Terpisah Karena Perbedaan

Terpisah Karena Perbedaan
Keputusan


__ADS_3

"jika aku yang membuat takdir maka kupastikan takdirku bersamamu tanpa ada rasa sakit"


~Cristiano Erfando


Terlihat sebuah rumah megah dan juga taman yang sangat indah dilengkapi kolam renang yang luas dan dipinggirnya ada kursi yang sangat nyaman untuk diduduki.


Terlihat seorang lelaki tampan dengan kulit putih berbadan tegap yang bagi siapa saja melihatnya akan jatuh cinta sedang berjalan menuju kursi, ditangannya memegang sebuah buku untuk dibaca.


Ia duduk dikursi itu sambil memandang ke arah taman dengan wajah dingin yang tak bisa terbaca, ia duduk bersandar di kursi dengan kaki ia silangkan kedepan. Ia fokus terhadap taman sampai tak terdengar seorang pelayan memanggilnya.


"tuan".


panggilnya, namun tak ada sahutan dari lelaki itu.


Pelayan itupun memanggil kembali dengan nada sesikit agak keras supaya tuan nya mendengar.


"tuan".


katanya kambali, lelaki itu tersentak kaget namun ia tak ingin menampakkan rasa kaget itu didepan pelayannya karena ia terkenal dengan sikap tegas dan dingin.


"kenapa?"


Ucapnya datar, sambil membenarkan bukunya yang hampir terjatuh dari tangannya karena pelayan tadi.


"maaf tuan mengagetkan, anda dipangggil nyonya besar ke kamarnya"


Ujar pelayan itu takut sembari menunduk


"baiklah, kamu boleh pergi"


ucapnya kembali sembark beranjak menemui ibunya


Sesampai disepan kamar sang ibu, lelaki itu langsung masuk tanpa mengetuk pintu karena itu sudah menjadi kebiasaannya.


"mama memanggilku"


Ucapnya sembari memeluk sang ibu.

__ADS_1


Lelaki tersebut adalah Cristian Erfando anak dari Darel Erfando dan Cristy lauorenz.


Cristian adalah anak tunggal pasangan tersebut, cristian yang sangat cerdas tampan dan tentunya berprestasi dalam menyikat habis lawan bisnisnya. Sosok yang terkenal tampan tegas dan dingin tersebut tentunya disegani semua orang dan Tak satu orangpun yang berani membantah ucapannya kecuali orangtuanya.


"ia cris mama mau bicara"


ujar cristy tersenyum sembari membalas pelukan sang anak.


"tentang apa ma?"


Tanya cris melihat sang ibu dengan raut wajah penasaran.


"Ara"


jawab sang ibu yang seketika mebuat cris melepaskan pelukannya dan mentap kosong kearah jendela.


"apa keputusanmu"


Sambung ibunya yang membuat cris seolah mati rasa tidak bisa menjawab pertanyaan sang ibu.


"cris, setiap orangtua tidak ingin membuat anaknya kecewa sama seperti mama dan papa tapi nak, kamu harus tau ini bukan hanya masalah kamu dan ara tapi masalah kita dan juga tuhan"


"ma, jangan seperti ini"


ucap cristian menatap wajah cristy sambil mengusap airmata ibunya.


"maaf kan mama dan papa nak, membuatmu harus memilih meninggalkan ara. Mama sebagai wanita merasakan apa yang juga dirasakan ara tapi satu hal yang harus kamu tau nak jangan pernah menyalahkan takdir"


Tutur cristi memegang tangan anaknya, sungguh ia tak tega melihat anak yang sangat ia sayangi harus bersedih dan kehilangan orang yang dicintainya namun perbedaan merekalah yang menjadi penghalang cinta anaknya.


"andai kamu tidak terlahir dari rahim mama cris pasti kamu sudah bisa bersama ara dan hidup bahagia nak"


Ucap ibunya kembali masih dengan airmata dan menatap anaknya dengan penuh kasih dan kasian.


"ma sudah, cukup ma"


kata cristian menenangkan ibunya.

__ADS_1


"aku sudah bicara dengan ara ma, tapi ara belum ada jawaban untu mengakhiri hubungan kami. Mama juga pasti tau dari dulu kita saling mencintai mendukung satu sama lain, jangankan untuk berpisah selamanya ma tapi untuk tidak memberi kabar satu hari saja rasa nya seperti kehilangan separuh nyawa ma, cris ingin mama tau dan memberi waktu untuk kita bisa menyelesaikan secara baik"


Ucap cris memohon kepada mamanya.


Dibalik wajah cris yang datar dan dingin namun tersimoan begitu banyak masalah dan kesedihan atas cintanya, ia tetaplah seorang lelaki yang lemah di depan orangtua dan orang yang ia cintai.


Lain halnya di kantor atau didepan orang yang tidak dekat dengannya ia akan menunjukkan muka datar dan bersikap biasa saja seperti hidupnya sangat bahagia tanpa ada beban dalam pikirannya.


Ara adalah wanita yang berhasil mengubah hidupnya menjadi manusia yang berhati baik, kadang ia pergi kepanti untuk membagi hasil kerja kerasnya kepada anak panti. Ia juga sering membantu anak-anak jalanan tanpa sepengetahuan mereka.


Dulu jangankan untuk kepanti bertemu anak jalananpun hampir mau ia tabraak dan bahkan memakinya, namun setelah bertemu dengan ara sikapnya semakin hari kian berubah dan bahkan orangtuanya pun hampir tidak mengenali lagi sikap anaknya yang dulu dan sekarang sangat jauh berbeda.


Cristy mengenal baik ara karena itu ia tak tega untuk memisahkan putranya dengan ara gadis yang telah membuat anaknya menjadi lebih baik. Cristy sangat ingin ara menjadi menantunya namun saat mengetahui jika ara seorang muslim cristy sangat syok serta merasa bersalah karena mau tidak mau barus memisahkan putranya dengan wanita yang sangat dicintainya.


"mama tidak menyalahkan kalian nak tapi ini memang takdir yang harus kalian lalui, jika papa mu tau maaka kamu akan terpaksa dikirim ke amerika nak dan mama tidak mau kamu jauh dari mama"


Kata cristy dengan menangis dan tidak bisa lagi menahaan kesedihannya terhaadap kisah cinta putranya.


"mama yakin baik kamu dan ara pasti akan saling mendukung keoutusan masing-masing nak, ara anak yang baik pasti dia mendukung keputusan mu"


Sambungnya lagi sambil mengusap airmatanya dengan menggunakan tisu.


"mama istirahatlah dulu, mama lelahkan? Cris juga istirahat ma hari ini cris tidak pergi kekantor"


Ucap cris sambil beranjak berdiri dan menutup pintu kamar ibunya serta melangkah menuju kamarnya.


Cris duduk di sofa sambil menatap sebuah foto seraya tersenyum, foto itu tak lain adalah foto ara gadis pujaan hatinya yang sebentar lagi harus ia lepaskan dengan terpaksa, gadis yang selalu membuat ia merasa khawatir saat jauh kini harus rela untuk menjauh selamanya.


Tak terasa cairan bening menetesi foto tersebut isak tangis tanpa suara dari cris untuk ara kekasih yang dicintainya.


"maaf sayang"


ucap disela tangisnya sembari menciumi foto itu dengan penuh cinta.


Hidup memang diciptakan dengan penuh perbedaan agar mereka tau arti perjuangan seperti yang di rasakan ara dan cris yang dilahirkan kemudian dioertemukan tetapi berakhir dengan perpisahan karena sebuah pperbedaan agama.


Sakit memang namun harus diterima, tidak ada yaang harus disalahkan hanya harus memilih antara pergi untuk menjaalani hidup masing-masing atau menetap dengan keadaan.

__ADS_1


*jangan lupa tinggaal kan jejak ya😊


__ADS_2