
"Carly pun siap-siap mau pergi ke rumah Adi
kebetulan ada pekerjaan juga untuk Adi.
Carly pun sampai di rumah Adi
Carly sudah siap untuk menjemput Adi.
"assalamualaikum permisi Tante mana
Adi saya ada perlu, kebetulan ada pekerjaan untuk Adi ,ucap Carly.
Adi pun langsung keluar menemui Carly
hai bro ada apa tumben kesini jawab Adi
Carly memang benar mau ngajak Adi kerja.
lalu Jelita tiba-tiba keluar dan melarang Adi untuk pergi.
"mau kamu ajak kemana suamiku,kamu kan tahu kalau aku sedang hamil ucap Jelita.
aku hanya mengajak Adi untuk kerja
kamu tahu dirimu sedang hamil, orang hamil
juga butuh biaya jawab Carly.
Jelita tidak percaya dengan Carly
Meraka Hanya pura-pura supaya Adi bisa
keluar ,,ucap Jelita dalam hatinya.
Jelita pun menyuruh ibu Nana agar tidak membiarkan Adi keluar,
namun Carly menyakinkan ibu Nana.
Carly berhasil bisa membawa Adi keluar
dari rumah.
Adi pun pamit ke ibunya,
tapi Jelita tak mau Adi pergi.
"Jelita mau ikut bersama Adi ,
tetapi Adi melarang nya untuk ikut.
Kamu tahu kan aku mau cari kerja
tapi kenapa kamu mau ikut ucap Adi.
aku tahu itu cuma akal-akalan Carly
agar bisa membawa kamu pergi dari rumah
jawab Jelita.
Adi tidak mau berdebat dengan Jelita
Adi males jika bersama Jelita terus
Adi langsung pergi, tapi Jelita terus memohon agar Adi tidak pergi.
Adi tidak perduli yg penting aku bebas
Mau dia nangis kek mau ,mau jungkir balik
yg penting aku bisa pergi ucap Adi sambil berjalan.
Jelita mengejar Adi dan berteriak-teriak memanggil Adi
tetangga pun melihat Jelita
tetangga memang kurang suka dengan Jelita.
lebay banget sich suaminya mau kerja,
Malah dilarang ucap ibu tetangga.
"eeh ibu-ibu kenapa Suka ikut campur
urusan orang, apa kalian GK punya
kerjaan jawab Jelita.
"Jelita kesal banget kepada ibu tersebut
Jelita ingin pindah rumah
tapi Jelita masih mikir.
kalau Jelita pindah yg di pikiran Adalah Adi.
sekarang saja Adi jarang di rumah apa lagi
pindah tempat tinggal ucap Jelita.
Adi merasa senang sudah bisa keluar
Adi berterima kasih kepada Carly.
bro aku memang mau ngajak kamu
kerja kebetulan memang ada kerjaan buat
kamu ucap Carly.
yg bener, kalau benar aku sich makin tambah
Senang ,, Kamu memang sahabat ku yg terbaik jawab Adi.
__ADS_1
Adi langsung melihat pekerjaan
dengan Carly.
Adi juga berniat untuk menemui Izza
tapi sayang Izza tak ada di rumah
Adi menanyakan kepada Ica,
dek kok kak Izza GK ada di rumah kakak Izza
ke mana tanya Adi
mungkin kak Izza pergi belanja
buat kebutuhan Diana
dan anak di perutnya jawab Ica.
lalu Adi menitipkan sejumlah uang untuk Izza
Adi selama ini jarang memberikan
Izza uang.
sementara Jelita ngamuk di dalam kamar
karena kesal terhadap Adi ,
Jelita mau menyusul tiba-tiba Jelita
merasakan keram di perutnya.
ternyata Jelita merasa sakit beneran.
Jelita pun menangis kesakitan.
dan berteriak minta tolong,
lalu Danu datang untuk menolong Jelita
tetapi Lilis tidak suka dengan sikap Danu
kepada Jelita.
Danu membawa Jelita masuk kamar
Jelita makin kesakitan
Jelita tak bisa menahan sakit
Danu pun ingin membawa Jelita ke rumah sakit.
Lilis keberatan jika Danu yg membawa Jelita
Lilis pun menelepon Adi
"tapi Adi tidak mau ngangkat telpon
akhirnya Danu yg membawa Jelita ke rumah sakit.
Danu begitu panik melihat Jelita
seolah-olah Jelita adalah istrinya.
Lilis cemburu atas perlakuan lebih terhadap
Jelita.
jika aku di posisi Jelita apa mas Danu
akan seperti ini kepadaku ucap Lilis di dalam hatinya.
"ketika Danu membawa Jelita ke rumah sakit
Dokter menanyakan mana suaminya
sampai dokter mengira Danu adalah suaminya.
karena Lilis tidak suka dengan pertanyaan dokter,,
dok dia bukan suaminya ,dia kakak ipar
nya suaminya pergi kerja makanya dia tidak tahu bahwa istrinya masuk rumah sakit
ucap Lilis.
dokter pun meminta maaf,
karena salah bicara.
Lilis terus mencoba menghubungi Adi
tapi Adi tetap tidak mau mengangkat.
Carly menyarankan Adi ngangkat teleponnya
tapi Adi males jika harus berurusan dengan Jelita.
Adi gimana sih Kenapa GK mau ngangkat teleponnya bisa-bisa mas Danu yg mengurus Jelita ucap Lilis dengan penuh kesal
Jelita merasa takut jika Sampai ke guguran
Jelita takut di ceraikan oleh Adi .
di sisi lain Jelita merasa bebas dari purut
buncitnya.
" tiba-tiba ternyata Jelita mengalami pendarahan
Jelita mengalami ke guguran.
__ADS_1
Jelita berteriak melihat darah yg keluar
Danu melihat keadaan Jelita langsung.
Danu juga ikut panik melihat Jelita
pendarahan
Lilis mencoba menelpon Adi berkali-kali
Adi belum juga tidak mau mengangkat
akhirnya Lilis menelpon Carly
tiba-tiba Carly mendengar ada telpon masuk
akhir Carly mengangkat teleponnya Lilis
Carly mana Adi Jelita masuk rumah sakit
kasih tau Adi istrinya berada di rumah sakit
suruh langsung datang ke rumah sakit
Jelita mengalami keguguran
aku dan Danu yg menjaga di sini
tolong ya kamu suruh Adi datang
ucap Lilis.
ya dari tadi aku sudah suruh mengangkat teleponnya, tapi Adi GK mau
jawab Carly.
Carly pun menyuruh Adi untuk menemui
Jelita tapi Adi yg GK mau.
Carly memohon supaya tidak di telpon
terus oleh Lilis.
akhirnya Adi pun ke rumah sakit
untuk melihat keadaan Jelita.
Adi sebenarnya males menemui
Jelita mau GK mau Adi pun harus
menemui Jelita.
Adi sudah sampai di rumah sakit
Lilis pun langsung memberi tahu Adi
jika Jelita mengalami keguguran.
Adi dari tadi aku telepon mu
tetapi dirimu tidak mau ngangkat kamu kemana saja ucap Lilis.
sebenarnya aku males ke sini
kalau bukan Carly yg suruh aku datang
aku gak akan ke sini jawab Adi.
Danu lebih senang jika Adi tidak datang
Danu Merasa ada kesempatan buat
dekat dengan Jelita.
Adi lalu melihat keadaan Jelita
Jelita meminta untuk di temanin.
namun Adi memilih untuk pergi
Adi memang sudah mati rasa
terhadap Jelita.
Jelita tidak perduli meski Adi sikapnya dingin
Jelita akan tetap berusaha
buat Adi untuk jatuh cinta.
setelah dokter meriksa Jelita
keadaan sudah membaik
dokter pun mengizinkan Jelita untuk pulang
kakak aku minta tolong bawa Jelita
pulang aku mau lihat kerjaan lagi
ucap Adi
Lilis kamu gimana sich kamu ini suaminya
masak kamu tidak peduli,dari tadi yang
jaga mas Danu,aku GK suka mas Danu
dekat-dekat dengan Jelita jawab Lilis.
setelah mendengar kata-kata Lilis,
__ADS_1
Adi mau membawa Jelita pulang.