Tersiksa Karena Pernikahan

Tersiksa Karena Pernikahan
Bertemu mama abraham


__ADS_3

Skip pagi


Langit masih gelap azan sudah berkumandang kubangun dari tidur ku dan ku laksanakan kewajibanku setelah itu akupun mulai membersihkan rumah, dari mulai mencuci pakaian dan memasak itu lah pekerjaan yang harus ku lakukan.


Waktu sudja menunjukan puku 06:45 pagi dan semua orang sudah ada di meja makan untuk makan bersama namun tidak denganku seperti biasa aku selalu makan di taman belakang setelah selesai aku langsung mencuci piring dan aku mulai bersiap siap untuk berangkat kerja, karena hari ini hari pertama ku bekerja jadi aku harus semangat tidak boleh telat.


setelah selesai aku langsung keluar rumah dan seperti biasa aku berdoa kepada penciptaku dan setlah itu ku ambil sepeda dan ku kayuh sampai toko, dan untuk saja dari rumah sampai ke toko hanya memerlukan waktu 20 menit setibanya aku di toko ternyata bu retno sedang membuka pintu toko dan aku langsung turun dari sepedaku.


Selamat pagi bu assalamualakum "ucapku sambil tersenyum"


Selamat pagi juga put, waalaikum salam, gimana hari ini semangat tidak? " ucap bu retno"


hehe harus semangat dong bu demi biaya masuk universitas " ucapku sambil cengengesan"


Yaudaj kalau giti ayo masuk dan tata bunga bunga ink di depan oke put "ucap bu retno"


Siap ibu komandan "ucapku sambol hormat dan menunjukan deretan gigi"

__ADS_1


Dan bu retno yang melihatku hanya geleng geleng kepala setelah itu aku menata bunga bunga itu hanya memerlukan waktu setengah jam tepat pukul 08:00 toko bunga pun di buka tidak lama kemudian ada ibu paruh baya menghampiri toko ku


Permisi mbak " ucapnya"


Iya iya ada yang bisa saya bantu " ucapku "


Mm gini mbk senentar lagi mertua saya ulang yahun dan disa suka sekali dengan bunga lili apakah mnak bisa membantau saya merangkai bunga lili dengan cantik " ucapnya"


baiklah lah bu akan saya buatkan ,tapi ibu mau berasa tangkai ya "ucapku"


sekisaran 50 tangkai saja mbak " ucapnya"


Setelah itu aku pun mulai merangkai bunga, namun disela sela merangkai bunga ibunya mengajak aku mengobrol.


Oh ya mbak nama mbak siapa ya nama saya mega" ucapnya mega"


Oh syaa purtri bu "ucapku sambil tersenyum"

__ADS_1


Umur mbak berapa? keliatannya mbak baru tamat sekolah menengah ya? "ucap mega"


Hehe iya bu saya baru lulus sekah menengah umur saya 17 tahun bu" ucapku"


Wah masih muda kali, kenapa mU kerja di toko bunga ini mbak? kenapa tidak langsung kuliah saya mbak? "ucap mega"


Ya maunya sih gitu bu tapi gimana lagi keadaan memaska saya jadi yaa haru iklas menerimanya "ucapku sambil tersenyum"


Saya punya anak laki" umurnya 26 tahun dan sekarang sudah mengurus perusahaan keluarga sih tapi ya gitu anaknya susah dibilangain mbak apalagi kalau udah berhubungan dengan kekasihnya saya ampun mbak nasehati dia " ucap mega sambil ngeluh"


Heheh namanya juga anak muda bu jadi makslumi saja hehe "ucapku samb cengengesan"


Seandainya nak putri yang jadi kekasih anak saya pasti saya sengeng banget deh " ucap mega sambil meghal"


Deg, aku terkejut mengenai perkataan bu mega tapi aku hanya bisa membalsanya dengan senyuman.


Jodoh sudah ada yang ngatur bu jadi hanyak bisa *berserah diri sa*ja.

__ADS_1


Setelah itu bu mega pun pergi dengan sebuet bunga yang sudah ku rangkai.


__ADS_2