TERJERAT ASMARA

TERJERAT ASMARA
Beruntung dengan kehadiran Alana


__ADS_3

setelah beberapa jam Alana terlelap dalam tidurnya. kini badannya lebih segar. segera dirinya bangun dan membersihkan diri dan melaksanakan ibadah sholat maghrib.


sesaat kemudian Alana keluar dari kamarnya dan mencari keberadaan budhe Sinta yang berada didapur.


"Nana bantuin ya budhe, maaf tadi Nana ketiduran."


"udah enggak apa apa Na, ini juga sudah selesai kok. tadi budhe dibantuin sama bi Sri."


"kalau gitu Nana bantu bawain ke meja makan saja ya budhe." tawar Alana.


"iya terserah kamu sayang."


segera Alana membawa semangkuk sayur sop ke meja makan disusul dengan lauk pauknya.


"ayo Na kita makan duluan saja. budhe enggak tau Rama pulang jam berapa."


akhirnya malam ini Sinta hanya makan berdua dengan Alana karena sang suami sedang tugas luar kota.


"budhe beruntung ada kamu Na, kalau enggak ya selalu kesepian. semenjak hamil Dina jarang kesini. dulu sebulan sekali selalu kesini"


"iya budhe, kasihan lagi hamil soalnya."


"iya makanya itu. kalau Rama nggak bisa diandalin. selain kuliah dia juga gila kerja. semenjak bantuin papahnya di kantor, dia tambah jarang dirumah." keluh Sinta


"memangnya mas Rama sudah semester berapa budhe?" tanya Alana karena sejujurnya dirinya lupa dengan wajah saudaranya itu dikarenakan lamanya tak pernah bertemu.

__ADS_1


"kalau enggak salah semester empat Na."


"loh baru semester empat ya. memangnya mas Rama umur berapa budhe?" tanya Alana semakin penasaran dengan sosok Rama


sejenak berusaha mengingat, "kalau enggak salah sembilan belas Na. memang lahirnya lebih dulu kamu kalau enggak salah. tapi budhe itu bangga sama Rama, dia lebih dewasa dari umurnya." terang Shinta dan Alana hanya tersenyum mendengar penjelasan sang budhe.


'ternyata lebih tua aku ya. tapi kenapa dari kemaren bunda selalu nyuruh aku panggil mas? apa karena budhe lebih tua dari bunda ya. entahlah. ngapain dipikir.' batin Alana


"makan yang banyak Na, sayang kalau enggak dimakan. nanti nangis makanannya kalau enggak ada yang makan." ucap Sinta membuyarkan lamunan Alana


"eh.. iya budhe pasti Alana habiskan kok." jawab Alana.


suasana kembali hening, Alana dan Sinta fokus dengan makanan yang ada dipiring masing masing.


selesai makan Shinta mengajak Alana menonton sinetron kesukaannya.


"hhmm.. enggak terlalu sih budhe. biasanya hanya ngikut bunda aja kalau nonton sinetron.


"oh gitu. liat itu Na, kurang ajar banget itu jadi laki enggak bertanggung jawab." gerutu budhe Sinta


"eh.. iya budhe." jawab Alana, sebenarnya dia merasa sangat bosan karena tak terbiasa melihat sinetron


'hedeuw ternya budhe Sinta juga korban sinetron.' batin Alana


Alana terlihat beberapa kali menguap karena rasa ngantuk bercampur dengan bosan. Sinta yang melihatnya merasa kasihan dan menyuruh Alana masuk kedalam kamar.

__ADS_1


"Na, kalau kamu ngantuk, bobok gih. masuk kamar sana." ucap Sinta


"emang nya enggak apa apa budhe?!"


"ya enggak apa apa sayang. kan udah budhe bilang dari tadi anggap rumah kamu sendiri. jadi kalau kamu merasa bosan atau ngantuk ya enggak apa apa masuk kamar saja." mengelus punggung tangan Alana


"iya budhe. kalau gitu Alana masuk ke kamar ya sekalian ngerjakan tugas."


"iya sayang."


beberapa menit setelah Alana masuk ke kamarnya, terdengar suara deru motor dari depan. terlihat Rama membuka pintu dan menghampiri sang mamah yang sedang menonton tv.


"assalamualaikum mah." ucap Rama mencium punggung tangan sang mamah dan duduk disamping sang mamah


"waalaikum salam nak, kamu dari mana aja sih?!"


"dari caffe mah. manggung bentar tadi mah."


"ya sudah kalau gitu. buruan makan gih."


"udah makan mah. Rama langsung ke kamar saja." beranjak dari sofa menuju lantai dua.


"oh iya Ram, ada Alana di sebelah kamar kamu."


"iya mah." kembali melangkahkan kakinya menuju kamar.

__ADS_1


'seperti apa sih dia, sampai mamah seneng banget dengar dia mau tinggal disini.' batin Rama saat melewati kamar Alana namun pintu kamarnya tertutup rapat.


__ADS_2