Thanks For Five Days

Thanks For Five Days
OM MESUM


__ADS_3

.......


.......


.......


08.36 AM / Selasa, 23 Februari 2021


"Atha bangun!" Kata Rani mengguncang tubuh Atha yang sedang tidur


"Hmm" gumam Atha


"Bangun kamu, kan udah bunda bilang jangan begadang. Gini kan jadinya!" Omel Rani


Gadis itu berdecak malas. Andai bundanya itu tau dia baru bisa tidur setelah sholat subuh. Dan ini semua gara gara om om ngeselin itu


Atha bangun dari tidurnya. Kini gadis itu sudah duduk, dia menoleh dan tak mendapati Athi di sampingnya


"Athi mana Bun?"


"Ke sekolah" jawab Rani singkat lalu keluar dari kamar putrinya itu


"Gila, jadi gue ditinggal sendirian nih ceritanya. Maya kan mau ketemuan sama bang Athalla hari ini" monolognya


"Nasip, nasip"


...*****...


Benar saja perkiraan gadis itu. Sekarang hanya tinggal dia sendirian di rumahnya. Rumah neneknya pun tidak ada orang disana


Suasana kampung yang sepi seperti ini sudah sering sekali terjadi. Atha saja yang tidak sadar. Pasalnya gadis itu selalu ditemani Athi kalau bukan Maya


"Kampung kalau sepi gini kok jadi seram seram gitu ya? Padahal ini udah mau masuk siang " kata Atha bergidik ngeri


"bosen"


Atha, gadis itu sedang tiduran di sofa dengan posisi tidak biasa, sebab kedua kakinya ia letakkan di punggung sofa


"Kenapa juga Corona ini ngak hilang hilang, males gue daring mulu" kesal gadis itu


"Orang lain pada sibuk daring, sedangkan gue? Kenapa juga sih tu guru harus pake acara sibuk segala" gerutunya


"Woy kayak orang gila lo ngomong sendiri dari tadi" teriak Rasya, sepupu Atha


Atha memilih mengabaikannya. Dirinya sedang ingin bermalas malasan sekarang. Tidak ada yang menarik hari ini menurutnya


"Kok gue tiba tiba ingat om om ngeselin itu ya?" Tanya gadis itu


"Apa gue chat aja?"


"Tapi, malulah" kata gadis itu


"Gue juga masih kesel sama om om itu, gara gara dia tidur gue ngak nyenyak semalam" gerutu Atha


Lama mempertimbangkan akhirnya gadis itu memilih untuk membuka aplikasi telegram itu


...Aziel...


^^^Om!^^^


^^^Tumben gak chat^^^


"Gila di read doang" guman Atha kesal saat melihat centang dua pada pesannya. Namun tak kunjung di balas


...Aziel...


^^^Yaudah sih gapapa juga om gak chat^^^


^^^Damai kan jadinya^^^


Saya sakit


^^^Sakit hati?^^^


Itu salah satu penyebabnya


Saya demam


^^^Yaudah istirahat aja om^^^


^^^Aku doain om cepat sembuh^^^


^^^Om begadang kan semalam?^^^


^^^Pasti gara gara itu om sakit^^^


^^^Makanya jangan begadang^^^


Ternyata kamu perhatian juga


Saya jadi penasaran seperti apa raut wajah kamu sekarang


"Gila ini tangan gue apa bukan sih? Gak bisa dikendaliin, main ngetik aja. Malu kan gue jadinya" gerutu Atha


...Aziel...


^^^Ahem, istiraht om!^^^


^^^Minum obat jangan lupa^^^


Iya, saya usahain cepat sembuh untuk kamu


^^^Om lagi sakit sempat sempatnya ngegombal^^^


^^^Au ah aku oof aja^^^


Jangan


^^^Kenapa?^^^


Saya butuh kamu di saat seperti ini


^^^Om itu butuh obat bukan butuh aku^^^


Obat itu untuk menyembuhkan luka fisik


Dan saya butuh kamu untuk menyembuhkan luka batin saya


^^^Ya terus aku harus gimana om?^^^


Chat apa aja


Yang penting jangan oof


^^^Ya aku ngak tau mau ngomong apa om^^^


^^^Ngeselin banget sih^^^


Ceritain tentang kamu aja


"Cerita apa? Ah bodo. Cerita apa aja yang penting om om itu senang"


Jadilah gadis itu menceritakan apa saja yang ada di dalam otaknya. Mulai dari cerita random sampai cerita cerita mistis. Hingga aktifitasnya itu terhenti saat mendengar azan berkumandang


...Aziel...


^^^Sholat om!^^^


^^^Udah Dzuhur^^^


Ini masih jam 11.07


^^^Loh disini udah 12.07 kok^^^


Berarti kita jauh


Kamu WITA saya WIB


^^^Iya^^^


^^^Yaudah om aku mau sholat dulu^^^


Iya


Gadis itu beranjak dari tempat duduknya, lalu melangkah menuruni tangga rumah neneknya. Masuk ke dalam rumahnya yang pertama gadis itu lakukan masuk ke dalam kamar mandi dan mengambil air wudhu. Baru setelahnya gadis itu menunaikan ibadah shalat Dzuhur dengan khusyuknya


Setelah salam gadis itu menengadahkan tangannya berdoa kepada sang Khalik, berharap dosa dosanya diampuni. Mendoakan kedua orang tuanya barulah setelahnya gadis itu berdoa agar selamat dunia akhirat


"Ya Allah ngak tau benar apa ngak, tapi om om ngeselin itu bilang dia sakit. Kalau ngak ya alhamdulilah, kalau benar mudah mudahan dia cepat sembuh ya Allah. Amin" doa gadis itu dalam hati dan mengusap wajahnya saat mengucapkan kata Amin


...*****...


"Udah pulang lo pada?" Tanya Atha saat sampai dirumah neneknya dan mendapati Maya ditemani Athi yang sibuk bermain ponsel


"Hmm" gumam Maya


"Woy bocil! Pulang sekolah itu ganti baju, sholat, terus makan. Bukan malah langsung main hp" kata Atha menoyor kening Athi


"Ck" decak Athi merasa terganggu, dia kan sedang mabar dengan pacarnya


Drtt...


Drtt...


Drtt...


"Kurang ajar ni om om! Lima puluh empat pesan, sialan" kesal Atha saat melihat pesan dari Aziel


"Parah! Lima puluh empat pesan dan isinya cuma 'lama' doang. Gak sabaran amat sih" gerutu Atha


"Tha!" Panggil Athi


"Hmm" gumamam gadis itu yang sibuk mengotak atik ponselnya, lebih tepatnya megomeli Aziel


"Gue emang nyuruh lo buat cari pacar, tapi gue ngak pernah nyuruh lo buat pacaran sama om om. Masih mending kalau om omnya itu duda tapi kalau om omnya udah punya istri lo mau ngapain bege?"


Atha menjatuhkan ponselnya. Gadis itu mengerjapkan matanya mencoba meresapi setiap kata kata dari mulut Athi


"Sialan" lirihnya


"Gue ngak pacaran sama om om bangsul! Di Roleplayer manggil orang dengan sebutan om itu udah biasa, mau dia tua apa ngak" kata Atha ngegas


"Dan bisa bisanya lo nuduh gue pacaran padahal gue sama sekali ngak berminat untuk itu" kesal Atha lalu mengambil ponselnya


"Oh"


...Aziel...


Kamu sudah makan?


^^^Nanti aja om^^^


^^^Om sendiri sana makan, habis itu minum obat!^^^


^^^Om masih sakit kan?^^^


Iya saya makan dulu


Nanti habis sholat dzuhur saya balik lagi


Atha menghela nafas, setidaknya om om ngeselin itu bukan cowok yang susah disuruh makan. Ah memikirkan itu Atha jadi bingung, kenapa dia peduli dengan om om itu

__ADS_1


'anggap aja ini rasa manusiawi. Om om itu kan lagi sakit' batinnya


Gadis itu keluar dari aplikasi telegram. Berniat ingin mematikan data selulernya, niatnya itu terhenti saat melihat pesan dari sahabatnya


...Salsa my friend...


Udah download wa**pad?


Mau gue rekomendasiin cerita ngak?


^^^Udah^^^


^^^Gak usah nanti juga ketemu sendiri yang menarik di mata gue^^^


^^^Lo sendiri udah coba buat download NOVELTOON ngak?^^^


Iya udah, bagus bagus ceritanya


Atha mematikan ponselnya. Tadi saat Aziel itu masih online kenapa dirinya sangat bersemangat, tapi setelah Aziel offline semua chat hanya angin saja baginya


Chat dari Raveena saja dia belum balas. Lagian sih isinya cuma itu itu aja 'udah makan?' atau kalau ngak 'udah sholat?'


Hari ini juga dia sama sekali tidak berminat untuk berdebat dengan Athi. Rasanya seperti ada yang kurang menurutnya


...*****...


"Thi geser dikit!"


Tanpa mengalihkan pandangannya dari handphone Athi menggeser posisi duduknya. Gadis itu sama sekali tidak peduli dengan Atha yang sedari tadi mengganti ganti posisi tidurnya


Sebenarnya saat ini jam baru menunjukkan pukul 20.07, sudah seharian ini Atha merasa aneh, dia ingin cepat tidur untuk melupakan sejenak perasaan aneh itu, tapi dirinya malah tidak bisa tidur


"Geseran lagi thi" kata Atha pelan


Athi mengalihkan pandangannya pada Atha. Gadis itu berdecak malas. Mungkin sudah lebih sepuluh kali Atha menyuruhnya untuk bergeser


"Gue udah montok di dinding dodol!" Kesal Athi


"Lo napa sih? Udah dari gue pulang sekolah lo aneh gitu. Atau jangan jangan lo lagi patah hati alias galau?" Tanya Athi memicingkan matanya


"Gue ngak tau, om om ngeselin itu bilang bakalan balik habis sholat dzuhur tapi ini udah habis sholat isya, dan dia belum ngabarin gue sama sekali" lirih Atha pelan


"Apaan, si om om roleplayer itu?" Tanya Athi


Gadis itu mengangguk mengiyakan. Memang sedari tadi dirinya misuh misuh ngak jelas karena Aziel sama sekali belum mengabarinya. Perasaan aneh itu ya karena dia memikirkan Aziel


"Mana lo tau kalau dia chat lo apa ngak, kalau data seluler lo aja ngak aktif" kesal Athi saat melihat ponsel Atha


"Oh ngak aktif? Perasaan udah gue aktifin tadi" gumam Atha


'sampai di pin gini chatnya. Berlebihan banget, patah hati baru tau rasa' batin Athi saat melihat nama Aziel berada di barisan paling atas dengan tanda pin di sebelah kanan


"Sama sekali ngak ada chat dari om om roleplayer, tapi dia online" kata Athi menyerahkan ponsel itu ke Atha


"Jahat banget" kata Athi menatap nanar ponselnya


Benar saja saat ini Aziel sedang online. Tapi satu pesan pun darinya tidak ada yang masuk ke ponsel Atha


...Aziel...


^^^Om jahat banget lupain aku^^^


Kenapa?


^^^Aku nungguin om dari tadi siang^^^


^^^Aku kira om bakalan chat aku^^^


^^^Om online tapi ngak balas chat aku^^^


Maaf saya sibuk


^^^Oh^^^


"Om om ngeselin kok kayak beda ya? Jadi lebih cuek" gumam Atha


Atha mengecek kembali ponselnya setelah beberapa menit tak mendapati pesan balasan dari Aziel. Gadis itu berdecak, centang dua di pesan terakhir yang ia kirim menandakan bahwa Aziel sedang mengabaikannya


"Bodo amat" sarkas gadis itu melempar ponselnya ke sembarang arah


Merasa kesal dengan Aziel yang mengabaikannya, Atha memilih untuk tidur saja. Kali ini benar benar tertidur


...*****...


Drtt...


Drtt...


Drtt...


Atha bangun dari tidurnya. Dirinya merasa terganggu dengan suara getar handphone. Gadis itu mengecek ponsel Athi yang ada di sampingnya. Bukan, berarti itu ponselnya


'tapi tuh ponsel di mana njir?'


Atha turun dari ranjangnya, lalu menekan saklar lampu. Gadis itu menguap, tadi saat mengecek ponsel Athi ia melihat bahwa sekarang masih jam 21.48


"Sialan, terlempar sampai ke kolong meja rias. Untung gak lecet" gumam Atha mengusap ngusap ponselnya


Gadis itu memicingkan matanya. Dia mengecek data selulernya, belum dimatikan


'Pantas saja' gerutunya dalam hati. pasalnya ada 25 panggilan tak terjawab dan satu pesan dari Aziel yang isinya -temani saya-


...Aziel...


^^^Kenapa?^^^


Kenapa chat saya tidak di balas


^^^Aku tidur om^^^


Saya ganggu?


"Pake nanya lagi, ya iyalah bego" umpat Atha


...Aziel...


^^^Hm^^^


Maaf


Kalau begitu kamu tidur lagi aja


^^^Ada sesuatu yang mau om omongin?^^^


^^^Ngomong aja^^^


^^^Kalau ngak, mana mungkin om nelfon sampai segitunya^^^


Ngak


Saya cuma gabut


^^^Yaudah aku tidur dulu om^^^


Iya


Baru saja gadis itu ingin mematikan data selulernya. Pesan dari Aziel menghentikan niatnya itu


...Aziel...


Saya mau ngomong sebentar saja


Boleh?


^^^Ngomong apa?^^^


Saya sayang sama kamu


Sangat sangat sayang


^^^Om apaan sih^^^


^^^Om masih sakit?^^^


^^^Kalau masih sakit istirahat aja om^^^


Saya serius


Saya benar benar sayang sama kamu


"Apaan ni om om, gue kepanasan sialan" kesal Atha mengibas ngibaskan tangan di depan wajahnya


"Bodoh! Jangan mikirin itu dulu. Kayaknya ni om om lagi ada masalah deh" monolognya


...Aziel...


^^^Om lagi ada masalah?^^^


^^^Maaf kalau terkesan ikut campur^^^


Gapapa kamu kan cp saya


"Kok gue bisa lupa ya soal itu, tapi meskipun gitu tetap aja ini kan cuma virtual" gumamnya sadar diri


...Aziel...


^^^Emang om ada masalah apa?^^^


Masalah sama orang tua


Ini saya lagi di luar


Kabur dari rumah hehehe


^^^Kalau ada masalah sama orang tua itu diselesaiin baik baik om^^^


^^^Jangan malah kabur^^^


"Tumben gue bijak" heran Atha pada dirinya


...Aziel...


Masalah saya beda cerita


^^^Beda bagaimana?^^^


Saya dituduh hamilin anak orang


^^^Hah?^^^


"Gila! Eh tapi cuma dituduh kan, ngak benaran. Tapi kalau benaran gimana anj?"


...Aziel...


Iya


^^^Cuman dituduh kan om?^^^


Kamu juga ngak percaya sama saya? hahaha


^^^Eh, ngak gitu om^^^

__ADS_1


^^^Kan aku cuma nanya^^^


Saya ngerti kok


"Pasti om om ngeselin tersinggung sama ucapan gue. Gue jadi ngerasa bersalah" lirihnya


...Aziel...


^^^Yaudah om sekarang lagi dimana?^^^


^^^Pulang aja om!^^^



Nanti aja


Saya masih mau disini


"Gila ni om om! Ngapain dia di pinggir laut? Mau bunuh diri? Gila aja" pekiknya pelan


...Aziel...


^^^Ngapain di laut om?^^^


^^^Pulang om! Udah malam^^^


^^^Om ngak usah macam macam deh^^^


^^^Pulang om!^^^


^^^POKOKNYA PULANG!^^^


Hahaha saya jadi penasaran


Gimana wajah panik kamu


^^^Malah bercanda^^^


^^^Aku serius om^^^


^^^Buruan pulang!^^^


Ini lagi hujan


Dingin, tapi saya enggan untuk pulang


"Om om ngeselin kayak putus asa gitu. Separah apa sih masalah sama orang tuanya?" Tanyanya


...Aziel...


^^^Yaudah^^^


^^^Lagian di sini juga lagi hujan^^^


^^^Aku keluar rumah aja^^^


^^^Biar satu sama^^^


Benar saja, gadis itu benar benar keluar dari rumahnya. Benar apa yang dia katakan diluar sedang hujan, padahal ini sudah menunjukkan pukul 23.04, Atha duduk di teras rumah. Mana berani dia main hujan hujanan, bisa bisa di amuk bunda ratu besok


...Aziel...


Jangan konyol kamu


Nanti kamu sakit


Masuk rumah sana


^^^Om juga sama^^^


^^^Gapapa kan biar sakit sama sama^^^


Terserah kamulah


^^^Ya iyalah terserah aku^^^


^^^Orang ini hidup aku bukan hidup om^^^


Pintar ya kamu kalau ngomong


Masuk rumah sana


Saya sudah di rumah teman saya


^^^Ngak percaya^^^


^^^Coba kirim foto rumahnya^^^


Keras kepala



...Note: foto ini bersumber dari google...


...No komen komen...


^^^Gak percaya^^^


^^^siapa tau om fotoin rumahnya orang^^^


^^^Coba om masuk, terus foto kamarnya^^^



Puas?


^^^Hehehe^^^


^^^Om, kasurnya kecil banget^^^


^^^Emang muat om sama teman om itu tidur disana?^^^


Muat muat aja


Nanti kalau kita nikah kasurnya bakal lebih gede lagi


Biar lebih leluasa hahaha


^^^OM MESUM!^^^


Hahaha bercanda


Sana masuk


Gadis itu mengangguk lalu masuk ke dalam rumahnya, atau lebih tepatnya rumah orang tuanya. Setelah mengunci pintu barulah gadis itu duduk di tepian kasur


"Kali ini gue akui kalau gue emang keras kepala, omongan Athi emang benar" kata Atha sambil melirik Athi yang sedang tertidur pulas


...Aziel...


^^^Hehehe tadi dingin banget ya om^^^


Dasar


Tidur byy udah tengah malam


"Gue ngak suka panggilan itu" kesalnya


...Aziel...


^^^Om bisa ngak sih ganti panggilan aku^^^


^^^Kesannya kayak aku itu bbg om^^^


Kamu sendiri ngak pernah berhenti manggil saya om


Padahal saya masih muda


^^^Ihh anggap aja itu panggilan kesayangan^^^


Gadis itu mengernyit, tadi dirinya yang kewalahan membalas chat dari Aziel. Sekarang Aziel malah belum membalas chat terakhir darinya. Padahal ini baru dua menit, memang Atha saja yang tidak sabaran


...Aziel...


^^^Om^^^


^^^Om^^^


^^^Om udah tidur?^^^


^^^Tapi kok centang dua?^^^


^^^Aku di abaiin lagi nih ceritanya^^^


^^^Gak asik lah^^^


Ah itu


Tadi kamu bilang apa?


^^^Aku ngak bilang apa apa loh om^^^


^^^Emangnya kalau aku bilang sesuatu ^^^


^^^Om bisa dengar sampai sana?^^^


Ah, maksud saya kamu ketik apa tadi?


^^^Yang mana?^^^


Panggilan kesayangan?


"Sial, sial, sial" umpat Atha


"Kayaknya benar deh ini bukan tangan gue" lirihnya sambil menghapus pesan yang ia kirim itu


...Aziel...


^^^Yang mana?^^^


^^^Om salah liat kali^^^


Benaran ada tadi


Udah kamu hapus kayaknya


^^^Orang ngak ada^^^


^^^Udah ya om, udah malam aku mau tidur^^^


^^^Good night^^^


^^^Babay^^^


Dengan kecepatan kilat Atha mematikan data selulernya, tanpa melihat pesan balasan dari Aziel


"Sial, gue pen nangis rasanya" kata Atha meraup wajahnya


.......


.......

__ADS_1


.......


__ADS_2