Terjerat Cinta Sang Casanova

Terjerat Cinta Sang Casanova
S2 | Bab 8


__ADS_3

Serena tengah bersiap siap sekarang, dia akan menghadiri pesta ulang tahun Clara yang di rayakan mewah di sebuah hotel bintang lima. Arsen sedari tadi menatap istrinya dengan pandangan intens, pria itu dibuat terpesona oleh penampilan Serena.


Cup


Serena membalas ciuman suaminya yang cukup rakus, kemudian menyudahinya meski tak rela. "Kita berangkat sekarang sayang!


Arsen merangkulnya, keduanya ke luar dari mansion. Pria itu melajukan mobilnya menuju ke hotel, di mana pesta di adakan.


Mobil mewah itu berhenti, keduanya turun dan bergegas masuk ke dalam. Para wartawan menyorot kehadiran mereka, Serena mengamit lengan sang suami, berjalan kearah Clara. Dia tersenyum manis, melihat tatapan tajam dari saudarinya itu.


"Happy birthday untuk kamu Clara, oh ya aku ada hadiah kecil untukmu! Serenapun menyerahkan kadonya pada Clara, Clara terpaksa menerimanya.


Clara beralih pada Arsenio, berharap pria pujaannya itu memberinya kado istimewa. Arsenio hanya memasang wajah datarnya, sebenarnya dia tak suka datang ke pesta seperti ini selain untuk bisnis.


"Congrat Nona Clara, aku harap kau selalu bahagia. " ujar Arsen basa basi.


"Terimakasih Tuan. " Clara tersenyum manis padanya, Serena yang melihatnya merasa kesal dan muak. Dia menghela nafas panjang, merengkuh suaminya posesif.


"Apa sikapmu seperti ini nona Velia, tuan Arsen bukan siapa siapa kamu. " hardik Clara dengan emosi tertahan.


Serenapun tertawa mendengarnya, senyum miringnya tertuju kearah Clara. Wanita itu mengangkat tangannya, menunjukkan cincin di jemarinya pada Clara. Clara sempat terkejut dan tak mempercayai pengakuan Serena.


"Arsen suamiku, kami sudah menikah tiga Minggu lalu apa kamu puas Clara, atau masih berusaha menggoda suamiku hemm. " para tamu berbisik bisik mengenai Clara, Clara mengepalkan tangannya menatap tajam kearah Serena.


"Clara ada apa? " tanya nyonya Kate pada sang putri.


"Wanita ini hendak mempermalukan aku ma! Clara terlihat sangat kesal pada Serena, nyonya Kate langsung melirik sinis kearah Serena. Terlihat jelas Serena tak peduli, dia berbisik pada suaminya, kemudian berlalu pergi.

__ADS_1


Dia sangat senang suka melihat raut kesal di wajah ibu tiri dan saudarinya itu, namun ini belum seberapa atas perlakuan mereka dulu padanya. Serena mengambil minuman, lalu meneguknya. Dia terdiam saat Jeff datang mendekatinya dengan senyum menawannya.


"Tak di sangka kita bertemu lagi Velia, sepertinya kita memang jodoh. " ucap Jeff dengan senyum menggodanya. Serena sedikit merasa risih dengan sikap Jeff padanya, namun hanya diam kala manik matanya bertemu sorot mata sang suami.


Cemburu!


"Oh ya Velia, bolehkah aku meminta nomor teleponmu. " ucap Jeff tanpa basa basi. Serena terdiam, wanita itu semakin risih dengan sikap Jeff yang terang terangan mengejar dirinya.


"Ayolah, bukankah sekarang kita teman Velia. " sahut Jeff sedikit mendesaknya. Melihat istrinya di dekati pria lain, Arsen tak tinggal diam. Pria itu segera menghampiri Serena, dan mendorong tubuh Jeff menjauhi istrinya. Jeffpun terkejut, matanya berkilat menahan amarah pada Arsenio.


"Jangan dekati istriku. " geram Arsenio dengan nada sinisnya. Jeff terkejut mendengarnya, dia langsung meminta penjelasan pada Serena. Serena hanya diam, menatap datar kearah Jeff. Clara bertepuk tangan, dia tersenyum menyeringai kearah Serena.


"Ternyata kau wanita penggoda ya Velia, satu pria bagimu sepertinya belum cukup. " hardik Clara.


Serena tersenyum sumbang, melipat tangannya di dada dan menatap lekat kearah Clara. "Oh ya, tapi bagaimana dengan skandal wanita yang menjajakan tubuhnya hanya demi uang, menjadi simpanan om om. "


"Dan untuk Anda tuan Jeff, yang di katakan Arsenio sangat benar kalau dia suamiku, kami telah menikah tiga Minggu. Serena tak peduli wajah terkejut Jeff, dia justru menenangkan suaminya yang tengah cemburu sekaligus menahan amarahnya. " Serena mengajak suaminya pergi, keduanya tak berpamitan pada Clara.


"Jadi Velia telah menikah. " Jeff tersenyum kecut mendengarnya, pria itu hanya bisa kerutuki kebodohannya sendiri. Clara menghampirinya, kemudian membisikkan sesuatu di telinga Jeff. Mereka pergi ke balkon hotel, mengobrol di sana dan Clara menuangkan segelas wine ke nomor mereka.


"Kau patah hati sekarang Jeff, wanitamu telah bersuami sekarang.


"Katakan dengan jelas, apa rencanamu Clara. " desak Jeff dengan pertanyaan menuntut. Clara menanggapinya dengan santai, kemudian menjelaskan semuanya. Jeff terdiam, pria itu meneguk wine sambil memikirkan tawaran Clara padanya. Clara memperhatikan Jeff dengan seringai di bibirnya.


Di sisi lain Serena tengah membujuk suaminya yang merajuk saat ini. Merasa usahanya sia sia, Serena lantas pergi ke kamarnya untuk bersih bersih. Serena tengah berendam air mawar, merilekskan tubuhnya yang terasa sangat lelah. Setelah satu jam, dia segera ke luar dan mengambil pakaian ganti dalam lemari. Dia mengambil laptopnya kemudian membukanya, entah apa yang tengah dia rencanakan saat ini.


Dengan licik Serena mengirim video pada Clara dengan nomor barunya. Selesai melakukannya, Serena memutuskan ke luar karena suaminya tak kunjung ke dalam kamar mereka.

__ADS_1


"BI Arsen ke mana? " tanya Serena pada pelayan.


"Tuan ada di ruang Gym nyonya. " jawab Pelayan dengan ramah. Serena beroh ria, memilih bersantai di ruang tamu dan sesekali dia memeriksa ponselnya.


Ting


tong


Pelayan membukakan pintu, terlihat Bibi Ashilla dan paman Alvaro datang berkunjung. Serena menyambut kedatangan mereka dengan hangat sekaligus melakukan perkenalan diri. "Nak di mana suami kamu sayang? "


"Apa perlu Serena panggilkan Arsen, bibi! Serena mengangguk, kala sebuah gelengan yang dia dapat. Bibi Arshilla memperhatikan wajah istri dari keponakannya itu, kemudian tersenyum simpul.


"Arsen pintar mencari istri yang cantik dan baik sepertimu sayang. "


"Bibi bisa saja, sebenarnya nama saya Serena bi karena hal pribadi, aku menggunakan nama samaran. " jelas Serena dengan jujur.


"Arsen sudah menjelaskan semuanya pada kami semua sayang, tenang bibi dan lainnya sangat mendukung kamu. Balas dendam lah dengan cara elegan, setelah itu lupakan masa lalu dan rajut mimpimu bersama Arsen!


Serena terharu dengan ucapan bijak bibi Shilla, wanita itu langsung memeluk wanita paruh baya itu. Dari jauh Arsenio tersenyum senang, melihat keakraban bibi dan istrinya. Dia berjalan kearah mereka, mengambil tempat di sisi Serena. Serena melepas pelukannya, hatinya sangat bahagia di kelilingi orang orang yang sangat mencintai dirinya.


"Oh ya Bibi, di mana si tengil Bryan dan si bawel Laras sekarang? " tanya Arsen pada bibinya.


"Bryan pergi ke negara Australia nak, mengejar wanitanya sementara Laras tengah fokus pada kuliahnya. " sahut Bibi Ashilla.


"Aku kira Bryan tak tertarik dengan wanita. " ucapnya asal yang malah mendapat cubitan dari sang istri. Serena melototinya, Arsen langsung nyengir tanpa dosa. Bibi dan paman tersenyum kecil melihat keduanya.


"Kemarin Bryan mengumumkan akan menikahi Farasha secepatnya, tentu saja bibi dan paman sangat senang mendengarnya. " ungkap bibi dengan raut bahagianya.

__ADS_1


tbc


__ADS_2