Tetanggaku Menjadi Suamiku

Tetanggaku Menjadi Suamiku
episode selanjutnya


__ADS_3

"Di saat Adi menggendong Izza, Izza pun terbangun, melihat Adi baru pulang jualan


Izza tidak tega.


"Adi memberikan uang kepada Izza , Izza pun menyimpan uangnya.


Izza berdoa agar melahirkan secara normal ,,


"Jam 2 pagi Izza sudah Mulai sakit pinggang, perutnya pun mulai sakit Izza sudah merasakan kontraksi berlebihan


Air ketuban Izza pun pecah


"Adi melihat Izza kesakitan Adi segara 


Membawa Izza ke Puskesmas terdekat


Adi panik dengan keadaan Izza sementara Adi tidak punya uang,hanya 50 rb 


Yang tadi di berikan kepada Izza.


"Sesampainya di puskesmas Adi langsung membawa Izza untuk di periksa oleh bidan, Adi berharap agar Izza bisa melahirkan normal.


"Izza terus menerus merasa kesakitan


Adi pun di panggil bidan untuk menemani Izza.


Rasanya Izza sudah mau melahirkan,


Bidan mengatakan bahwa masih pembukaan 4 .


". keringat Izza mulai bercucuran


Rasanya Izza pun sudah tidak kuat


Izza berusaha menahan sakit ,,


"Adi terus berusaha berdoa sambil menguatkan Izza,

__ADS_1


Pada akhirnya kepala bayi sudah terlihat, bidan pun langsung membantu Izza untuk melahirkan.


            Bidan"


Ibu ayo Bu ngeden yang kuat.


"Bayi Izza pun akhirnya lahir ke dunia


Bayi perempuan yg cantik : panjang 49cm


Berat lahir 3kl melahirkan dengan normal. Lalu Bayi tersebut di beri nama Diana Sari 


"Adi tak henti-hentinya mengucapkan syukur kepada Allah,, Allah tau bahwa Adi sedang kesulitan ekonomi , Adi hanya di mintain KTP saja oleh bidan.


"Adi menangis bahagia bahwa anaknya sudah lahir Adi pun mengazankan bayinya langsung.


Belum satu yang tau bahwa Izza melahirkan, karena orang tua Adi sedang tertidur pulas 


"Karena Adi panik Adi tidak membawa pakaian untuk bayinya ,bayi tersebut hanya berselimut kain yg di gunakan Izza 


"Adi lalu pulang ke rumah ternyata orang tuanya Adi masih tertidur,Adi juga melihat saudara juga tertidur.


"Adi pun balik ke kepuskesmas Adi hanya  berdua dengan Izza,


Karena keadaan Izza membaik Izza pun bisa langsung pulang.


"Mertua dan orang tua Izza kaget melihat Izza menggendong bayi 


Mereka bertanya-tanya kapan Izza melahirkan.


"Izza di panggil oleh orang tuanya


Ibu Inah Merasa bahagia melihat cucunya sudah lahir.


"Adi menyiapkan air untuk bayinya dan Izza untuk istrinya,tak lupa memasak buat Izza.


Melihat Izza sudah melahirkan orang tua Adi kurang senang.

__ADS_1


"Pasti rumah ini ribut dengan tangisan bayi, bisa-bisa aku tidak bisa tidur ucap orang tua Adi.


"Adi hanya diam ,tak ingin memberi tahu Izza, takut Izza sedih jika mendengar mertuanya berkata begitu.


" Adi meminta Izza untuk Tinggal bersama orang tuanya , Izza pun mengiyakan Adi.


" Melihat bayinya Adi mengurungkan niat untuk pergi.


Adi mencoba berjualan kembali,


Berkat doanya Izza jualan Adi lancar


"Di tengah-tengah kelancaran usahanya Adi dan Izza ,Adi mendapatkan musibah ..


Besar usahanya bangkrut itu terjadi karena orang tua Adi, orang tua Adi meminjam uang di lentenir.


"Adi sudah tidak mempunyai modal lagi 


Adi pun memutuskan untuk pergi merantau ke Surabaya.


"Mungkin ini cobaan kita berdua,aku harus pergi mencari uang di luar sana,,ku harap kamu mengerti dan menunggu ku pulang mungkin aku setengah tahun di sana.


Jaga anak kita baik-baik ucap Adi sambil menyakini Izza.


Setelah mendengar kata-kata Adi Izza pun merelakan Adi untuk pergi.


"Izza begitu berat di tinggalkan Adi tapi Izza harus bagaimana jika Adi tetep di sini.


"Adi mulai berkemas pakaian,besok pagi Adi berangkat menggunakan kapal


Izza dan Adi berpisah untuk sementara waktu, Izza pun mengantarkan Adi ke kapal.


" Izza menangis ketika Adi melambaikan tangannya Izza tak kuasa melihat Adi pergi


" Adi akan bekerja di proyek bangunan kebetulan proyeknya borongan 


Hanya itu jalan satu-satunya agar orang tuanya terbebas dari hutang

__ADS_1


"Setelah Adi sampai di tempatnya bekerja


Adi istirahat sejenak Adi pun memberi tahu Izza kalau dia sudah sampai di Surabaya.


__ADS_2