
saat Arga menyadari jika dalam barisan ithu ternyata ada Anya ,,ia sempat melirik ke arah Anya berdiri ..
''tidak..bukan dia orangnya.." afanya bicara dalam hati ,,
"bukankah dia..." Arga tersenyum samar
"jangan lihat ke arah sini..please" sambil meremas tangannya yang sudah basah karena takut ketahuan.
Arga pun melewati tempat Anya berdiri dengan senyuman di wajah nya sedangkan Anya kaki nya terasa lemas ,,
dugaan Anya salah selama ini,,dia kira Arga yang sering bersama nya bahkan sekarang sudah sah menjadi suaminya itu ternyata pewaris tunggal keluarga Erlangga,,
dia tidak menyangka bahwa Arga adalah bos besar nya dia ,,dan lebih parahnya Anya pikir Arga itu hanya seorang supir,, jika di ingat lagi ,, memang Arga terlihat tidak kekurangan uang ,,namun Anya pikir karena Arga cukup menabung lumayan maka nya ia bisa membeli apa pun yang ia mau ..
Anya dan Meri yang sudah di persilahkan duduk di kursi yang sudah di sediakan ,, sementara didepan sana orang tua Arga lagi memberikan pidato dan Arga di tengah-tengah mereka ..
'' fan itu Arga temen kita kan ya..?? gue nggak salah lihat kan ..??'' tanya Meri namun tidak ada jawaban karena Anya sibuk dengan pemikiran nya ..
'' hei ,,fan ,,,bener kan itu Arga temen kita ..??'' tanya Meri lagi sambil menyenggol lengan Anya ..
'' akhhh ,,iii,,yaa Mer '' jawab Anya gugup
'' Lo kenapa fan,,kok pucat gitu ..??'' tanya Meri yang melihat wajah Anya sedikit pucat karena syok ..
'' akhh nggak kok Mer ,,aku cuma nahan kencing aja ,,aku ke toilet dulu ya '' ucap Anya yang langsung berdiri
'' eh mau di antar nggak ..??'' tanya Meri
'' nggak usah Mer ,,kamu disini aja ,, takut pak Wawan cari kalau kita dua nggak ada ,,jadi kamu disini aja buat jaga-jaga kalau-kalau pak Wawan cari '' jawab Anya yang langsung berjalan ke arah toilet,,
__ADS_1
lain hal nya dengan Arga ,,ia sangat senang karena tau ternyata Anya bekerja di salah satu anak perusahaan nya dia ,,dia pun tidak bisa melepaskan tatapan mata nya ke arah Anya ,, bahkan saat Anya berdiri berjalan keluar saja masih di perhatikan nya ..
Anya yang saat ini sudah di toilet pun melihat wajah nya syok tadi ,,
'' bisa-bisa nya aku berpikiran bahwa dia adalah seorang supir ''gumam Anya sambil mencuci tangan nya yang tadi basah karena takut ..
Anya yang merasa sudah agak tenang,ia pun balik ke ballroom tadi ,,dan duduk kembali di samping Meri ,,saat ia baru duduk ,,Eza dan Zain mendekati mereka dua dan bertegur sapa,,
'' hai fan ,,hai Mer '' sapa Eza
'' gue kira kalian pergi ke pesta yang lain ternyata satu acara juga dengan kita ya '' kata Zain
'' iya ,, ternyata dunia ini kecil ya ,,kita ternyata di acara yang sama '' ujar Meri
'' kita gabung di sini ya?? '' tanya Eza
'' oh silahkan '' ucap Anya
'' iya ,,dia itu Arga Erlangga pewaris tunggal keluarga Erlangga,, emang nya nggak pernah liat di internet apa ,,foto nya dia kan ada disana '' jawab Zain dan Meri pun ber-oh ria
Anya yang ingin melihat ke arah depan,, tidak sengaja mata nya dia bertatapan langsung dengan Arga ,,Arga yang tersenyum malah membuat Anya jadi semakin salah tingkah,,
'' eh btw nanti acaranya sampai tengah malam loh ,, kalau ada yang mau nginep disini kasitau aja ,, soalnya yang memang mau nginep untuk malam ini sudah di siapkan kamar ,, jika ada yang mau nginep ya ,, kalau nggak mau bisa pulang sih '' ucap Zain memberi tau mereka
'' wah beneran nih ,,wah kita nginep di hotel bintang lima memang fan '' kata Meri kegirangan,, sedangkan Anya tersenyum kaku
'' emm kalau boleh tau ,, kalian berdua nama lengkap nya siapa ..??'' tanya Anya ragu-ragu tanpa menghiraukan perkataan Meri
'' gue Eza atkinson '' jawab Eza
__ADS_1
'' kalau gue Zain Dawson '' jawab Zain juga
Anya dan Meri seketika langsung menganga mendengar nama mereka,, ternyata orang yang mereka anggap teman itu adalah orang terpandang semua ,, Orang kaya semua ,,Anya dan Meri sering mendengar nama besar mereka namun tidak pernah tau orang nya yang mana ,,
Meri yang memang dari kalangan berada pun tidak tau karena ia jarang ikut orang tua nya jika ada pertemuan antar pemilik perusahaan atau ada acara perusahaan seperti ini..
saat itu juga Anya langsung terdiam,, ternyata teman-teman nya semua adalah pewaris tunggal keluarga ternama di kota nya ini ..
'' wahh kalian benar-benar putra pewaris mereka ya ,,??'' tanya Meri yang masih belum sadar sepenuhnya..
'' yoii ,, emang selama kalian berteman dengan kami tiga,, kalian tidak tahu siapa kami ya ..??'' tanya Zain yang heran dari tadi mereka bertanya terus tentang jati diri mereka,,Anya dan Meri langsung kompak menggeleng kan kepalanya..
'' wah parah kalian dua ya ,,masak kita yang se-terkenal itu tidak tau kita sih ,,ya nggak broo ..'' ucap Eza yang tau ternyata Anya dan meri tidak mengenal mereka tiga ..
'' ya kan gue dulu udah pernah bilang ,, kalau penampilan kalian itu tidak seperti orang kaya ,, terutama Lo Eza,, penampilan Lo kayak orang yang nggak punya kerjaan tau nggak '' ujar Meri
'' lebih parah aku ,,aku kira Arga kerja sebagai supir,,'' ucap Anya yang membuat mereka tiga menganga..
'' what's,,Lo pikir kalau Arga itu supir..??'' tanya Eza memastikan ia tidak salah dengar
'' iya '' jawab Anya dengan lesu
setelah beberapa menit mereka diam,, akhirnya Eza dan Zain pun tertawa besar sampai semua orang melihat ke arah mereka termasuk Arga ..
'' eh kalian gila ya ,,malah ketawa lagi ,,apa nya yang lucu coba ??'' tanya Meri yang heran melihat mereka dua tertawa terbahak-bahak..
'' iya kami jadi gila dengar pengakuan kalian dua,,tapi its ok ,,kami jadi bangga dengan kalian,, kalian tidak pemilih sekali dalam hal berteman,,'' ucap Zain
'' ya ngapain kita memilih dalam hal berteman,, kalau menurut kami orang nya nyaman ,,aman ,,asik dan mudah bergaul dengan kita,,ya why not gitu ,,'' ucap Meri
__ADS_1
'' betul,, kami juga begitu '' jawab Eza
'' dari tadi ngomong terus,,makan dan minum yang disediakan,,ayoo '' ucap Eza yang langsung memakan hidangan di depan nya ..