
Kalau yang belum tahu Kevia itu anak dari Sakti dan Tiara, sakti itu kakaknya Zea ( ibunya Arsen dan Archa)
Intinya Arsen, Archana sepupuan dengan akevia
Jangan lupa like, vote dan komen yang banyak!!

"Tangan kamu Yank! protes Serena pada suaminya. Arsen malah mencium bibirnya, memberi sedikit luumatan kemudian melepasnya. Pria itu justru tersenyum tanpa merasa bersalah sama sekali, Arsen segera melepas pakaian istrinya kemudian mengukung tubuh Serena.
"Sayang bercinta lagi yuk, supaya bibit unggulku segera jadi dalam perutmu!
Sebelum Serena melayangkan protesnya, Arsen kembali mengajaknya berkeringat di atas ranjang. Suara ******* dan erangan kembali terdengar dari dalam kamar. Serena meremas rambut suaminya, gerakan Arsen semakin cepat di bawah sana.
Satu jam kemudian keduanya sama sama mencapai kenikmatan bersama, Serena masih berada di atas sang suami, mengatur nafasnya yang tersengal. Arsen mendekap tubuh polos istrinya, dia mencium bahu istrinya singkat. Dirinya sangat menggilai Serena sejak mereka bertemu malam itu.
"Yank, kenapa kamu mencintaiku padahal kamu tahu aku berbohong padamu, sempat memanfaatkanmu juga dan banyak di luar sana wanita yang jauh lebih seksi dari pada aku!
"Karena kamu berbeda sayang, kamu wanita pertama yang berani memanfaatkan aku demi tujuanmu sendiri, bukan untuk menggoda aku!
"Hmm, Yank dua hari lagi aku akan berhenti meminum pilku, bagaimana menurutmu Hubby? " tanyanya dengan lembut. Arsenio menatap tak percaya kearahnya, Serena mengulum senyumnya sambil mengusap dada polos sang suami.
"Kamu serius sayang!
"Yeah, sepertinya aku siap mengandung benihmu Hubby!
Arsenio sangat senang mendengarnya, pria itu kembali menciumnya yang di balas oleh Serena. Serena tersenyum, melihat betapa bahagianya suaminya yang mendengar keputusan darinya mengenai keinginannya yang telah siap untuk hamil.
"Baiklah setiap hari aku akan bekerja keras, supaya junior segera hadir dalam perutmu. "
Tok
tok
__ADS_1
tok
"Nyonya,Tuan di luar ada nona Kevia!
"Iya Bi, kami akan turun segera. " teriak Serena Dengan keras. Arsenio segera bangun, membopong istrinya ke kamar mandi dan sekali lagi mengulangi kegiatan mereka di sana. Mereka buru buru bersih bersih, mengganti pakaian mereka kemudian turun ke bawah. Keduanya langsung menemui Kevia, sepupu dari Arsen dan Archana.
"Lho Kevia ada apa? " Keduanya terkejut melihat kedatangan Kevia yang menangis. Serena segera mendekatinya, mengusap punggung sepupunya tersebut. Kevia tak mengatakan apapun,membuat Serena dan Arsen semakin penasaran.
"Sayang sebaiknya kamu bujuk Kevia, aku akan ke ruangan kerjaku dulu. " Arsen bangkit, mencium kening istrinya, melenggang pergi dari sana, dia tahu kalau Kevia butuh berbicara dengan Serena. Setelah tenang Kevia menoleh kearah Serena sambil menghapus sisa sisa air matanya.
"Tiga bulan aku mengejar seorang pria Ser, hingga akhirnya kami berpacaran. Selama ini aku mengira dia mencintaiku, namun ternyata aku salah. Di mata seorang Arkana Edgar Anderson, aku hanyalah gadis manja yang tak bisa apa apa, tak berarti apa apa untuknya. "
Serena mengernyitkan keningnya, sepertinya nama Anderson mengingatkannya pada seseorang. Tak lama dia terbelalak, lalu menatap Kevia dengan tatapan seriusnya.
"Jadi pria itu dari keluarga Anderson, apa dia mengenal Jeff Anderson Kev!
"Iya Serena, Arkana kakak dari Jeff Anderson. " sahut Kevia dengan jujur. Serena benar benar terkejut mendengar pengakuan Kevia, dia benar benar gelisah saat ini dan bagaimana reaksi Arsen jika tahu akan fakta ini. Diapun menghela nafas panjang, kembali melirik kearah Kevia yang terlihat tenang sekarang.
"Terimakasih ya Ser, kamu mau mendengarkan keluh kesahku, sepupuku itu beruntung mendapatkan istri sepertimu. " ungkap Kevia dengan tulus.
"Sama sama Kev!
"Aku pulang ya, bilang sama Arsen aku baik baik saja. " Kevia bangkit, pergi dari sana dengan langkah gontai. Dia melajukan mobilnya kencang, meninggalkan kediaman Arsen dan Serena. Kevia perlu waktu sendiri, untuk mengobati luka hatinya, mungkin dengan jalan jalan atau berkeliling misalnya.

Si cantik Kevia Raihanna, 21 th
Kenapa cinta begitu menyakitkan!
Kevia berhenti di taman kota, gadis itu menghembuskan nafas berat melihat pasangan di sekitarnya yang begitu mesra, membuatnya iri. Dia abaikan suara ponselnya yang terus berdering sejak tadi.
"Rupanya kau di sini. "
__ADS_1
Kevia menoleh, terkejut melihat pria yang tidak ingin dia temui untuk sekarang. Arkana berjalan kearahnya, lalu duduk di sebelahnya namun Kevia tak bereaksi apa apa. Tak ada rengekan manja dari gadis itu, Arkana terkejut melihat perubahan sikap Kevia padanya.
"Ada perlu apa kau mencariku! ketus Kevia.
"Bukankah ini yang kau inginkan, mencari perhatianku dengan sikap manja dan cerobohmu. " ujar Arkana datar. Lagi lagi Kevia hanya diam, tak membalas ucapan pria di sampingnya saat ini. Arkana tak suka di diamkan seperti ini, pria itu bangkit dan mencekal tangan Kevia lalu menariknya menuju ke mobil miliknya.
"Lepaskan. " Kevia menepis kasar tangan Arkana, gadis itu menghembuskan nafas kasar, melirik tajam kearah pria arogan itu.
"Aku tak menganggu kamu, jadi berhentilah mencari aku Tuan Arkana. Tolong, lupakan saja perkataanku kemarin, anggap saja tak pernah terjadi, kita hanya orang asing sekarang." tegas Kevia. Kevia berjalan melewatinya, raut wajahnya menunjukkan kekesalan yang teramat dalam. Mobil Lamborghini itu melesat jauh, meninggalkan taman kota. Arkana menatap kepergian Kevia dengan tangan terkepal erat, dia buru buru masuk ke mobil dan mengejarnya.
Arkana menatap kerumunan di depannya, pria itu ke luar dan bergegas menghampirinya. Terkejut melihat Kevia yang tak sadarkan diri karena kecelakaan. "Kevia. " teriaknya. Dia segera membopongnya ke dalam mobil, Arkana langsung melajukannya kencang menuju ke rumah sakit.
Kini Arkana menunggu di luar ruangan, Dokter tengah menangani Kevia saat ini. Beberapa saat Dokter ke luar, Arkana segera masuk dan melihat keadaan Kevia. "Bagaimana kamu bisa seceroboh ini hah, bagaimana kalau kau tak selamat. " geram Arkana pada Kevia yang sejak tadi diam.
"Hanya kakiku yang terkilir, berhenti memarahiku tuan Arkana, apa kau ingin tak hanya kakiku yang sakit tapi juga kepalaku
hah. " sahut Kevia.
"Kau. " Arkana mendengus kasar, dia sangat malas jika harus berdebat dengan Kevia saat ini. Lagi lagi Arkana menggendongnya setelah dokter mengizinkan pulang, diapun tak mempedulikan ocehan Kevia. Arkana langsung membawa Kevia menuju ke penthousenya.
"Kenapa lagi lagi aku harus berhadapan dengan pria arogan ini, apalagi berhutang Budi padanya! Kevia merasa hari ini hari yang paling sial dengannya, di tambah kakinya yang sakit membuatnya tak bisa turun dari atas ranjang.
Menyebalkan!
Arkana menurunkan Kevia di sofa, pria itu meminta pelayan menyiapkan minuman. Kevia hanya diam memperhatikannya, sesekali memalingkan wajahnya karena tak ingin kembali jatuh cinta pada Arkana. Ya selama ini cintanya pada Arkana sedikit surut seiring berjalannya waktu, meski awalnya berat.
Kevia langsung menyesap tehnya, dia terlihat risih melihat Arkana yang memperhatikan dirinya. "Berhentilah melihatku Tuan, aku tak nyaman!
Arkana berdehem singkat, sejak kapan Kevia memanggilnya tuan, dia benar benar tak menyukai panggilan itu.
"Tolong ambilkan ponselku, lalu hubungi sepupuku Tuan Arkana!
"Tidak, mulai sekarang kau tinggal di sini sampai kakimu sembuh Kevia. " tegas Arkana tak terbantah.
__ADS_1