TEROR PANGULUH

TEROR PANGULUH
Melihat Wujud Panguluh


__ADS_3

Bab1


Kisah ini terjadi pada tahun 1980 an masih didesa yang sama yakni Desa Sabuh, pada masa itu kehidupan didesa masih sangat primitif bahkan rumah-rumah masih jarang dan kegiatan orang sana hanyalah berkebun di ladang, dan warga yang memeluk Islam pun masih minim jadi hidup bertetangga berbeda agama dan hidup rukun, aman, damai. Sebut saja namanya Rahmat ia beragama Islam seorang perjaka tingting yang hidup dengan berladang kesehariannya hanya menjaga ladangnya, karena ladang orang Dayak itu ditengah hutan alas yang dibabat menjadi perkebunan baik padi, atau sayur mayur dan hama yang mengganggunya bukan main brutalnya Kera dkk dan Babi cs jadi itulah kenapa orang Dayak jika lagi musim Padi berbuah maka mereka akan menetap di ladang menjaga kebun mereka dari amukan si hama-hama tadi selama beberapa hari dan pulang hanya untuk membeli kebutuhan pangan. Dan Rahmat ini tak seorang diri disana beberapa ratus meter dari gubuknya itu terdapat gubuk tetangga yang juga sedang menunggu kebunnya tapi mereka non muslim. Latar belakangnya Rahmat ini kan Islam tapi dia itu tipe Islam KTP doang nggak pernah sholat dan nggak tau apa-apa tentang ajaran Islam, beberapa orang menawarkan dia untuk belajar ilmu agama tapi dia tidak mau, pemalas memang tipe orang ini. Nah suatu ketika hari sudah mulai sore Rahmat ini berniat untuk pergi mandi ke sungai yang jaraknya beberapa meter dari gubuknya, ia pun berjalan menelusuri jalan setapak menuju sungai, dan mandi seperti biasa. Namun tiba-tiba ia mendengar seperti ada langkah seseorang disemak-semak, lantas kepalanya memutari sekitarnya tak ada angin tak ada hujan daun-daun bergerak sendirinya, Rahmat masih mencoba kembali berpikir positif mungkin itu hanya binatang yang kebetulan lewat namun lama-lama bunyi berisik dibalik semak itu semakin menjadi jadi beberapa daun bergerak dengan sendirinya padahal hari sudah sore tak ada angin yang bertiup, terdengar juga sesekali suara berisik orang berbisik lirih Rahmat mulai waspada kepalanya bahkan tak beralih pandang dari arah suara semak yang bergoyang tadi, rasa takut mulai menyelimuti dirinya tapi ia masih berdiri mematung dipinggir sungai gak berani bergerak sedikitpun, badannya yang tadinya basah hampir mengering karena terlalu lama mematung bercampur dengan keringat yang mulai mengucur dari sudut pelipisnya. Terdengar pula langkah dari semak-semak itu yang satupun ada orang selain dirinya, dari situ Rahmat sudah menduga kalau bukan binatang yang lewat disana tapi memang ada makhluk gaib yang sedang menakuti dirinya entah apa makhluknya. Apakah Kuntilanak batinnya menerka karena memang yang seneng nakutin pria bujangan itu hanya si Kunti itulah kenapa jika lelaki masih bujangan yang belum menikah dianjurkan kalo masuk hutan itu bawa jeruk nipis atau minimal daunnya karena Kunti paling benci bau jeruk nipis itu kalo nggak hafal ayat kursi ya kalo hafal bacain ayat Allah pasti kabur. Ditengah ketakutannya itu Rahmat mendengar ringikan ayam hutan atau sakan sebutan warga sana, Rahmat yang mendengarnya pun langsung menerka lagi wah ini ayam jadi-jadian pikirnya lagi karena memang ayam sakan itu termasuk ayam langka dan jika ada itu pasti jadi-jadian karena orang Kalimantan itu percaya jika ada sesuatu yang tidak biasa dari bentuk hewan itu pasti percayanya itu jelmaan atau jadi-jadian karena memang sejatinya lagi yang namanya hantu Panguluh ini bisa merubah wujudnya jadi apa saja sesuka hatinya bisa jadi Kerbau, ayam sakan, burung, kucing, atau babi sekalipun tapi targetnya memang menakut-nakuti manusia, lebih seram lagi kalau dia berubah setengah hantu karena pernah kejadian orang di kampung mungkin sekitar tahun 2000 an lagi panas-panasnya isu Panguluh setelah sekian tahun menghilang dari desa itu kala itu listrik udah mulai masuk ke desa itu dan beberapa dari warga juga sudah ada yang memiliki telivisi kan nah jadi waktu kejadian itu pas lagi ramenya piala dunia ada salah satu warga yang pulang dini hari selepas menonton bola ya sekira jam 3 an dini hari lah ya balik kan dia pake senter ke rumahnya tau tau di tengah jalanan kampung yang lagi sepi dari kejauhan dia melihat sosok berambut panjang menjuntai berjalan santai disisi jalan karena penasaran si pria ini tadi mematikan senternya dan mencoba mengintip sosok itu dari balik rerumputan didepan salah satu rumah warga hanya dengan berbekal cahaya bulan pria ini melihat sosok setengah manusia itu berjalan menyusuri jalanan desa yang sepi dengan rambut kusut terurai panjang baju yang lusuh pula wajahnya tampak pucat dan keriput seperti sosok yang tak asing bagi pria itu, besok paginya langsung beredar kabar jika yang menjadi hantu Panguluh adalah Awe seorang janda beranak 5 yang berasal dari desa seberang mayoritas non muslim ia baru saja menetap di desa itu bersama kelima anaknya dan karena desa itu di tahun itu sudah mayoritas beragama Islam jadi saat ada pendatang masuk dan tinggal di desa itu haruslah masuk Islam begitu pula Awe dan anak-anaknya namun secara budaya dia masih memakai budaya leluhurnya yang non muslim yakni memakai minyak Panguluh sebagai jalan pintas menuju kecantikan yang abadi ya begitu kira-kira manfaatnya memakai minyak itu dan minyak ini tuh nggak bisa di anggurin ya dia harus dipake minimal setahun sekali gitu kalo nggak majikannya yang kena, dan ini tuh disimpan secara turun temurun biasanya begitu pula kajiannya harus dilestarikan begitu lah kira-kira dan kenapa orang bisa tau itu Awe karena sejak kejadian itu tak hanya satu dua orang yang pernah memergoki Awe pulang pagi-pagi ke rumahnya dengan keadaan rambut panjangnya yang terurai kusut dan sembabnya yang begadang nakut-nakutin orang. Oke kembali ke Rahmat pun memutar otak mencari cara mengusir gangguan dari makhluk jadi-jadian itu mau baca doa tapi nggak tau doa apa karena memang dia pemalas jika disuruh belajar ngaji, inilah titik penyesalan Rahmat harusnya dia mau saja belajar ngaji jika memang sepenting ini manfaatnya. Hingga dia teringat akan petuah orangtua di kampungnya jika kamu bertemu makhluk jadi-jadian cara ampuh untuk membuatnya berubah wujud jadi manusia adalah dengan bertelanjang bulat membelakangi hantu tersebut, Rahmat berpikir lagi apakah dia harus benar-benar telanjang demi melihat wujud makhluk yang menakuti dirinya yang dirasanya itu cukup absurd, tapi tak ada cara lain dan lagi pula dia juga sedang mandi sudah dalam keadaan bertelanjang dada, Rahmat mulai berbalik badan membelakangi semak-semak dimana ada suara aneh tadi dan melepas celana kolornya hingga dia benar-benar dalam keadaan toples, ia menengok ke belakang lewat bawah jadi posisi berdiri lalu jongkok gitu kan hingga dia melihat belakang itu dari tengah kedua kakinya yang di buka melebar, dan kaget dong Rahmat melihat ada cewek sedang cekikikan menertawakan dirinya yang sedang telanjang, karena kaget Rahmat lantas berdiri lagi dan memutar badan cewek tadi belum sadar jika Rahmat sudah bisa melihat wujudnya


"Hei!" Panggil Rahmat menyadarkan cewek itu yang mana cewek tadi itu juga hanya hanya memakai kain penutup di bagian dadanya ya memang pakaian orang primitif gitu lah, karena kaget Rahmat bisa melihat dirinya dalam keadaan yang Rahmat tidak memakai sehelai kain pun cewek itu lantas menutup wajahnya lalu berlari pergi dengan malu-malu, ternyata cewek tadi itu adalah tetangganya yang gubuknya tak jauh dari gubuknya Rahmat, non muslim jadi dia merubah wujudnya menjadi PANGULUH Sakan atau menjelma jadi ayam sakan yang dengan usilnya menakuti Rahmat, karena hanya ingin menguji seberapa hebat ilmu agamanya Rahmat. Rahmat pun bergegas mengenakan kembali celananya dan berlari untuk kembali ke gubuknya dengan keadaan yang mulai gelap, setibanya ia digubuk jantungnya masih berdegub kencang sekalipun dia sudah bisa melihat penampakan wujud asli Panguluh itu tapi ia masih merasa takut, takutnya jika Panguluh itu balik lagi menakutinya. Sesampainya digubuk Rahmat segera masuk ke dalam dan mengunci pintu rapat rapat.


"Ada apa Mat?" tanya Bapaknya begitu penasaran dengan tingkah laku Rahmat

__ADS_1


"Aku ketemu Panguluh sakan Pak!" Tuturnya masih ketakutan


"Yang bener kamu?"


"Ya Alloh, Pak aku gemetaran begini masa bohong!" ucapnya menunjuk tangannya yang masih bergetar


"Nggak ... aku liat wujud aslinya Pak, dia anak tetangga sana." Rahmat menunjuk arah gubuk tempat tetangganya itu

__ADS_1


"Oo, tetangga sana itu kan memang nggak Islam. Ya udahlah besok-besok ya kamu jangan kesorean mandinya."


"Besok aku mau balik aja lah Pak." Pintanya agak frustasi


"Ya nggak pa-pa Bapak ya berani aja sendiri disini, mungkin kamu baru jadinya diisengin Bapak udah lama disini nggak pernah liat begituan."


Fyi ya temen-temen jadi disana itu orang kalo bikin ladang itu biasanya sebisa mungkin mereka nggak berdekatan dengan mereka yang non muslim jadi bukan karena fanatik tapi karena yang non muslim ini senengnya nakutin yang muslim karena kalo sesama non muslim udah tau caranya menangkal mereka ya salah satunya yang telanjang tadi itu ini berlaku bagi mereka yang punya simpanan minyak begituan kalo non muslim yang nggak pake kajian ya aman-aman aja. Oke kawan-kawan sampai jumpa di next episode

__ADS_1


__ADS_2