Terpisah Karena Perbedaan

Terpisah Karena Perbedaan
Apartemen


__ADS_3

"aku harus kuat untuk melepasmu, agar tidak akan ada sesal yang menanti"


~Ara Sintia


Malam itu cristian tidak pulang kerumah, ia pergi ke apartemen miliknya yang ia beli dengan hasil kerja keras dia sendiri.


Malam yang hening dan hujan yang sangat deras mengguyur ibu kota membuat lelaki itu terus merasa bersalah terhadap ara karena membiarkannya pulang sendiri.


Ia terus memikirkan wanita itu mencari tau apakah dia sudah berada dirumah, namun kabar yang ia terima ara belum sampai rumah itulah yang membuat cristian merasa khuwatir takut terjadi apa-apa dengannya hingga tak terasa ia tertidur dengan sendirinya di sofa.


Sekitar pukul lima pagi terlihat seorang wanita sedang berjalan tergesa-gesa, namun berhenti didepan sebuah mobil yang terparkir sembarangan di di jalan depan rumahnya.


Wanita itu pun penasaran siapa pemilik mobil tersebut kenapa terparkir didepan rumahnya, segera ia mengintip dari jendela dan terlihat seorang perempuan dengan rambut acak-acakan sedang tertidur didalam mobil. Wanita itu mengira bahwa perempuan dalam mobil tersebut pingsan maka ia dengan cepat menggedor pintu mobil.


Mendengar suara kegaduhan dari luar ara pun segera bangun, dan betapa terkejutnya ia karena menyadari semalam tertidur didalam mobil, diapun bergegas membuka pintu mobil dan segera turun.


"maaf, apakah saya menggangu jalan anda"


Ujar ara merasa bersalah karna mobilnya telah yang terparkir sembarangan dijalan mungkin membuat orang yang melintas disana merasa terganggu pikirnya.


"tidak nona, justru saya kira nona tadi pingsan karena mobil anda terparkir sembarangan dan nona tertidur" ujar wanita itu dengan swnyum ramah.


"oh ya nama saya ratih nona, dan didepan rumah saya apakah nona ingin beristirahat sebentar?" tawar wanita itu tulus sambil tersenyum ramah.


"terimakasih ratih tapi sepertinya saya harus pergi mungkin lain kali saya akan berkunjung" jawab ara ramah dengan menatap wanita itu lalu berbalik berjalan menuju mobil, namun langkah nya terhenti dan berbalik kembali menuju arah wanita tadi berdiri.

__ADS_1


"panggil aku ara" ujar ara seraya tersenyum


"oh ya kamu mau kemana? Mungkin kamu bisa ikut semobil denganku akan aku antar" ucap ara memberi tumpangan kepada ratih, karena dia merasa ratih buru-buru iseperti ingin pergi kesuatu tempat.


"saya ingin ke jalan xxxxx non eh ra" ujarnya merasa tak enak hati.


"kita satu arah, ayo masuk sepertinya kamu buru-buru" ujar ara seraya membukakan pintu mobil menyuruh ratih untuk masuk ke mobilnya, dan setelah itu arapun masuk dan mengemudikan mobil nya membelah jalanan ibu kota.


"ratih seperti nya kita seumuran" kata ara sembari tersenyum.


"ia ra saya rasa juga seperti itu, umurku 24 tahun" jawab ratih jujur.


Ratih memang terlihat seumuran dengan ara karena wajahnya yang terbilang masih sangat muda dan sangat cantim menurut ara dan penampilannya juga begitu menarik dengan memakai dress abu-abu berlengan pendek dan sedikit polesan makeup diwajahnya.


"umurku juga sama sepertimu, mulai sekarang kita berteman" ujar ara senang menatap ratih sembari menunjukan senyum manisnya.


"baiklah ini simpan kartu namaku, dan sini ponselmu akan kucatat nomorku" ujar ara


"ini ra ponselnya" kata ratih sambil memberikan ponselnya kepada ara.


Ara pun segera mencatat nomornya di ponsel ratih, dan mengembalikannya kembali.


"ini ponselnya sudah selesai, nanti jangan lupa hubungi aku" ujar ara mengembalikan ponsel milik ratih


"pasti ara, oh ya ra nanti didepan belok kanan" kata ratih memberitahu ara.

__ADS_1


"oke ratih" jawab ara


Ara sedikit terkejut dengan arahan yang disampaikan ratih, karena jalan tersebut adalah jalan menuju rumah cristian. Tapi ara tidak menunjukkan keterkejutannya karena menurutnya tidak mungkin kerumah cristian sang kekasih eh tepatnya mantan kekasih sekaligus mantan calon suami.


Sampai didepan pagar rumah warna coklat ratih menyuruh ara untuk menghentikan mobilnya karena ia telah sampai tujuan.


Ara membisu dan benar-benar terkejut karena apa yang barusan ia pikirkan sesuai kenyataan. Ratih berhenti didepan rumah cristian, banyak oertanyaan yang ingin diajukan ara kepada ratih namun seperti nya waktu tidak tepat, arapun bersikap seperti biasa saja seperti tidak mengenali pemilik rumah itu.


"terimakasih ra, nanti saya hubungi kamu" ucap ratih sebelum keluar dari mobil ara.


"sama-sama ratih, saya pergi" jawab ara sambil tersenyum


Ratih sudah masuk kedalam dan disambut oleh stpam rumah cristian. Ara merasa ada sesuatu yang terjadi tanpa pengetahuannya namun ia berusaha menepis apa yang terlintas dikepalanya.


"kalau dia belum pernah kemari, tidak mungkin kan satpam mengijinkannya masuk sebelum memberi tau tante laurenz atau cristian terlebuh dahulu jika ada tamu" ucap ara sambil masih memandangi rumah cristian


"apa mungkin dia saudaranya, dilihat dari penampilannya sepertinya dia wanita berpendidikan dan tidak sembarangan dan sangat baik" ujar ara seraya menebak-nebak sendiri.


Arapun memutar balik kembali untuk pulang kerumahnya, ia mengendarai mobil dan sesekali melihat keluar jendela sambil berfikir tentang kejadian barusan, ada banyak sekali pertanyaan dikepalanya.


***


Di tempat lain seorang lelaki tanpan masih setia tertidur di sofa dengan lengan yang dijadikan bantalnya, ia merasa sangat lelah sehiingga tidak sadar tertidur di sofa apartemen miliknya.


*jangan lupa tinggalkan jejak ya😊

__ADS_1


Selamat membaca..


__ADS_2