Terpisah Karena Perbedaan

Terpisah Karena Perbedaan
Tinggal Cerita


__ADS_3

"jika harta kau inginkan pasti kau dapatkan,


Meski cinta kau harapkan pasti akan kuberikan, tapi jika kau memintaku menetap walau ada perbedaan, maaf kau tetap harus kutinggalkan".


~Cristian Erfando


Sebagian orang menganggap perbedaan bukan masalah untuk bersama dan menjalin cinta asalkan punya rasa yang sama.


Namun tidak dengan Cristian dan ara mereka memilih berpisah untuk mempertahankan keyakinan masing-masing.


Rencana memiliki rumah tangga yang indah akan hanya tinggal cerita. Walau berjuang ingin tetap bertahan pun akan percuma karena perbedaan didalamnya.


Malam ini cris mengajak ara untuk bertemu dan berbincang bersama di sebuah caffe yang sudah dikosongkan atas perintah cris, karna ia tak ingin pembicaraan mereka didengar oleh orang lain.


Malam ini terlihat ara sedang menatap pantulan wajahnya dicermin, ia bimbang akan datang atau tidak karena takut akan suatu kenyataan yang tak pernah ingin ia dengar.


Jika ia datang ia takut akan kecewa karena berpisah dengan lelaki yang sangat ingin dijadikannya suami menjadi ayah untuk anak-anaknya nanti, ia takut akan kemungkinan jika tetap harus ditinggalkan.


Cristian sudah berada di caffe tepat pukul sembilan malam, ia duduk disebuah kursi yang sudah dipersiap


Kan untuknya sesuai perintah dan menunggu kedatangan ara.


Tak lama terlihat sebuah mobil berhenti di depan kafe tersebut yang tak lain adalah ara, ara menepikan mobilnya membuka pintu mobil ragu-ragu lalu keluar. Ia berdiri sejenak di depan pintu mobil dengan menghembuskan nafas kasar lalu melangkah kedepan untuk menghampirii cristian yang terlihat sudah lama menunggunya.


Terlihat dari kejauhan seorang lelaki yang duduk disalah satu kursi dengan memejamkan matanya, terlihat seperti sedang menunggu kedatangan seseorang dia adalah cristian.

__ADS_1


Terdengar suara langkah kaki seseorang berhenti didepannha yang membuat cristia cepat membuka matanya.


"maaf membuatmu menunggu" ucap ara ragu menatap cris dengan tatapan kerinduan yaang mendalam.


"tidak masalah" jawab cris seraya menampakkan senyum tulusnya yang ia tampakkan didepan ara lalu menuntun ara untuk duduk berhadapan dengannya.


Tidak ada kata diantara mereka seolah mulut mereka tak bisa untuk bicara. Akhirnya dengan terpaksa arapun memulai untuk bicara.


"kamu rindu aku cris" ujarnya dengan senyum yang terlihat sangat terpaksa.


Dia pun tak tau kenapa kata-kata itu spontan keluar dari mulutnya padahal bukan itu yang ingin ia ucapkan.


"sangat sayang" jawab cristian tersenyum tulus kepada ara.


"bagaimana ra keputusanmu" sambung cris tan kembali ingin memastikan sekali lagi walau sebenarnya ia tau jawaban ara dan tetap mereka akan berpisah.


Seolah susah untuk mengeluarkan kata dari mulut ara, ia seketika diam membisu sambil menahan cairan bening yang sudah mengumpul dipelupuk matanya yang susah payah ia tahan agar terlihat kuat didepan cristan.


"ra" ujarnya lagi sembari memegang tangan ara.


Seketika ara menjauhkan tangannya dari tangan cristian karena jika tangannya masih dipegang cristian maka ara tidak akan bisa mengucapkan satu patah kata pun.


"apa cris" ucap ara sengaja pura-pura tidak mendengar apa yang dikatakan cristian.


"sebenarnya kita tidak ada pilihan ra, satu-satunya jalan ya kita harus mengakhiri hubungan yang salah ini, kita buka hati kita untuk menerima yang lain yang berjalan dalam satu keyakinan bersama kita.

__ADS_1


Bukan aku tidak mencintai kamu tapi jika kita tetap berlanjut untuk membentuk rumah tangga, sepertinya banyak keluarga yang akaan tersakiti, tolong kamu mengerti ra". Ucap cristian panjang lebar menjelaskan kepada ara agar ia mengerti dengaan setiap keputusan yaang ia ambil.


"cris kamu tau aku mencintai kamu? Kamu pasti sangat tau itu cris? Aku tau apa yang ingin kamu sampaikan sebelum aku pergi menemuimu aku sudah bisa menebak ini pasti akan kamu tanyakan kembali. Cris apa kaamu tidak ingin berjuang tetap tinggal bersama ku? Kamu lupa dengan janji yang pernah kamu kataakan cris? Untuk itu coba kamu tatap aku cari kebohongan dimataku" kata ara sembari menatap hampa lelaki didepannya.


Cris mengangkat kepala menaatap mata ara mencari kebohongan disana, namun ia hanya menemukan sebuaah kejujuran dan ketulusan dimata ara.


" jika keyakinan kita yang jadi penghalang cris, maka kita satukan keyakinan itu aku mohon cris kamu kalahkan ego mu jadilah seorang muslim belajar cintai keyakinan yang aku jalani seperti kamu mencintaiku" ucap ara memohon dengan airmata yang entah sejak kapan meluncur begitu saja dihadapan lelaki itu.


Terkejut itu sudah pasti dirasakan lelaki itu, ia tidak pernah terfikir untuk pindah keyakinan menghianati keluarganya dan pasti membuat orangtuanya kecewa, dia memang mencintai ara namun jika untuk hal ini ia tidak bisa meninggalkan keyakinan yang sudah lama ia yakini. sebelum bertemu ara bahkan sejak ia dalam kandungan takdir itu sudah ada.


Dengan berat hati cris menjawab


"aku akan tetap bersamamu jika kita satu keyakinan namun nyatanya sekarang kita berbeda dan kamu menyuruhku memilih, maaf ara aku tak ingin kita sama-sama merasakan sakit namun tidak bisa kita hindaar kan lagi. Mungkin jalan ini trakhir untuk solusi masalah kita maaf ara aku akan tetaap meninggalkaanmu". Terpaksa cristian mengucapkan kata-kata itu karena ia tak bisa untuk memilih tetap tinggal karena akan ada banyak keluarga yang terluka akan ulahnya.


Airmata pun kini menetes dengan sangat deras ara dengan tergesa-gesaa pergi meninggalkan cris yang masih menatap sendu kearahnya tanpa sepatah katapun terucap, ia tak peduli lagi dengan sekitar yang ia tau ia kecewa dengan pilihan cris. Namun sepenuhnya bukan salah cris namun jika ara disuruh memilihpun paasti ara akan tetap teguh dengan keyakinan yang ia jaalani.


Cristian masih terdiam ditempatnya ia tak mencegah kepergian ara karna itu yang akan membuat ara tambah terluka dan iapun membiarkan ara pergi.


Tanpa terasa airmata lelaki itu jatuh namun tanpa suara dari pemiliknya, ia telah melukai hati orang yang ia cintai namun ini pilihan terbaik menurutnya karena percuma bertahan jika ujungnya tetap akan terpisah sebelum semakin dalam lebih baik akhiri sekarang.


Ara mengemudikan mobilnya tak tentu arah ia seperti orang bidoh yabg taak tau arah tujuan.


Langit sepertinya turut bersedih ia kini menurunkan air hujan dengan sangaat deras sehingga ara memilih untuk menghentikan mobilnya dipinggir jalan, ia terdiaam duduk didalam mobil sambil menaatap kearah luar dengan tatapan nanar ditemani airmata yang tak mau berhenti dari matanyaa. Ia masih memikirkan nasib cintanya yang tak bisa untuk diperjuaangkan, yang tidak pernah bisa bersatu sampai kapanpun.


*jangan lupa tinggalkan jejak ya, agar aku semangat nulisnya😊

__ADS_1


__ADS_2