TERJERAT ASMARA

TERJERAT ASMARA
Rencana kepindahan


__ADS_3

sang mentari malu malu mulai menampakkan sinarnya. masuk kedalam kamar melalui cela jendela. didalam selimut seorang gadis menggeliat membuka matanya.


"astaga jam berapa ini?!" segera menyingkap selimut dan bangun dari atas tempat tidurnya.


Alana putri, gadis 20tahun yang ceria selalu berusaha mensyukuri apa yang ada didirinya.


setelah siap beberes, segera alana keluar dari kamarnya menuju meja makan. disana sudah ada ayah dan bundanya.


"pagi yah, pagi bun." mencium pipi kedua orang tuanya seraya duduk dikursinya.


"pagi sayang." ucap kedua orang tua alana. "pelan pelan sayang makannya. engak baik tau anak gadis makannya kayak gitu." mengelus pundak putri tercintanya.


"alana udah kesiangan bun, ada kuliah pagi ini." masih dengan mulut penuh makanan dirinya menjawab ucapan sang bunda.


"tapi ini masih kepagian nak. bahkan ayah sama bunda belum berangkat."


"tapi sebelum ke kampus alana ada misi penting bun."


sang bunda hanya menggelengkan kepala dan tersenyum. "ya sudah habiskan dulu makanannya."


"siap bun." tersenyum memperlihatkan deretan giginya yang rapi.


selesai menghabiskan makanannya. segera alana berangkat ke kampus tempatnya selama kurang lebih tiga tahun terakhir tempatnya menimba ilmu.


..


setelah mata kuliah selesai, alana bergegas kekantin bersama kedua sahabatnya.


"guys habis ini nonton yuk." ajak tasya pada kedua sahabatnya.


"boleh.. boleh.. sekalian jalan jalan." sahut tania kegirangan


"na, kamu ikut kan?" tanya tasya yang melihat alana masih sibuk dengan makanannya.


"hah... boleh. aku mah ayok aja. sekalian aku ingin nyari buku." jawab alana selesai menghabiskan makanannya.


akhirnya ketiga sahabat ini menuju salah satu mall yang berada di tengah kota. sambil menunggu jam tayang film yang akan di tonton. mereka memilih melangkah menemani alana ketoko buku yang berada disalah satu sudut mall tersebut.


"memangnya kamu mau cari buku apa sih na?!" tanya tasya, matanya memandang ke segala arah melihat deretan buku yang tertata rapi di rak barangkali ada yang diminati.

__ADS_1


"hehehe... cuma nyari novel sih sya." masih modar mandir memilah buku dirak.


"astaga.. ku kira kamu nyari buku apa sampai seantusias ini." sahut tania


"udah yuk, aku udah nemu nih." ajak alana pada sahabatnya dan berjalan mendahului mereka.


"sya... jangan jangan sahabat kita satu ini sedang jatuh cinta. makanya bacaanya novel sekarang." tania bergunjing dengan tasya dibelakang alana. sementara tasya hanya tersenyum.


"hei...aku masih dengar loh kalian ngomongin aku." sahut alana dari depan tanpa menoleh pada sahabatnya.


'berani beraninya mereka bergunjing dibelakangku.' alana mendengus kesal


dibelakang tasya dan tania hanya cekikikan mendengar ucapan alana.


...


senja perlahan tenggelam berganti dengan sinar rembulan. alana baru saja sampai rumah. dilihatnya kedua orang tuanya di ruang tengah sedang menonton tv. segera alana menghampiri mereka.


"assalamuallaikum..." salam alana pada kedua orang tuanya tak lupa mencium punggung tangan mereka. lalu duduk disamping kedua orang tuanya.


"waalaikum salam." jawaban kompak dari kedua orang tuanya.


"tadi alana jalan jalan sekalian ke toko buku sama teman teman bun."


"ya sudah. mandi terus sholat gih. habis ini ada yang ingin ayah dan bunda sampaikan." mengelus bahu sang putri tunggalnya.


"ada apa bun?!"


"sudah. kamu mandi dulu sana." sahut ayah


"iya yah." alana segera beranjak dari tempat duduknya.


'kenapa mereka? bikin penasaran aja. kira kira apa yang akan ayah sama bunda sampaikan ya.'


alana kembali membaringkan tubuhnya diatas ranjang. memikirkan apa yang akan disampaikan kedua orang tuanya. ditengah lamunannya tiba tiba alana duduk dari pembaringannya


'jangan jangan ayah sama bunda mau menyampaikan tentang perjodohanku! biasanya di novel yang aku baca mesti ada chapter yang seperti itu! argh... enggak enggak... enggak mungkin mereka berpikir seperti itu.'


segera alana beranjak ke kamar mandi, dan melaksanakan sholat maghrib. setelahnya alana kembali menemui kedua orang tuanya.

__ADS_1


"duduk sini nak." bunda menepuk sofa disampingnya agar alana duduk disampingnya.


'tuh kan kenapa wajah bunda serius amat. jangan jangan benar dugaanku.'


"alana, ada yang ingin ayah sampaikan." ucap ayah sesaat setelah meminum tehnya.


"iya yah. ada apa?"


"begini... ayah dan bunda akan pindah tugas ke malang. otomatis kita juga harus pindah kesana." terang ayah menanti reaksi alana.


sesaat alana menghembuskan napas lega. ternyata yang ada dipikirannya tidaklah benar.


"emm... kalau alana ikut pindah sana, bagaimana dengan kuliah alana yah?!"


"tenang nak, ayah sama bunda sudah berdiskusi kalau kamu tetap di surabaya saja. nanti kalau kamu libur atau rindu bisa datang ke malang nak." terang bunda, yang mulai mengambil alih pembicaraan sementara ayah hanya menjadi pendengar saja.


"mak..sudnya alana tinggal dirumah sendirian bun?!"


"enggak dong sayang. mana mungkin kami tega membiarkan kamu tinggal dirumah sendirian."


"lalu?!"


"kamu akan tinggal dirumah budhe mu. kamu masih ingat budhe sinta kan sayang?!"


"hah..? kenapa mesti numpang sama orang bun? alana enggak apa apa kalau harus tinggal dirumah sendirian kok bun."


"sayang budhe sinta bukan orang lain. dia budhe kamu. kakaknya bunda loh. kamu bisa anggap beliau seperti bunda nak."


"tapi bun?!"


"alana... sudah. ayah tak menerima penolakan. ini sudah keputusan ayah." tegas ayah pada alana kemudian berlalu meninggalkan alana dan bundanya.


bunda kembali menenangkan alana "sayang budhe sinta orang yang baik kok. jadi kamu enggak usah khawatir ya."


dengan sangat terpaksa alana menggangguk dan memaksakan untuk tersenyum.


bersambung..


hallo kakak2, ini hasil tulisan pertama saya. mohon saran2 nya agar bisa lebih baik lagi🤗

__ADS_1


__ADS_2