Tetanggaku Menjadi Suamiku

Tetanggaku Menjadi Suamiku
episode selanjutnya


__ADS_3

"Adi lalu membawa Izza ke dokter setelah Ica menyuruh kakaknya untuk di periksa


Adi membawa Izza dengan sepeda motor.


" Adi membawa Izza ke bidan sesampainya di sana karena tak ingin menunggu lama Adi pun langsung masuk


Meminta agar bidan segera periksa keadaan Izza tersebut.


"Bu bagaimana keadaan istri saya,dari kemarin istri saya tidak mau makan apa yang harus saya lakukan agar istri saya mau makan ..setiap makan nasinya keluar terus..saya harus gimana Bu bidan ucap Adi .


" Bapak Jangan panik nanti istri bapak saya kasih vitamin,bapak belikan susu untuk ibu hamil,biar mualnya berkurang.


Itu biasa terjadi kepada ibu hamil jawab ibu bidan kepada Adi.


" Setelah mendengar penjelasan dari bidan Adi pun langsung membelikan Izza susu hamil,,Adi langsung bergegas ke apotik.


"Adi lalu membawa Izza untuk pulang,


Sampai di rumah Adi menyuruh Izza untuk istirahat..tak lupa Adi menyuruh Izza untuk meminum susu. Adi membuatkan Izza susu menyiapkan makanan , Izza diperlakukan istimewa.


"Melihat Adi memperlakukan Izza seperti layaknya putri raja,, orang tua Adi keberatan.


"Adi dari tadi aku perhatikan kamu,, kamu hanya mengurusi istrimu terus,, sampai-sampai kamu tidak makan,,


Kamu terlalu memanjakan istrimu biarkan saja dia mengurus dirinya sendiri ucap orang tua Adi.

__ADS_1


"Pak Izza itu lagi sakit dia tidak pernah mau makan,aku hanya menyuruh Izza untuk makan ,, Izza lagi hamil anakku pak


Apa bapak tidak kasihan melihat cucu bapak ,, Jawab Adi.


"Di setiap orang tua Adi marah Izza selalu mendengar nya, Izza menangis jika tidak disenang oleh mertua nya


"Apakah aku bisa bertahan di rumah ini, sedangkan mertuaku,, sangat membenciku apa salah Dan dosa ku sehingga mereka tidak bisa menerima aku sebagai menantunya kata-kata Izza Sambil menangis di dalam hatinya.


"Adi tidak ingin melawan orang tuanya 


Adi juga tidak mau sampai menyia-nyiakan istrinya apalagi dengan keadaan hamil


"Selama Adi menikah dengan Izza Adi tidak pernah pergi merantau, Adi Hanya membantu orang tuanya.


"Adi ingin punya usaha sendiri, meski kecil yang penting tidak meminta kepada orang tua atau mertuanya.


"Setelah memasuki beberapa bulan kandungan Izza mulai mau makan,rasa mual-mual nya pun berkurang.


"Melihat keadaan Izza membaik Adi merasa senang,, Izza mulai memasak untuk Adi dan mertuanya tersebut


"Mertuanya kurang suka dengan masakan Izza tersebut mertua pun menyinggung perasaan Izza.


Masakan apa ini asin,tidak ada rasa kurang garam,anak kecil saja tidak mau makanan seperti ini apalagi aku,, kalau kamu tidak bisa masak kamu tidak usah masak, sebaiknya masakan Kamu,kamu buang saja ucap mertua Izza 


" Izza menangis mendengar kata-kata mertuanya,lalu Izza membawa ke dapur

__ADS_1


Dan ingin memberikan kepada orang tua nya ,jika aku buang makanan ini ,aku sudah capek-capek memasaknya lebih baik aku berikan kepada orang tuaku,


Ucap Izza sendirian.


" Izza membungkus masakan tersebut dan ingin di berikan kepada orang tuanya,


Adi  melihat Izza membawa bungkusan,


Adi pun bertanya kepada Izza.


"Izza itu yang kamu bawa apa, kamu mau berikan siapa itu makanan,aku kan belum makan ,apa ada sisa untukku di dalam.


" Ini makanan aku mau berikan kepada ibu, tadi ini makanan aku di suruh buang oleh bapak ,,dari pada makanan ini aku buang mendingan aku kasih ke ibu bapak,


Jawab iza Kepada Adi.


" Adi hanya diam saat Izza menjawab pertanyaan Adi, sedangkan Adi belum makan.


Izza pun buru-buru membawa makanan itu


Lalu memberikan kepada orang tuanya


Izza ingin tau bagaimana rasa masakan tersebut.


" Masakan Izza ternyata enak,rasa nya pas ,gak asin..ini bumbu ibu suka kata ibu Inah sambil memuji masakan Izza tersebut.

__ADS_1


" Izza merasa senang jika makanan tersebut tidak jadi di buang,,


Izza lalu pulang ke rumah dia melihat Adi di dapur sambil memegang piring.


__ADS_2