
Jelita merasa bahwa semua bisa di beli dengan uang
padahal dulu ,hidup nya begitu susah
"sampai merantau ke Surabaya, sekarang
Jelita banyak tingkah lakunya
"apalagi Lilis sampai tau jika suami nya Danu pernah melakukan hubungan intim bersama Jelita.
Lilis merasa jika suaminya Danu sudah berubah semenjak kedatangan Jelita.
"mas Danu tak pernah menyetubuhi Lilis padahal jika Lilis perhatikan Danu sering menonton film ***.
Danu lebih senang melihat cewek-cewek seksi ke timbangan melihat isteri nya Lilis.
Lilis mencoba mencari tahu ada apa dengan suaminya Danu.
Lilis mencoba untuk pura-pura pergi,,
lalu kembali, dengan cara itu dia akan tahu suaminya berbuat apa di belakang.
Lilis menyuruh suaminya untuk pergi ke sawah tapi tidak pernah mau,dia mencari-cari alasan agak tidak pergi ke sawah lagi.
"setelah dia membututi suaminya Danu
ternyata Danu sedang mencoba untuk mendekati Jelita.
"Jelita sedang di kamar mandi Lalu Danu menunggu di depan pintu.
Lilis ingin tahu sebenarnya apa yg mereka berdua lakukan sehingga Danu tidak Mau lagi menyetuh istri nya.
"Lilis melihat gerak gerik Danu,, ternyata Danu sudah mulai beraksi Untuk Mendekati Jelita.
laki-laki mana yang tak tergoda
melihat tubuh wanita seksi seperti Jelita ucap
Danu.
Lilis pun mendengar apa yang Danu katakan
jadi selama ini Danu bermain api di belakang ku ucap Lilis sambil menangis.
setelah Lilis tahu apa yang akan terjadi,
Lilis pun tak tinggal diam.
Lilis Tiba-tiba masuk dan mengejutkan Meraka berdua.
Danu menjadi salah tingkah ketika ketahuan
bersama Jelita.
"kok kamu ada di sini bukannya kamu
pergi tadi ucap Danu.
"aku melupakan sesuatu ada yg tertinggal makanya aku Balik lagi mau ngambilnya
jawab Lilis.
Lilis sudah tidak tahan, Lilis ingin rasanya berteriak ke Danu dan Jelita tp dia tahan .
"Lilis berdiam di Kamar dan menangis
bahwa suaminya sudah menghianati nya.
"Jelita lalu masuk kamar dan menutup kunci
Jelita Males bicara dengan Lilis.
Jelita ingin rasanya mengontrak rumah
tapi sayang Adi tidak perduli dengan dirinya.
perut Jelita sudah masuk 4 bulan
sebenarnya Jelita tidak ingin hamil
Jelita takut Body nya yg bagus menjadi melar.
__ADS_1
Jelita menghubungi Adi lewat Vidio call
Adi tidak pernah mau mengangkat telpon Jelita ,Adi males bicara dengan Jelita.
sebaiknya kamu pulang saja nanti kamu di cari oleh istri mu ,, mungkin istrimu ada yg ingin di bicarakan denganmu tapi kamu tidak pernah mengangkat telpon mu,ucap bapak Izza.
maaf pak mungkin bapak mengira saya cinta sama wanita itu ,tidak pak sy GK pernah cinta
sama wanita siapa pun , hanya Izza yg saya cintai tapi saya bego-bego pak jadi laki-laki
jawab Adi.
"bapak Izza sudah tidak peduli dengan Adi
kalau bukan karena Izza anaknya mungkin Adi sudah di usir dari kemarin.
Adi ingin tinggal bersama Izza ,Adi hanya berpikir bagaimana cara agar Izza mau menerima dia kembali.
"Adi Ingin membawa Izza pergi jauh
dan mulai hidup baru lagi bersama Izza.
Izza ingin cepat-cepat Pulang
Izza was-was meninggalkan Adi
sendiri .
lalu Izza menelpon Adi, Izza ingin tau keadaan suaminya.
ketika Izza mau menelpon Adi , Haikal ternyata ada di belakang.
"Adi pun melihat bahwa Izza yg menelpon
Adi mau mengangkat telepon
tiba-tiba sudah mati.
Adi pun mau mencoba menelpon Balik ternyata telpon Izza sibuk.
Izza kaget melihat Haikal tiba-tiba ada di belakang nya.
ternyata mas Haikal,mas Haikal sudah pulang
iya saya sudah pulang,kamu mau telpon siapa,mau telpon ibu ya.aku jg mau bicara dengan ibu jawab Haikal.
Izza menjelaskan bahwa ibu Inah lagi sibuk mengurus Diana, sehingga tidak tahu telpon masuk.
Izza terpaksa berbohong kepada Haikal,
Izza takut Haikal sakit hati.
"baginya Izza sakit hati paling sakit
Izza tak ingin hati siapa pun terluka
hanya gara-gara dia itu yang ada di pikiran Izza.
Haikal ingin menanyakan apa jawaban Izza
bisa atau tidak Haikal belum tahu.
za kamu belum Jawab yg tadi apa bisa
nanti kita makan malam.ucap Haikal.
gimana ya mas , aku jadi bingung mau Jawaba apa , soalnya akhir-akhir ini aku banyak kerjaan jawab Izza.
jawaban Izza seperti menggantung
Haikal seperti agak kecewa dengan jawaban Izza.
melihat Haikal langsung terdiam
Izza langsung meminta maaf,,
mama mungkin aku menerima ajakan laki-laki
lain sementara aku masih suami orang,
di tambah suamiku lagi sakit,ucap Izza sendiri.
__ADS_1
Izza pun pamit pulang ke Haikal,,
tapi Haikal Hanya diam.
Izza Lagi-lagi merasa bersalah,
Izza kepikiran dengan Haikal karena sikap Haikal tiba-tiba berubah dingin.
Izza lalu menceritakan ke Ica,
Ica keget jika pak dosen gagah mengajak kakaknya.
Ica malah menyuruh kakaknya untuk menerima ajakan Haikal,
Izza menjadi tambah bingung.
melihat Izza kebingungan
Adi pun menanyakan keadaan Izza.
Izza sayang apa kamu sakit gara-gara aku
kamu pasti banyak pikiran, Jangan stress
aku minta maaf ya ini semua pasti gara-gara aku ucap Adi.
Gak mas aku cuma kecapean
aku hanya butuh istirahat saja jawab Izza.
ketika mendengar kata-kata Izza Adi pun terbangun dari tempat tidur nya
dan ingin membantu Izza.
melihat Adi terbangun Izza pun mencegah
Adi untuk tidak bangun dulu
keadaan Adi masih lemas ,
Izza pun menyuruh Adi untuk istirahat.
bapak Izza tidak ingin Adi berlama-lama di sini,,mau menyuruh Adi pulang sementara Adi masih lemas .
Adi punya pikiran jika dengan keadaan aku sakit aku bisa di terima di sini ,
aku ingin sakit se umur hidup ku ucap Adi
sendiri.
sementara Jelita mencari ibu mertuanya
meminta Adi untuk pulang ke rumah.
"ibu Inah tidak tahu jika Adi tidak pernah pulang ke rumah.
"ibu Inah juga tidak tahu Adi ada di mana,
ibu Inah mencoba mencari ke rumah Izza yg dulu tetapi keadaan rumah sepi dan kosong.
sekarang ibu Inah mau cari Adi di mana
ibu Inah pun mencoba menghubungi Adi
tapi Adi tidak mengangkat teleponnya.
ternyata Adi sedang istirahat
sehingga tak mendengar ada panggilan masuk
ibu Inah makin khawatir dengan Adi,
ibu Inah takut jika Adi kenapa-kenapa
ibu Inah berpikir jika ini semua gara-gara
Izza,
Izza yang membuat Adi pergi dan tak mau pulang
Bu terus gimana aku kan lagi hamil masa isteri nya di tinggal terus apa ibu GK kasihan
__ADS_1
Sama cucu ibu ucap Jelita.
ya nanti ibu akan cari Adi siapa tahu dia ada di rumah temannya jawab ibu Inah.