikenalnya di Night Club pekan lalu dan minum dengan wanita itu hingga mabuk bersama,sampai kehilangan kesadaran.
Ketidak sadarannya itu telah menjerumuskan nya ke lembah kenistaan yang sangat dalam,yang memicu penyesalan.
"Kenapa aku tidak bisa mengendalikan diri ku malam itu?".Kejadian malam yang panas itu terlintas kembali dipikirannya dan Reifan menyesali telah meniduri wanita lain saat mabuk sedangkan tak lama lagi akan menikahi Aily.
Vanny mengamati kebaya yang membalut tubuh Aily yang terlihat longgar.Padahal kebaya itu dibuat sesuai dengan mengikuti ukuran badan Aily."Ly.Sepertinya berat badan mu menyusut.Kebaya nya agak sedikit longgar.Nanti ku kecikkan lagi ya.Tapi,Kebaya ini sangat cocok untuk mu".
"Aku sedikit stress belakangan ini".Aily menyadari dan merasakan jika berat badannya menurun.Sibuk mempersiapkan pernikahan nya dengan Arken cukup menguras pikiran dan tenaga nya.
"Tapi kebaya nya aku suka.Terima kasih Van".Aily menelisik kebaya nya di pantulan cermin dan mengagumi dirinya yang terlihat memukau dengan balutan kebaya panjang warna Broken White walaupun memang agak longgar.
Tapi Aily terlihat sangat senang dengan kebaya hasil karya Vanny,dan tak sabar untuk bisa memakai kebaya nya dihari pernikahannya nanti dengan Reifan.
Aily mencoba membuka kancing kebaya nya yang kisaran mencapai 15 buah,tapi Aily kesulitan karna kuku-kuku yang panjang."Bantu aku melepaskan kancingnya Van".
Vanny pun membantu Aily sampai semua kancing nya terlepas dan melepasnya dari tubuh Aily.Vanny memasang kembali kebaya Aily di manekin.
"Oya Ly.Apa kamu sudah ketemu Ken?.Ku dengar Ken sudah kembali dan bekerja di Tower yang sama dengan mu".Vanny mengkerut kan dahinya melihat Aily sama sekali tidak terkejut mendengar nama kakak sepupu nya disebut.
"Kamu tidak terkejut,itu artinya sudah.Bagaimana?,apa Ken terpukau melihat mu?,atau malah acuh?".
Tak sengaja Reifan menyimak yang Aily dan Vanny perbincangkan.Reifan pun penasaran mendengar Aily dan Vanny membahas pria yang tak dikenalnya."Siapa itu Ken?.Aku baru mendengar nama nya".
Aily dan Vanny terkesiap dengan kembalinya Reifan yang tiba-tiba dari toilet.
Sedangkan Reifan terheran melihat Aily dan Vanny langsung bungkam dan saling pandang.
"Ada apa gerangan?.Siapa memang yang kalian bicarakan?".Reifan memandangi Aily dan Vanny yang masih terdiam.
Aily pun bergerak cepat menggandeng Reifan dan mengalihkan perhatian Reifan."Bukan siapa-siapa mas.Ayo! mas,antar aku pulang".Bergegas membawa Reifan pergi sebelum urusannya panjang.
__ADS_1
Tidak mungkin la membahas pria yang pernah dicintai nya di masa lalu disaat hari pernikahannya sudah diambang pintu.Walaupun kadar cinta nya pada Reifan tak sebesar pada Arken dulu,tapi la merasa bahagia dengan kehadiran Reifan dalam hidupnya.
_-!-_