Terjerat Cinta Sang Casanova

Terjerat Cinta Sang Casanova
Pertemuan terakhir dan awal yang baru


__ADS_3

Pagi ini Archana memutuskan bertemu dengan Arjuna, dia ingin mengungkapkan segalanya pada pria itu.Di sinilah sekarang, duduk berdua di sebuah taman yang dipenuhi berbagai macam bunga. Keduanya masih sama sama bungkam, Arjuna menatap kearah Archana dengan tatapan penuh arti.


"Aku sangat mencintaimu Cha, apapun yang terjadi aku akan tetap memilihmu!


Bukan senang justru Archana tersenyum getir mendengarnya, menoleh dengan cepat dan menatap wajah Arjuna. "Cinta, jika cinta mas Juna harusnya berjuang bukan hanya diam seperti sekarang!


"Kau tahu mas, hatiku sakit sekali melihat berita pertunangan kamu yang telah tersebar. Apakah ini yang kamu sebut cinta sedangkan kamu bertunangan dengan wanita lain!


"Maafkan aku sweetie, maaf. " ujarnya dengan rasa penyesalan yang dalam. Namun Archana tak tersentuh dengan rasa menyesal dari Arjuna. Arjuna sendiri tak bisa melawan orang tuanya terutama sang mommy yang sangat menentangnya berhubungan dengan Archana.


"Sudahlah mas, simpan saja rasa menyesalmu itu. Lagi pula kamu sudah bertunangan dengan wanita lain, aku memilih mundur dari hubungan kita ini!


"Maksud kamu apa sweetie? " tanya Arjuna tak mengerti.


"Aku ingin putus, lupakan semua yang terjadi di antara kita, sekarang kita hanyalah orang asing. "


"Apa!!!


"Tidak sweetie, aku tidak mau putus darimu. " kekeh Arjuna.


"Tapi aku mau mas, setelah ini jangan menghubungi aku lagi. Selamat tinggal." ucap Archana beranjak dari duduknya, Arjuna menahannya dan membujuknya dengan segala cara namun sia sia. Setelah melewati drama yang menguras emosinya, Archana meninggalkan Arjuna sendirian di sana.


"Apa urusanmu dengan Arjuna sudah selesai sayang? " tanya Mommy dengan lembut.


"Sudah mom, sekarang kita ke bandara. " jawabnya sambil tersenyum. Daddy menghela nafas berat, melajukan roda empatnya dengan kencang.


"Mom, Dad aku pergi dulu ya. Jaga kesehatan kalian. " ucap Archana memeluk orang tuanya secara bergantian. Mommy menitikkan air matanya, merasa berat berpisah dari puteri kesayangannya itu.

__ADS_1


"Kamu juga sayang, jaga diri kamu baik baik dan apa kamu yakin tidak menunggu kakakmu Serena melahirkan dulu. " rayu sang ibu. Archana menggeleng pelan membuat pasangan paruh baya itu mendesah kasar.


"Kalau kak Serena sudah melahirkan, mommy bisa mengirimi fotonya ke padaku. " jawab Archana tersenyum tipis. Setelah mengucapkan perpisahan pada orang tuanya, Archana segera menyeret kopernya dan menuju ke pesawat. Mommy dan Daddy menatap kepergian puterinya itu dengan sendu.


Archana menghela nafas berat, keputusannya sudah tepat. Dia menikmati pemandangan dari dalam pesawat, dia akan menempuh waktu tujuh belas jam untuk sampai ke negara Y. "Aku doakan semoga kamu bahagia mas tanpa aku!



Archana tiba di negara Y waktu malam, gadis itu memutuskan tinggal dengan sepupunya Kevia. Kevia dan suaminya Edgar hangat kedatangannya.


"Cha akhirnya kamu sampai juga. " Kevia memeluk erat tubuh sepupunya itu. Archana membalasnya dengan senyuman manis.


"Ya sudah kamu istirahat gih. " ujar Kevia dengan lembut.


"Semenjak punya suami,sikap bar barmu sudah hilang rupanya. " Archana segera berlari sebelum di amuk Kevia. Kevia hanya mengumpat pelan yang justru mendapat teguran dari Edgar suaminya. Edgar menuntunnya menuju ke kamar mereka, lalu beristirahat.


"Hehe maaf sayang, Keceplosan.


Kevia cengar cengir melihat tatapan tajam suaminya. Edgar menghela nafas berat,ikut berbaring di sebelah sang istri. Seperti biasa mengusap perut istrinya hingga istrinya terlelap. Kevia menahan tangan suaminya, dia menatap lekat suaminya itu. Semenjak dia kehilangan janin pertamanya, Edgar berubah semakin posesif padanya sekarang.


"By, kamu gak marah lagi sama aku. Karena kecerobohan aku waktu itu kita kehilangan calon baby pertama kita. " gumam Kevia pelan. Keduanya sempat perang dingin beberapa bulan lalu sejak Kevia keguguran. Edgar kembali menatap sang istri, terlihat mata Kevia tampak berkaca kaca, membuat pria itu di selimuti rasa bersalah lagi.


Dia selalu menyalahkan Kevia hingga istrinya itu depresi, mengingat hal itu membuat dadanya terasa sesak. Kevia menyentuh pipi suaminya, membuat Edgar tersadar dari lamunannya. "Sayang,kenapa waktu itu kamu tidak mence.. "


Edgar menciumnya singkat lalu melepasnya. "Jangan katakan itu sayang, aku takut kehilangan kamu lagi. " serunya. Kevia mengusap wajah sang suami, rasa penyesalan itu masih membekas di hatinya sampai sekarang.


"Kita tidur ya sayang! Kevia mengangguk, masuk dalam dekapan sang suami.

__ADS_1


##


Archana sengaja bangun pagi pagi, dia memutuskan jalan jalan berkeliling di sekitar negara Y. Kevia dan Edgar membiarkannya, keduanya tahu jika Archana perlu menyesuaikan diri untuk saat ini. Tanpa sengaja dirinya di copet hingga kehilangan dompet dan ponselnya, gadis itu hanya bisa mengumpat kesal. "Oh my, kenapa aku sial sekali di hari pertama di negara ini. " makinya kesal.


Archana memilih berjalan kaki, dia tak bisa menghubungi Kevia, lagipula ponselnya hilang karena di curi orang.


Bruk tanpa sengaja dia menabrak seseorang, Archana segera mengangkat wajahnya dan terkejut. "Anda di sini Tuan Alka? " tanya Archana dengan ragu ragu.


"Ya, saya ke sini karena ada pekerjaan, " jawab Alkan singkat. Alkan menatap penampilan Archana dari atas sampai bawah. Archana mengatakan kejadian yang dia alami pada Alkan, Alkan merasa kasihan padanya.


"Baiklah, ayo ikut aku. " ujar Alkan yang di sambut anggukan oleh gadis itu. Alkan melakukan roda empatnya dengan kencang. Selama perjalanan tak ada yang bersuara, Archana larut dalam pikirannya sendiri.


"Em kau tahu di mana alamat tempat tinggal sepupu kamu nona? "


"Gak tahu Tuan, saya semalam baru saja sampai di negara ini. " jawab Archana dengan jujur. Alkan tak lagi bertanya, pria itu fokus pada kemudinya. Kini mereka sampai di hotel, keduanya turun dari mobil. Alkan memesan satu kamat lagi untuk Archana, lalu mengantar gadis itu menuju ke kamarnya.


"Kamu mandilah lebih dulu setelah itu ikut aku membeli keperluanmu Archana!


"Iya Tuan. " Archana mengambil kunci kamarnya lalu masuk ke dalam. Di dalam gadis itu termenung, bagaimana mungkin dirinya bertemu dengan Alkan lagi. Setelah bersih bersih, Archana segera berpakaian lalu ke luar. Dia dan Akan meninggalkan hotel menuju ke pusat perbelanjaan yang letaknya cukup jauh dari hotel.


"Nanti malam temani saya Archana, ke pesta kolegaku!


"Aku janji besok akan mencari alamat sepupumu itu!


"Em iya Tuan Alkan, dan terimakasih Anda telah membantu saya! Archana merasa Alkan merupakan pria yang baik meski sikapnya dingin. Keduanya memasuki pusat perbelanjaan, Keduanya memilih gaun untuk Archana nanti malam.


Selesai membeli, keduanya segera pergi dan kini mereka singgah di sebuah restauran ternama. Mereka makan siang bersama, keduanya mengobrol dan Akan tampak santai bertanya padanya, tak lagi berkata formal.

__ADS_1


tbc


__ADS_2