
.......
.......
.......
Setelah kejadian itu mereka tak lagi sungkan untuk berbicara dengan Atha. Apalagi Chika dan Salsa kedua gadis ceroboh itu selalu mengatakan hal bar bar tak peduli tatapan tajam dari Atha. Atha sendiri sudah menyerah menghadapi mereka
"Jadi benaran lo bisa ngomong?" Tanya seorang siswa laki laki, Angga
Atha mengangguk dan tersenyum kikuk. Meskipun kaku, teman teman barunya membalas dengan senyuman yang ramah. Inilah yang membuat Atha nyaman dengan mereka
"Coba ngomong!" Kata Irvan antusias
"Ngomong apa?" Tanya Atha
"Wahh~~"
Sekelas jadi heboh saat mendengar suara Atha. Meskipun terkesan dingin tapi mereka tidak takut sama sekali. Atha tersenyum tulus, meskipun tak selebar dulu setidaknya dia masih bisa tersenyum setelah apa yang terjadi padanya
"AA~~, DIA SENYUM" pekik Chika heboh
"AA~~" teriak satu kelas heboh
'berlebihan' batin Atha
"Lo cantik kalau senyum"
Atha menoleh dan mendapati seorang pria dengan entengnya duduk di meja. Jika dilihat dari seragamnya pria itu seorang siswa SMA
"Dia Athalla Marthen" bisik Salsa di telinga Atha
Atha mengernyitkan keningnya. Nama itu terasa familiar. Setelah mengingat, gadis itu kembali pada ekspresi datar
"Maya?" Tanya Athalla tho the point
"Rumah"
"Kenapa?"
"Sakit"
Teman teman sekelas Atha menelan salivanya. Percakapan macam apa ini? Singkat, padat, dan jelas
"Ahahaha, cuacanya panas banget yah hari ini" kata Irvan
Athalla melirik Irvan sebentar lalu kembali menatap Atha "pulang sekolah lo ikut gue, motor lo lagi di bengkel kan? Maya yang bilang semalam" kata pria itu lalu melenggang pergi
"Wow, wow, wow, ada apa ini, Athalla siapanya lo?" Tanya Nella, sang ketua kelas
Atha menggeleng "dia pacarnya Maya"
"Kalau itu semua orang tau. Mereka berdua itu best couple di sekolah ini. Cocok banget pokoknya" kata Chika antusias
"Tapi hubungan lo sama mereka berdua apa?" Tanya Ali
"Maya adiknya bunda gue"
"APA?"
Atha meringis. Mungkin hatinya akan baik baik saja selama di sini, tapi dia tidak yakin telinganya akan baik baik saja
"K-kak Maya, Amaya Tazkira kan? Lo ngak bohong kan?" Tanya Salsa tak percaya
"Iya"
"Astaga, astaga! Demi apa coba. Gue ngak mimpi kan?" Heboh Chika
"Pantes aja lo cantik" gumam Bima
"AA~~"
...*****...
"Lo tau tentang semua ini?" Tanya Ghava pada Maya yang hanya diam tak bergeming dengan apa yang barusan dia dengar
"Ngak, sama sekali ngak ada yang tau" kata gadis itu pelan
Tadi mereka berdua memata matai Athalla dan Atha. Saat Atha pamit dan Ghava menyadari ada yang salah dengan gadis itu, dia mengajak Maya untuk mengikuti Atha diam diam
Betapa terkejutnya Maya dan Ghava saat melihat Atha dan Athalla bertemu. Tak ingin salah mengambil langkah. Ghava meminta Maya agar tak melabrak mereka dan mengikuti saja. Dan yang membuat mereka lebih terkejut setelah mengetahui alasan Atha pindah sekolah
"Kalian berdua mau sampai kapan disitu?"
__ADS_1
Ghava dan Maya menelan salivanya susah payah. Suara keramat itu, itu suara Athalla. Ketahuan sudah mereka diam diam mengikuti. Keduanya berdiri sembari menunduk tak berani menatap Athalla maupun Atha
"Ekspresinya udah kayak kucing ketahuan curi ikan aja" cibir Atha meledek
Maya mendongak, tatapannya langsung terkunci dengan tatapan Athalla. Bukannya Maya tidak tau, wanita itu jelas tau, Athalla pasti sangat kecewa dengannya
"Ahem, kok banyak nyamuk ya?"
Ghava memandang Atha tak percaya 'iya, lo sama gue nyamuknya' batinnya tak habis pikir
"Biar gue yang jelasin" kata Ghava menatap Athalla
"Gue sama Maya ngak ada hubungan apa apa. Kita sering ketemu cuman buat ngobrol doang, ngak ada kata pacaran atau selingkuh selingkuh. Perasaan Maya ke lo itu sebenarnya sama kayak lo ke dia. Lo tau apa alasan dia buat cari crocodile kayak kami pas dia lagi bosan?" jelas Ghava dan bertanya di akhir kalimat membuat Athalla menggeleng
'lah sadar diri ternyata' batin Atha kala mendengar pengakuan tidak langsung dari Ghava bahwa laki laki itu crocodile alias buaya darat
"Lo selalu sibuk dengan dunia lo. Urusan belajar, urusan organisasi, dan lebih parahnya lagi lo lebih mentingin game daripada pacar lo"
Athalla tercegang dengan penuturan Ghava. Ya, itu semua memang benar. Kenapa dia baru sadar akan hal itu. Sedangkan Atha sendiri hanya diam, gadis itu memang sudah menduga dari awal
"Maaf" kata Athalla memandang teduh gadisnya
Maya melangkah dan langsung menubruk tubuh tegap Athalla. Gadis itu memeluk erat tubuh sang kekasih, sungguh Maya rindu dengan pelukan ini. Pelukan hangat penuh cinta yang hanya dia dapatkan dari Athalla seorang
"Ahem, nyamuk astaga"
Ghava, Athalla, dan Maya kompak menoleh ke Atha dengan raut wajah datar. Sedangkan yang ditatap hanya menyengir memperlihatkan deretan gigi putihnya
...*****...
"Kenapa lo gak pernah cerita sama sekali tentang bullying di sekolah lama lo?"
"Kalau gue cerita emang ada yang percaya?" Tanya balik Atha menatap Maya
"Seenggaknya lo coba aja dulu, lah itu malah pesimis duluan" cibir Ghava
"Dia bukannya pesimis, cuman hari itu Atha sama orang tuanya lagi perang dingin. Mereka masih kecewa Atha pindah dari sekolah elite itu, gue yakin mereka ngak bakalan percaya"
"Kamu sendiri, kenapa bisa tau?" Tanya Maya menatap sang kekasih
"Hari itu aku nggak sengaja mergokin dia hampir nyelakain salah satu anak geng motor liar di sekitar sini. Mulai dari sana aku tau semuanya"
Penuturan Athalla membuat Ghava dan Maya bergidik ngeri. Bagaimana mungkin gadis yang selama ini terlihat adem adem santai di depan mereka, ternyata adalah seorang psycopath
"Lo tau geng BlackWhite?"
"Geng tebesar dan terkenal di kota ini kan?" Tanya Ghava. Atha mengangguk mengiyakan
"Jangan bilang salah satu anggotanya teman dekat lo?"
Ghava memicingkan matanya. Jika benar dugaannya jika Atha memiliki teman dekat di geng itu maka matilah Lukman dan teman temannya itu. Geng BlackWhite dikenal sebagai geng yang tak kenal ampun. Seperti namanya hitam putih, layaknya kehidupan yang tak memiliki warna cerah. Mereka hanya punya dua arti dalam nama itu, hitam yang artinya berbuat jahat pada orang yang tepat, seperti Lukman dan teman temannya contohnya dan putih yang artinya berbuat baik. Entah perbuatan baik apa yang geng itu pernah lakukan. Setidaknya mereka bukan geng yang meresahkan masyarakat
"Bukan. Bukan salah satu tapi semua anggota BlackWhite teman dekat gue"
Baru saja Ghava ingin bernafas lega, tapi niatnya itu terhenti saat Atha melanjutkan kalimatnya. Bahkan tubuhnya serasa lemas seperti tak bertulang saat mendengar seluruh anggota geng itu adalah teman dekat Atha
"Lo kenal mereka darimana?" Kali ini Maya yang bertanya
"Mulai dari ketuanya"
"Pacar lo?" Tanya Ghava
"Bukan"
"Terus?"
Atha melirik Athalla yang terlihat biasa biasa saja dengan obrolan mereka. Athalla menaikkan satu alisnya saat tak sengaja melihat atha menatapnya
"Dia udah ngaggep gue kayak saudaranya sendiri, begitupun sebaliknya"
"Siapa?" Tanya Maya dan Ghava kompak
"Athalla Marthen" jawab Atha santai lalu perlahan menutup telinga dengan santainya. Begitupun dengan Athalla yang melakukan hal sama
"APA!"
Pekikan Ghava dan Maya yang sangat menyakitkan bagi telinga itu mengundang banyak tatapan tanya dari semua penghuni Cafe. Atha yang sangat risih ditatap banyak pasang mata balik menatap mereka dengan tajam
"Kok kamu ngak pernah bilang?" Tanya Maya kesal memukul pundak Athalla
"Kan kamu ngak pernah nanya"
Maya benar benar kesal dibuatnya. Bisa bisanya Athalla menyembunyikan hal sebesar ini darinya. Bahkan keponakannya saja lebih duluan tau daripada dia. Dan disaat dia tau dengan santainya Athalla mengatakan 'kan kamu ngak pernah nanya'. Gadis itu memalingkan wajahnya kesal
__ADS_1
"Kayaknya gue juga bakalan senasib sama Lukman and the geng" gumam Ghava menelan salivanya
"Sejak kapan?"
Athalla menoleh kearah Maya. Dia sangat tau gadisnya ini sedang kesal. Tangannya terulur untuk mengacak acak rambut Maya
"Dari kelas dua SMP" jawab Athalla masih santai
"Setelah kita jadian atau sebelum?"
"Sebelum"
"Pantas aja selama ini kamu cuek cuek bebek, selain urusan organisasi kamu juga harus ngurus geng kamu itu" kata Maya kesal
Athalla terkekeh lalu menarik Maya kedalam pelukannya "Maaf yah" kata pria itu lalu mengencup ujung kepala gadisnya
"Nyamuk sialan" kesal Atha. Oh tidak tahukah kedua orang di hadapannya bahwa jiwa jomblonya meronta ronta melihat keuwuan secara Live
"Jadi kamu yang bantu Atha buat ngecelakain Lukman dan teman temannya?" Tanya Maya setelah melepaskan pelukannya
"Bukan. Aku aja baru tau dia nekat kayak gitu"
"Jadi nyonya Athaya Tavisha, coba jelaskan!" Kata Maya menatap Atha
"Ngak ada yang perlu dijelasin gue rasa" kata gadis itu santai
"Ck, kalau kakak gue sampai tau bisa mati lo"
"Mereka ngak bakalan tau kalau bukan lo yang ngasih tau"
"Udah ngak usah dibahas lagi! Lagian ada bagusnya Atha nekat sama mereka, seenggaknya mereka ngak ngecelakain lebih banyak orang lagi" lerai Athalla
Sejenak menjadi hening, semuanya sibuk dengan pikiran masing masing hingga akhirnya Ghava membuka suara
"Kalau gue ngak salah ingat, bukannya ketua BlackWhite udah ganti ya. Koreksi kalau salah bang" okey, sepertinya Ghava benar benar takut dengan Athalla. Bicaranya astaga luar biasa lembut dan sopan
"Iya udah ganti" kata Athalla singkat
Ghava mengangguk mengerti. Sebenarnya ada banyak pertanyaan dibenaknya tentang geng itu. Jujur dia tertarik dan pernah berniat untuk bergabung, hanya saja dia tidak memiliki keberanian untuk hal itu
"Lo diterima" kata Atha tiba tiba membuat Ghava, Athalla, dan Maya kompak menoleh ke arah gadis itu
"Apanya?" Tanya Maya
"Maksud gue Ghava diterima di geng BlackWhite" kata gadis itu memperjelas
"Lo yakin?" Tanya Athalla ragu
"Hmm, aneh memang tapi gue ngerasa dia pantas, gue emang benci crocodile tapi okey lah kesampingkan itu dulu lagian semua orang punya sisi baik dan sisi buruk"
"Lo ngak nanya sama ketuanya dulu?" Tanya Ghava. Bohong jika laki laki itu mengatakan tidak senang, ini keinginannya dari dulu
"Ngapain, orang gue ketuanya" kata gadis itu menyombongkan diri
"What!"
"Kok kamu lagi lagi ngak bilang sama aku sih?" Tanya Maya kesal, kali ini dengan tidak berperasaannya Maya menampar keras pipi sang kekasih
"Lupa sayang, ini aja baru ingat tadi" kata Athalla, laki laki itu memegang pipinya yang terasa panas. Dia akui tamparan Maya lebih sakit daripada mendapat bogem mentah dari musuh
"Udah dong jangan ngambek lagi" kata Athalla membujuk. Jatuh sudah harga dirinya sebagai mantan ketua geng BlackWhite yang terkenal kejam tak berperasaan
"Nyamuk astaga" lagi dan lagi Atha mengganggu mereka, entah apa alasan gadis itu
"Lo ngapain sih nganggu mulu? Makanya cari pacar sana, betah amat jadi jomblo" kesal Maya pada akhirnya
"Gue udah punya, wlee" kata Atha menjulurkan lidahnya mengejek Maya
"Siapa. Om om pedo itu?" Tanya Maya sengit
"Dia bukan om om. Dia masih muda"
Maya mencebikan bibirnya "Lo sendiri selalu manggil dia om om ngeselin"
"Panggilan kesayangan" kata gadis itu menyombongkan diri membuat tiga manusia di hadapannya memutar bola mata malas
"virtual"
.......
.......
.......
__ADS_1