Thanks For Five Days

Thanks For Five Days
Imagine


__ADS_3

.......


.......


.......


09.47 AM / Rabu, 24 Februari 2021


Jam sudah menunjukkan pukul waktu siang tapi Atha, gadis itu masih tidur tengkurap di atas kasurnya. Dia sempat terbangun subuh tadi, tapi setelah masuk kamar mandi dan mendapati dirinya sedang datang bulan gadis itu kembali tertidur. Mungkin gara gara begadang dengan Aziel semalam


Atha sudah beberapa kali mengganti ganti posisi tidurnya. Gadis itu berdecak, perutnya sakit. Mungkin karena efek hari pertama


"Jam berapa sih?" Kata Atha dengan suara serak


Tangannya sibuk meraba raba seisi ranjang untuk mencari ponselnya. Setelah mendapatkan ponselnya gadis itu terbelalak melihat waktu sudah hampir siang


"Gue tidur apa pingsan njir" gumamnya


...*****...


Pernah tidak merasakan menjadi tukang ojek di keluarga sendiri? Itulah yang sekarang Atha rasakan. Gadis itu melirik Maya dari kaca spion motor sport kesayangannya. Motor yang dia dapatkan dari hasil tabungannya sedari masih sekolah dasar. Atha berdecak


Tadi setelah dia bangun...


"Eh ayam, kaget gue njir!" Kata Atha saat dirinya membuka pintu kamar dan langsung disambut oleh Maya yang sedang maskeran, mana masker putih lagi


"Anter gue" kata Maya pelan takut takut maskernya retak


"Ke mana?"


"Ketemu sama Ghava"


"Lagi" Kata Atha tak percaya


"Lagi?" Tanya Maya tak mengerti


"Minggu lalu kita udah ketemu sama Ghava, Lukman, sama Gibran di hari yang sama. Lo mau mati, gak cukup apa satu cowok?" Cerocos Atha merasa geram dengan tingkah Maya


"Udah lo gak usah protes, tugas lo itu cuman anter gue"


"Sialan, masalahnya lo jadiin gue nyamuk. Dan parahnya lagi kalau lo ketahuan bang Athalla kalau lo selingkuh, lo jadiin gue alasan bangsul. Lo bilang gue yang lagi ketemuan sama selingkuhan selingkuhan gue. Gue ngak terima!" Kata Atha dengan nafas yang memburu, gadis itu tidak terima. Pasalnya hampir setiap hari Athalla menasihatinya padahal kan bukan dia yang selingkuh


"Biasa aja kali" kata Maya santai tanpa beban apapun. Gadis itu sama sekali tidak merasa bersalah telah membebani keponakannya


Atha menghembuskan nafas lelah "jam berapa?" Tanyanya pasrah


"Jam 11"


"Ok"


Gadis itu menutup pintu kamarnya, lalu dikunci. Dia sama sekali tidak peduli dengan Maya yang menggerutu kesal di luar sana, karena dia juga sangat kesal dengan kebiasaan buruk Maya yang punya banyak selingkuhan. Ujung ujungnya dia juga yang akan kena imbasnya


...*****...


Disinilah mereka bertiga sekarang. Setelah menempuh satu jam perjalanan, akhirnya Atha dan Maya sampai di taman kota. Jangan heran heran desa ke kota cuman satu jam ditempuh oleh keduanya. Atha memang pembalap gengs


...Note: jangan di tiru ...


...Apa lagi anak di bawah umur kayak Atha...


Atha menatap jengkel Maya dan selingkuhannya itu, Ghava. Dan benar saja, gadis itu sekarang dijadikan obat nyamuk


"Kasihan gue yang jomblo" gumam gadis itu. Dan sialnya gumamannya itu didengar oleh Ghava


"Panggil teman cowok lo aja Ath, supaya seru. Biar gue juga ada temannya" kata pria itu sok akrab


Gadis itu melirik Ghava sekilas. Tanpa membalas perkataan pria itu Atha bangkit dari duduknya, gadis itu melangkah menjauh dari dua manusia setengah setan yang menurutnya sangat laknat


Atha memang tidak suka pada Ghava, bukan hanya Ghava namun semua selingkuhan Maya. Bagi Atha cuman Athalla seorang yang cocok bersanding dengan Tante kecilnya


Athalla, sosok laki laki yang berjiwa pemimpin. Laki laki yang selalu menasihati Atha kala gadis itu melakukan kesalahan. Laki laki yang menganggap Atha layaknya adik kandung. Dan yang lebih kebetulannya nama awal mereka sama sama Atha, Athalla dan Athaya


Jika bukan karena Athalla begitu mencintai Maya mungkin Atha akan mencarikan perempuan yang jauh lebih baik untuk Athalla. Bukan malah bersama orang seperti Maya, diam diam selingkuh dan selalu menuduh keponakannya yang selingkuh


"Huh! Sialan" umpat Atha melihat Maya dan Ghava tertawa lepas dari jauh


Gadis itu memilih menjauh. Bukan karena iri atau apa, hanya saja ia merasa muak dengan kata kata racun yang keluar dari mulut Ghava. Ingin sekali Atha menyumpal mulut laki laki itu dengan tomat segede buah apel. Berharap apel itu nyangkut di lehernya dan mati sekalian. Okey abaikan pikiran absurd Atha


"Gue kangen sama om om ngeselin" gumam gadis itu tanpa sadar


Atha mengerjapkan matanya setelah menyadari apa yang baru saja ia katakan. Malu? No, sama sekali tidak. Gadis itu benar benar merindukan Aziel. Dia ingin chatting dengan laki laki itu hanya saja sejak kejadian tadi malam, dia sama sekali belum pernah membuka ponselnya karena kesiangan


Mengambil ponselnya dari tas selempang yang selalu ia bawa, gadis itu mengaktifkan data selulernya. Pesan yang Aziel kirim membuat ponsel Atha seperti ponsel rusak, bergetar tanpa henti


...Aziel...


Pagi


Sudah sarapan?


Kamu belum bangun?


Byy


Queenbyy


Kamu baik baik saja kan?


Ini sudah siang


Jangan buat saya khawatir


Apa saya diabaikan?


Byy


Byy


Byy


Byy


Byy


Byy


Byy


Byy


Byy


Byy


Byy


^^^Jangan ngespam om^^^


Kamu kemana aja


^^^Aku tadi masih tidur om^^^


Ini sudah siang

__ADS_1


^^^Kesiangan kalau gitu^^^


^^^Emangnya kenapa^^^


Kamu ngak sholat


^^^Ngak^^^


^^^Lagi datang tamu^^^


Sakit ngak


^^^Lumayan^^^


Minum obat aja


^^^Apaan nanti juga hilang sendiri^^^


"Ini desa om. Omnya aja yang ngak tau obat kayak gitu kebanyakan orang desa ngak tau, palingan didiemin nanti ilang sendiri sakitnya. Mau itu sakit kayak serasa diperas, di tusuk, sampai serasa mau meninggoy pun ngak bakalan pakai obat" monolog Atha berlebihan


...Aziel...


Tapi orang bilang datang bulan itu sakitnya hampir sama kayak melahirkan


Melahirkan itu sakit loh


Masa kamu bisa tahan tanpa obat


Hahahaha


Atha tertawa kencang saat membaca pesan dari Aziel. Entahlah menurutnya itu sangatlah lucu


...Aziel...


^^^Apaan sih om^^^


^^^Setiap orang itu berbeda beda^^^


^^^Iya, tau kok kebanyakan wanita kalau lagi menstruasi pasti sakitnya itu nauzubillah luar biasa^^^


^^^Tapi bukan berarti semua kan?^^^


^^^Ini juga pertama kalinya ngak sesakit itu^^^


^^^Biasanya kalau aku lagi dapat ya cuman diam dalam kamar^^^


^^^Lagian emang om udah pernah ngerasain gimana rasanya melahirkan^^^


^^^Hahaha^^^


Ya engga lah


Gila aja


Mana ada laki laki melahirkan


^^^Hahaha^^^


^^^Malu aku om dilihatin orang^^^


^^^Gara gara om nih^^^


Kamunnya aja yang receh


Orang itu ngak lucu


^^^Masih mending receh^^^


^^^Daripada murahan^^^


Kamu kalau ngomong pedas amat yah


^^^Mana ada pedas^^^


^^^Emang om pernah ngerasain^^^


Dasar kamu


Kamu pernah imagine?


^^^Ngak pernah om^^^


^^^Selain agak jijik aku ngak tau caranya^^^


Ck, mulutnya ya


^^^Tangan om bukan mulut^^^


^^^Aku ngetik bukan ngomong^^^


Ngejawab Mulu


Mau di ajarin imagine?


^^^Ogah^^^


^^^Bisa sendiri aku^^^


Benaran?


^^^Huum^^^


^^^Gini kan^^^


^^^/Samperin om ; senyum devil ; tendang anunya ; kabur/ ; Hahahaha^^^


Kamu ya


Nakal


Maya dan Ghava saling lirik. Kedua anak manusia itu terlihat keheranan dengan tingkah Atha yang tertawa lepas di tempat umum, pasalnya Atha tertawa sendiri. Ghava jadi bergidik ngeri


'Apa mungkin tuh cewek anak indigo?' tanya Ghava dalam hati


'Kesurupan kah?' batin Maya ngawur


...Aziel...


/Geleng kepala lihat tingkah kamu ; smirk/ ; kamu harus tanggung jawab ; /deketin kamu ; raih tengkuk kamu ; cium bibir kamu ; ***** pelan/


"Gila gue harus balas apa njir, Niat bercanda kok malah gini? Mana gue ngak tau mau balas apa" kata gadis itu panik seketika


"Masa iya gue harus nampar? Om om ngeselin kan baperan amat"


...Aziel...


^^^/Kaget sampai kejang kejang ; tendang kenceng om sampai ke mars/ ; om apa apaan sih?^^^


Astaga kamu ya


Benar benar


Saya kira adegan ini bakal berakhir romantis

__ADS_1


Eh ternyata malah kayak gini


^^^Lagian om sih main nyosor aja^^^


^^^Dosa om^^^


^^^Astaghfirullah^^^


^^^Maafkan hamba ya Allah^^^


Yaudah kalau gitu kita nikah aja


Biar gak jadi dosa


"Apaan langsung ngajak nikah aja" kata Atha kesal


...Aziel...


^^^Ngak tertarik om^^^


Dasar


Padahal saya udah bayangin kalau kita nikah loh


Punya keluarga kecil


Punya banyak anak


pasti lucu lucu


^^^Emang om mau punya berapa?^^^


Banyak


Tujuh sampai sepuluh kalau bisa


"Apaan, itu mah suami puas istri tewas" kesal Atha


...Aziel...


^^^Ya ya ya^^^


^^^Aku doain istri om kuat dengan segala cobaan yang menimpa, amennnnn^^^


Iya semoga kamu kuat


^^^APAAN SIH OM^^^


^^^AKU BILANG ISTRI OM, BUKAN AKU^^^


Kan kamu istri saya


Hahahaha


^^^Ihh om^^^


^^^Ngeselin banget sih^^^


Hahaha


Sholat byy


Udah jam 11.34 disini


Kamu belum sholat kan?


"Eh iya njir, untung om om ngeselin ngingatin gue" gumam Atha


...Aziel...


^^^Yaudah om aku sholat dulu^^^


Iya


Atha mematikan data selulernya. Setelah memasukkan ponsel ke dalam tas selempangnya, gadis itu bangkit dari duduknya lalu melangkah menghampiri kedua manusia laknat tadi


"Lo masih lama?" Tanya Atha tho the point


Maya yang sedari tadi sibuk bercanda dengan Ghava menoleh ke arah Atha. Begitupun dengan Ghava yang ada di sebelahnya


"iya, kenapa emang?"


"Oh, gue mau ke mesjid" kata Atha lalu berbalik pergi. Terlalu lama berdekatan dengan spesies seperti Ghava membuat Atha rasanya ingin membunuh mereka hingga punah


"Lo idaman teman gue banget Ath, mau kenalan?"


Pertanyaan Ghava yang sok akrab itu mampu menghentikan langkah Atha. Gadis itu berbalik dengan raut wajah datar, memandang Ghava tak suka


"Boleh, tapi jangan salahin gue kalau teman lo pulang tinggal kepalanya doang" kata gadis itu santai


Ghava menelan salivanya susah payah. Berurusan dengan Atha bukanlah perkara mudah. Sudah berapa kali Ghava melakukan sesuatu, berharap gadis itu luluh dan tak sarkas lagi padanya. Tapi nihil


"Lo kok gitu?" Kata Maya kesal


Atha memutar bola matanya malas "Buat lo" kata Atha menunjuk Ghava "Ngak usah sok kenal sama gue. Apalagi sok sok an mau ngenalin gue sama teman lo yang gue yakini pasti sama sama spesies kadal kayak lo. Lo pikir gue ngak tau maksud lo itu, jangan mimpi gue bisa baik ke orang ngak tau malu kayak lo"


"Dan buat lo" kata gadis itu menunjuk Maya. Bodo amat tentang tata krama dan sopan santun terhadap orang yang lebih tua. Atha sudah tidak peduli lagi


"Jangan pikir gue bakal selalu sabar ngadepin sikap lo itu, yang kemarin kemarin itu terakhir kali. Kalau sampai bang Athalla tau tentang lo yang ketemu crocodile. Sorry aja, jangan mimpi gue bakalan bantu"


Atha berbalik berniat untuk pergi. Gadis itu merasa muak dengan dua manusia di hadapannya. Tapi baru saja dua langkah dia berjalan. Gadis itu kembali berbalik menghadap ke Maya dan Ghava yang sedari tadi bungkam


"Lo kalau mau pulang, suruh selingkuhan lo itu buat ngantar. Lagian cowok kok gitu, pengen ketemuan tapi ngak bisa buat antar jemput. Sangking kerenya ya, bensin aja ngak sanggup buat beli" cibir Atha terkekeh sinis


"Lo mau kemana?" Tanya Maya takut takut


Sebenarnya sudah dari lama Maya menyadari bahwa Atha seakan punya dua kepribadian. Gadis itu bisa menjadi seorang pelawak dan menjadi orang tak kenal perasaan di waktu yang sama. Meskipun Atha tak pernah membunuh tapi aura yang keluar dari Atha saat gadis itu saat sedang menampilkan sisi lain dari dirinya mampu membuat semua orang tak berkutik


"Gue ada urusan, lo gak perlu tau urusan apa" kata Atha di dingin lalu berbalik untuk pergi


Ghava memegangi dadanya, jantungnya seakan berhenti berdetak saat melihat Atha seperti itu. Sungguh, pria itu takut sebenarnya


"Dia kok bisa gitu?" Tanya Ghava


"Gue juga ngak tau, keluarga besar gue ngak ada yang kayak gitu" kata Maya heran


"Sejak kapan dia kayak gitu?"


Maya nampak berpikir sejenak, gadis itu memejamkan matanya berusaha mengingat


"dulu dia ngak kayak gitu. Entah apa yang terjadi setelah dia pindah sekolah dulu"


"Bukannya dia udah dua kali pindah sekolah?"


Maya mengangguk "awalnya dia sekolah di kampung, dan dia biasa biasa aja ngak kayak sekarang. Tapi ngak tau alasan apa kakak gue kirim dia ke luar kota dan tinggal di asrama, eh empat bulan kemudian dia pindah ke SMP sekolah gue. Dan disitu gue sama keluarga sadar dia udah berubah"


"Gue yakin ada yang salah dengan sekolah dia dulu" kata Ghava curiga


"Hmm, gue juga yakin" kata Maya pelan


.......


.......

__ADS_1


.......


__ADS_2