
*****
"Beauty"
Dengan senyuman secerah mentari pagi Bima menggeser icon hijau di layar ponselnya.
"Ya sayang?" ujar Bima dengan binar bahagia.
"Mas aku udah nungguin mas di tepi jalan ya, depan ind*mart, jadi mas nggak perlu masuk gang" suara gadis di sebrang sana terdengar sangat lembut.
"Iya.. bentar lagi mas sampe kok" jawab Bima, senyuman kembali mereka di bibir laki laki ini melihat gadis yang sedang berbicara dengannya melalui telpon ini sudah terlihat oleh kedua matanya.
Wanita cantik mengenakan kemeja kantoran berwarna kuning dengan rok span pendek di atas lutut berwarna hitam membuat perempuan itu terlihat sangat seksi apalagi di padukan dengan highhiels 7 centi yang mengalasi kaki jenjang nya yang putih.
"Sayang.. ayok masuk" Bima mempersilahkan wanita yang memang sudah menunggunya di tepi jalan itu masuk kedalam mobilnya.
*****
Serin, 24 tahun mahasiswi jurusan hukum yang sudah 8 bulan ini magang di kantor kejaksaan pusat, Tepatnya ia menjadi asisten Jaksa yang cukup popular di kantor kejaksaan karna kecerdasan juga ketampanannya, ia adalah Bima.
Wajah cantik nan ayu nya memang tak dapat di elak lagi, terlebih bentuk tubuhnya yang terlihat sangat seksi membuat hampir semua laki laki menelan ludah ketika melihatnya.
Berbeda dengan penampilannya yang memang sedikit memperlihatkan bentuk tubuhnya, kepribadian Serin justru terlihat sangat anggun dan elegan, dia juga bukan gadis nakal yang suka menggoda seperti penampilannya.
Memang kebanyakan orang mungkin akan berpikiran buruk tentang penampilannya, namun tidak dengan Bima, mengenal Serin selama 8 bulan ini membuatnya sangat memahami karakter Serin yang baik hati, rendah hati dan tak banyak bicara kecuali dengan orang yang sudah akrab dengannya, sama dengan Bima yang tak mudah akrab dengan orang lain.
Sejak awal bertemu Bima memang sudah terpesona dengan kecantikan mahasiswi magang yang di tempatkan di kantornya ini. Seiring berjalannya waktu keduanya saling menyukai, berawal dari rasa suka di awal pertemuan mereka membuat dengan mudah benih benih cinta itu tumbuh dengan begitu suburnya.
Sudah dua bulan ini Bima dan Serin menjalin hubungan pacaran, tentu saja Serin sudah tau jika Bima sudah memiliki seorang istri, namun setiap Bima menceritakan tentang istrinya yang juga seorang jaksa itu membuat Serin melihat hubungan mereka dari sudut pandang yang berbeda.
Serin merasa bahwa dirinya dan Bima pantas bahagia dan jatuh cinta, keduanya berhak untuk mendapatkan cinta mereka meskipun Bima memiliki seorang istri.
****
"Jangan cuma mandengin ponsel aja oy, ayo berangkat sekarang, sidang kita sepuluh menit lagi!!" Ujar Karin pada Riana yang sedari tadi sibuk dengan ponselnya.
"Bentar, ini mertua gue yang chat" jawab Riana sembari mengetikkan jarinya di layar ponselnya.
"Iya ma, nanti kami akan datang kerumah mama." tulis Riana.
__ADS_1
"Baiklah, Ibu sama ayah kamu juga mama undang, ada sesuatu yang harus kita bicarakan nanti, jadi kalian berdua jangan terlambat ya" balas mama Erin. (mamanya Bima)
"Baik ma, kami tidak akan terlambat" balas Riana.
Chat pun berakhir, dalam batin Riana bertanya tanya, apa yang akan di bicarakan oleh mama mertuanya itu, sehingga mengundangnya untuk datang kerumahnya padahal besok sudah hari minggu dan biasanya dia dan Bima akan mampir kerumah mama mertuanya itu untuk sekedar makan siang atau makan malam bersama.
"Sudahlah, di pikir nanti saja lagi pula Bima kan nanti jemput aku, nanti aku bisa tanya dia"
"Tapi, Bima juga nggak ngasih tau kalau mama ngajak makan malam" Gumam Riana.
"Haish, bikin bingung aja! , sudahlah aku harus berangkat sekarang" Riana segera merapikan berkas berkas yang ia perlukan untuk persidangannya kali ini dan segera mengajak Karin untuk segera berangkat keruang sidang.
***
Sesuai janjinya Bima datang menjemput istrinya saat jam sudah menunjukkan puku setengah 3, Mungkin karna jalanan sedikit lenggang jadi Bima datang tidak terlalu lama seperti perkiraan Riana.
"Nggak salim sama suami??" ujar Bima seketika Riana baru saja masuk kedalam mobilnya.
"Mau aku duduk dulu, apa salim dulu.." saut Riana.
Suaminya ini benar benar cerewet menurutnya, tentu saja Riana sedikit kesal padahal dirinya belum mendudukkan dirinya di mobil Bima sudah mengingatkan untuk salim padanya.
"Hais.. dasar.." Dengan kesal Riana mendudukkan dirinya di kursi penumpang sebelah kemudi, tepatnya sebelah Bima.
"Aku cuma pengen kamu inget terus kalau kamu istriku" ujar Bima sembari hendak melajukan mobilnya.
"Mana.." Riana mengulurkan tangannya meminta tangan Bima untuk ia cium sesuai permintaan suaminya itu tadi.
"Ini.. ini aja.." Bima menunjuk pipinya alih alih memberikan tangannya pada Riana.
Seperti biasa Riana akan memukul pelan bahu Bima setiap kali ia di kerjai oleh suaminya itu., Begitulah pasangan ini menghabiskan hari harinya yang cukup melelahkan, setelah seharian bekerja . Candaan dan gurauan inilah yang menjadi penghilang penat bagi mereka.
Meskipun Bima telah menghianati hati Riana, namun sedikitpun hal itu tidak merubah sikap Bima pada istrinya , sehingga sampai detik ini pun Riana tak pernah berpikiran buruk tentang Bima, Ia sangat yakin dan percaya pada suaminya itu.
"Bim.. mama ngajak makan malam" ujar Riana.
"Iya.. sebenarnya aku yang ngusulin buat makan malam dirumah mama" jawab Bima.
"Ohya?? kenapa??" tanya Riana merasa heran untuk apa Bima mengumpulkan semua orang di rumah mama nya.
__ADS_1
"Adalah, nanti aja kita bicarakan disana" jawab Bima dengan senyuman penuh arti.
"Haish, bikin penasaran aja" ujar Riana dengan bibir yang mengerucut merasa tak puas dengan jawaban suaminya.
"Gausah gitu bibirnya, makin jelek tauuu!!" Bima kembali merasa gemas dengan tingkah Riana.
Candaan mereka pun terus berlanjut sampai kini keduanya sudah sampai dirumah mama Erin, mereka memang tidak pulang kerumah dulu karna jarak kerumah mama Erin lebih dekat dari kantor Riana, jadi mereka memutuskan untuk langsung kesana saja, dari pada harus bolak balik, apalagi mereka memang sudah menyiapkan beberapa baju gabti mereka di rumah mama Erin juga Bu Nia (ibu Riana) untuk jaga jaga kalau keadaan seperti ini terjadi.
Setelah keduanya selesai mandi dan ganti baju kini semuanya sudah siap untuk makan malam bersama, Bu Nia dan Pak Johan juga sudah datang.
Mama Erin dan Papa Ronald menyambut tamu mereka dengan begitu antusias, memang jarang sekali kedua besan ini makan malam seperti ini, sehingga Riana dan keluarganya bertanya tanya apa alasan di balik undangan makan malam ini.
Usai makan malam, semuanya berkumpul di ruang tengah dan menikmati teh hangat beserta beberapa cookies yang sudah di siapkan pembantu di rumah Ronald dan Erin ini.
"Sebenarnya kami mengundang kalian semua datang kesini karna anak saya, Bima ingin menyampaikan sesuatu pada kalian semua" ujar mama Erin denga sopan.
"Ohya? apa nak Bima?" jawab papa Johan langsung mengarahkan pandangannya pada menantunya yang kini sedang duduk di hadapannya itu.
Tak hanya Johan, semuanya pun menoleh pada Bima yang terlihat begitu santai menyeruput teh hangat buatan bibi yang bekerja di rumah mamanya itu.
"Mas? ada apa?" Riana yang tak kalah penasaran dengan yang lain pun langsung bertanya oada Bima dengan antusias.
Bima meletakkan cangkir teh sembari tersenyum pada Riana dengan begitu bahagia.
Riana mengernyitkan dahinya melihat sikap Bima sekarang.
"Ada apa sih Bim? kok kamu seneng banget kelihatannya" seru Riana lagi.
"Sabar doong Ri... " jawab Bima pada Riana.
Bima sedikit berdehem untuk menormalkan suaranya sebelum ia mengungkapkan alasannya meminta sang mama untuk mengundang keluarga istrinya untuk makan malam bersama kali ini.
"Saya mengundang ayah sama ibu kesini, dan juga Riana karna saya ingin menyampaikan hal yang snagat penting untuk kalian semua," ujar Bima sejenak ia mengambil nafas sebelum mengucapkan niatnya.
"Saya ingin meminta izin dan restu kalian untuk menikah lagi bulan depan dengan pacar saya" ujar Bima dalam satu kali tarikan nafas.
*****
(Dasar laki laki nggak punya otak, kenapa dia gak milih waktu dan tempat yang tepat buat bahas begituan!! Kenapa ndak meminta izin pada Riana saat mereka berdua, kenapa malah mengumpulkan semua orang untuk mendengar kata kata kramat itu! Dasar Bima gendeng!!")
__ADS_1
yoook komen.. !!! ayo maki Bima bareng bareng sama author.🤣