
hari libur tiba, pagi ini bunda dan ayah terlihat sangat sibuk mempacking barang barang yang akan dibawa ke rumah dinas.
mendengar suara suara gaduh dari luar kamarnya, segera alana turun dari ranjangnya. dengan langkah pelan alana menghampiri orang tuanya.
"kenapa dipacking semuanya bun?"
"iya sayang ini akan bunda bawa ke malang." jawab bunda tanpa menatap alana. sibuk dengan barang barang packingannya.
"memangnya disana sudah ada tempat tinggal bun?"
"ada rumah dinas sayang."
"oww." hanya itu jawaban alana, ingin bertanya lebih banyak namun takut dengan ayahnya. namun ragu ragu alana kembali bertanya, "lalu gimana dengan rumah ini bun?"
"bunda sudah minta tolong budhe mu mencarikan orang untuk beberapa hari sekali membersihkan rumah ini. atau syukur syukur kalaupun ada yang mau mengontrak nya."
"kenapa dikontrakin bun? kan sayang rumahnya. lebih baik-." belum selesai alana melanjutkan ucapannya dirinya sudah mendapat lirikan tajam dari sang ayah. membuat nyali alana menciut dan memilih tidak melanjutkan ucapannya.
"mandi dulu sana terus sarapan. nanti bunda antar kamu kerumah budhe mu. bawa barang yang kamu butuhkan saja sayang." sela bunda
"harus hari ini ya bun?" tanya alana dengan wajah ditekuk
"iya nak. udah buruan." ucap bunda sambil melirik sang suami. memberi kode pada alana agar segera menuruti ucapannya.
dengan langkah gontai alana kembali kekamarnya mempersiapkan segala keperluannya. dirinya menurunkan koper dan tasnya, mengepak baju dan buku bukunya.
'selamat tinggal kamar kesayangan. aku pasti akan sangat merindukan kalian.' guman alana pada tempat tidur dan koleksi bonekanya. dia hanya membawa dua boneka kesayangan yang selalu menemani tidurnya.
...
__ADS_1
dirumah budhe sinta.
pagi ini sinta bersama sang suami dan putranya sedang sarapan.
"pah, hari ini rencananya alana diantar dewi kesini."
"hmm.. dewi sama suaminya jadi pindah kemalang?"
"iya pah. tapi mamah senang kalau alana ada disini. mamah enggak kesepian lagi. semenjak dina menikah dan ikut suaminya, mamah jadi enggak ada temannya." ucap sinta sendu.
sementara rahmadi sang suami hanya tersenyum dan menggenggam jemari sang istri.
"Ram, kamu nanti baikin Alana ya dia itu juga saudara kamu." ucap sinta pada sang putra. ramadhan prasetya rahmadi putra keduanya yang sangat sulit bergaul dengan orang yang baru dikenalnya.
"selama dia tidak membuat masalah sama aku, pasti aku akan bersikap baik mah."
"ish.. kamu selalu seperti itu. dengerin mamah ya kalau bukan karena keluarga alana, mamah enggak akan bisa hidup enak seperti ini."
"selalu saja anak itu. kamu mau kemana ram?" tanya sinta, namun sang putera tak memperdulikannya.
"sudah mah biarkan saja." ucap sang suami menenangkan istrinya.
..
seperti janjinya, siang ini kedua orang tua Alana mengantarkannya kerumah sinta.
"mbak Sinta, Dewi titip anakku ya. kalau dia nakal jangan sungkan untuk memarahinya." ucap bunda dewi pada sang kakak saat keduanya duduk disofa ruang tamu
"tenang saja. kamu disana kerja yang tenang aku sudah anggap alana sebagai putriku sendiri kok."
__ADS_1
"makasih mbak."
"iya sama sama. rencananya kapan kalian akan berangkat kesana?"
"awal bulan depan kita sudah mulai tugas disana. ini kn sudah mendekati akhir bulan jadi kita harus sudah pindahan kesana." terang bunda dewi
"ya sudah. hati hati ya kalian disana. serahkan urusan Alana sama aku." ucap sinta pada sang adik.
"Nana, kamu bisa anggap budhe ini sebagai pengganti bundamu disini. kalau ada apa apa bilang saja sama budhe enggak usah sungkan ya. ad Rama juga nanti yang bisa kamu mintai bantuan." mengelus punggung Alana.
"iya budhe makasih."
"sama sama sayang."
setelah kepulangan orang tua Alana, sekarang Alana bersama sang budhe didapur membantu memasak dan membuat kue.
"Na, semoga kamu betah ya disini."
"iya budhe, terima kasih sudah mau menerima Nana."
"ish.. ngomong apa kamu itu. tentu saja lah budhe dengan senang hati menerima kamu. budhe jadi ada temannya. karena semenjak Dina menikah dan Rama sibuk membantu papahnya dikantor jadi budhe enggak ada temannya buat diajak jalan jalan."
"iya sekarang budhe bisa ajak Nana kemana pun budhe mau."
"pasti itu. ya sudah kamu istiraha sana dikamar. biar ini budhe yang terusin." titah Sinta pada Alana.
"iya budhe." segera Alana menuju kamar barunya. tempat baru dimana dirinya melanjutkan mimpi mu ya.
sampai dikamar segera alana merebahkan tubuhnya diatas ranjang.
__ADS_1
'alhamdulillah budhe Sinta baik orangnya enggak seperti bayanganku.' batin alana kemudian memejamkan matanya .