
Rama segera masuk kedalam kamarnya. bergegas mandi untuk menghilangkan lelah. setelah itu dirinya kembali berkutat dengan tugas kuliah tak lupa dirinya menyetel lagu untuk mengusir bosan. sesekali dirinya ikut menyenandungkan lagu.
sementara dikamar sebelah, Alana sedang berselancar didunia maya. beberapa kali mengecek akun instagram dan facebooknya.
terdengar suara notif dari ponselnya terlihat pesan whatts app dari Tasya.
Tasya:
Na, jalan yuk.
Alana:
lain kali aja ya Sya, aku sudah dirumah budhe Sinta. enggak enak nih mau ijin keluar malam.
Tasya:
gitu ya. oke deh. besok aja ketemu dikampus ya.
Alana:
siap.
sesaat Alana memejamkan matanya. rasa ngantuk menguasai dirinya. namun terdengar suara ketukan pintu kamarnya. segera Alana bangun dan membuka pintunya.
"sayang. udah bobok ya. budhe ganggu ya?" tanya Sinta merasa tak enak sudah mengganggu tidur Alana.
"ah.. enggak kok budhe. Nana belum tidur kok. memangnya ada apa budhe?"
"kalau temani budhe makan martabak mau? budhe barusan pesan martabak sama pisang keju." ucap Sinta memelas.
Alana tersenyum, "mau lah budhe. ayo kita kebawa budhe." ajak Alana kemudian menutup kembali pintu kamarnya
"budhe kira kamu enggak mau. takut gemuk."
ucap Shinta sambil memakan martabaknya.
"ah.. enggak kok budhe, malahan ya Nana itu meskipun makan banyak ya tetap badannya segini aja." jawab Alana terkekeh
"syukurlah kalau gitu. berarti mulai sekarang budhe nggak perlu takut mubazir lagi kalau mau beli mau makanan banyak. kan ada kamu yang bantuin buat habisin."
"hehehe... siap budhe." mengacungkan jempolnya
__ADS_1
'gila ini. kalau kebayakan makan bisa begah nih perut.' batin Alana sambil memaksakan untuk tersenyum.
"Na, kata orang kalau perut kenyang. tidur jadi nyenyak." seru Shinta terkekeh
"hah.. ?tapi kayaknya sih emang gitu budhe." jawab Alana terkekeh
Sinta dan Alana terlihat akrab sudah seperti seorang ibu dan anak. mereka sedang menikmati martabak dan pisang keju dengan menonton acara lawak di tv. beberapa kali keduanya tertawa terpingkal bersama saat melihat salah satu pelawak menunjukkan aksinya.
suara gelak tawa itu sampai terdengar dalam kamar Rama. merasa konsentrasinya terganggu, seketika Rama menggeram dan segera dirinya beranjak dari tempat duduknya dan keluar kamar.
Rama mengintip dari atas melihat pemandangan sang mama tertawa terbahak bersama seorang gadis. namun Rama tak begitu jelas dengan wajah Alana. dia putuskan untuk kembali kekamar mengerjakan tugasnya dan beristirahat.
'mama kalau udah ada temannya selalu gitu. lupa waktu.' batin Rama
malam semakin larut, Sinta dan Alana berencana kembali ke kamar masing masing untuk istirahat.
"biar Nana saja budhe yang beresin. budhe istirahat dulu saja." ucap Alana membawa sisa martabak dan pisang keju ke dapur dan memasukannya kedalam kulkas.
"jangan lupa matiin lampu nya ya Na," seru Sinta
"iya budhe." jawab Alana dari dapur.
sementara Rama yang berada didalam kamarnya merasa lapar berniat ke dapur mencari makanan didalam kulkas.
Alana yang masih fokus mencuci piring tak menyadari kehadiran Rama dibelakangnya.
Rama menyerutkah dahinya melihat seorang gadis berdiri didepan wastafel sedang mencuci piring menggunakan setelan piyama berlengan dan celana pendeknya. namun sesaat kemudian dirinya tersadar akan Alana yan diceritakan sang Mama.
"ekhem.." Ryan berdehem berniat menegur Alana, karena mungkin inilah cara terbaik untuk menegur Alana.
segera Alana menoleh, sedikit terkejut dengan kehadiran Rama. "Eh.. mas Rama ya? butuh sesuatu mas?" ucap Alana mencoba bersikap ramah.
deg...
'cewek ini?' batin Rama
Rama hanya mengangguk karena masih tercenung melihat Alana.
"mas Rama butuh apa? Nana ambilin mas." masih menatap Rama mencari jawaban darinya.
"hhmm.. aku lapar." jawab Rama singkat namun sorot matanya masih tertuju pada wajah ayu Alana.
__ADS_1
"oh.. mas Rama lapar?duduk dulu mas, Nana siapin dulu. mas Rama mau makan nasi atau camilan?" ucap Alana panjang lebar
"memangnya dikulkas ada apa saja?" tanya Rama masih tak mengalihkan pandangannya pada Alana.
"hhmm.. kalau Mas Rama mau makan nasi, ada lauk ayam tinggal goreng bentar kok. tapi kalau mau yang lain, itu dikulkas ada martabak sama pisang keju sisa tadi sore budhe beli." jelas Alana
"aku mau martabak sama pisang keju nya saja." jawab Rama kemudian menuju meja makan
"sebentar ya mas, Nana ambilin." melangkah mendekati kulkas dan mengeluarkan Martabak dan pisang keju yang berada diatas piring.
"ini mas, silahkan." menaruh kedua sajian itu diatas meja. "ehhmm... mau dibuatkan teh atau kopi mas?" lanjut Alana
sejenak Rama berpikir, "susu hangat boleh deh." memasukkan potongan martabak kedalam mulutnya.
"susu hangat? oke sebentar mas." sahut Alana segera merebus air dan menuangkan kedalam gelas yang sudah berisi susu bubuk. setelah itu menaruh diatas meja.
"makasih ya." ucap Rama
Alana menyunggingkan senyum, "sama sama mas. ehhmm... mas Rama butuh apa lagi? kalau enggak ada Nana masuk kamar ya."
Rama kembali berpikir, "kalau temani aku sebentar, keberatan nggak?!" celetuk Rama
"hah?" jawab Alana spontan. kemudian berkata, "nggak kok mas." segera Alana mendudukkan tubuhnya diatas kursi.
suasana kembali sunyi, tak ada yang bersuara. Alana masih merasa canggung karena Rama terkesan berkepribadian cuek. sedangkan Rama sedari tadi sedang sibuk menikmati makanannya.
'jadi dia ini berondong? cakep sih. tapi mukanya cuek banget. pasti orangnya enggak asik.' batin Alana sesekali melirik ke arah Rama.
"kamu kenapa dari tadi liatin aku? apa ada yang salah sama muka ku?" seru Rama tanpa memandang Alana
Alana yang merasa tertangkap basah merasa tercekat, gelagapan mencari jawaban untuk pertanyaan Rama. "eh.. enggak. aku enggak lagi ngelihatin mas Rama kok." jawab Alana gugup
Rama hanya menarik sudut bibirnya, "benarkah?!" goda Rama. "ya sudah lupakan ucapanku." lanjut Rama
Alana hanya tertunduk malu merutuki kebodohannya. "hhmm.. mas, Nana kembali kekamar dulu ya."
Rama memggangguk, "ya sudah istirahat lah. udah larut juga." menyesap susu hangat buatan Alana. 'lumayan. manisnya pas.' batin Rama.
segera Alana beranjak dari tempat duduknya melangkah menuju kamarnya. dengan langkah gontai Alana merebahkan tubuhnya diatas ranjang. 'bodoh... bodoh banget kamu Alana. ngapain juga lihatin dia. jadi ketahuan kan! malu aku.' guman Alana sesekali nengacak ngacak rambutnya. "tau ah gelap. lebih baik aku tidur aja." ucap Alana seraya menarik selimut dan menutupi seluruh tubuhnya.
sementara Rama masih bertahan dimeja makan. terlihat beberapa kali mengulumkan senyum. 'enggak yangka ternyata dunia ini sempit bisa ketemu dirumah ini.' batin Rama
__ADS_1
sejenak memejamkan netranya, seraya memijat pangkal hidungnya untuk meringankan pusing yang mendera nya.