
"Kau sampai sekarang belum mengenaliku Clara. " ujar Serena berjalan mendekati adik tirinya.
"Ini aku Serena Amberly, kakak tersayangmu adik. " lanjutnya sambil tersenyum miring, melihat keterkejutan di wajah Clara.
"Kau bagaimana bisa. " gumam Clara setengah tak percaya. Clara hanya bisa mengumpat kesal, ternyata wanita yang dia benci adalah saudara tirinya sendiri hal itu menambah kadar kebenciannya.
"Terkejut bukan, aku sudah memiliki Arsen seutuhnya, selanjutnya akan membuatmu hidup menderita Clara. " pungkas Serena dengan seringainya.
Plak
Clara begitu emosi, dia melayangkan tamparannya ke wajah Serena. Serena terkekeh, menyentuh pipinya yang terasa perih lalu berjalan mendekati adik tirinya itu. Dia sangat tahu jika Clara begitu membenci dirinya, namun dia tak peduli.
"Dengar Clara, kupastikan aku akan membalas dan merebut semuanya darimu, tapi tidak dengan kasih sayang pria tua itu. " gumam Serena dengan sorot mata tajamnya.
"Kau pasti mengoda Arsen dengan tubuhmu 'kan. " teriak Clara dengan raut frustrasinya. Serena tersenyum miring, melipat tangannya di dada sambil memasang wajah angkuh. Dia menunjukkan cincin di jarinya, sontak membuat Clara semakin meradang.
"Aku istri dari Arsenio Narendra Malik, bukan wanita jaalang Clara. Bukankah kau harusnya memberiku ucapan selamat dan hadiah atas pernikahan kami berdua Clara. Kau tahu Arsen selalu puas dengan pelayananku di atas ranjang, suamiku itu sangat perkasa hingga aku kewalahan dibuatnya. " ejeknya sedikit frontal.
"Hentikan bicaranya sialan. " maki Clara dengan nada geramnya. Clara hendak menamparnya lagi, Serena mencekal tangannya kemudian menghempasnya kasar. Clara memilih pergi dari sana dengan kemarahan yang membuncah, Serenapun melanjutkan acara belanjanya setelah puas membuat malu dan marah Clara.
Kini Clara menangis histeris, wanita itu terus mengumpati Serena. Dia tak pernah menyangka wanita lemah seperti Serena bisa membalasnya seperti ini. Clara tak tinggal diam, menghubungi seseorang dengan cepat. "Singkirkan wanita yang bernama Serena, aku kirim fotonya sekarang. " ujar Clara.
"Tidak, impianku sebagai model tak boleh hancur hanya karena wanita sialan itu, sudah susah payah aku mendapatkannya, selama
ini. " gumam Clara dengan tangan terkepal erat.
"Mama, mama. " teriak Clara setelah sampai di rumahnya. Nyonya Kate datang dengan raut kesal, mendengar teriakan puterinya.
"Ada apa Clara, kenapa kamu berteriak!
__ADS_1
"Velia Bryn ternyata Serena ma, dia mengubah identitasnya, demi membalas dendam sama kita. " ungkap Clara buru buru mengatakan pertemuannya dengan Serena tadi. Nyonya Kate terkejut mendengar pengakuan puterinya, wanita paruh baya itu mengumpat kesal.
"Lakuin sesuatu ma, jangan sampai Serena mengambil haknya atas rumah ini, mengingat pria tua itu tak lagi berguna bagi kita, papa hanya merepotkan untuk kita. " desak Clara. Dari balik pintu Papa mendengarnya, pria paruh baya itu meremas dadanya mendengar ucapan Clara, Puteri tirinya yang selama ini dia manjakan, ternyata tak pernah menganggapnya.
"Serena masih hidup, di mana kau nak. Maafkan Papa, maafin sikap papa yang dulu menyiksa jiwa ragamu, hanya demi Clara dan ibunya. " batin papa dengan raut menyesal, namun terselip rasa bahagia mendengar Puteri kandungnya masih hidup. Papa segera pergi dari sana, rasa sayangnya pada istri dan Puteri tirinya itu kini berubah benci.
"Kenapa aku sangat bodoh, termakan omongan Kate dan Clara, dengan teganya aku menyiksa dan membuang puteriku sendiri Serena yang seperti berlian hanya demi Clara, puteri tirinya. "
"Serena maafin papa nak.
##
"Kamu tenang saja sayang, rumah ini sudah atas nama mama, Serena tak akan bisa mengambil haknya. " Nyonya Kate tersenyum licik kearah puterinya, Clara tersenyum senang mendengarnya. Wanita itu menjatuhkan dirinya di atas sofa, sedikit tenang dengan apa yang di katakan mamanya.
"Papa bodohmu itu sudah memberikan rumah ini atas nama kita berdua sayang. "
"Ternyata papa ada gunanya juga ma, kita cari cara lain untuk menghancurkan Serena mama! Nyonya Kate mengangguk, apa yang dikatakan anaknya sangat benar.
Serena Serena, aku tak akan membiarkan kebahagiaan menghampirimu. Sekali lagi akan kupastikan kau berada di titik terendahmu seperti dulu, di mana tak ada yang peduli pada kamu. Kupastikan Arsen akan berbalik membencimu, menatap rendah dirimu dan akulah pemenangnya. Jika aku tak bisa memiliki Arsen, maka kaupun tak bisa.
**
Rumah sakit.
"Uh aku di mana. " gumam Serena membuka lebar kedua matanya, menatap sekelilingnya dan terlihat Arsen suaminya menatap dirinya dengan cemas.
"Sayang kau di rumah sakit, di jalan kamu mengalami kecelakaan, aku memasang pelacak di ponselmu. " jawab Arsen.
Serena hendak bangun, Arsen membantunya bersandar kemudian duduk di sebelahnya. Wanita itu teringat dengan kejadiannya, kemudian menghembuskan nafas kasar. "Aku di kejar seseorang Hubby, sepertinya orang itu menginginkan nyawaku!
__ADS_1
"Seharusnya kau di mansion saja sayang, mulai sekarang aku akan meminta dua bodyguard untuk mengawalmu. " tegas Arsen. Serena terdiam, dia tak membantah ucapan snag suami karena dia lagi malas berdebar. Tubuhnya saat ini masih terasa lemas, Arsen mengenggam tangan istrinya, mengecupnya berulang ulang.
"Perlu kupanggilkan dokter, honey!
"No Hubby. " Serena menggeleng pelan, Arsen masih saja khawatir dengan kondisi istrinya. Serena menyentuh kepalanya yang di perban, dia meringis kesakitan membuat Arsen tak tega melihatnya.
"Aku gagal menjagamu sayang, maafkan aku. " sesal Arsen.
"Ini bukan salahmu Hubby, jangan khawatir aku pasti akan segera sembuh. " ucapnya sambil tersenyum. Arsen melirik arlojinya sekilas, beralih pada istrinya kembali.
Cklek
"Sayang. " mommy Zea masuk ke dalam diikuti Daddy dan lainnya. Wanita paruh baya itu mencium pipi sang menantu, menatap sendu kearah Serena.
"Apa yang terjadi, kenapa kamu bisa begini sayang? "
"Arsen katakan pada mommy. " desak mommy pada sang putera. Arsenio terpaksa menjelaskan pada keluarganya, semua terkejut mendengarnya. Mommy langsung mengomeli Arsen yang gagal menjaga Serena, Serena terkekeh melihatnya.
"Mom, sebenarnya aku putera mommy bukan sih ckck, aku tahu aku salah mom tapi jangan menjewerku. " protes Arsen yang tak ingin wibawanya turun di depan Serena. Mom Zea mendelik sinis, menatap kearah puteranya. Archana tergelak, melihat tingkah kakaknya yang kekanakan.
"Sudahlah mom, Seren enggak papa kok, hanya kepalaku sedikit sakit. " ucapnya pelan. mommy Zea merasa sangat kasihan dengan menantu kesayangannya itu.
"Ya sudah mommy suapi kamu ya sayang. " Serena mengangguk dengan mata berbinar, Mommy Zea langsung menyuapi Serena Dengan sabar. Semua orang di sana terenyuh melihat kedekatan mertua dan menantu itu. Sudah sejak lama, Serena ingin sekali di suapi oleh seorang ibu, kini semua terwujud melalui ibu mertuanya.
Dia benar benar sangat beruntung memiliki mertua sebaik dan selembut mommy Zea. Selesai di suapi, Serena kembali beristirahat dan kini mengobrol dengan Archana.
"Cepat sembuh ya kakak ipar!
"Iya Cha, terimakasih. " Serena tersenyum tipis pada sang adik ipar. Arsen yang melihatnya, mengulum senyumnya melihat keceriaan istri dan adiknya.
__ADS_1
tbc